
Daffa yang kebetulan datang pagi-pagi sekali karena ingin menghindari kemacetan di jam sibuk dari tadi memilih untuk duduk di tempatnya sambil memantau pergerakannya senja yang kebetulan berada di hadapannya melewati beberapa meja, terlihat Gadis itu Tengah kebingungan sepertinya tugas yang diberikan oleh ibu Lilis tidak sempat ia kerjakan entah apa yang dilakukannya yang penting intinya Daffa tahu kalau wanita itu baru kali ini melakukan hal tersebut.
ingin sekali yang membantu senja tetapi pertanyaannya kira-kira wanita itu mau tidak dibantu olehnya sebab nanti yang ada bakalan salah paham, daripada nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik yang memilih untuk bertahan tetap seperti ini tidak melakukan pergerakan sama sekali sambil melihat kalau memang suasana Genting ya mau tidak mau dirinya harus turun tangan.
Bella juga sebenarnya frustasi soalnya tugas yang ia kerjakan pun rasanya mungkin salah karena dirinya juga tidak percaya Jika semua itu ia lakukan dengan benar, karena otaknya itu jarang nyampe ke arah sana biasanya itu kebanyakan ia akan bekerja sama dengan senja kalau memang tugas itu sangat rumit nah Lihatlah sekarang temannya yang dikenal sebagai siswa berprestasi dan otaknya sangat encer itu pun merasa bingung Jadi kira-kira tugas yang ia kerjakan semalam itu Bakalan mendapatkan nilai apa jangan sampai nanti yang ada bakalan nilai D yang didapatkan.
" Bella Please deh kamu Tolong diam Jangan menggangguku sama sekali soalnya kamu tahu kan kalau aku juga lagi bingung mau mengerjakan apa kalau misalnya kamu dari tadi cerewet terus, kamu tahu sendiri kan kalau aku ini isi otakku lagi bermasalah sekarang terlalu banyak beban pikiran yang sedang aku tanggung makanya kalau misalnya kalau aku ini isi otakku lagi bermasalah sekarang terlalu banyak beban pikiran yang sedang aku tanggung makanya kalau misalnya kamu terus menerus ngomong yang ada kamu bakalan membuat aku bisa gila! " omel Senja yang tidak suka kalau sahabatnya itu lebih banyak ngomongnya dibandingkan kerjanya.
zaman sekarang itu kita dituntut lebih banyak bekerja dibandingkan untuk ngomong doang karena kalau saat berbicara saja tidak melakukan apapun ya sama saja bohong kan, orang itu butuh yang namanya kerja nyata bukan hanya asal janji bukan hanya asal bicara nanti hasil akhir ya bakalan rugi berjamaah.
Bella mendengus kesal ketika ia sedang mengutarakan kegundahan hatinya dan sahabatnya itu malah menyuruhnya diam percayalah orang kalau lagi stress itu lebih baik dibicarakan entah orang mau dengar atau tidak, daripada dipendam di dalam hati hasil akhirnya bakalan menjadi orang stress terus obatnya apa coba Rumah Sakit Jiwa gitu?
" ya aku tadi kan hanya mengeluh saja soalnya kamu saja pusing Apalagi aku padahal sudah percaya diri loh Kalau semalam itu bisa mengerjakan semuanya, tapi kalau kamu saja pesimis ya akunya mana bisa Harus optimis? Sebagai seorang sahabat kan kita kalau mau pusing harus sama-sama biar nanti kalau dihukum pun barengan masa iya kamu sendiri, sudah deh kalau memang kamu merasa tidak nyambung Ini ambil saja tugasku biar kamu menyontek sekali-kali kan tidak masalah soalnya di sini sini kan tidak ada siapapun! "tawar Bella.
Senja menatap tak percaya ke arah sahabatnya itu karena bisa-bisanya mengajak dirinya melakukan hal yang salah Padahal selama ini Bela selalu tahu kalau dirinya itu merupakan pekerja keras dan selalu saja berusaha dengan kemampuannya sendiri, kalau misalnya belum apa-apa Sudah menyerah begini ya hasil akhir nanti kalau misalnya mereka terjun ke lapangan bertemu dengan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidang mereka yang hasil akhir juga bakalan sama saja apa yang mereka pelajari tidak berguna nantinya soalnya hanya datang tunjuk diri Lalu setelah itu pulang Tetapi apa yang diajarkan tidak bakalan masuk di dalam otak sedikitpun.
" aku bisa melakukannya pokoknya kamu tenang saja dan jangan mengeluarkan suara sedikitpun biar aku bisa fokus, ini soal sebenarnya mudah hanya karena waktunya Genting makanya aku sepertinya sedikit deadline jadi hasil akhir seperti begini! "Senja akhirnya memilih untuk tetap tenang tidak terprovokasi dengan keadaan apapun kalaupun nanti bakalan salah Ya tidak masalah tinggal diperbaiki saja dan kalaupun mendapatkan hukuman yaitu merupakan resiko dirinya akibat menyandang penyakit lupa yang sangat menyebalkan.
__ADS_1
dafa yang merasa tidak tega ketika melihat senja seperti itu maka ia pun membawa tugasnya yang dirinya yakin 100% benar karena pemuda itu kalau di dalam kelas setelah senja Nomor satu pasti dirinya selalu nomor 2, ia tidak ingin ketika Gadis pujaannya itu terkena masalah ya Meskipun sebenarnya dirinya menggunakan kesempatan Ini selagi Angkasa tidak ada tetapi Percayalah kalau ia hanya ingin memberikan kenyamanan.
" kamu Kalau perlu bantuan ini Punyaku saja kebetulan ada dua kertas yang aku pakai dan dua-duanya sama saja tidak ada perbedaan karena aku takut jangan sampai yang satunya hilang, kamu tenang saja aku tahu kamu itu bisa Namun karena waktunya sudah seperti ini Makanya otak kamu sedikit ngeblank tapi tidak masalah kok karena kamu paling hebat di dalam kelas ini! "ujar Dafa sambil menyerahkan kertas yang sudah diisinya dengan jawaban Lalu setelah itu pergi meninggalkan Senja Takutnya nanti wanita itu bakalan langsung memberikan penolakan rasanya kan tidak enak.
Senja hanya melongok ketika melihat Apa yang dilakukan oleh Daffa tadi karena belum lagi ia membantah ataupun menolak tiba-tiba sudah pergi begitu saja tanpa peduli dengan apa yang akan ia katakan nanti, Padahal dari tadi dirinya saja tidak meminta tolong kepada Bella namun Kenapa Dafa yang jelas-jelas tidak punya hubungan apa dengannya tiba-tiba datang dan menawarkan bantuan secara langsung.
Bella pun merasakan hal yang sama karena memang aneh ketika ada Hafa datang kemudian menawarkan bantuan seperti itu, seperti seorang kekasih yang takut nanti Pujaan hatinya bakalan karena masalah maka dari itu ia akan melakukan apapun tanpa diminta.
"Itu anak sehat kan, kok bisa-bisanya ya datang terus tiba-tiba melakukan hal ini? Wah sepertinya ada yang tidak beres pokoknya kamu mulai dari sekarang hati-hati jangan sampai mereka punya maksud terselubung ketika sahabatnya sudah tidak ada di sini, tapi kamu tenang saja aku akan selalu mengawasi mereka dan juga menjaga kamu dari dekat soalnya tidak ingin kecolongan seperti kemarin-kemarin lagi! "jelas Bella yang benar-benar membuat Senja hanya menggelengkan kepalanya karena sahabatnya itu bertingkah seperti seorang detektif yang selalu saja mencurigai apapun yang ada di sekitarnya.
Senja tidak terlalu ingin mencurigai orang lain sampai berlebihan jika memang selama ini orang-orang itu tidak terlalu maksudnya mencari perkara dengannya, untuk apa juga mencari kesalahan orang lain dan untuk apa juga hanya memperbesarkan sebuah masalah kecil karena nantinya hanya akan membuat masalah yang lain akan muncul.
pemikiran yang kuno seperti itu sebenarnya tidak boleh dibawa di zaman modern seperti ini yang segala sesuatunya itu diukur hanya dengan ijazah yang ada, mendapatkan pekerjaan meskipun itu hanyalah pegawai restoran sekalipun intinya ada ijazah yang bisa dibanggakan kalau tidak ya Wanita Tetap saja seperti itu kalau misalnya dipermainkan oleh suami tidak akan menjadi pribadi yang berguna yang ada akan kembali menjadi beban bagi orang tua.
"kamu jangan terlalu sensitif seperti itu dong Mungkin maksudnya baik Lagian sepertinya tidak ada yang salah juga kan kalau misalnya dia menolongku, Percaya deh nanti esok lusa kalau memang dia ada kesulitan Aku juga bakalan membantunya kok Yang penting intinya agar tidak ada yang namanya utang budi! "Senja ingin yang terbaik bagi semuanya tidak ingin juga lah mereka berdua terkena masalah kalau memang Daffa datang mau bantu ya biarkan saja Lagian mereka juga tidak pernah meminta tolong dan pria itu melakukannya juga secara sukarela jadi pertanyaannya untuk apa mereka harus terlalu memikirkan semuanya yang hasil akhirnya hanya akan membuat semuanya menjadi tidak jelas dan mereka juga akan menjadi kebingungan soalnya ini semua jadi tidak beres dan juga tidak sesuai dengan kemauan.
bella menghela nafasnya kasar apalagi ketika saat ini melihat Davin Tengah duduk di hadapannya sambil tersenyum seperti orang bodoh, padahal seharusnya saat datang ke kelas adalah meletakkan tasnya di tempat seharusnya Lalu setelah itu terserah mau melakukan apapun yang penting intinya tidak boleh mengganggu orang lain lah.
__ADS_1
"kalian sudah sampai dari tadi ya, Maaf ya aku sedikit telat Habisnya tadi kejebak macet? "ujar Davin membuat Bella menatap heran ke arah pria itu soalnya kenapa malah menjelaskan soal dirinya yang datang terlambat orang mereka berdua saja tidak bertanya dan juga tidak ingin mencari tahu kenapa malah Cari perhatian sendiri.
Senja kalau urusannya dengan Davin dirinya memilih untuk masa bodoh bukan ingin tidak menghargai orang lain tetapi sepertinya Davin itu tidak tahu memperlakukan orang secara baik, setiap apa yang dikatakannya selalu saja mengundang masalah dan ketika dirinya mengatakan semua itu dan orang lain menanggapinya ya di situ pula akan terjadi sebuah masalah lagi soalnya Davin itu maunya didengar tetapi tidak mau dengarkan orang lain.
" kamu sehat kan? pokoknya kamu tahu tidak hari ini pertanyaannya aku lontarkan sama saja dengan sahabat kamu itu, soalnya apapun yang kalian lakukan itu seperti orang stres yang mungkin karena kehabisan obat di rumah sakit akhirnya jatuh kalian hangus , " omel Bella sambil menatap sinis ke arah Davin membuat pria itu hanya cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tak gatal soalnya benar juga sih untuk apa Ia menjelaskan tentang kedatangannya yang terlambat sedangkan kedua wanita yang ada di hadapannya itu tidak bertanya sedikitpun.
"ya jangan sampai mungkin kamu penasaran soalnya tadi kan aku sempat menunggu kamu di depan rumah eh malah ditinggalkan begitu saja , Harusnya kan kamu lebih mengkhawatirkan keadaanku Karena tadi aku sudah menunjukkan kepedulian tetapi kamu tidak menghargainya?" nah tuh kan Davin mulai membahas sesuatu hal yang orang lain saja tidak pernah ada pemikiran untuk memintanya melakukan hal itu.
Senja terlihat menghela nafasnya berkali-kali karena kalau seperti begini terus bisa dipastikan Bella akan benar-benar bertengkar dengan Davin lagi setelah gantian dirinya kemarin, Ternyata hidup itu rumit ketika kita tidak ingin mencari masalah eh malah orang lain yang datang melakukannya jika posisi seperti begini terus maka bisa dipastikan hidup itu ya bakalan begini saja kadang di atas kadang di bawah tumpang tindih pokoknya.
"kamu yang datang ke sini kamu juga yang mengatakan semuanya tanpa kami tanya dan kenapa sekarang kamu malah menghitung-hitung soal apa yang kamu lakukan, kalau memang melakukan sesuatu itu secara terpaksa lebih baik tidak usah sama sekali deh karena nanti hasil akhir bakalan mengeluh! "Senja sudah capek kalau mendengar Davin setiap saat hanya mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal.
Daffa yang kebetulan tadi baru dari kantin membelikan sarapan untuk senja hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat tingkah Davin seperti itu, Bisakah pria itu sehari saja tidak berbuat ulah dengan cara membiarkan Bela serta Senja bernafas dengan tenang serta melakukan aktivitas tanpa ada gangguan.
"Senja ini aku bawakan sarapan untuk kamu dan juga Bella karena aku yakin dijamin seperti begitu kamu datangnya tentu saja kamu pasti belum sempat kan sarapan di rumah, Tenang saja masih ada dua jam untuk masuk kelas karena pukul 09.00 baru kita masuk soalnya ibu Lilis katanya ada urusan Sebentar jadi sedikit terlambat datangnya! " jelas Dafa membuat Bella yang dari tadi frustasi langsung bernafas lega sedangkan senja terlihat hanya diam saja sambil menatap ke arah makanan yang sedang diberikan Daffa untuknya.
ingin sekali menolak tetapi ini makanan yang terkadang orang-orang dalam hal tertentu sulit sekali untuk mendapatkannya dan ketika ia diberikan kenikmatan yang tiba-tiba masa ia harus menolak, makanan itu tidak punya salah dan kalaupun membenci orangnya Ya tidak masalah tetapi intinya harus menghormati apapun nikmat yang sudah diberikan Tuhan.
__ADS_1
"terima kasih makanannya Tetapi kalau bisa ini yang terakhir kali ya kamu bersikap berlebihan soalnya aku merasa tidak nyaman, dan satu lagi kalau kamu melakukan ini karena perintah dari teman kamu yang satu itu tolong katakan kepadanya Jangan pernah melakukan hal ini lagi karena aku juga bukan seseorang yang susah sekali untuk bisa mendapatkan makanan seperti ini! "jelas Senja yang berpikir kalau Dafa melakukan hal ini atas perintah dari Angkasa.
Daffa tersenyum kecut sebab dirinya benar-benar merasa kecewa karena bisa-bisanya senja berpikir kalau makanan yang diberikan ini asalnya dari Angkasa, tidak tahukah wanita itu Kalau dirinya harus kesusahan tadi mengantri di kantin karena begitu banyak anak-anak yang datang untuk sarapan di sana.