SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Aku Mohon


__ADS_3

Stella tetap saja berlari mengejar Marcel karena biar bagaimanapun ia harus mendapatkan jawaban dari pria itu bagaimanapun caranya, dirinya tidak ingin dipermainkan lagi dan juga tidak ingin ketika dianggap remeh dan segala sesuatu tentang kehidupannya orang-orang selalu saja mempermainkannya.


" Marcel ,aku mohon kali ini tolong bisa diajak kompromi tentang kehidupanku! Karena Biar bagaimanapun Aku ingin hidupku kembali normal dan kamu tentu saja tidak mengerti hal itu karena bukan kamu yang mengalami hal tersebut Melainkan aku, setidaknya Kamu paham dan juga mengerti bahwa aku benar-benar ingin kembali kepada keluargaku seperti dulu lagi tidak ingin terluntang-lantung tidak jelas seperti saat sekarang! "sarkas Stella yang begitu kasar ketika Marcel yang tidak peduli dengan apapun yang ia katakan.


Marcel sebenarnya tidak tega ketika melihat Stella yang mengejarnya seperti anak kecil yang tengah meminta sebuah mainan yang sangat berharga baginya, namun ia takut jika emosinya tidak terkontrol Dan akhirnya akan menyakiti wanita tersebut sebab Hal itulah yang membuat Marcel masih coba untuk ingin mengabaikan Stella berharap agar wanita itu paham jika dirinya tidak bisa berbicara sama sekali.


" Ya ampun Marcel ,Tuhan tolong aku jangan seperti beginilah! Aku bakalan tapi untuk sekarang Tolong pahami dengan keinginanku hanya kali ini saja tidak terlalu banyak juga kan, dan ketika aku minta kembali dengan keluargaku sepertinya Bukan kamu yang dirugikan di sini karena ini menyangkut kehidupanku! "ujar Stella yang sudah tidak bisa bersabar sebab puluhan tahun itu bukanlah waktu yang singkat untuk terpisah dari keluarganya Biar bagaimanapun Ia merupakan wanita normal yang Tentu saja tidak ingin disakiti Seperti hal ini.


Stella tidak peduli juga dikatakan sebagai orang yang tidak tahu berterima kasih sebab menurutnya perasaannya sudah mati ketika mimpi buruk yang ia alami tadi, dan juga menurutnya semua orang di sini tidak ada yang peduli dengan keadaannya yang benar-benar ingin bertemu dengan keluarganya!


Marcel terlihat sudah Mengunci pintu kamarnya dari dalam tidak ingin berbicara dengan Stella membuat wanita itu benar-benar tersulit emosinya, dan akhirnya ia memilih untuk mengambil vas bunga yang Terletak tidak jauh darinya kemudian melempar ke arah timur kamarnya Marcel sebab emosinya sudah tidak bisa terbendung lagi dengan kelakuan pria itu yang dari tadi selalu saja mengabaikan dirinya.


Brakk


Marcel hanya menghela nafasnya kasar ketika mendengar apa yang dilakukan oleh Stella itu ,ia tidak masalah jika Stella menghancurkan Rumah itu sekarang juga tetapi intinya ia berharap agar wanita itu tidak terluka sama sekali dengan apa yang ia lakukan.


Stella yang merasa belum puas ketika tidak dihiraukan sama sekali memilih untuk melakukan hal itu sekali lagi tetapi Percayalah Marcel tetap tidak bergeming di dalam kamarnya, karena yang ada pria itu sekarang mengaktifkan kamarnya dalam mode kedap suara sehingga bunyi apapun di luar sana ia Tentu saja tidak akan pernah bisa mendengarkannya di dalam situ.


semua asisten rumah tangga dibuat terkejut dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Stella yang sangat brutal, wanita itu bahkan tidak segan-segan menghancurkan seisi rumah karena tidak suka ketika keinginannya tidak ada yang menghiraukan sama sekali.

__ADS_1


ingin sekali mereka mendekatinya kemudian membujuknya agar menghentikan semuanya tetapi mereka tidak berani melakukannya, karena Marcel saja membiarkan setelah mengekspresikan emosinya sedangkan mereka yang notabene yang hanya sebagai asisten rumah tangga mana punya hak untuk membujuknya.


" Ya Tuhan kenapa itu ya dengan Nyonya Stella, sampai-sampai Tuan Marcel pun memilih untuk membiarkannya saja melampiaskan emosi seperti itu? padahal selama ini dia kalau marah pasti hanya mengeluarkan kata-kata penuh kebencian tidak sampai merusak barang-barang, Apakah masalah mereka benar-benar sangat rumit sampai-sampai tidak ada jalan keluar yang harus dipilih? " para asisten di situ berbisik satu sama lain tetapi tidak berani bertanya secara langsung sebab Takutnya nanti setelah bakalan kalap dan akan menyakiti mereka.


Angkasa yang baru sampai merasa heran dengan tingkah Maminya yang sudah seperti orang yang kesetanan atau bisa dibilang di bawah pengaruh minuman alkohol, karena bisa bisa melakukan hal seperti ini Padahal setelah itu selama ini terkenal sebagai seorang wanita yang penyayang kemudian tidak tegaan melakukan sesuatu yang akhirnya merugikan orang lain dan juga dirinya sendiri.


" Mami kenapa, kalau ada apa-apa Ngomong dong jangan seperti begini? apa tadi sudah membicarakan apa yang ingin mengambil bicarakan kepada Papi, terus tanggapannya Papi seperti apa? " tanya angkasa perlahan Yang berusaha meraih tubuh Stella tetapi Wanita itu menipisnya kuat bahkan kini memasang tatapan tajamnya.


Stella tidak suka disentuh oleh siapapun ketika ia sedang ingin melampiaskan emosinya seperti saat ini, sudah habis kesabarannya sudah habis Pokoknya tidak tersisa sedikitpun dan hari ini bagaimanapun caranya ia harus bisa keluar dari rumah itu.


"Angkasa, kamu pikir Mami bakalan melakukan semua ini kalau sampai tadi berbicara kepada manusia satu itu Dan Dia meresponnya? pokoknya Mami mohon sama kamu tolong bawa mami pergi dari sini Bila perlu antar Mami ke mana saja yang penting Intinya jangan di dalam rumah ini lagi, karena Percayalah semua penghuni di sini sudah mami benar-benar merasa kecewa dan juga tidak dihargai sama sekali!" bujuk Stella dengan tatapan penuh permohonan sebab Ia sudah kebingungan harus meminta tolong kepada siapa lagi yang bisa mendengarkan keinginannya itu.


" kalau misalnya Papi sudah tidak menghiraukan apa yang mami katakan itu artinya aku juga tidak bisa mengabulkannya, dan juga satu lagi kalau aku benar-benar tidak punya kuasa di rumah ini untuk mengambil keputusan yang sebenarnya aku tidak punya hak sama sekali untuk melakukannya."Angkasa mau tidak mau memang harus mengatakan semua itu karena memang kenyataannya ya begitu kalau misalnya dirinya memang tidak punya kuasa untuk melakukan seperti apa yang diinginkan oleh Stella tadi sebab nantinya akan timbul masalah besar antara dirinya dan juga Marcel nantinya.


Stella bener-bener terluka dengan apa yang dikatakan oleh Angkasa barusan seolah-olah memang tidak ada bantuan yang bisa ia dapatkan lagi dari pihak manapun, padahal Apa susahnya sih memberikan bantuan kepadanya sebab menurutnya tidak mungkin ia merugikan semua orang di tempat itu ketika dirinya pergi.


" kalian itu benar-benar egois maunya mementingkan diri sendiri tidak peduli dengan perasaan orang lain sama sekali,aku bersumpah dengan atau tanpa bantuan dari kalian aku tetap bakal keluar dari rumah ini yang sangat aku benci sampai kapanpun," Jelas Stella dengan suara yang sangat bergetar karena menahan emosinya yang sangat tidak bisa ditahan lagi.


Angkasa menghentikan langkah kakinya dan menoleh kearah Stella sambil menggelengkan kepalanya karena menurutnya mengambil keputusan saat emosi itu sangat tidak bagus,maka dari itu lebih baik waspada saja takutnya nanti Marcel yang bakal melakukan apapun untuk mencegah wanita itu agar tidak berbuat nekat.

__ADS_1


"Aku harap Mami hanya ngomong saja dan tidak pergi dari sini karena nantinya Papi akan lebih nekat lagi,soalnya kalau pergi tanpa bilang juga akan menimbulkan masalah yang besar dan kita tidak akan tahu apa yang seharusnya dilakukan," ujar Angkasa yang sebenarnya merasa miris dengan apa yang terjadi kepada Stella itu sebenarnya bukan keinginan semuanya hanya saja mau bagaimana lagi ketika keadaan sudah tidak bisa diajak kompromi.


"Papi kamu egois dan aku membenci hal itu karena tidak ada yang paham sedikit saja,aku pastikan kalian akan menyesal karena aku sedang tidak bercanda saat ini !" tegas Stella yang sudah tidak bisa menahan emosinya ketika akan kembali kedalam kamar nya.


Angkasa mau tidak mau mengetuk pintu kamar Marcel karena ada hal penting yang harus mereka bahas saat itu juga,jika tidak maka bisa dipastikan kalau Stella akan nekat dan melakukan hal yang sangat mereka khawatirkan.


"Papi,aku boleh masuk?" Angkasa akhirnya memilih untuk menghubungi Marcel karena percuma saja ia berteriak jika kamar tersebut mengaktifkan mode kedap suara.


"Masuklah !" perintah Marcel.


Marcel terlihat sedang menangis sambil memeluk foto Stella di dekapan nya karena takut jangan sampai wanita itu benar benar pergi,sebab ia rasanya sudah tidak sanggup ketika melihat wajah penuh permohonan milik wanita itu tadi.


"Bagaimana keadaannya Mami kamu?" tanya Marcel.


Angkasa terdengar menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar apa yang ditanyakan oleh Marcel tadi,sebab jujur ia bingung harus bagaimana menjabarkan tentang apa yang tadi dikatakan oleh Stella yang sangat paling di benci oleh Marcel.


"Ya begitulah! Aku saja bingung harus mengatakan darimana soalnya sangat panjang dan tidak berujung,tetapi yang pasti intinya pasti Papi sendiri tahukan kemauan Mami itu yang bagaimana?" Angkasa tidak mampu nanti jika melihat Marcel nanti tambah terluka dengan semua permasalahan yang ada .


Marcel memaksakan senyuman di wajahnya meskipun ada guratan terluka di dalamnya,hanya saja sejatinya seorang pria itu dilarang untuk menangis.

__ADS_1


__ADS_2