SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Angkasa


__ADS_3

Bughhh


Angkasa benar benar tidak siap dengan apa yang dilakukan oleh Marcel kepadanya, sehingga terbukti sekarang pemuda itu sudah tersungkur tepat di depan kakinya Marcel dengan wajahnya yang babak belur.


"sudah kuangkat derajatmu dari bawah dan juga sudah aku kasih kamu kekuasaan untuk menguasai semuanya tetapi ini balasan yang kamu berikan, aku berusaha mati-matian menahan dia agar tidak pergi dari rumah ini Tetapi malah kamu yang membawa dia pergi? anak tidak tahu diri seperti kamu rasa-rasanya membuat aku sudah bosan melihat wajah kamu di dunia ini, kok bisa kamu membantu Stella untuk kabur dan sekarang kamu malah menyerahkan dia kepada suaminya? "tanya Marcel dengan suara yang begitu menggelegar tetapi Percayalah Angkasa sedikit pun tidak gentar karena menurutnya apa yang ia lakukan itu merupakan sebuah tindakan yang paling benar.

__ADS_1


" Jadi ceritanya aku yang salah di sini karena memulangkan seseorang kepada tempat yang seharusnya, sekarang pertanyaannya Anda menahannya selama bertahun-tahun kira-kira kebenarannya itu ada di mana? kalau selama ini dia selalu menerima keberadaan anda dan juga merasa nyaman punya bagus tetapi Tiap hari kerjaannya hanya meminta untuk pulang, itu pilihan sebenarnya sangat sederhana dan juga artinya pun sangat sederhana yaitu dia benar-benar tidak ingin ada di rumah ini! Seharusnya kita memberikan peluang untuk dia meraih kebahagiaannya meraih segala-galanya yang ia inginkan, bukan malah membuat dia merasa terpencil dan juga terkucil di rumah ini ya Meskipun segala macam fasilitas ada," sarkas Angkasa yang tidak kalah kasar dari Marcell jika pria itu bisa melakukan sesuatu kepadanya maka ia tidak bisa membalas tetapi intinya kata-katanya yang akan membuat pria itu bungkam.


" kamu berani membantah apa yang saya katakan, kamu berani melawan dengan perintah yang seharusnya kamu patuhi? sekarang saya minta kamu untuk menjemput Stella kembali ke rumah ini atau kamu tidak usah kembali ke sini sama sekali, sudah cukup kesabaran saya selama ini maka sekarang lebih baik kamu atur segala sesuatunya menjadi lebih baik jika tidak ingin kamu yang bakalan karena imbasnya!" perintah Marcel yang sepertinya memang tidak paham dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Angkasa tadi bahwa sebenarnya Ia melakukan semua ini atas kemauan Stella bukan atas kemauannya.


" Kenapa anda tidak pergi sendiri ke sana kemudian meminta wanita itu secara langsung kepada suaminya, Bukankah yang ngotot untuk dia berada di rumah ini adalah Anda Bukan saya jadi seharusnya yang berusaha untuk membuat dia kembali ya Anda bukannya saya juga kan? "tanya Angkasa dengan tertawa mengejek karena ia yakin Marcel Tentu saja tidak punya kekuatan Ketika melawan Leonardo nantinya.

__ADS_1


Marcel ingin melayangkan satu buah pukulan lagi ke arah Angkasa tetapi pemuda itu segera mengelak, dirinya bukanlah samsak hidup yang seenaknya dipakai untuk melampiaskan emosi dirinya punya rasa sakit yang bisa membuat ia akan berekspresi'


" jangan memukulku dengan tangan anda karena tangan ini aku bisa hidup sampai sekarang dan aku tidak ingin menyakitinya, tetapi jika anda sudah keterlaluan maka aku pun tidak akan segan untuk melindungi diri! "setelah mengatakan hal itu Angkasa memilih untuk kembali ke kamarnya Yang meskipun Sebenarnya tadi secara terang-terangan Marcel menolak keberadaannya di situ tetapi ia mengkhawatirkan pria itu Takutnya nekat dan melakukan sesuatu yang Merugikan dirinya sendiri.


Marcel benar-benar merasakan Kesunyian di dalam rumah itu berbeda ketika ada Stella yang selalu membuat suasana menjadi terasa begitu ramai, dirinya mengenang setiap sudut rumah itu tetapi ketika mengingat kebersamaan setelah dan juga keluarganya membuat emosinya kembali muncul.

__ADS_1


" wanita tidak tahu diri bisa-bisanya dia memilih kembali kepada keluarganya dan meninggalkan aku sendirian di sini, Memangnya Apa sih yang tidak bisa aku kasih sampai-sampai dia memilih untuk tetap kembali? "gumam Marcel monolog yang benar-benar tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana ketika semua jalan terasa begitu buntu baginya.


__ADS_2