
Setelah kesepakatan itu sudah benar-benar terjadi. Pak Anwar dan Pak Alkaf mulai mengatur acara pertunangan serta menentukan tanggal pernikahan. Pak Anwar yang meminta jika lamarannya cukup dilakukan secara sederhana saja dan tidak terlalu mewah.
Pak Alkaf yang tidak menolak apa pun yang diminta dari pihak perempuan melaksanakannya dengan hati yang senang dan sukarela. Acara lamaran atau yang bisa disebut secara umum sebagai tukar cincin itu hanya dihadiri oleh beberapa keluarga inti saja dari keluarga Pak Alkaf.
Bahkan Nizam yang saat itu tidak bisa datang karena ada urusan di luar negeri menyangkut bisnisnya. Dan juga Zizi yang selama beberapa hari ini sedang sibuk dengan kegiatan ospek di kampus membuatnya tidak bisa ikut dalam acara tersebut.
Karena acara lamarannya itu dilakukan siang hari maka Pak Anwar menyiapkan tenda di depan rumah untuk menampung beberapa tamu yang mungkin saja datang lebih dari perkiraan.
Ninahari itu memang sengaja libur dari tempatnya bekerja. Tidak ada teman kerjanya yang tahu jika Nina mau bertunangan, selain Icha yang ia anggap sebagai teman sekaligus kakak baginya.
Icha yang saat itu mendengar cerita dari Nina sempat syok. Karena pria yang akan dijodohkan dengan Nina adalah seorang mantan Gay. Dan itupun membuat Icha tidak habis pikir, kenapa ayah dan ibu Nina menyerahkan putrinya tersebut kepada pria yang memiliki kepribadian yang menyimpang.
Nina sengaja membiarkan Icha mengeluarkan semua pendapatnya, barulah ia akan menjelaskan apa alasan orang tuanya menjodohkannya dengan keluarga tersebut. Icha jadi tertunduk lesu setelah ia mrndengat apa alasan irang tua Nina. Dan seandainya pun ia menjadi Nina, dia juga tidak akan bisa berkutik jika harus dihadapkan dengan sebuah kenyataan yang berurusan dengan yang namanya balas budi.
Apalagi, Icha selama ini sudah sedikit banyak mengetahui tentang kehidupan ekonomi Nina yang sangat memperihatinkan, dan keadaan itu sekarang sudah jauh lebih baik karena adanya keluarga yang disebut-sebut Nina sebagai malaikat penolong.
Pantas saja Nina tidak bisa menolak atau hanya sekedar memberikan pendapatnya, karena pria yang tidak sempurna bagi Icha itu adalah anak dari orang yang sangat berjasa dalam keluarganya.
Dengan hati yang setengah terpaksa Icha akhirnya memberikan dukungan pada Nina. Meskipun ia masih tidak habis pikir. Kenapa masih ada seorang pria yang juga menyukai pria lain, padahal di dunia ini masih banyak wanita yang mampu membuat hidup mereka jauh lebih bahagia.
__ADS_1
Dan hari ini, Icha sengaja meminta izin juga dengan alasan ada urusan keluarga. Padahal dia ingin hadir di acara pertunangan Nina, dan menyaksikan sosok pria ynag katanya tidak bisa tertarik pada lawan jenisnya. Sungguh Icha sangat penasaran.
Beda dengan Nina yang tidak mempermasalahkan lagi wajah dari calon tunangan itu. Hatinya sudah benar-benar pasrah atas semua takdir Tuhan. Sekarang ia akan memcoba meluaskan keikhlasannya meskipun dirinya harus membina rumah tangga dengan pria yang entah seperti apa perangainya.
Siang itu, hari sudah merangkak terik. Kesibukan sudah sangat terlihat di rumah sederhana Pak Anwar. Beberapa tetangga dekat sengaja diundang untuk menghormati mereka karena ini adalah acara penting.
Tidak banyak yang dilakukan Pak Anwar dan Bu Aminah, karena semua makanan sudah diatur oleh Pak Alkaf beserta Bu Zainiyah dengan memberikan kepercayaan pada pihak restoran langganan mereka.
Sebenarnya keluarga Pak Anwar menolak dan merasa tidka enak. Ini kan, mereka yang berketempatan, tapi tetap saja pihak laki-laki yang mengatur semuanya. Pak Anwar dan Bu Aminah tidak bisa berkata apa-apa, saat Bu Zainiyah sudah kalah cepat dalam bertindak.
Dan pada akhirnya mereka hanya pasrah pada semua apa yang diinginkan Bu Zainiyah. Bu Aminah hanya membuat kue-kue kecil sebagai kudapan tambahan untuk ia suguhkan pada para tamu yang dibantu oleh para tetangga.
Di situ juga ada Icha yang sedari tadi membantunya memakaikan make-up yang sederhana namun terkesan memukau. Walaupun sang mempelai pria tidak bisa hadir dalam acara tersebut, namun Nina tetap akan bersikap sewajarnya dan menyambut para tamunya itu dengan semaksimal mungkin.
Nina yang baru mendapatkan kabar itu dari sang ayah menyampaikannya pada Icha. Dan itu membuat gadis tersebut sangat kecewa. Padahal kedatangannya ke rumah Nina karena dia penasaran dengan calon suami Nina, sekaligus ingin menemani dalam acara spesial itu. Namun apa boleh buat. Ternyata ia harus bersabar untuk itu
"Waw. Kau cantik sekali Nin. Bahkan aku sampai tidak bisa mengenalimu saat ini." kata Icha yang memang merasa takjub dengan hasil karya tangannya sendiri yang membuat wajah Nina berbeda. Nina yang setiap hari berwajah polos itu menjelma menjadi seorang wanita cantik dan anggun. Padahal dia cuma menambahkan bedak tipis serta beberapa polesan lainnya.
"Ah, Kakak bisa saja. Jangan terlalu memujiku, Kak. Nanti aku bisa besar kepala. Kakak terlalu berlebihan memujiku." ucap Nina menanggapi pujian Icha.
__ADS_1
"Kamu itu selalu merasa rendah diri. Padahal kau memang memiliki wajah yang sangat menarik. Kau saja yang tak pernah menyadarinya." timpal Icha lagi seraya merapikan sebagian rambut Nina yang belum selesai ia pilin menggunakan alat catok yang sengaja ia bawa dari rumahnya.
"Kak Icha. Bagaimana kabar pria yang pernah Kakak ceritakan dulu? Apakah sampai sekarang dia tidak peka dengan Kakak?" tanya Nina tentang seorang pria yang pernah diceritakan oleh Icha tempo hari.
"Ah, lupakan. Dia sudah pergi. Aku pun tidak tahu dia sekarang ada di mana. Jangan mengingat dia lagi, aku jadi nggak semangat nih," Icha berubah muram saat Nina megingatkan tentang perasaannya pada seorang laki-laki yang selama ini sudah mengambil tempat yang khusus di hatinya.
Icha memang pernah menceritakan perasaannya yang pernah suka pada satu pria, namun pria tersebut tidak tahu apa yang ia rasakan. Tapi, saat Icha tahu bahwa laki-laki yang ia suka itu telah menyukai gadis yang saat ini ada di depannya. Kenyataan itu membuatnya mundur seribu langkah dan tidak akan lagi mencoba memiliki harapan kepadanya.
Tapi, seandainya dia tahu bahwa Nina Sekarang sudah memiliki calon suami, apa dia akan tetap menaruh perasaan itu kepada Nina? Sungguh, masalah hati memnag merepotkan.
Laki-laki yang dimaksud Icha adalah Aldo, atasannya sendiri di tempat ia bekerja bersama Nina. Laki-laki yang selama ini ada dalam hatinya itu ternyata juga memiliki rasa berbeda kepada Nina.
Sejak Icha mengetahui perasaan atasannya itu, ia memilih mundur dan tak mau memupuk rasa tersebut. Icha juga tidak pernah skait hati saat ia tahu gadis yang disukai oleh orang yang ia taksir adalah sahabatnya sendiri, yaitu Karenina. Icha berjanji akan berusaha melupakan rasa yang belum sempat tersampaikan itu.
"Nina, apakah kau sudah siap, Nak? suara Bu Aminah dari luar kamar membuat mereka memutuskan untuk segera bersiap dan segera keluar.
"Iya, Bu. Nina sudah siap." sahutnya dan bergegas melangkah menuju ruang tamu yang ditemani oleh Icha di sampingnya.
Rombongan dari keluarga Al-gazali datang dengan beberapa kerabat terdekat dan memang tidak mengundang orang dari luar. Dua mobil mewah yang terparkir di halaman itu sudah menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang sangat kaya.
__ADS_1
Jika Icha sebelumnya hanya mendengar itu dari Nina dan sekarang dia menyaksikan sendiri betapa kayanya calon mertua dari sahabatnya itu. Apalagi barang bawaannya yang dibawa mereka adalah barang-barang mewah dan branded.