Sembuhnya Sang Pendosa

Sembuhnya Sang Pendosa
Lebay


__ADS_3

Nizam yang terpaksa berbaur dengan para remaja itu, sebenarnya merasa risih dan gerah terhadap respon para sahabat adiknya itu. Gimana tidak, semenjak memasuki tempat acara, Zizi tak henti-hentinya mengenalkan kakaknya kepada kaum hawa yang baru memasuki masa puber itu dengan sangat antusias dan terkesan berlebihan, yang membuat Nizam bergumam "lebay,"


Namun, Nizam tidak bisa berkutik. selain hanya bisa pasrah menuruti kemauan adiknya itu, ia juga merasa punya hutang janji yang harus ia lunasi kepada sang adik. Toh keadaan menyebalkan ini cuma sebentar saja. Daripada melihat kemarahan sang adik yang sukar di bujuk pabila sudah ngambek karna kesalahan yang telah ia lakukan.


Demi menyenangkan hati Zizi, Nizam rela bergabung dan meladeni celotehan para anak-anak yang menurutnya masih ingusan itu. Entah sudah beberapa lama Nizam berbaur, yang membuatnya serasa sesak nafas karna menjawab begitu banyak pertanyaan dari para kaum remaja labil tersebut, dari hal yang menanyakan statusnya, kerja di mana, dan lain sebagainya.


Hingga pujian-pujian atas ketampanannya yang terus di elu-elukan dari setiap gadis remaja itu tak luput dari pendengarannya juga. Para teman-teman Zizi tidak menyangka, jika Zizi mempunyai kakak yang berwajah tampan dan matang, wajah yang bagaikan titisan dewa terlihat sangat menonjol di antara para teman laki-laki mereka yang notabene masih berusia belasan tahun. Jadi tak ayal para gadis-gadis itu histeris di saat Nizam berada di tengah-tengah pesta mereka.


Hingga pada kesempatan emas, Nizam bisa melarikan diri dari segerombolan manusia yang sudah membuatnya darah tinggi itu, sang adik yang juga tidak menyadari kepergian kakaknya itu, karna terlalu asyik mengobrol dengan teman-teman nya yang cowok. hingga dia melupakan kakaknya yang berhasil menyelinap keluar dari acaranya itu.


Dengan nafas yang masih ngos-ngosan, Nizam memasuki sebuah ruangan, yang sesaat sebelumnya sudah ia pesan secara tergesa-gesa karna dia berlari menghindar dari ramainya acara itu, Dengan langkah yang lebar akhirnya dia sampai juga di tempat yang di yakini aman, Nizam yang merasa lelah melemparkan tubuhnya di atas sofa yang tersedia di ruangan tersebut.


"Hufff, semengerikan inikah hidup di antara banyaknya para wanita labil itu, kalau bukan karna Zizi, aku pastikan tidak bakalan sudi berada dalam keadaaan yang menjengkelkan seperti tadi," gumam Nizam yang sudah merebahkan badannya.


Sambil mengatur nafasnya yang masih tersengal, Nizam menikmati ketenangan yang barusan ia dapat. Membayangkan lebih lama berkumpul dengan kaum perempuan itu, membuat Nizam pusing dan tanpa ia sadari tangannya memijit pelipis yang terasa berdenyut dengan posisi badan yang masih setengah terlentang di atas sofa. Hingga satu hal yang membuat ia ingat sesuatu, dan seketika menegakkan badannya untuk duduk tegap seraya mengambil hape yang ia simpan di saku celananya.


Tanpa berpikir panjang, ia menyentuh benda pipih itu hingga layar yang semula gelap menjadi terang, Nizam berniat mengirim pesan kepada Zizi, agar sang adik itu tidak bingung mencari keberadaan nya.


Sedangkan Zizi yang masih asik menikmati pesta bersama teman-temannya terbuai dengan suasana dan benar-benar lupa bahwa dia datang bersama kakaknya. Hingga sebuah tepukan di bahunya mampu membuat gadis belia itu menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Zi, mana Kakakmu? dari tadi aku perhatikan kok nggak kelihatan?" tanya gadis cantik yang bernama Reyna sekaligus orang yang lagi berulang tahun.


Zizi yang tiba-tiba menyadari ketidak beradaan sang kakak, reflek mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu. Namun, sejauh jangkauan mata yang ia tuju, tidak nampak sedikitpun ciri-ciri keberadaan sang kakak.


"Iya, ya Reyn. Kak Nizam kok tidak ada ya, kemana dia?" jawab Zizi yang juga mempertanyakan kakaknya.


"Mungkin ada di sekitar sini kali Zi, coba kamu hubungi Kakakmu." tukas Reyna yang memberikan solusi atas kebingungan yang tiba-tiba nampak di wajah sahabatnya tersebut.


Dengan cepat Zizi meraih hape yang berada di dalam tas jinjing yang sedari tadi ia selempang kan di tubuh mungilnya, tapi sebelum ia sempat menelpon kakaknya, sebuah notif pesan masuk di benda tipis itu.


Dengan cepat Zizi membuka pesan yang ia sadari dari sang kakak. "Zi, Kakak cari angin di luar sebentar, kalau kamu sudah selesai telepon Kakak aja ya," pesan Nizam dalam percakapan via tersebut.


"Gimana Zi, apakah Kakakmu sudah kamu hubungi?" tanyak Reyna penasaran, yang di jawab dengan sebuah anggukan oleh Zizi seraya berkata. "Kakak ada di luar katanya Reyn, mungkin dia stres akibat ulah kalian tadi yang begitu lebay menyambut Kakakku hahaha ...." tawa Zizi mengejek Reyna dan beberapa temannya yang ada di sekitanya.


"Habisnya, kami baru tau kalau kamu mempunyai Kakak laki-laki yang begitu sempurna Zi, sudah dewasa menggoda lagi, seandainya dia mau jadi pacar aku, dengan sangat senang hati lo Zi." goda teman Zizi yang bernama Mita, yang sedari tadi memang menyimak percakapan para sahabatnya itu.


"Aku juga mau Zi hehehe ...." timpal Reyna yang juga terjerat oleh ketampanan kakak dari sahabatnya tersebut. Ketiganya tertawa bersamaan karna kekonyolan yang barusan mereka lakukan. Ya, walaupun tidak mungkin Nizam tertarik sama gadis belia itu, tapi berharap boleh kan, mungkin itu yang ada di fikiranan para perempuan yang masih belum punya beban apapun selain mata pelajaran itu, ya untuk saat ini.


Setelah memastikan sang kakak sudah tau keberadaan nya, Zizi langsung berkumpul lagi ke tengah pesta itu yang diikuti oleh Mita dan Reyna. Mereka bertiga masuk ke dalam gerombolan para temannya yang lain, guna menikmati kebersamaan yang mungkin bagi mereka terakhir kalinya, karna sebentar kagi kelulusan bagi para remaja itu.

__ADS_1


Suara musik yang menyatu dengan suara para remaja itu terdengar sangat dominan di ruangan itu. Sedangkan para pelayan berlalu lalang membawa nampan makanan dan minuman yang memang bertugas melayani para tamu di Cafe tempat mereka mengais rezeki itu. Tak terkecuali di Ruangan lain.


tok...tok...tok


Terdengar suara pintu diketuk yang diiringi terbukanya pintu itu, "Selamat malam Tuan, ini pesanan anda." seorang pelayan pramusaji wanita masuk ke dalam ruangan Nizam dengan membawa makanan yang sebelumnya Nizam pesan sesaat setelah dia mengirim pesan kepada adiknya.


"Heem. taruh saja." jawab Nizam seraya menegakkan tubuhnya dan membuka mata, melihat ke arah wanita yang sudah berada tepat di hadapannya yang mulai meletakkan makan yang ia pesan. Nizam memerhatikan wanita di hadapannya, tatapan mata Nizam seakan-akan berharap orang lain yang melayaninya kala itu. Tapi hati yang sepenuhnya bingung itu mengalahkan harapan yang sama sekali tidak mungkin terjadi itu.


.


.


.


.


.Bersambung.......


Assalamu'alaikum....gimana kabar kalian semuanya? semoga selalu sehat dan bahagia. Nizam datang lagi ya guys, bagi yang masih sabar menunggu terima kasih buuannyakk🙏

__ADS_1


NB: Untuk bab1 sampai bab6 sudah saya revisi dan sebagain ada yang saya rombak ya guys, dan saya yakin nanti yg baca ulang banyk yang ilfil...apalagi Emak2🤭...So boleh di baca ulang dari awal klo ga keberatan😍


__ADS_2