
Marcel benar-benar tidak menyangka kalau ternyata Stella bisa membantahnya hanya karena ia memarahi Angkasa seperti tadi, padahal jelas-jelas anak itu yang salah coba saja kalau menurut dan tidak mengubah rencana dari awal yang sudah mereka lakukan.
Marcel tidak terlalu suka ketika melihat Stella terlalu peduli dengan Angkasa meskipun itu bagus tandanya Wanita itu sudah melupakan keluarganya, hanya saja Terkadang ia merasa iri karena wanita itu lebih mementingkan anak mereka itu dibandingkan dirinya bahkan kalau misalnya Marcell Tengah merajuk terlihat Stella pun tidak peduli sama sekali.
" Kamu kenapa sih peduli sekali dengan anak itu, sampai-sampai kamu lupa kalau masih ada aku yang harus kamu urus? Oke kita bukan siapa-siapa dan juga tidak punya hubungan apapun, Tetapi kan setidaknya berikanlah perhatian kamu kepadaku walau hanya sedikit saja? Aku pun manusia biasa yang tidak pernah luput dari yang namanya sakit dan juga kecewa serta sebagainya, Dan di saat itu pula hanya kamu Sebenarnya aku butuhkan bukan orang lain tetapi kamu selama ini kan memilih untuk Abai dan tidak peduli sama sekali? "ujar Marcel yang berhasil mengeluarkan unek-uneknya ya Meskipun nanti akhirnya tetap hubungannya dengan Stella
bakalan runyam kembali tetapi tidak masalah yang penting intinya ia sudah menyampaikan segalanya.
" aku itu bukannya tidak menghargai kamu ataupun menganggap keberadaan kamu itu tidak ada sama sekali di sekitarku, hanya satu-satu yang harus kamu tahu kalau kita itu sebenarnya tidak punya hubungan apapun dan juga lebih parahnya lagi bukan muhrim! kalau misalnya aku memberikan perhatian kepada kamu layaknya seorang istri kepada suami yaitu sama saja kita sudah melakukan dosa, sedangkan di luaran sana Aku tidak tahu bagaimana keadaan anakku dan juga suamiku saat ini, " sahut Stella yang meskipun terkesan sangat pedas kata-katanya itu tetapi kalau untuk menyadarkan manusia seperti Marsel yang memang harus menggunakan trik yang begitu kasar dan juga kotor sekalipun supaya pria itu sadar dan tidak mengulangi hal yang sama lagi.
Marcel benar-benar merasakan sakit hati karena ternyata Stella masih tetap saja pada pendiriannya bahwa tidak boleh ada namanya perasaan lebih dari seorang teman di antara mereka berdua bahkan wanita itu ingin agar Marcel bersikapnya biasa saja dan juga tidak pedulikan apapun yang ia lakukan karena dirinya juga bukan anak kecil.
" Kamu kenapa harus tetap bertahan seperti itu padahal kamu tahu sendiri kalau aku akan membuka hatiku hanya untuk kamu, ya Meskipun terkadang terkesan yang sangat tidak masuk akal tetapi Inilah aku yang bisa aku lakukan untuk kamu ya seperti ini! " ujar Marcell yang benar-benar merasa frustasi karena apapun yang ia lakukan selama puluhan tahun sepertinya tidak Membekas sedikitpun di dalam benak wanita itu.
Stella sudah capek berdebat sudah capek mengatakan semuanya kalau dirinya tidak ingin ada yang namanya hubungan yang lain melebihi hubungannya dengan sang suami, yang ia inginkan hanyalah pengertian dari orang-orang sekitarnya bahwa Apapun Yang Terjadi tidak ada hubungan yang bisa putus ataupun kandas hanya karena mereka tidak bisa bersama.
" Terserah kamu mau mengucapkan apa Terserah mau ngomong apa sekalian yang penting intinya aku tetap pada pendirian, hidupku itu sudah ribet jangan tambah bikin susah lagi nanti yang ada aku bakalan stress kalau seperti itu! " tolak Stella lalu akhirnya memilih untuk pergi dari situ karena menurutnya tidak masalah juga sih mau melakukan apapun yang penting intinya dia tetap seperti ini.
Marcel ketika melihat Stella yang sudah memilih untuk kembali ke dalam kamarnya, padahal sekarang ia ingin ditemani oleh wanita itu ya barangkali bisa melayaninya saat ini meja makan.
" Rasanya sangat menyakitkan Ya Tuhan, ketika apa yang kita lihat dan sudah bisa kita gapai tetapi selalu saja menjauh! Rasanya begitu menyiksa sepertinya ingin hidup tetapi sudah tidak sanggup menjalani semuanya, Aku pria sih yang tidak boleh cengeng tetapi terkadang aku juga capek menunggu sesuatu yang tidak ada kepastian! "batin Marcel.
__ADS_1
Stella pergi ke kamarnya Angkasa untuk memastikan keadaan pemuda itu apakah baik-baik saja atau tidak, sebab tahan dirinya sempat mendengar perdebatan antara Papi dan juga anak itu yang sangat bisa dibilang lumayan sengit karena tidak ada yang mau mengalah.
Sesampainya di sana terlihat Angkasa tengah menatap potret seorang gadis yang tengah tersenyum di bawah matahari sore, senyum gadis itu begitu menawan membuat Stella terpaku karena merasa tidak asing dan sepertinya pernah bertemu sebelumnya Entah Di manakah itu yang penting intinya ia merasa nyaman.
wanita itu bahkan mendekati foto tersebut tanpa mengeluarkan suara dan memang membuat Angkasa pun tidak tahu apa-apa pun juga sebenarnya Ada orang lain juga di dalam kamarnya, karena saking frustasinya hari ini karena apapun yang ia lakukan sepertinya tidak bakalan didukung oleh Papinya bahkan terkesan sepertinya memang harus melenyapkan Senja dalam waktu dekat.
" Kenapa wajah itu tidak asing bagiku ya, seolah-olah aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya? ya Tuhan mungkin karena ini efek merindukan kedua putriku sampai-sampai mungkin itu adalah orang lain tapi aku anggap mereka, tetapi tidak ada salahnya kan kalau bertanya Ya siapa tahu memang selama ini Angkasa pernah bertemu tetapi tidak tahu jika mereka merupakan anakku? "batin Stella lalu memegang pelan bahu Angkasa berusaha untuk tidak mengejutkan pria itu Takutnya jangan sampai malam menyembunyikan foto tersebut.
"Angkasa,' Panggil Stella perlahan membuat pria itu ya memang benar-benar kaget karena tidak menyangka jika ada wanita yang sangat dikagumi oleh Papinya itu berada di dalam kamarnya saat ini.
saking terkejutnya sampai-sampai dirinya ingin menyembunyikan foto yang tadi ia pegang karena Biar bagaimanapun foto tersebut ada sangkut pautnya dengan Stella, daripada nantinya Ia melakukan kesalahan dan kesalahan itu nanti sangat fatal dari lebih baik mewaspadai dari awal.
Stella mengerutkan keningnya ketika melihat Angkasa bukannya memberikan foto itu padanya tetapi malahan menyembunyikannya, membuat wanita itu tanpa banyak bicara langsung merebut dari tanaman yang biasa sedangkan Angkasa benar-benar sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh maminya itu.
Stella tersenyum mendengar permohonan yang diberikan oleh Angkasa itu karena menurutnya sebenarnya tidak ada salahnya sama sekali, Lagian dirinya juga tidak mengenali wanita itu Jadi untuk apa Angkasa terlihat takut dan juga bertingkah lebay seolah-olah nantinya bakalan hal yang besar akan terjadi.
" Kamu itu kenapa sih bertingkah aneh sekali seolah-olah nantinya Apa yang kamu lakukan ini bakalan Mami adukan kepada Papi kamu, padahal Mami hanya ingin lihat saja loh kira-kira wajah wanita seperti apa sih yang membuat seorang pemuda dari keluarga Samudra klepek-klepek seperti itu! " Stella yang akhirnya memberikan kembali potret tersebut kepada Angkasa sebab dirinya tadi itu Hanya penasaran tapi setelah itu ya berusaha untuk biasa saja'
Angkasa terlihat bernafas lega ketika tahu bahwa akhirnya Stella memberikan kembali foto di mana ada gambar senja di sana, bersyukur juga Karena Wanita itu tidak tahu jika gadis yang tadi ia Pandangi merupakan anak kandungnya yang selama ini dicari tetapi tidak ada satupun yang mau mengakuinya.
Angkasa tahu jika dirinya memilih diam seperti ini Tentu saja tidak akan membantu apapun dari pencarian Stella selama ini, hanya saja Ia juga tidak mau melakukan kesalahan nantinya akan membuat mereka berdua dirugikan sebab Siapa yang tidak tahu sikap Marcel yang begitu Ingin didengar dan tak mau dibantah.
__ADS_1
" Dia itu siapa sih kok cantik banget anaknya seperti Mami pernah ketemu sebelumnya tapi entah di mana deh, kalau kamu ada waktu lain kali bawa saja dia ke sini nanti kalau misalnya Papi kamu melarang ya itu urusan Mami sama dia soalnya dia sepertinya tidak pernah Mudah Saja suka-suka sekali melarang anak muda untuk melakukan apapun di zaman mereka seperti saat ini! " omel Stella tetapi Angkasa memilih untuk tidak terlalu menanggapinya karena menurutnya orang seperti Marsel juga sudah berkata tidak ya tetap bakalan tidak.
" dia sekarang sedang berkuliah di luar negeri Jadi tidak mungkin dong datang ke sini Mami, yang ada nantinya orang tuanya bakal langsung memisahkan kami jadi lebih baik mewaspadai saja sebelum hal itu terjadi! Makanya kalau sudah melihat fotonya seperti begini kan perasaanku terasa begitu lega, dan mungkin bisa dibilang sudah sedikit plong jadi nanti aku bakalan simpan lagi deh Takutnya nanti hilang Soalnya ini saja yang aku punya! "jelas Angkasa yang sebenarnya harus bergerak cepat takutnya di Marcell datang ke kamarnya dan mengetahui semua ini.
Angkasa sangat hafal Perangai dari Marcel yang memang paling tidak suka jika dibantah, maka dari itu ia harus bisa mengajak Stella untuk bekerjasama dan bagaimana caranya agar bisa keluar dari tempat ini.
" Mami kalau memang menyayangiku maka dari itu aku mohon Tolong jangan pernah memberitahukan hal ini kepada Papi, karena aku takut nantinya dia bakalan marah sebab dari awal dia sudah melarangku berhubungan dengan wanita manapun karena kita akan kembali lagi ke Singapura! " jelas angkasa membuat Stella membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya Jika segala sesuatu di dalam kehidupan mereka berdua sudah diatur oleh pria yang bernama Marcel yang menurutnya sangat memaksa dan juga ingin sekali didengar.
Stella tidak menyangka jika Marcel harus melarang pilihan hidupnya Angkasa Padahal kalau bisa dibilang pria itu sudah besar sudah bisa menentukan apa yang baik dan juga tidak, dan kita sebagai orang tua harusnya mendukung apapun yang dilakukan yang penting intinya Anak itu tidak salah mengambil Jalan dalam kehidupannya dan alhasil merugikan diri sendiri.
" Kamu benar sekali jika kita masih berada di sini maka harus bisa mematuhi semua peraturannya meskipun itu sangat tidak masuk akal sekalipun, pokoknya memahami bakalan mencari cara agar kita bisa keluar dan juga bebas dari tempat ini ya mungkin dengan cara yang paling ekstrem sekalipun!" jelas Stella membuat Angkasa menggelengkan kepalanya karena kalau dirinya yang terluka Ya tidak masalah tetapi kalau wanita itu Ya Tuhan itu sama saja yang merupakan anak yang durhaka.
" Mami tidak boleh kenapa-napa dan juga tidak boleh terluka sedikitpun karena aku bakalan menjaga Mami sampai kapanpun , jadi tolong Jangan berpikiran untuk berlari atau apapun jika memang belum ada persiapan yang matang karena lawan Papi itu adalah orang yang sangat tidak mudah!"Angkasa benar-benar sedikit merasa khawatir jangan sampai nantinya Stella bakalan berbuat nekat dengan Merugikan dirinya sendiri kalau untuknya Ya tidak masalah karena Ia merupakan seorang laki-laki tetapi ini pembahasannya adalah seorang wanita.
"seorang ibu itu ingin yang terbaik untuk anaknya meskipun terkadang bagi orang lain itu sangat nyeleneh dan juga tidak masuk akal, jadi apapun yang kamu lakukan ke depannya Jangan pernah merasa takut sendirian karena ada mami yang bakalan selalu mendukung apapun itu! "ujar Stella sambil tersenyum karena Biar bagaimanapun dirinya lah yang Setengah Mati selama ini mengurus Angkasa Jadi kalau misalnya sampai sekarang Ia masih berharap kepada anak muda itu sepertinya masuk akal.
Angkasa tersenyum ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Stella itu, siapa sih yang tidak bahagia ketika seorang anak yatim piatu malah diperlakukan dengan begitu baik dan juga manis serta sepertinya memang tulus berasal dari dalam hati.
Marcel yang kebetulan lewat hanya bisa mengepalkan Tangannya menahan emosi karena ia yakin ini semua gara-gara Angkasa membuat Stella merencanakan sesuatu yang tidak baik, padahal Ia sendiri sedang berusaha agar wanita itu pergi kemanapun hanya melalui pantauannya saja apalagi Kalau berniat kabur Wah bisa-bisa satu dunia dicarinya.
" Kamu tidak akan pernah bisa kemana-mana dan juga tidak akan pernah bisa menghilang dari jangkauanku, Jika kamu ingin pergi maka aku akan ikut dan jika kamu memilih untuk tinggal maka aku juga bakalan tinggal!" batin Marcel lalu segera pergi dari situ takutnya jangan sampai nanti Stella dan juga Angkasa menyadari kalau dirinya Tengah mengintip pembicaraan mereka berdua tadi.
__ADS_1
Senja setelah tertidur begitu pulas beberapa jam lamanya Akhirnya bisa terbangun juga sambil tersenyum, tetapi senyuman kali ini langsung memudar ketika ternyata melihat Rembulan sudah muncul di atas sana seolah-olah Tengah mengejek dirinya yang tidak mampu menandingi keindahannya.
"Rembulan itu lebih cantik dibandingkan senja, jadi jangan pernah merasa diri bakalan lebih unggul dari kakakmu ini ya! kalau nanti aku mati barulah Mungkin kamu bisa menang dan juga tidak akan pernah ada yang menyaingi kamu lagi, tetap kalau aku masih hidup maka kamu adalah adikku yang paling kecil! "kata-kata yang selalu membuat Senja teringat dengan sosok Rembulan ketika di malam gelap seperti begini.