SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Thanks


__ADS_3

Senja dari tadi tidak bisa fokus dengan pelajaran karena memikirkan tentang Bagaimana sikap Angkasa tadi kepada dirinya, pada setiap hari ia sudah memarahi pria itu berulang kali tetapi sepertinya memang tidak pernah berhenti untuk menyukai dirinya.


buktinya sekarang pria itu ikhlas menjalani hukuman yang diberikan oleh guru mereka akibat dirinya yang lupa membawa tugas yang diberikan, ya Meskipun jika disuruh berdiri di lorong menurutnya tidak ada masalah sama sekali daripada disuruh lari keliling lapangan kan sudah tidak lucu!


Angkasa Tersenyum Dalam Hati ketika dirinya sedang berdiri di depan kelas karena ia begitu bahagia bisa membantu senja agar tidak diperlakukan buruk oleh guru mata kuliah tersebut, meskipun terkesan sangat tentara akibat terlalu berlebihan menyukai anak orang namun dirinya tidak masalah yang penting intinya ia tidak merasa menyesal karena sudah membantu gadis Pujaan hatinya.


" Aku harap setelah ini kamu tidak perlu menjauhiku dan mungkin bisa menerima diriku dan juga tidak mempermasalahkan apapun yang akan aku lakukan ke depannya, ya Meskipun aku tahu setelah ini kamu tetap tidak akan pernah mau berbicara denganku tetapi intinya aku bahagia sudah menjadi orang yang paling berguna dalam hidup kamu! "gumam Angkasa monolog karena sekali-sekali yang mencuri pandang kepada wanita Pujaan hatinya membuat guru yang sedang mengajar menggeram kesal dengan kelakuannya itu.


" Angkasa mau kamu menatap ke arah sini Berapa lama pun saya tetap tidak akan berubah pikiran dengan menyuruh kamu masuk, Siapa suruh tidak mengerjakan PR padahal waktunya dari minggu lalu dan itu tenggang waktu sangat panjang sekali!" ancam dosen tersebut membuat angkasa menggeleng kepalanya sebab dirinya juga tidak ada niatan untuk memaksakan diri masuk ke dalam.


" Maafkan saya pak tetapi saya rasa hati saya ada di dalam jadi sekali-sekali saya memastikan apa dia baik-baik saja atau tidak, Dan setelah saya pastikan ternyata dia baik-baik saja maka dari itu saya akan kembali menjalani hukuman yang ada! "ujar Angkasa membuat semua mahasiswa di situ menghurah dirinya karena merasa bahwa Angkasa itu terlalu bucin.


" Anjrit lo bikin gue jadi penasaran sebenarnya rela berkorban demi si Nyai itu definisinya seperti apa sih, soalnya hari ini Emang lo membuktikan sekali Jika Hidup itu harus bermakna ketika kita berguna bagi seseorang! "ujar Davin sambil melirik ke arah Bella membuat dosen itu hanya menggelengkan kepala sebab menurutnya mahasiswa itu adalah anak-anak yang sudah sangat besar jadi otomatis mereka bisa langsung mengekspresikan apa yang mereka rasakan tepat di depan dosen Mereka pun tidak masalah karena memang kebiasaannya seperti itu yang penting intinya tidak mengurangi kefokusan dalam belajar.


" apa ada pertanyaan karena kelas saya juga mau selesai dan teman kalian itu kakinya juga rasa-rasanya sudah berubah jadi kayu, ya Siapa suruh otak dan pikiran tidak bekerja sama alhasil diri sendiri yang dirugikan? "tanya dosen tersebut sambil mengejek ke arah Angkasa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ingin sekali ia menjabarkan kepada dosen tersebut definisi memperjuangkan cinta itu seperti apa.


" Kalau boleh kami ingin bertanya kepada angkasa tentang definisi memperjuangkan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu harus bagaimana, apakah harus diam saja atau bergerak atau memilih untuk menunggu kira-kira dia bakalan berubah pikiran atau mungkin merelakan begitu saja? "kali ini Daffa yang bertanya seperti itu membuat Angkasa menatap tajam ke arah sahabat tongkrongannya yang menurutnya sudah terlalu membuka aibnya lebih jauh.


" Ya sepertinya jawabannya terletak pada kalian soalnya saya sudah ada yang punya jadi tidak tahu lagi mendefinisikannya seperti apa, tetapi Intinya saya tekankan di sini dari dulu sampai sekarang menikah muda itu tidak ada enaknya karena enaknya itu hanya terletak pada urusan ranjang tetapi urusan perut dan juga urusan gaya tetap tidak ada sangkut pautnya sama sekali! "jelas dosen tersebut membuat semua mahasiswa tertawa karena sebelum dikatakan pun orang-orang sudah banyak yang tahu.


setelah dosen tersebut meninggalkan kelas tersebut terlihat Bella berusaha menyikut lengan senja yang tidak ada niatan untuk berterima kasih kepada Angkasa, padahal pria itu sekarang sudah diizinkan masuk kembali di dalam kelas dan juga sedang duduk sendirian sambil memainkan ponselnya berbeda dengan senja yang malah fokus membaca buku pelajaran selanjutnya.

__ADS_1


" kamu tidak ada niatan gitu untuk terima kasih kepada orang yang sudah menolong kamu dari hukuman laknat itu, atau kamu maunya begini saja setelah orang membantu Ya sudah tidak perlu ada yang namanya Terima kasih tidak ada yang perlu menghargai satu sama lain pokoknya datar begitu deh? "tanya Bela emosi soalnya Siapa sih yang tidak kesal ketika ingin mengajarkan sebuah kebaikan kepada sahabatnya tetapi sepertinya tidak dihargai sama sekali dan bahkan terkesan cuek tidak peduli juga.


" Ya ampun Astaga Bella bisa tidak jangan mengganggu ketenangan orang lain, oke aku bakalan ngomong Terima kasih banyak sama dia tapi tidak sekarang soalnya aku harus fokus sesuatu yang nanti sebentar akan ditanyakan," omel senja yang padahal sebenarnya dia sedang berusaha baik-baik saja karena gengsinya terlalu tinggi sebab selama ini terlalu banyak memarahi Angkasa Terus sekarang tiba-tiba berbicara secara baik itu kan Rasanya sangat aneh dan juga tidak masuk akal.


" Ya habisnya Siapa suruh kamu jadi geraknya begitu lambat Lagian baca membaca itu urusannya sebentar yang penting intinya tidak ada tugas dan juga tidak ada mata kuliah yang tidak bisa kamu pahami bukan sepertiku, Jadi kalau misalnya kamu mengulur waktu aku rasa kamu hanya ingin bermain-main dan juga membiarkan perasaan pria itu mengambang di udara begitu saja nanti kalau diambil orang baru tahu rasa loh! "ngomel Bella yang merasa gemas dengan kelakuan sahabatnya itu yang tetap saja merasa tidak punya salah sama sekali dengan apa yang ia lakukan saat ini karena terlalu banyak tarik ulurnya.


Senja mau tidak mau mengikuti perintah Bella sebab kalau tidak bisa dipastikan sahabatnya itu bakalan nyerocos tanpa henti sampai dia puas dan senja mau mengikuti apa yang ia katakan, padahal sebenarnya jam sebentar lagi pun masih ada kemudian saat mau pulang pun masih bisa tetapi Maunya harus sekarang ya tetap harus dilakukan sekarang.


" Hai boleh aku duduk di samping kamu sekarang? "tanya Senja membuat semua kelas yang tadinya ribut langsung berubah jadi diam sebab yang mereka tahu jika wanita cantik itu sebenarnya sangat membenci Angkasa tetapi kenapa Hari ini datang menghampiri dan menyapa dengan suaranya yang tidak seketus biasanya.


Angkasa yang sudah memprediksi dari awal kalau senja akan menghampirinya tetapi tidak bisa menahan rasa terkejutnya, sampai-sampai pertanyaan yang nyeleneh dan juga aneh akhirnya terlontar juga dari mulut pria itu.


" kamu ngomong sama saya? "


"Eh ini kan jam kosong Bagaimana kalau kita semua ke kantin kemudian makan-makan di sana ya hitung-hitung kan kita refreshing in the canteen, soalnya di sini nanti kita bakalan jadi obat nyamuk loh daripada hal itu terjadi lebih baik mewaspadainya dari awal Betul tidak Bela? "tawar Davin dan Bella otomatis menganggukan kepalanya dengan begitu antusias Soalnya kalau tentang pria itu dirinya bakalan selalu kepo bakalan selalu ingin tahu dan juga bakalan menjadi pribadi yang lemot.


" ho oh kamu benar sekali kalau kita lebih baik minggat sejenak deh maksudnya biar mata tidak ternodai begitu, Soalnya kita biarpun anak kuliahan tapi masih polos banget Masa iya harus dirusak dengan pemandangan yang bikin sakit mata sakit hati dan juga iri hati? " jelas Bella membuat semua orang tertawa sedangkan senja menatap tidak suka ke arah sahabatnya yang sebab menurutnya sudah tega-teganya menjebak dirinya agar bisa berbicara dengan Angkasa sedangkan Wanita itu melipir pergi tidak bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia lakukan.


" anjrit gue dikerjain lu sama mereka! "


"Senja, Aku kelaparan jadi aku pergi lebih dulu ya Nanti kalau kamu sudah selesai boleh deh nyusul Tetapi kalau belum selesai juga tidak apa-apa kok nanti aku yang datang untuk melayani kamu di sini! "pamit Bella yang tidak ingin mendengar jawaban yang diberikan oleh Senja dirinya sudah pergi begitu saja..

__ADS_1


" Loh kok malah aku ditinggal terus sendirian lagi di sini, memangnya tidak bisa menunggu 5 menit lagi setelah aku selesai ngomong sama dia setelah itu baru kita pergi sama-sama? "tawar senja berharap agar sahabatnya itu ada rasa perih kemanusiaanlah maksudnya biar tidak membiarkan dirinya berduaan dengan seseorang yang sejak anggap sebagai seorang yang menyebalkan sejauh ini.


" Idih kamu yang ada keperluan sama dia kenapa harus aku yang terbawa-bawa mengurus masalah kamu itu, pokoknya aku tidak mau sama sekali untuk melakukan sesuatu yang tidak berguna karena menurutku itu merupakan urusan kamu bukan urusanku! "jelas Bela lalu segera pergi dengan menggandeng tangannya Davin pura-pura berbuat seperti orang bucin Hanya Untuk memparodikan apa yang sedang dilakukan Angkasa dan juga Senja.


" Ya ampun Astaga itu anak berdua sangat menyebalkan sekali loh masa iya di dalam kelas malah bertingkah aneh seperti orang yang lagi berjalan di atas catwalk, menyesal aku punya teman seperti itu bukannya membuat hati tenang adem dan juga damai yang ada darah tinggi tiap hari soalnya hobinya hanya marah-marah tidak jelas! "gumam senja membuat Angkasa yang berada di sampingnya tertawa.


" kalau kamu mau menyusul dia Ya sudah silakan saja dan jika kamu mau membahas soal tadi aku rasa tidak usah perlu dibahas soalnya aku ikhlas melakukannya, tidak perlu harus mengucapkan terima kasih karena apapun kebaikan di dunia ini cukup dilakukannya dengan sepenuh hati tanpa mengharapkan ucapan terima kasih ataupun imbalan selanjutnya!" Angkasa memilih untuk menjadi orang yang pesimis sebab tidak mungkin Berharap terlalu lebih karena ia tahu tujuan Senja itu bukan karena ada perasaan untuknya Tetapi hanya bentuk rasa syukur sebagai seorang manusia dengan menghargai kebaikan seseorang yang sebenarnya tidak boleh diabaikan.


" Kamu kenapa baik padaku seperti tadi padahal selama ini aku selalu marah-marah loh pada kamu, dan juga kenapa waktu ada Rembulan kamu malah mengabaikan dia dan tidak peduli dengan segala macam perhatian yang dia berikan?" Tanya Senja memastikan tentang apa yang menjadi bahan pemikirannya selama ini.


Angkasa sebenarnya kebingungan dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita yang ada di sampingnya saat ini, padahal seharusnya ia sadar dirinya melakukan hal itu seperti yang senja lakukan selama ini kepadanya yaitu jika seseorang terlalu memasang perhatian lebih kepadanya maka orang tersebut sangat membuat dirinya tidak nyaman dan akhirnya menunjukkannya melalui sikap yang kasar kemudian tidak peduli sama sekali.


" Aku punya pertanyaan sama kamu! kira-kira ada hal apa yang membuat kamu sangat membenciku dan juga ketika aku berbicara dengan baik-baik kamu selalu menyambutnya dengan amarah, ketika aku memberikan perhatian kamu malah lebih untuk mengabaikan perhatian itu? "tanya Angkasa balik yang memang ia tidak punya pertanyaan dan juga tidak punya kata-kata yang bisa membuat Senja paham jika tidak mengungkit soal kejadian yang selama ini terjadi diantara mereka berdua.


" ya karena aku tidak menyukai apapun bentuk perhatian yang kamu berikan, masa seperti itu saja kamu tidak paham harus dibilang dulu? " tanya Senja balik yang tidak suka dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Angkasa sebab seseorang bertanya itu butuh jawaban bukan malah menggantung di udara tidak jelas seperti itu.


" nah seperti itulah perasaan yang aku jabarkan tentang kakak kamu itu, kalau aku merasa tidak nyaman dengan segala macam perhatian kemudian gerak-gerik yang selalu menempel padaku tidak jelas seperti begitu! "penjelasan Angkasa itu membuat Senja langsung bungkam seketika tanpa menjawab pun sebenarnya ia sudah paham tetapi karena sudah dilontarkan pertanyaan yang mau tidak mau ia harus memberikan jawaban.


" Oh ya sudah kalau begitu aku juga mau ikut Bella ke kantin, kalau kamu mau ayo kita jalan sama-sama ke sana! "ajak senja yang tanpa sadar sudah mulai mengakrabkan diri dengan Angkasa dan membuat pria itu tersenyum bahagia ya Meskipun terlihat begitu samar.


" Ya sudah ayo Kebetulan aku juga ada niatan untuk pergi ke sana, "

__ADS_1


Apapun yang terjadi sebenarnya tidak ada sangkut bautnya dengan orang-orang di masa lalu mereka berdua hanya saja kejadian yang membuat jarak keduanya bakalan terasa begitu membentang sangat jauh, belum lagi kalau misalnya Senja mengetahui apa yang terjadi kepada Rembulan itu ada sangkut pautnya dengan Angkasa entah nantinya Bagaimana respon wanita itu ke depannya yang penting intinya Angkasa ingin menjalani hari-hari penting seperti ini tidak ingin memikirkan masalah kedepannya yang pastinya akan lebih rumit.


__ADS_2