SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Pergi


__ADS_3

Rembulan benar-benar sudah hilang menjadi debu bersama dengan mobil yang ia komudikan itu sudah menjadi sebuah rongsokan, ketika api mulai padam maka para petugas pemadam kebakaran dan juga petugas gabungan lainnya sudah mulai mengangkat bangkai mobil tersebut dan juga Memang benar di dalamnya ada tubuh manusia yang sudah dalam keadaan rusak total tidak bisa dikenali sama sekali.


Rembulan selalu memakai gelang berinisial namanya dan juga nama adik kembarnya di lengan kirinya kemudian sebuah kalung bertatahkan berlian yang tidak pernah IA lepas, sehingga tidak ada lagi opini yang mencoba untuk membantah kalau sebenarnya itu bukanlah dirinya melainkan orang lain yang kebetulan sedang bersamanya.


apalagi mereka sempat mencocokkan segala sesuatu data yang ada dan juga tim forensik sudah mulai bekerja dan akhirnya sebuah kenyataan pahit harus diterima oleh keluarga sky, Jika ditanya Siapa yang lebih Terpukul dengan keadaan ini Ya tentu saja senja yang terlihat begitu histeris ketika Kakak kembarnya itu sudah dimasukkan ke liang lahat karena memang tidak bisa disemayamkan lebih lama lagi.


Senjana bahkan harus pingsan berkali-kali hanya karena terkejut dengan apa yang ada serta benar-benar tidak menyangka jika semuanya ini harus terjadi kepada keluarganya. jika semua orang mengira bahwa ia biasa saja maka jawabannya tentu salah besar, karena sekarang terbukti dirinya benar-benar Terpukul dengan semuanya bahkan kalau mau menangis pun air matanya sudah habis rasanya.


Nirmala benar-benar tidak percaya kalau harus kehilangan cucunya yang sangat keras kepala dan juga susah sekali untuk diatur, hanya saja biarpun perangai Rembulan begitu buruk tetapi tetap dirinya menganggapnya sebagai cucu kandung terlepas dari mereka merupakan anak dari Bintang menantu yang tidak pernah ya Harapan.


"Astaga Leonardo dosa apa yang sudah kita lakukan sampai cucuku yang semudah itu harus pergi meninggalkan kita semua, Apakah ini merupakan balasan karena sikap kita yang tidak pernah mau menerima kehadiran mereka berdua selama bertahun lamanya? "tanya Nirmala lirih membuat Leonardo hanya bisa menatap sejenak ke arah Mamanya itu lalu kemudian hanya bisa menatap ke arah Pusara basah milik putrinya yang tentunya tidak akan pernah bisa ya lihat lagi.


Rembulan merupakan gadis yang kuat tidak pernah mengeluh meskipun di saat terakhir seperti begini bahkan bisa dibilang ia sepertinya tidak masalah kalau tidak mendapat perhatian tanpa, yang penting intinya keluarganya bisa selalu menyayangi Senja sampai kapanpun.


"Senjana, Ayo kita pulang! Nanti kita bakalan kembali lagi untuk berkunjung tetapi untuk sekarang Tolong jangan menyiksa diri kamu seperti ini, kamu lihatkan cuaca sedang tidak bersahabat kalau misalnya kita tetap berada di sini tidak menutup kemungkinan hanya ingin mencari Penyakit saja loh!" bujuk Bella yang benar-benar sangat merasa kasihan dengan kondisi psikisnya Senja yang terlihat begitu Terpukul.


"kamu kalau mau pulang ya sudah pulang saja karena aku masih mau ada di sini menjaga dia siapa tahu jangan sampai dia bakalan memanggil namaku, Aku tidak yakin dia bakalan pergi secepat ini tanpa mengucapkan kata-kata perpisahan tanpa memarahiku yang katanya terlalu cengeng! "sahut Senja dengan tatapan matanya yang terlihat begitu kosong.


Senjana Kehilangan Arah ketika tahu bahwa Kakak kembarnya yang sangat ia sayangi pergi begitu saja, tanpa ada yang namanya memberikan Pesan Terakhir atau sekedar menasehatinya agar Langkah apa yang harus diambilnya di dalam kehidupannya ini.


Bella benar-benar frustasi karena sahabatnya ini memang hari ini terlihat begitu keras kepala Tidak seperti biasanya, ya Meskipun terkadang kalau orang berduka itu Respon yang lain-lain tetapi ia tidak ingin kalau Senjana terlalu terpuruk dengan keadaannya saat ini.


"Tolong jangan pernah kamu melawan yang namanya takdir yang sudah diberikan oleh Tuhan, lebih baik kamu kirimkan saja doa kepadanya karena itulah yang diperlukannya sampai kapanpun untuk bekalnya menghadap kepada pencipta! kita manusia di dunia ini terkadang tidak tahu sama sekali apa yang akan terjadi kedepannya, jangan pernah mengeluh Jangan pernah putus asa Bukankah semua yang sudah terjadi itu sudah diatur? "tanya Bella yang tidak ingin kalau sahabatnya itu terlalu terpuruk dan alhasil kondisinya juga bakalan ikutan drop.

__ADS_1


Leonardo di sini memang benar-benar sedikit merasa cemas dengan keadaan putrinya ini, namun Ia juga tidak berani mendekat karena takutnya jangan sampai Respon yang diberikan Senja berlebihan karena mengingat kesalahan yang sudah ia lakukan sebenarnya sangat fatal.


"Maafkan Papa, senja! ini memang merupakan kesalahan papa karena mengabaikan keberadaan kalian berdua, hanya saja untuk sekarang tolong jangan membuat Papa benar-benar merasa bersalah karena tidak berguna sama sekali! "ujar Leonardo penuh permohonan berharap agar putrinya itu paham kalau ia hanya ingin mengakui semua kesalahan yang dilakukan mungkin dengan begitu senja bakalan merasa lebih nyaman dan juga tenang.


"papa itu adalah orang tua paling kejam dan juga jahat yang pernah aku ketemukan di dunia ini, Jangan pernah membicarakan tentang kakak lagi Bukankah selama ini papa bakalan senang kalau kami berdua mati? jika kematian Kakak ini hal yang tidak wajar maka aku bakalan mencari tahu semuanya, Tetapi kalau memang ini wajar Ya sudah aku bakalan belajar ikhlas! "setelah mengatakan hal itu Senja pun langsung berlari menuju ke mobilnya bila karena hari ini ia benar-benar tidak ada niatan untuk pulang ke rumah.


Leonardo hanya bisa menatap miris ke arah mobil Bella yang sudah semakin menjauh ternyata sesakit ini ketika diabaikan oleh orang terdekat, dirinya sangat ingat dulu ketika pertama kali sadar dari komanya dirinya bahkan tidak peduli dengan keberadaan Senjana dan juga Rembulan.


ketika mereka semua tidak sadar tentang keberadaan seorang pria yang dari tadi hanya menatap dari jauh dan sepertinya tidak ada niatan untuk mendekat, pria itu sebenarnya ingin datang dan menghibur senjana hanya saja ketika melihat Respon yang ditunjukkan oleh wanita itu terlalu berlebihan membuat dirinya mewaspadai hal tersebut.


Bagaimana tidak sebab dari semalam Senjana selalu saja mencurigai dirinya seolah-olah wanita itu memang punya bukti, jika sebenarnya kematian Rembulan itu karena ada sangkut pautnya dengan dirinya.


setelah memastikan Semua orang pergi dirinya pun mendekati ke arah gundukan tanah yang masih basah tersebut sambil menampilkan wajah yang tanpa ekspresi, sehingga orang-orang bingung mau menebaknya seperti apa antara sedang berduka atau pun terlihat biasa saja.


wanita yang memang dari awal bukanlah menjadi targetnya, karena fokus pria itu ya masih tertuju kepada adik dari wanita itu Namun ternyata sebelum ia bertindak sudah ada ikan yang memakan umpan Ya sudah mau tidak mau dia meladeninya saja soalnya kesempatan yang sudah datang seharusnya tidak boleh disia-siakan.


setelah puas menertawai tubuh tak bernyawa yang ada di dalam tanah tersebut kini giliran pria itu menunjukkan rasa belasungkawa terhadap keluarga dari mendiang Rembulan, orang yang datang berkunjung ke liang lahat yang masih basah itu adalah Angkasa yang entah apa ada dalam pikirannya sampai-sampai harus muncul di saat semua orang sudah pergi.


Angkasa bahkan terlihat seperti tidak berdosa sama sekali ketika menertawai Rembulan yang mungkin nantinya tidak akan bisa lagi menolong Senja, baik ketika wanita itu di-bully baik ketika wanita itu dipermainkan oleh orang-orang sekitarnya.


Senjana sepanjang jalan hanya terdiam bahkan tangisannya pun sepertinya sudah tidak ada lagi, bukan karena sudah tidak merasa berduka hanya saja air matanya enggan untuk turun mungkin karena terlalu dipakai berjam-jam lamanya.


Bella yang duduk di samping sahabatnya itu berkali-kali menatap ke samping ingin memastikan Apakah Senja baik-baik saja atau tidak, Karena Wanita itu sepertinya tubuhnya memang ada di tempat itu tetapi nyawanya seperti sedang melayang ke arah tempat lain dan hal itu yang membuat dirinya sangat merasa khawatir.

__ADS_1


"Senjana, aku tahu kamu sedang bersedih dan juga tidak menyangka jika ada kejadian seperti ini yang menimpa kamu, aku juga tahu kalau dia sangat berharga di dalam kehidupan kamu karena hanya dialah yang kamu punya dan juga mengerti dengan keadaan ini. Akan tapi hidup ini hanya sekali saja kalau misalnya hidupmu yang sudah terlibat ini kamu tambah persulit yang ada kamu sendiri yang bakalan kesusahan, jadi harapanku tolong jangan melakukan hal yang aneh-aneh yang akhirnya akan kamu sesali nantinya"bujuk Bella penuh permohonan Karena sekarang hanya di rumah yang bisa didengar oleh senjata bahkan untuk papanya pun terlihat wanita itu seperti enggan berbicara.


Senjana sebenarnya bukanlah tipe gadis yang pembangkang yang ingin agar perkataannya didengar oleh orang lain sedangkan kata-kata orang lain ingin diabaikan begitu saja hanya saja hari ini ia benar-benar merasa menjadi pribadi yang sangat egois karena cobaan yang datang bertubi-tubi seolah-olah tidak ada habisnya sama sekali.


"Kamu tahu kan kalau selama ini hanya dia yang aku punya Selain itu tidak ada sama sekali, punya Papa yang masih sehat segar dan juga bugar pun tidak menjamin Bakalan mendapatkan perhatian apalagi hanya Sebatang Kara seperti ini Percayalah aku hanya dianggap sebagai manusia bayangan saja tidak pantas untuk dihiraukan! "jelas Senja sambil tersenyum kecut karena orang-orang tidak pernah mengalami apa yang ia alami makanya respon mereka biasa saja Tetapi kalau misalnya mereka pernah mengalami seperti dirinya Percayalah respon mereka pasti bakalan begitu berlebihan.


Bella tidak ingin terlalu egois dan juga tidak terlalu ingin memaksakan kehendak agar didengar, akan tetapi harapannya sebenarnya tidak terlalu buruk-buruk amat hanya ingin didengar dan diakui serta mungkin bisa dipikirkan dengan begitu baik Apakah saran yang ia berikan itu salah atau tidak.


"terserah nantinya kamu bakalan beranggapan Seperti apa tetapi intinya hanya satu yaitu aku ingin yang terbaik untuk kamu bukan untuk diriku ataupun untuk orang lain, Jadi kalau misalnya kamu merasa tidak nyaman menjalani semua ini kamu harus ngomong jangan hanya diam saja karena Percayalah kalau kamu diam saja itu sama saja kamu menyulitkan diri sendiri ! "ujar Bella lalu memilih untuk bungkam soalnya kasihan juga sih sahabatnya itu kalau setiap saat hanya diajak untuk berdebat padahal sejatinya otak manusia itu diberikan kapasitas hanya untuk berpikir tidak sampai selebihnya soalnya pasti ada rasa capeknya juga.


Angkasa dari tadi hanya mengikuti mobilnya Bella dalam jarak yang lumayan jauh soalnya kalau terlalu dekat, Takutnya nanti kedua wanita itu pasti bakalan merasa cemas ketika tahu bahwa ada yang mengikuti mereka.


pria itu akan berusaha dengan caranya sendiri agar bisa mendapatkan perhatian dari wanita itu, karena memang targetnya dari awal yaitu Senjana hanya saja bersyukur karena Rembulan yang menyukainya terlebih dahulu makanya dia harus membereskan wanita itu Lalu setelah itu melangkah ke tahap yang selanjutnya.


Angkasa menghentikan mobilnya tepat ketika melihat Senjana juga sudah turun dari mobilnya Bella, terlihat wanita itu menatap terang ke arahnya karena Kok bisa tiba-tiba muncul tanpa ada angin ataupun hujan yang membawanya datang.


Senjana terlihat menghampiri Angkasa karena memang Wanita itu sangat tidak menyukai keberadaannya di sekitarnya baik secara Sengaja maupun tidak, karena terlihat semenjak kematiannya Rembulan maka di saat itu pula Senjana sudah mulai menjaga jarak dari pria itu karena memang dari awal Rembulan sangat tidak suka jika ia berhubungan dengannya.


"Apa yang kamu lakukan di sini? jangan bilang kalau memang dari awal kamu sudah menguntitku, kalau kamu mengakui bahwa kematian Kakakku ada satunya dengan kamu bisa ngomong sama kamu tetapi di balik jeruji besi! "sarkas Senja begitu kasar karena ia sangat tidak terima dengan kematian Rembulan.


Bella yang mendengar perkataan Senja yang sangat tidak masuk akal memilih untuk menyusul, dirinya merasa tidak enak hati kepada Angkasa karena bisa-bisanya sahabatnya itu menuduh pria tersebut yang menghabisi Rembulan.


"maafkan dia ya, karena mungkin dalam keadaan terpuruk makanya dia selalu mengada-ada! Percayalah setelah ini dia pasti bakalan berubah dan tidak akan mengulangi hal yang sama,hanya saja Tolong jangan Masukan ke dalam hati karena ini adalah yang terakhir baginya!"ujar Bella yang memang benar-benar merasa sangat bersalah kepada Angkasa karena mungkin pria itu datang menusuk ke sini untuk menyampaikan Bela sungkawa Tetapi malah disalah artikan.

__ADS_1


"aku baik-baik saja kok kamu jangan merasa khawatir, aku ke sini hanya ingin memastikan keadaan senja baik-baik saja dan tidak ingin dia lebih terpuruk lagi! "jelas Angkasa sambil memaksakan senyuman di wajahnya yang menurut Senja terlihat begitu palsu.


__ADS_2