
Stella tidak suka ketika melihat Marcel memasang wajah tidak percaya atas semua yang ia katakan, padahal seharusnya pria itu sadar kalau mereka berdua memang tidak punya hubungan apapun jadi kalau mau bertengkar pasti bakalan habis-habisan.
Marcel adalah tipe pria yang sangat menyebalkan selalu saja egois dan merasa paling hebat serta tidak pernah mendengarkan apa yang orang lain inginkan, entah apa yang diinginkannya sampai-sampai selalu saja membuat orang lain tidak bisa menahan emosi akibat sikapnya yang selalu ditunjukkan dan juga membuat orang lain merasa kurang nyaman.
" Jadi ceritanya sekarang kamu mau pergi? Pertanyaannya kamu dapat izin dari mana untuk pergi meninggalkan rumah ini, kamu dapat izin dari mana menyimpan semua pakaian kamu di dalam koper itu? aku dari awal sudah bilang Kan kalau kamu tidak akan pergi kemanapun dan juga sampai kapanpun, meskipun kamu mau pada teriak sekalian aku tetap tidak bakalan peduli sama sekali! oh iya satu lagi kamu tahu kan kalau orang-orang di Kompleks ini Tahunya Jika kamu itu merupakan istriku, jadi saat kamu pergi terus aku mencarimu dan ketemu ya pasti mereka tidak akan membantumu karena menyerah ini hanyalah kesalahpahaman dalam rumah tangga?" ujar Marcel yang begitu percaya diri sampai-sampai Ia tidak sadar kata-katanya itu sudah sangat membuat Stella merasa tersinggung.
" Oh ya, Memangnya kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu tadi? satu yang harus kamu tahu kalau apa pernah terjadi aku tetap tidak akan berubah pikiran sama sekali , meskipun kaki dan juga tanganku kamu ikat sekalian aku tetap tidak bakalan peduli! " ujar Stella dengan tatapan matanya yang benar-benar meremehkan Marcel sebab menurutnya pria itu sudah terlalu banyak mengganggu kehidupannya maka dari itu jangan menyesal jika sekarang ia balik memberontak.
Marcel mengepalkan tangannya menahan emosi sebab biar bagaimanapun ia harus tetap bisa kuat menahannya jika tidak ingin menyakiti Stella, meskipun terkadang hal itu sangat sulit sebab istilah dari tadi hanya kerjaannya memancing emosinya saja.
" bisa tidak jadi orang sekali-sekali mengakui kebaikan orang lain tanpa memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan, aku itu hanya minta kamu tetap bertahan di sini sampai kapanpun tanpa menyuruh kamu melakukan sesuatu hal yang berat kan? susah sekali kah untuk melakukannya seperti yang aku mau itu, sampai-sampai kamu merasa begitu sengsara dan juga tidak ada niatan untuk mengabulkannya hanya karena merasa bahwa apa yang aku inginkan itu terlalu konyol? " katanya Marcel yang sudah sangat frustasi karena Stella tetap ada pendiriannya tidak ada niatan untuk berbicara secara baik-baik.
" kamu yang terlalu mengklaim sesuatu milik orang lain sebagai miliknya kamu dan akhirnya ketika orang itu sadar dia akan pergi kamu yang mulai menghalanginya, kalau misalnya Dari awal kamu memang berniat menolongku dan juga membantuku dari semuanya ya tidak mungkin bakalan seperti ini kan? Sekarang lihat kamu malah mulai menuntut yang ini dan itu sampai-sampai membuat aku kebingungan harus seperti bagaimana untuk bicara lagi kepada kamu, sebab pikiran kamu itu memang tidak pernah menginginkan agar aku pergi dari sini entah apa yang kamu inginkan sebenarnya? " tanya Stella yang memang tidak paham lagi dengan arah pemikiran Marcel Saat ini.
"kamu tanya apa yang aku inginkan? Padahal kamu sudah tahu kan jawabannya kalau yang aku inginkan itu hanya kamu ada di sini tidak pergi ke manapun Dan intinya bersamaku selalu, tidak lebih dari itu dan memang hanya itu saja yang aku harapkan dari hubungan ini Terserah kamu mau mencernanya seperti apa! " jelas Marcel membuat Sheila ingin tertawa karena menurutnya itu adalah keinginannya bukan dirinya kalau yang dirinya inginkan adalah kembali dengan keluarganya utuh tanpa kekurangan apapun.
"kamu itu pria egois yang memang selama hidupku aku temukan, padahal sebenarnya kamu tahu kan di mana keluargaku? Ya sudah kalau kamu masih mau berdebat silahkan saja tetapi aku pamit soalnya aku harus pergi sekarang juga, tolong jangan cegah aku untuk sekarang Jika kamu tidak ingin aku membencimu seumur hidupku dan tidak akan pernah merasa bahwa kamu itu merupakan pria baik-baik! "pamit Stella membuat Marcel tidak bisa bergerak dari tempatnya padahal yang ada dalam benaknya saat ini adalah ingin mencegah wanita itu agar Jangan Pergi.
" Stella, Aku mohon jangan kemanapun! Oke aku salah sudah mengekang kebebasan kamu selama ini tapi aku janji setelahnya kamu bakalan bebas ke sana kemari, tapi tolong jangan pernah meninggalkan rumah ini karena kalau aku tinggal tanpa ada kamu lebih baik aku tidak usah sekalian ada di dunia! "ujar Marcel dengan menitikan air matanya bahkan kini tubuhnya berguncang semuanya ketika melihat wanitanya sudah menyeret koper semakin menjauh.
Stella tidak peduli dengan apa yang dikatakan Marcel karena ia yakin pria itu sedang berakting sekarang, kalau memang dia Tulus ingin membebaskan Stella maka tidak mungkin selama ini Ketika dirinya memohon untuk bertemu dengan keluarganya tetapi pria itu malah tidak menggubris nya.
__ADS_1
Stella tersenyum ketika kakinya sudah keluar dari rumah itu dan kini dirinya sudah berada di dalam mobil yang kemarin dirinya pakai untuk pulang, tidak ada raut penyesalan apalagi wajah yang bersalah kepada Marcel yang selama ini sudah tulus membantunya dan juga mengurus segala macam kebutuhannya tanpa terkecuali.
" terima kasih Ya Tuhan akhirnya aku dibiarkan bebas kali ini, aku janji akan selalu menjadi orang yang tahu bersyukur ketika bisa bertemu dengan keluargaku nanti! Oh iya Satu lagi aku tidak akan pernah meminta kebaikanmu yang lain selain hari ini engkau menjaga dan meluluskan semua jalan yang akan aku pilih nantinya, Jangan biarkan pria itu bisa menemukanku karena Sumpah aku hanya ingin meraih kebebasanku dan berkumpul dengan anakan Aku serta suami di rumah! "ujar Stella monolog dan akhirnya mulai memilih untuk menghidupkan mesin mobil dan pergi dari situ. pada
marcel yang mendengar bunyi mesin mobil barulah bisa melangkahkan kakinya itu keluar dan dirinya merasa seperti sebagian hatinya pergi begitu saja ketika melihat Stella yang sudah tidak ada di hadapannya tanpa, ingin berteriak Memanggil nama wanita itu rasa-rasanya sudah tidak mungkin karena semua sudah hancur hilang berantakan tanpa tersisa ketika saat di mana Stella memilih untuk untuk pergi tanpa mengindahkan kemauannya sedikit saja.
"Angkasa, Keluar kamu susul Mami kamu yang sudah pergi itu." perintah Marcel tetapi asisten rumah tangga itu memberitahukan kepada majikannya kalau tadi ia sempat melihat Angkasa keluar.
" maaf tuan tadi saya melihat tuan muda angkasa pergi keluar rumah entah ke mana Saya tidak tahu sama sekali, Mungkin dia menggunakan motor besarnya karena Mobilnya masih terparkir di garasi! "jelas asisten rumah tangga itu membuat Marcel menembus kesal karena di saat yang seperti begini anaknya itu malah menghilang tidak tepat waktu.
" Dasar anak tidak berguna ketika di saat-saat dibutuhkan seperti begini malah menghilang begitu saja, setelah dia kembali aku bakalan langsung membuat perhitungan dengannya karena gara-gara dia setelah pergi dan tidak ada yang mengikutinya sama sekali! Marcell yang malah menyalahkan Angkasa dalam keadaan yang seperti begini Padahal kalau memang iya ingin mengikuti Stella Ya sudah tinggal keluar rumah saja dan mengikuti wanita itu kenapa harus membebani hal ini kepada orang lain'
" Maaf Tuan kalau Boleh saya tahu kenapa ya tadi Nyonya pergi dengan menyeret kopernya, Memangnya Nyonya Mau pergi ke mana ya soalnya Biasanya kalau dia pergi kan selalu bersama dengan Anda?" tanya asisten rumah tangga tersebut penasaran sebab Biar bagaimanapun apa yang mereka lihat hari ini itu benar-benar sangat surprising ketika saat di mana Stella dan juga Marcel bertengkar hebat tanpa henti..
" sepertinya masalah mereka benar-benar sangat rumit sampai-sampai Nyonya memilih untuk pergi, tetapi kita tidak bisa melakukan apapun sebab status kita di sini hanya bisa menerima perintah tanpa bisa memberikan perintah! " ujar semua bekerja di situ yang memang merasa miris ketika wanita yang ramah dan juga murah senyum malah pergi begitu saja dengan membawa sebuah koper yang besar dan juga pergi tanpa pamit.
Marcel menghubungi anak buahnya untuk memastikan keberadaan setelah saat ini, dirinya tidak mungkin mengejar wanita itu Takutnya nanti setelah benar-benar berpikir kalau dirinya selama ini menghalanginya bertemu dengan keluarganya.
" Kalian cari istriku sampai ketemu dan Ingat tidak ada yang boleh menyentuhnya walau hanya sedikit saja, kalau misalnya dia mau lawan Biarkan saja sampai dia puas Lalu setelah itu bahwa dia kembali ke rumah ini! "perintah Marcel.
Angkasa mau tidak mau Akhirnya keluar dari persembunyiannya karena ia juga tidak tega ketika melihat Stella kebingungan, sebab Biar bagaimanapun wanita itulah yang selama ini mengurusnya maka dari itu ia harus bisa membantunya sebisa mungkin agar kembali bersatu dengan keluarganya.
__ADS_1
" Mami, Biar aku saja yang menyetir dan mengantarkan Mami kepada keluarganya! " ujar Angkasa yang tiba-tiba muncul dari jok belakang membuat Stella langsung mengerem mobil itu mendadak karena tidak percaya jika ada orang lain juga yang berada di dalam mobil bersamanya saat ini.
Stella memasang tatapan tidak percaya ketika melihat Apa yang dilakukan oleh Angkasa, mulai berpikir yang mencurigainya dan merasa bahwa ini semua ada kerjaannya dengan Marcel sampai mengutus anaknya itu mengikuti dirinya.
" kamu kalau ada di sini hanya niatan untuk membuat Mami pulang maka lebih baik kamu pulang saja karena itu tidak akan pernah terjadi, Mami ingin kembali kepada anak-anak Mami kepada suami yang penting intinya Tolong kalau kamu tidak mau mendukung tidak masalah yang penting Intinya jangan Mengusik ketenanganku! "ujar Stella yang tetap ada pendiriannya membuat Angkasa tersenyum karena wajar sih kalau wanita itu mencurigai yang bukan bukan.
Angkasa merasa tidak masalah dengan kecurigaan yang diberikan oleh Stella untuknya karena memang itu masuk akal sih, soalnya Angkasa tidak mungkin ada niatan untuk memisahkan kedua orang tuanya tentu saja ia akan membawa pulang Stella Jika itu memang menurut versi wanita itu tetapi versinya ya tidak seperti itu.
" Mami tahu kan Bagaimana sikapku selama ini, kalau aku bilang aku bakalan membantu maka aku akan melakukan hal itu? Jadi sekarang aku bakalan mengantarkan Mami ke apartemennya anak mami yang syukur tadi baru saja aku ketahui tempatnya, sebelum nanti anak buah Papi bakalan bergerak dan nanti kita juga bakalan kesulitan soalnya tahu sendiri kan bagaimana cara kerjanya Papi selama ini? "tawar Angkasa lagi dan mau tidak mau Stella menyetujuinya toh kalau misalnya mereka putar balik ya tetap akan kembali ke rumah itu.
Stella begitu bahagia ketika mendengar bahwa Angkasa tahu di mana alamatnya apartemen anaknya, Hal inilah yang ia Tunggu selama ini yaitu bisa keluar kumpul kembali dengan mereka yang sangat dikasihinya.
keduanya kini sudah dalam perjalanan menuju ke apartemennya Senja terlihat sekali Angkasa menoleh ke belakang takutnya jangan sampai memang benar-benar ada mobil yang mengikuti keduanya, ketika mereka sudah di jalanan sepi dan kebetulan ada taksi yang lewat Angkasa pun segera menghentikan taksi itu dan mengajak Stella untuk pindah mobil karena dirinya takut jangan sampai di dalam mobil yang mereka kendarai saat ini Marcel Tengah memasang alat pelacak.
Stella jelas saja kebingungan ketika kini mereka malah menggunakan taksi untuk menuju ke apartemen anaknya, padahal praktisnya akan menggunakan mobil sendiri maka dengan begitu akan lebih mudah bisa segera sampai ke sana.
" Kenapa kita malah menggunakan taksi Padahal tadi lebih praktis kita sudah pakai mobil loh, Kamu jangan mengulur-ngulur waktu seperti ini hanya ingin agar kita bisa segera ditemukan?"Stella tidak terima ketika nantinya malah Angkasa yang mempersulit dirinya.
Angkasa tersenyum ketika sepanjang jalan tadi maminya itu hanya mengomeli dirinya sebab Katanya sudah melakukan kesalahan, padahal sebenarnya kesalahannya juga tidak ribet Hanya saja karena wanita itu mungkin saking paniknya sampai-sampai memarahinya sepanjang waktu.
" Mami sepertinya lupa dengan kebiasaan Papi, kalau jangan sampai mobil yang tadi kita gunakan itu malah dipasang alat pelacak yang mereka malah dengan mudah loh menemukan kita! Jadi Sudahlah jangan banyak berbicara sekarang fokus saja agar kita bisa segera sampai, dan untuk pak sopir tolong yang ngebut Soalnya kami dalam keadaan yang buruk-burung takut ketinggalan! " ujar angkasa membuat sopir tersebut Ya jelas saja segera Melarikan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi karena sepertinya memang penumpangnya di belakang itu terlihat begitu terburu-buru.
__ADS_1
Stella yang ingin memejamkan matanya rasanya tidak sanggup karena sumpah dirinya excited Ketika nanti akan bertemu dengan putrinya, ini adalah hal yang selama ini dirinya tunggu dan akhirnya bisa terealisasikan entah nanti bakalan menjadi kenyataan atau hanya keinginannya tanpa bisa terpenuhi.