
Hari ini terlihat seorang pria tua yang masih gagah berani pergi berkunjung kembali ke rumah Leonardo dan kebetulan di sana masih ada Senja dan juga Bela serta Bintang yang sedang menikmati makan siang, Himawan terlihat sepertinya Tengah memikirkan sebuah hal yang paling penting karena menurutnya jika ini hanya didiamkan saja dan dibiarkan menggantung rasa-rasanya seperti akan menimbulkan berbagai pertanyaan dalam benaknya.
himawan bukan ingin berubah menjadi orang yang sok tahu dan juga Sok mengatur kehidupan orang lain hanya saja untuk sekarang memang hanya itulah yang ada dalam pikirannya, terlepas dari semua keadaan yang terjadi kemudian masalah yang harus dihadapi ya harusnya mereka bersikap lebih dewasa.
" Wah Sepertinya saya datang di waktu yang salah ya Atau mungkin waktu yang tepat begitu, karena kebetulan Pria tua yang berstatus sebagai duda ini tidak punya sesuatu yang untuk dimakan jadi kebetulan datang di waktu yang pas setidaknya tolong tawarkan ya mungkin dengan begitu hidup saya bakalan bahagia? " ujar Himawan bercanda membuat Bintang hanya bisa menggelengkan kepala sedangkan Leonardo hanya bisa tersenyum.
" Kakek ini ada-ada saja deh kalau ngomong Memangnya ada orang ya seperti itu punya harta banyak tetapi tidak mampu menyewa pembantu, kalau memang kaki kesulitan mendapatkan pembantu Ya sudah saya bakalan melamar diri bersama dengan sahabat saya ini tetapi bayarannya perbulannya 1 M! "Senja tidak pernah merasa canggung ketika bersama dengan Leonardo soalnya pria itu selalu menerimanya dengan begitu baik kemudian memperlakukannya layaknya cucu sendiri bukan seperti sang nenek yaitu Nirmala yang terlihat begitu membencinya Padahal selama ini senja tidak pernah melakukan kesalahan apalagi membuat wanita itu marah-marah tidak jelas.
"Oh tentu saja kalau memang kamu berminat rumah kakek selalu terbuka untuk anak-anak seperti kalian, yang penting intinya saat disuruh kerja tidak boleh nangis dan takut nanti kukunya patah kemudian mengeluh karena uang 1m-nya lama datang! "ejek Himawan tidak mau kalah membuat suasana di situ terasa begitu nyaman terasa begitu ramai dan intinya suasana kekeluargaan itu setidaknya membuat orang-orang yang berada di dalamnya akan merasa betah berada di dalam rumah.
semua orang menikmati makan siangnya dengan begitu damai tidak ada obrolannya yang berarti soalnya Himawan sebenarnya hanya memerlukan Leonardo dan juga waktunya sebentar saja tidak terlalu lama, Takutnya nanti kalau misalnya pembahasan terjadi di kantor ada dinding yang bisa mendengar jadi lebih baik diwaspadai saja soalnya Terkadang kita merasa bahwa ruangan yang kita miliki itu adalah privasi padahal sejatinya orang-orang pasti akan menggunakan berbagai macam cara untuk tahu segalanya.
" gimana dengan kuliahnya kira-kira Sudah ada perubahan atau belum atau mungkin kamu Berencana untuk lanjut kuliah di luar negeri, Pokoknya tenang saja nanti kakek akan bantu membiayainya soalnya tidak mungkin kan ketika melihat cucunya sendiri Ingin menggapai masa depan Tetapi malah dibiarkan saja? " tanya Himawan memastikan tetapi senja menggelengkan kepala karena menurutnya universitas di dalam dan juga di luar negeri itu sama saja tergantung Bagaimana orangnya Apakah mau bersungguh-sungguh untuk mempelajari materi yang sudah diambil atau memilih hanya mengejar ijazah dan tanpa mau menguasai skill yang untuk diharapkan agar nantinya ketika keluar dari sekolah bakalan berguna.
__ADS_1
" sebenarnya untuk apa juga sih sekolah jauh-jauh di luar negeri jika hasil akhirnya meninggalkan keluarga di sini sendirian, Bukankah di mana saja bisa menjadi tempat untuk belajar yang penting intinya ada kemauan untuk menjalaninya? "Senja Tentu saja tidak ada niatan untuk pergi meninggalkan kedua orang tuanya hanya untuk agar mendapatkan pendidikan yang lebih layak karena selama ini yang ia inginkan yaitu tetap berkumpul dengan keluarganya kemudian bersama menjalani kehidupan yang begitu berat kemudian bersama juga menghadapi masalah yang tidak ada habisnya.
" Om Himawan ada perlu ya sama Mas Leonardo jadi siang-siang seperti ini datang ke tempat ini, maaf bukannya maksudnya tidak sopan Tetapi kalau memang ada keperluan Ya sudah tidak masalah jika meninggalkan kami sendirian di sini bukankah kita sudah selesai makan dari tadi? "tawar Bintang soalnya yang melihat kalau sebenarnya kedatangan Himawan ke tempat itu ada maksud Sesuatu yang hanya harus diobrolkan berdua dengan suaminya.
Himawan menghela nafasnya kasar ketika melihat Bintang yang terlalu peka dengan maksud dan tujuannya itu, dan ia akui sebenarnya itu merupakan nilai plus karena tidak perlu harus membicarakannya secara perlahan jika tuan rumah memang sudah sadar. Apalagi ketika melihat pasangan suami istri itu sepertinya tidak terlalu mempermasalahkan apa yang akan mereka lakukan, maka dari itu dirinya juga tidak mungkin harus mengulur waktu lebih lama lagi.
"sebenarnya memang benar apa yang kamu katakan itu! kalau saya datang ke sini ada keperluan dengan suami kamu, tetapi maaf karena ini hanya bisa diobrolkan antara kami berdua saja tidak bisa melibatkan orang lain, "jelas Himawan yang berharap agar ada pengertian dari istri Leonardo itu mungkin dengan begitu tidak akan pernah menemui kesulitan untuk mengemukakan apa yang dirasakannya.
Bintang Tentu saja tidak keberatan! Kalau misalnya untuk keberatan ya kegunaannya di mana, sebagai seorang suami dan juga seorang pria yang seharusnya kita sebagai seorang istri itu memberikan pengertian yang dalam agar ruang geraknya tidak terlalu terbatas.
" Baiklah kalau begitu kami permisi ke ruang kerja dulu ya, Bella kamu kalau masih mau di sini Ya tidak masalah daripada nantinya senja itu bakalan uring-uring yang tidak jelas karena merasa tidak punya teman bicara! "tawar Leonardo sambil tersenyum karena memang dirinya sangat sedikit merasa terbantu dengan kehadiran Bela di sekitar senja karena anak itu bisa memposisikan diri menjadi seorang pendengar yang baik kemudian menjadi teman yang bisa diajak kemana-mana tetapi dalam hal yang positif.
himawan menghela nafasnya kasar ketika kini dirinya dan juga Leonardo hanya berduaan saja di dalam ruang kerja pria itu, terlihat Pria tua yang sudah lanjut usia itu Tengah memikul beban pikiran yang begitu amat sangat dan butuh teman untuk berbagi agar masalahnya bisa segera selesai.
__ADS_1
" kamu sudah menyelidiki maksud dan tujuan Arkan kembali ke tempat ini setelah sekian tahun dia menghilang, soalnya aku sedikit merasa aneh dan juga merasa bahwa ada kejanggalan di sini Ketika seseorang yang sudah lama menghilang dan sudah nyaman dengan kehidupannya itu malah datang dan membantu kita? Ini juga hanya ingin memastikan saja bukan sudah mematok bawa aku sudah mencurigai, Tetapi kalau misalnya kita diam saja dalam zona nyaman yang ada hasil akhir kita bakalan dirugikan jika tidak menyadarinya dari awal,"Himawan hanya ingin memastikan saja sebenarnya kira-kira Leonardo juga memiliki feeling yang sama sepertinya atau tidak karena memang ia sedikit merasa aneh dengan semua kebetulan yang terjadi sekarang Dan juga sepertinya ada yang sudah mengaturnya.
Leonardo mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Himawan barusan sebab selama ini memang ia tidak pernah berpikiran ke arah sana, Jadi kalau misalnya tiba-tiba pria itu merasa aneh dan juga merasa bahwa ini semua sangat tidak masuk akal.
Leonardo selama ini karena terlalu fokus dengan kasus anaknya sampai-sampai Ia lupa untuk mewaspadai orang-orang yang tiba-tiba datang kemudian menawarkan bantuan kepadanya, meskipun terkesan aneh tetapi memang harus diwaspadai agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang sangat tidak diinginkan dan juga membuat mereka merasa dirugikan karena terlalu lengah dan juga biasa saja ketika menghadapi orang asing.
" Sebenarnya saya juga tidak sempat berpikir ke arah sana karena mungkin terlalu fokus dengan masalah kemarin sampai-sampai tidak menyadari hal ini, apa ada sesuatu yang ganjil sampai-sampai Anda bisa mencurigai soal Arkan yang selama ini sebenarnya selalu membantu kita dan melakukan apapun ketika sedang membutuhkannya? "tanya Leonardo penasaran soalnya kalau misalnya Himawan mencurigai Arkan ya Otomatis pria itu tentu saja punya bukti sehingga membuat dirinya bisa melakukan hal itu Dan juga bisa sampai berpikir ke arah sana.
himawan terlihat menghela nafasnya secara perlahan karena sebenarnya ini masih dugaan saja belum menjurus ke hal-hal yang benar-benar terjadi, hanya saja karena ada keganjilan Makanya ia Sempat berpikir seperti itu soalnya kemarin ih dirinya sendiri yang menemukan Arkan sedang bertemu dengan seseorang.
"kamu pasti kenal kan dengan yang namanya Wijaya Susanto, Ya waktu itu sempat kalah tender proyek dengan kamu karena tawaran yang diberikan itu sangat tidak masuk akal ? " tanya Himawan memastikan Siapa tahu mungkin Leonardo sudah melupakan hal itu karena memang sudah terjadi kira-kira 45 tahun yang lalu ya Otomatis pastinya Leonardo Sedikit lupa namun percayalah terkadang biarpun orang masih muda karena terlalu banyak kesibukan di luar sana sampai-sampai sesuatu yang terjadi baru kemarin itu akan dilupakan.
Leonardo tampak mengerutkan keningnya karena sebenarnya Ia juga bingung Memang sih tidak asing dengan nama Wijaya Susanto, namun pertanyaannya Kapan dirinya berhubungan dengan pria itu kalau misalnya terjadi dalam waktu dekat , pastinya ia akan mengingatnya dengan begitu baik tetapi kalau misalnya dalam waktu yang lama sepertinya sulit.
__ADS_1
" maksudnya Wijaya Susanto yang waktu itu merupakan Rival bisnisku ketika menandatangani proyek dengan Tuan Himawan, itu kan terjadi 2 tahun belakangan ini kan jadi maaf jika aku sudah sedikit melupakannya? Apakah ada yang salah dengan pria itu sampai-sampai harus dikaitkan dengan Arkan, dan maaf jika aku dari tadi terlalu banyak bertanya soalnya memang belum terlalu paham dengan maksud pembicaraan ini? "Leonardo Tentu saja tidak ada ingatan tentang Wijaya Susanto karena ia juga punya kesibukan sendiri daripada harus mengingat soal orang lain.