
Senja hari ini memilih untuk pergi ke kampus menggunakan setelan yang santai tidak terlihat kalau dirinya itu merupakan seorang anak konglomerat padahal Papanya merupakan seorang pengusaha yang kaya melintir, dan juga dirinya merupakan cucu dari Seorang pebisnis wanita yang paling handal di negeri itu dan tidak ada tandingannya sama sekali.
senja selalu beralasan kalau semua uang itu adalah milik mereka bukanlah dirinya sekarang dirinya hanyalah menjadi beban hidup bagi orang tuanya nanti kalau misalnya ia sudah mempunyai penghasilan sendiri, barulah dirinya bisa berbangga diri dengan penghasilannya itu kemudian bisa berbangga diri dengan apa yang sudah ia dapatkan bukan hasil minta-minta meskipun itu adalah kewajiban sebagai orang tua.
" kamu hari ini berangkat pagi sekali nak, Memangnya ada tugas dari kampus yang mewajibkan kamu melakukannya? Sampai sampai tidak sarapan dulu tapi langsung berangkat begitu saja nanti kalau misalnya di sana penjual yang berada di kantin tidak buka Kamunya lagi yang kesulitan, lebih enak itu makan di rumah karena terjamin kebersihan ya Dan intinya suasana kekeluargaan itu makin terasa? "tanya Bintang ketika melihat anaknya itu sudah memakai tas selempangnya dan berniat untuk pergi sehingga ketika mendengar perkataannya Gadis itu langsung tersenyum ke arah mamanya karena sebenarnya ini adalah tugas yang sangat penting dan kemarin Ia lupa mengambilnya maka dari itu pagi-pagi ini ia harus segera ke sana dan menyelesaikannya.
Senja sangat senang ketika maksudnya menikmati segala sesuatunya bersama orang-orang tersayangnya namun untuk sekarang memang belum bisa soalnya dirinya benar-benar sedang terburu-buru, nanti pastinya besok lusa masih akan ada hari lagi maka ia tidak akan pernah melakukan seperti yang dilakukan pagi ini.
"aku buru-buru sekali mah soalnya kemarin tugas itu aku titipkan di Bella dan saat pulang aku lupa mengambilnya hasil akhir ya semalam aku tidak bisa mengerjakannya, padahal harus dikumpul jam 10.00 nanti terus begitu dosennya itu sangat menyebalkan nanti yang ada aku bakalan kena amukan dari masuk sampai keluar kelas! "jelas senja membuat Mamanya itu yang mau tidak mau harus mengiyakan saja sebab Biar bagaimanapun yang namanya tugas itu harus diselesaikan dan ketika sudah ditentukan batas waktu pengumpulan ya saat itu juga harus mengikuti peraturan tersebut tidak boleh membantah.
Bintang tidak mungkin memaksakan anaknya untuk bertahan di situ karena Biar bagaimanapun pendidikan itu adalah bekal yang paling diperlukan untuk masa depan, tidak selamanya seorang wanita itu hanya harus di dapur dan menjadi ibu rumah tangga dan tidak selamanya wanita itu hanya di rumah saja Tidak bisa beraktifitas di luar sana.
Leonardo mengusap pelan kepala anaknya itu karena dirinya selama ini tidak pernah maksudnya memaksa senja untuk mendapatkan prestasi yang berlebih yang penting intinya anaknya itu memberikan yang terbaik sudah dari cukup, kalau memang kemampuannya tidak sampai di sana tidak masalah karena setiap manusia itu terkadang diberi batas kemampuan yang orang lain tidak bisa memaksakan harus sama dengan keinginan mereka.
"Ya sudah sana berangkat ingat ya hati-hati tidak boleh ngebut biarpun lagi terburu-buru tetapi intinya keselamatan itu nomor satu, kalau misalnya nanti susah sekali untuk mengerjakannya ya harus diusahakan karena nantinya kamu bakalan kena marah loh! "perintah Leonardo membuat anaknya itu mendengus kesal karena menurutnya Papanya itu selalu seperti itu bukannya memberikan semangat yang paling bagus tetapi selalu menakut-nakuti dirinya.
Bintang hanya menggelengkan kepala ketika mendengar perintah yang diberikan oleh suaminya itu kepada putri mereka seharusnya sebagai orang tua akan mendukung apapun yang dilakukan oleh anaknya, Eh ini malah membuat wanita itu menjadi patah semangat tetapi untung juga anak mereka itu keras kepala coba saja kalau lembek pasti hari ini bakalan Langsung menangis karena ketakutan soalnya Leonardo sepertinya tidak mendukung ataupun memberikan semangat.
__ADS_1
"Ya sudah aku berangkat nanti tolong ya Papa jangan terlalu tinggalin Mama Terus kalau bisa nanti pergi ke kantor bawa deh sama mama Biar mereka tahu kalau istrinya Leonardo Sky itu cantiknya kece badai membahana, kalau misalnya pergi ke kantor sendirian tidak pernah membawa istri nanti yang ada para wanita di sana mengira papa itu duda beranak satu! " jelas Senja membuat pasangan suami istri itu hanya menggelengkan kepala karena memang dengan tingkah kocaknya senja terkadang rumah itu menjadi sedikit ramai soalnya Hanya mereka bertiga saja kalau misalnya semuanya pada sibuk dengan dunia masing-masing ya pertanyaannya Kapan suasana kekeluargaan bakalan terbangun dan juga Kapan mereka bakalan lebih nyambung kalau hobinya hanya berjauhan dan sibuk dengan dunia masing-masing?
leonardo memberikan kode kepada istrinya ketika melihat sejak sekarang sudah keluar rumah membuat bintang hanya menggelengkan kepala karena kebiasaan suaminya ya seperti itu selalu saja menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan, Pokoknya sebelum berangkat ke kantor pasti Leonardo bakalan meminta jatahnya entah jatah mau apapun itu yang penting intinya yang sudah besar berpikir ke arah sana ya tinggal diisi sendiri tetapi kalau masih dibawa umur lebih baik di skip saja deh soalnya autor itu bukan tipe seorang penulis yang memperinci segala sesuatu keadaan yang hasil akhirnya nanti bakalan tidak akan lolos review karena kata-katanya terlalu vulgar.
sesampainya Senja di rumahnya Bella terlihat Gadis itu begitu kebingungan soalnya Ya sepertinya mengenali sebuah mobil yang tengah terparkir di depan rumah itu, dan lebih parahnya lagi Sebenarnya gerbang masih tertutup ya Otomatis orang rumah belum ada yang keluar entah mobil itu orang di dalamnya bermaksud baik atau tidak dirinya juga tidak tahu sama sekali maka lebih baik memastikan secara langsung.
senja memilih untuk menghubungi Bella ingin bertanya kira-kira Jangan sampai sahabatnya itu tahu siapa yang ada di depan, mungkin dengan begitu mereka bisa lebih waspada atau karena tamu itu penting bisa menyuruhnya masuk daripada menunggu di luar kan rasanya tidak enak begitu.
" Halo kok di luar tidak mau masuk ke dalam sih, Memangnya kamu mau ngobrol sama itu yang menyebalkan itu? " tanya Bella ambigu membuat senja menoleh ke arah sampingnya tepat pada mobil yang sedang berhenti itu.
"siapa sih yang menyebalkan, aku ini baru datang loh jadi mana tahu kejadian yang baru saja terjadi di sini? Lagian kalau sudah siap-siap Ayo turun jangan lupa bawa tugas yang kemarin yang sempat tertinggal di dalam Tasnya kamu, soalnya nanti kalau misalnya aku tidak mengerjakan sekarang kamu tahu sendiri kan sikapnya Ibu Lilis itu seperti bagaimana? "omel senja membuat Bella tertawa di seberang soalnya Ia juga sudah sempat memikirkan Bagaimana tugas sahabatnya itu Ketika Harus Terlupa di dalam tasnya.
Davin yang kebetulan melihat Senja di samping mobilnya ya langsung segera turun untuk menghampiri gadis itu karena Biar bagaimanapun Ia juga Sepertinya harus membenarkan insiden kemarin yang terjadi di antara mereka berdua, ya Meskipun Ia hanya sedang mengekspresikan kekecewaannya tetapi rasanya Memang sih Sedikit keterlaluan maka dari itu dirinya harus bisa membenarkan ataupun meminta Maaflah secara layak.
"kamu mau jemput Bella, Kalau memang dia masih lama ya sudah kamu pergi saja biar nanti aku yang bakalan mengantarnya ke kampus? " tanya Davin basa-basi membuat Senja mengangkat alisnya sebelah karena merasa heran Entah kenapa kok tiba-tiba pria itu tutur katanya sedikit melembut tidak seperti yang lalu.
Senja memilih untuk mengabaikan saja kalau memang pria itu merasa Penasaran ya Kenapa tidak langsung menelpon Bella saja kenapa harus Bertanya kepadanya maksud dan tujuannya datang ke tempat ini kan sebenarnya lain, Jadi kalau misalnya urusan dengan Bella dan juga Davin ya Otomatis tidak ada sangkut paut dengan dirinya itu kan permasalahan gara-gara pria itu yang hobinya bermulut ember.
__ADS_1
Davin kebingungan ketika melihat senja tidak merespon apapun yang ia katakan kalau sudah seperti begini Sepertinya perkara dengan Bella lebih parah lagi nanti, sebab dirinya sangat hafal Bagaimana sikap Bela ketika ia sedang tidak menyukai sesuatu ya bawaannya pasti bakalan marah terus-menerus tanpa henti dan hasil akhir hanya akan membuat orang lain kebingungan.
" kamu tolong bantu aku dong biar bisa berbicara dengan Bella soalnya dia dari kemarin terus mengabaikanku padahal aku lagi usaha untuk memperbaiki hubungan kami, kalau misalnya hubungan kamu dengan Angkasa lagi bermasalah yaitu urusan kalian tetapi Tolong kamu lakukan sesuatu agar aku dan Bella bisa baikan! "pinta Davin membuat senja menatap tak percaya ke arah pemuda itu karena bisa-bisanya membawa-bawa orang lain dalam pembicaraan kali ini padahal seharusnya pria itu sadar jika dirinya akan tidak nyaman ketika ada yang mengucapkan seperti itu.
"kamu Sadarkan dengan apa yang kamu katakan itu atau mungkin kamu lupa Maka aku harus perlu menjelaskan ulang lagi, keterlaluan sekali loh kamu kok bisa-bisanya melakukan semua ini dan bisa tidak kamu sadar dan juga tahu diri kalau misalnya aku sedang tidak ingin berbicara dengan kamu walau hanya sedikit saja ? "Senja otomatis merasa kesal ketika dirinya yang tidak ada hubungan apapun dengan orang lain Tetapi malah dengan sengaja membawa orang lain itu untuk berhubungan dengannya seperti begini kan rasa-rasanya Ia merupakan seorang wanita yang tidak tahu diri dan juga bisa dibilang sangat aneh serta tidak masuk akal dalam bertindak.
davin terdiam ketika mendengar senja yang mulai marah-marah seperti itu dan tepat saat itu pula Bella muncul dari dalam dengan memegang tongkat bisbol seolah-olah benar-benar akan mengadakan olahraga bisbol tepat dihadapannya, tetapi yang membuat Davin merasa tidak fokus Kenapa tatapan Bella itu tertuju ke arahnya seolah-olah tongkat bisbol yang dibawa itu adalah hadiah untuknya dan saat ini alarm waspada mulai dinyalakan takutnya jangan sampai memang benar apa yang ia takutkan kalau wanita itu benar-benar akan melampiaskan emosinya saat itu juga tanpa menunggu lagi.
" Bella, kamu sudah datang? ah Kebetulan aku datang untuk menjemput kamu, kalau misalnya kamu mau pergi olahraga bisbol ya sudah Biar aku antar sekalian! "tawar Davin membuat Bella tertawa mengejek karena Siapa juga yang mau pergi memukul bola bisbol dan juga mencari jauh-jauh orang yang ada di hadapannya begitu besar dan juga menantang tinggal didorong sedikit saja pasti langsung menjerit kesakitan dan hasil akhir bakalan kabur.
" Menurut kamu aku benar bakalan pergi bermain baseball sekarang, atau kamu berpikiran saja tetapi tidak menyangka bahwa aku benar-benar akan melakukannya Di Sini dan objeknya pun sudah ada di depan mataku? "tanya Bella membuat Davin bergidik ngeri karena jika sudah seperti begini maka dirinya akan menjadi sasaran empuk.
"Maksud kamu ngomong seperti itu apa ya, Aku sepertinya bingung untuk mencernanya ya kalau misalnya kamu berbaik hati ingin membicarakan lagi tidak masalah aku siap kok mendengarkannya meskipun nanti sampai besok pagi sekalipun?" tawar Davin membuat Bella mengibaskan tangannya memberi kode agar pemuda itu segera menjauh Jangan coba-coba mendekat kalau tidak dirinya benar-benar bakalan melepas kendali saat itu juga dan juga intinya tidak akan pernah menunggu lebih lama lagi soalnya Ya sudah merasa terlalu gemas dengan tingkah yang ditunjukkan oleh Davin yang seolah-olah tidak punya salah sama sekali.
Senja memilih jadi penonton saja soalnya mau ikut campur pun rasanya percuma soalnya itu orang-orang kan hobinya hanya cari perkara saja Jadi kalau misalnya mereka mau apapun terserah dari mereka tidak ada urusan dengan dirinya, hidupnya saja sedang kebingungan harus memilih jalan yang seperti apa dan masalah yang menimpa saudara kembarnya pun belum selesai belum ada titik terangnya masa iya dirinya mau peduli dengan urusan orang lain kecuali urusannya itu menyangkut Bella maka ia akan menjadi Garda terdepan untuk membela.
" Ya ampun jangan terlalu pedulikan orang lain deh lebih baik sekarang kita pergi Soalnya aku benar-benar telat loh, kamu mau aku dapat hukuman nih gara-gara terlalu meladeni orang lain untuk berbicara padahal sebenarnya orang-orang seperti itu tidak penting? "Senja sengaja menyindir Davin membuat pemuda itu hanya bisa tersenyum ke aku karena sepertinya wanita yang ada di hadapannya ini tidak lupa dengan apa yang sudah pernah ia lakukan kepadanya ya mungkin bisa dibilang sekarang menjadi ajang balas dendam secara tak langsung.
__ADS_1
Bela tersenyum sambil mencibir Davin sebab menurutnya untuk apa pria itu bersusah payah datang ke tempat ini, padahal pria itu sudah tahu sendiri bagaimana sikapnya yang selalu keras kepala dan apa menyimpan dendam ketika merasa bahwa dendamnya itu belum bisa untuk dilupakan.