
Himawan yang baru datang dari luar merasa heran ketika asistennya mengatakan jika ada dua orang gadis muda yang tengah menunggu dirinya di ruang tunggu yang biasa di pakai ketika ada tamu yang hendak menemuinya, membuat pria itu merasa heran karena dari dulu sampai sekarang dirinya tidak pernah berurusan dengan yang namanya gadis muda apalagi mencoba untuk berbicara secara pribadi karena memang ia tidak pernah ingin maksudnya dibilang sebagai orang tua yang tidak sadar umur karena lebih berminat kepada daun muda.
Padahal selama ini ia selalu dikelilingi dengan hal yang baik serta wanita muda yang tidak sedikit selalu mengantri di belakangnya saat dirinya sudah menjadi duda seperti saat sekarang, namun baginya sudah cukup dirinya menikah satu kali tidak ada yang namanya kedua kali sebab sudah menjadi ingatannya selama ini Ketika dulu menikah mempunyai istri dan istrinya masih sehat walafiat selalu saja membuat dirinya pusing maka dari itu ketika sekarang sudah sendirian Ya otomatis dia ingin bebas tidak ingin terpengaruh oleh apapun itu.
Himawan segera dengan cepat melangkahkan kakinya maksudnya biar kalian sudah sampai rasa penasarannya bisa segera terjawab Soalnya kalau seperti begini yang ada bakalan penasaran terus, pria itu bahkan sampai melupakan umur mereka sekarang sudah tidak muda lagi masa iya harus berjalan sambil setengah berlari.
"Maaf Tuan,bisakah berjalan secara normal saja?" tanya Mario penasaran dengan sikap majikan nya itu.
Himawan cengengesan ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Mario tadi,soalnya sikapnya tadi itu memang terbilang sangat aneh seperti seseorang yang sedang ingin bertemu dengan Kekasih Pujaan hatinya, jadi otomatis harus terburu-buru Takutnya nanti kekasihnya itu ngambek dan mereka berdua bakalan mengalami yang namanya Broken Heart.
" kamu tahu sendiri kan Kalau saya itu adalah orang yang tidak bisa menahan yang memahami rasa penasaran, Jadi kalau misalnya saya sangat penasaran sesuatu yang akan tetap saya lakukan dengan secepatnya biar bisa ketahuan!"jelas Himawan.
Mario hanya menggelengkan kepala ketika melihat tingkah absurd dari pria yang ada di hadapannya ini padahal dari tadi ia sudah mengingatkan secara terus-menerus tetapi tidak digubris sedikitpun, Kalau sudah seperti begini nanti sebentar mengeluh pinggang encok atau asam uratnya kamu siapa coba yang bakal pusing pasti dirinya juga kan dan akhirnya pekerjaan pun jadi terbengkalai.
"kamu tenang saja pokoknya aku bakalan Sehat terus sampai bertemu dengan dua orang yang sudah membuat aku merasa penasaran , atau sendiri kan Bagaimana sikap orang tua kalau misalnya bertemu dengan daun muda Oh tentu saja Darah Muda aku bakalan kembali mendidih di permukaan!" Himawan sempat-sempatnya bercanda untuk mengusir rasa penasarannya soalnya selama ini dirinya memang tidak pernah menerima tamu gadis dan kali ini itu para gadis datang sendirian tanpa memberikan janji tanpa memberikan Maksudnya kabar lebih dahulu mungkin dengan begitu dirinya bakalan lebih menyeleksi lagi kira-kira maksud dan tujuannya baik atau tidak.
kini dirinya sudah sampai di ruang tunggu dan betapa terkejut ketika melihat ada senja dan juga Bella yang sedang sibuk pada ponsel mereka pertanda bahwa keduanya pasti sudah merasa suntuk disuruh menunggu beberapa jam lamanya, kening pria itu mengkerut karena merasa heran kok bisa-bisanya itu kedua gadis yang tadi baru saja ditemuinya di kediaman Leonardo sekarang sudah menyusul ke sini.
__ADS_1
"Senja, kamu Sudah dari tadi di sini? Maaf Dari Kakek keluar jadi tidak sempat maksudnya pulangnya cepat Tetapi kalau misalnya kamu memberi kabar Ya pastinya bakalan diusahakan supaya secepat mungkin, Ayo ajak teman kamu ke ruangan kakek kalau memang ada hal penting yang harus disampaikan maka lebih baik ngomongnya di sana saja biar lebih leluasa! " Himawan jelas saja merasa antusias ketika ada cucu kesayangannya yang datang karena maklumlah dirinya itu ditinggal mati oleh istrinya tanpa ada anak seorang pun jadi menurutnya senja itu adalah cucu kesayangannya.
Senja hanya menggelengkan kepala ketika melihat Himawan yang begitu antusias ketika bertemu dengannya saat ini, padahal dirinya saja biasa saja Tetapi entah kenapa pria itu rasa-rasanya seperti Tengah menemukan sebongkah berlian yang pantas untuk dijaga tidak usah dipermainkan apalagi dirusak.
" itu kakek-kakek kamu yakin dia normal soalnya aku berpikiran kalau dia itu tidak waras, Bayangkan saja masa iya di depan para anak buahnya tingkahnya begitu absurd dan juga Barbar serta sangat tidak masuk akal? " tanya Bella setengah berbisik tetapi senja hanya mengangkat kedua bahunya pertanda dirinya juga tidak paham dengan sikap Himawan yang sebenarnya kalau pria itu adalah seorang yang pecicilan.
Senja selama ini hanya bertemu dengan Himawan itu ketika membahas kasus yang menimpa kakaknya yaitu Rembulan, Jadi kalau misalnya pembahasan soal lain sepertinya tidak ada sama sekali maka dari itu ketika melihat sikapnya yang begitu aneh ya sedikit ada rasa penasaran tetapi tidak sampai berlebihan juga kan.
" Biarkan saja Mungkin orangnya seperti itu dan kamu juga harus bersyukur karena kita tidak diusir dari sini, soalnya kamu tahu tidak kalau kita itu ke sini hanya untuk mengganggu pekerjaan orang sedangkan dirinya itu hobinya bisnis masa iya kita yang tidak punya apapun ini bisa membahas hal yang seperti itu kan tidak mungkin? "jelas senja berharap agar sahabatnya itu paham jangan terlalu mempermasalahkan sesuatunya yang penting intinya diterima dengan tangan terbuka itu sudah lebih dari cukup.
"Ya tentu saja Sebenarnya bukan karena tidak paham dengan semuanya hanya saja kan merasa aneh Lagian kalau orang aneh itu kan protesnya terlalu banyak, kamu kok terlalu mempermasalahkan hal ini sih bukannya diam saja terus mendengarkan apa yang kau katakan biar begitu kan semuanya jadi beres! "omel Bella yang tidak terima ketika dirinya yang merasa penasaran tetapi senjanya tidak suka kalau sampai ia mengatakan semua itu secara langsung mungkin karena terkesan tidak sopan Soalnya terlalu blak-blakan.
" Nah kita sudah sampai Ayo silakan masuk dan kamu tolong siapkan minum untuk kamu Bila perlu sekalian dengan makannya deh, Dan kalau misalnya ada yang ingin bertemu dengan saya katakan saja kalau saya ada urusan di luar dan tidak bisa kembali dalam waktu dekat! " perintah Himawan tegas dan tidak ingin dibantu oleh siapapun sebab dirinya sudah sepertinya agak paham sedikit dengan arah tujuan dari kedatangan gadis itu.
Senja meresponnya biasa saja karena memang sepertinya pembahasan mereka ini terlalu sensitif kalau misalnya ada orang yang tahu pastinya bakalan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, berbeda dengan Bella yang merasa sepertinya tidak terima ketika pria tampan yang ada di belakang mereka ini pergi soalnya kalau misalnya senja sedang serius dengan Himawan yang pertanyaannya dirinya mau melakukan apa Masa iya hanya bengong doang terus merasakan angin sepoi yang masuk gitu?
"Ah iya tuan maksudnya kakek Bisa tidak itu asistennya disuruh masuk juga Ya siapa tahu mungkin dia juga berguna, maksudnya berguna untukku gitu bisa aku aja berbicara atau mungkin berkenalan ya maklumlah darah muda itu kan hobinya mendidih sekali kalau melihat sesuatu yang bening ! " bujuk Bela membuat senja hanya menggelengkan kepalanya soalnya menurutnya tingkah gadis yang ada di sebelah ini benar-benar aneh dan terkesan seperti seseorang yang sudah tidak berpikir lagi kalau Sebenarnya hari esok itu masih panjang bukan hanya hari ini saja.
__ADS_1
"kamu bisa tidak jangan bikin malu? kita ke sini itu maksud tujuannya lain bukan mau tebar pesona atau mau cari jodoh di kalangan para pegawai, sekolah saja belum selesai malah pikir masa depan tenang saja kalau sudah diatur nanti masa depan kamu bakalan datang sendiri!" bisik senja yang tidak terima kalau misalnya Bela terlihat begitu murahan dan Bayangkan saja mana ada wanita yang begitu kesemsem dengan kehadiran pria tanpa senyuman seperti Mario itu dan lebih parahnya lagi ketika Bella mengajaknya berbicara tidak ada respon sama sekali ya setidaknya Tersenyumlah pertanda bahwa apa yang dikatakan Bella itu sedikit tidak dihargai olehnya namun Lihatlah sampai pria itu pergi dan sisa hanya punggungnya doang yang terlihat tidak merespon sedikitpun.
Himawan tertawa ketika melihat Bella yang memasang wajah cemberutnya saat asistennya itu Mengabaikan semua tawaran yang diberikan tadi, karena dirinya sudah lama bekerja dengan pria itu jadi otomatis sifatnya seperti apa keburukannya yang bagaimana dan juga kebaikannya serta ketangkasannya itu seperti apa sudah diketahuinya jadi sepertinya tidak masalah sama sekali karena memang itu sudah menjadi kebiasaan yang tidak mungkin dirubah.
"kamu Tenang saja Nanti sebentar dia bakalan balik soalnya tadi kan kamu dengar sendiri kalau saya menyuruhnya untuk menyiapkan makanan kemudian minuman untuk kita, terus pertanyaannya kalau misalnya dia tidak membawa kehadapanku mau siapa lagi karena ada ruangan ini hanya khusus dia saja yang boleh masuk Selain itu tidak boleh sama sekali!" Himawan adalah tipe orang yang benar-benar menjaga privasinya dan tidak membiarkan sembarang orang masuk ke dalam ruangan pribadinya karena menurutnya belum tentu semua orang itu mulutnya bisa dijaga takutnya jangan sampai ruangannya itu memiliki kekurangan eh malah diumbar kesana kemari kan bisa jatuh pamornya.
Senja hanya memberi kode kepada Bella maksudnya biar jangan terlalu sengsara begitu ketika melihat pria yang menjadi tujuannya itu sudah pergi, karena tadi kan sudah dengar sendiri apa yang dikatakan oleh Himawan kalau Mario bakalan kembali lagi Jadi intinya sekarang itu Bella hanya diminta untuk bersabar.
"lain kali itu jangan mempermalukan diri sendiri dengan membuat sebuah pernyataan yang sangat tidak masuk akal seperti tadi, bisa tidak jadi cewek itu sok jual mahal sedikit masa iya baru melihat yang bening seperti begitu kamu sudah mau loncat-loncat nanti kalau misalnya mereka hanya mempermainkan kamu kan sama saja bohong!" Ya iyalah jelas seperti begitu Bayangkan saja ketemu Davin, Bella ingin berkenalan dengannya kemudian saat bertemu dengan Arkan pun wanita itu begitu antusias lama-lama bisa panjang urusannya dan akhirnya sekolahnya jadi terbengkalai soalnya fokusnya terlalu terbagi-bagi.
" ya namanya kan lagi usaha Siapa tahu dia mungkin jodohku kan kita tidak tahu sama sekali, Kalau misalnya sudah berusaha gagal ya coba lagi Tapi kalau misalnya gagalnya sampai lebih dari dua kali itu baru pertanda bahwa kami berdua memang tidak ditakdirkan! "pemikiran yang seperti begini yang kadang-kadang membuat Bella selalu saja dipermainkan kesana kemari soalnya wanita itu kan sudah seperti arus ketika gelombang membawanya ke sana dirinya ikut membawanya ke sini dan ikut dan hasil akhir nanti terombang-ambing di tengah bingung mau menentukan arah yang mana.
" dari kamu saja deh soalnya capek juga mau memberi saran yang bagaimana karena tidak akan pernah dihargai sama sekali, yang penting Intinya satu saja jangan sampai kamu membuat aku kesulitan ya karena jika sampai hal itu terjadi kamu bakalan tahu akibatnya, "bisik senja yang tidak suka sampai-sampai wanita itu menggerutu sepanjang waktu saat Himawan Tengah sibuk memeriksa berkas yang baru saja dikirim oleh resepsionis yang berada di depan mungkin karena mereka sudah mengingat dengan jelas yang menjadi pernyataannya tadi kalau dirinya saat ini benar-benar tidak ingin diganggu oleh siapapun.
" kalian berdua kalau mau ngobrol ya sudah lanjutkan saja, soalnya kakek masih memeriksa sesuatu yang penting yang tidak bisa ditinggalkan kalau sudah selesai baru kita ngobrol apa yang menjadi tujuan kalian datang ke sini! "jelas Imawan sebab Biar bagaimanapun kedua gadis yang ada di hadapannya ini merupakan tamu jadi otomatis kalau tamu itu harus diperlakukan dengan begitu baik karena tamu juga saat datang menggunakan tata cara yang terpuji Coba kalau misalnya datang kemudian marah-marah tidak jelas Ya jelas aja tuan rumah tidak akan mau kalah yang ada mereka bakalan lebih galak lagi.
Senja sedikit merasa waspada ketika mendapat panggilan masuk dari mamanya Karena memang tadi itu izinnya hanya pergi sebentar tetapi karena terlalu lama menunggu Himawan alhasil menjadi molor begitu jauh, dan pastinya kedua orang tuanya itu pasti cemas saat dirinya tidak pulang-pulang juga padahal sekarang itu sudah siang hari sedangkan dirinya jalan tadi itu pagi sekitar pukul 10.00 dan Sekarang sudah pukul 02.00 siang jadi otomatis siapapun orang tuanya pasti akan merasa penasaran dengan keberadaan anak mereka.
__ADS_1
Bella memberikan kode isyarat dengan tatapan matanya pertanda bahwa dirinya merasa penasaran kenapa panggilan yang masuk di ponselnya senja tidak digubris oleh gadis itu, takutnya jangan sampai itu panggilan yang sangat penting dan ketika tidak dihiraukan nanti ada apa-apa ya mereka bakalan menyesal juga kan soalnya sudah diberikan kesempatan untuk mengetahuinya eh malah tidak direspon.