
Angkasa sebenarnya tidak tega mengatakan semua ini tetapi mau bagaimana lagi takutnya nanti Marcel terlalu jauh mengekang Stella, dan alhasil wanita itu akan memberontak karena Biar bagaimanapun ia punya kekuatan sebab dirinya bukanlah anak kecil lagi yang hanya menurut tanpa bisa melakukan apapun.
soalnya Ketika seseorang sudah mulai merasa tidak nyaman dengan tempat tinggalnya Ya otomatis dia bakalan memberontak, sebab Biar bagaimanapun yang diinginkan dalam kehidupan hanyalah sebuah kenyamanan tidak lebih dari itu.
" apa sebaiknya kita Biarkan saja Mami bertemu dengan keluarganya, toh nantinya meskipun dia bersama dengan keluarganya kita tetap akan berkunjung kan? soalnya aku tidak tega ketika dia terlihat begitu frustasi dengan semua ini, ya kita bilangnya biasa saja tetapi Isi Hati siapapun kita tidak akan tahu soalnya pribadi masing-masing yang merasakannya?" tanya Angkasa berharap agar Marcel paham bahwa permintaan yang ia sampaikan itu semata hanya untuk Stella bukan untuk orang lain apalagi dirinya sendiri.
Marcel terlihat menatap tidak suka ke arah Angkasa sebab menurutnya sudah memberikan pernyataan yang sangat menjengkelkan, dirinya saja tadi menghindar tidak ingin mendengar permintaan dari Stella tetapi kenapa malah pemuda itu datang dan memberikan permintaan yang konyol seperti itu.
Dia tidak ingin satupun dari keluarganya yang patah semangat dan tidak ingin mempertahankan Stella lagi di rumah itu, yang dirinya inginkan semua orang membantunya meyakinkan wanita itu agar tidak pergi kemanapun.
" Jadi kamu mau supaya Stella itu kembali ke keluarganya dan kita tidak akan pernah bertemu dengannya lagi, karena bersama dengan kita saja rasa-rasanya dia ingin menjauh apalagi kalau sudah bersama dengan keluarganya yang ada itu kita bakalan dibuang? " tanya Marcel ingin mendengar kira-kira jawaban apa yang akan diberikan oleh Angkasa nantinya.
Angkasa tahu dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Marcel bahwa pria itu sebenarnya tidak akan pernah dan juga sedikitpun Tidak ada dalam pikirannya untuk memulangkan setelah kembali ke keluarganya, dan sebenarnya hal ini sangat tidak baik Takutnya nanti semakin ke sini kondisi psikisnya Stella bakalan terguncang karena stress memikirkan tentang keluarganya.
__ADS_1
" dari awal kita sebenarnya sudah salah dengan mengambil Ibu dari anaknya dan juga istri dari suaminya, kalau memang kita mengambil langkah yang benar pasti saat ini Mami sudah menerima keberadaan Papi dan tidak akan pernah minta untuk kembali! Percayalah jika kita tetap menekan ego bahwa Mami harus tetap berada di sini, suatu saat ketika dia menemukan celah maka kita tidak akan pernah bertemu dengannya lagi sampai kapanpun! lebih baik menyerahkannya secara baik-baik maka dengan begitu saat kita bertemu nanti dia tidak akan pernah membenci dan berpikir kalau selama ini Ternyata kita yang menghalang-halangi dia bertemu dengan keluarganya, daripada nanti kebohongan yang selama ini kita sembunyikan ternyata terbongkar dan dia akhirnya mengetahui kebenaran itu! " Angkasa sudah tidak tahan lagi ketika melihat setiap hari Stella harus menangis memikirkan anak dan suaminya tidak seperti dulu yang memikirkan tetapi tidak Sampai separah ini.
Marsel membuang nafasnya kasar karena jujur keputusan untuk memulangkan segala kepada keluarganya itu adalah keputusan yang paling terberat dalam hidupnya, lebih baik dirinya menjadi seorang penjahat atau mungkin lebih baik dirinya mati sekalian agar tidak melihat setelah bahagia bersama dengan suaminya.
terkesan egois memang karena sebenarnya tempat seorang istri yang di samping suaminya mau Bagaimanapun kita melarangnya, namun berbeda yang ada di dalam pikiran Marcel sebuah pria itu selalu beranggapan bahwa rumahnya Stella adalah ketika bersama dengannya dan tempat dirinya pulang adalah ketika di mana ada Stella.
" mau berapa banyak lagi nyawa yang harus kita lenyapkan agar Papi sama Mami bisa bersatu, mau berapa banyak lagi kebohongan yang harus kita simpan agar Mami tetap ada di sini? "Angkasa merasa bahwa hari ini harus dirinya berbicara tentang apa yang ada di dalam pikirannya Marcel kalau memang mereka berdua harus berkelahi Ya sudah tidak masalah yang penting intinya Stella harus baik-baik saja.
entah nanti bagaimana Respon yang ditunjukkan oleh wanita itu ketika tahu bahwa yang menghabisi nyawa Rembulan adalah dirinya yang dari jauh-jauh hari sudah merencanakan semuanya, Marcel tidak bisa membayangkan ketika Stella membencinya sampai mendarah daging Karena itu adalah sebuah hal yang sangat menyiksa..
" kita sudah sampai sejauh ini jadi kita tidak bisa meninggalkan begitu saja soalnya selangkah lagi semua orang yang dipikirkan oleh Stella selama ini akan pergi menjauh, yang Papi butuhkan adalah dukungan dari kamu agar semua rencana ini berjalan mulus ya terserah kamu mau ikut ambil bagian atau tidak yang penting Intinya kamu mau diajak kerjasama! " ujar Marcel yang tanpa ia ketahui bahwa sebenarnya dari tadi seseorang Tengah menguping pembicaraan mereka dengan begitu baik.
Angkasa memilih untuk tidak lagi membujuk Marcel karena sama saja pria itu tetap pada pendiriannya dan tidak berubah pikiran sama sekali, dirinya sebagai manusia biasa ya punya Batas kesabaran ketika orang-orang tersebut diajak kompromi Tetapi malah mengabaikan begitu saja lebih baik ia menghentikan semua itu.
__ADS_1
Marcel hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat Stella yang sudah memilih untuk keluar dari kamarnya, dirinya paham kalau sebenarnya Angkasa itu sangat menyayangi Stella hanya saja ketika melihat maminya itu frustasi pemuda itu merelakan untuk berpisah dengan Stella agar wanita itu selalu baik-baik saja.
" Papi itu tidak sekuat kamu yang mengatakan semua baik-baik saja tetapi ada beban pikiran yang sedang dipikul, Jika kamu sudah siap kehilangan Mami kamu itu artinya Papi Belum sama sekali! dia itu segalanya tidak akan pernah tergantikan posisinya sampai kapanpun tanda kumaha ya Meskipun terkesan egois tetapi inilah sebuah perasaan yang entah sampai kapan bakalan menghilang meskipun tidak pernah dihargai sama sekali." lirih Marcell yang hanya bisa meratapi keadaannya karena biar bagaimanapun Apapun yang terjadi kedepannya dirinya akan berusaha tetap mempertahankan Stella meskipun sikapnya itu membuat satu dunia menentangnya.
Stella ini sedang berbenah karena Biar bagaimanapun keputusannya sudah bulat dan tidak ada yang bisa merubahnya, dirinya memang tidak membawa banyak barang karena itu semua adalah kepunyaan yang Marcel! hanya saja ia membutuhkannya untuk sementara waktu karena dirinya tidak mempunyai apapun yang bisa dipakai ketika keluar dari rumah itu, perkara nanti dirinya bakalan ketahuan atau tidak itu biar urusan belakangan Yang pentingnya apa yang ia ingin kerjakan bisa terealisasikan saat itu juga.
Marcel yang mencemaskan keadaan Stella memilih untuk memastikannya secara langsung dan betapa terkejutnya ketika membuka pintu kamarnya Ternyata wanita itu sudah menyeret kopernya hendak pergi, kekuatan Marcel tiba-tiba hilang begitu saja sampai-sampai lidahnya pun terasa keluh untuk bertanya dan sekedar memastikan apa yang ingin dilakukan oleh Stella dengan koper tersebut.
" Kamu mau pergi ke mana dengan Kober itu, Sejak kapan kamu diizinkan pergi untuk keluar dari rumah ini? Kamu kan tahu selama ini sudah beribu kali aku bilang kalau rumah ini merupakan miliknya kamu dan otomatis kamu yang berhak tinggal di dalam sini bukan orang lain,, kalau misalnya kamu pergi yang menjadi Nyonya rumah di sini itu siapa karena hak itu ada sepenuhnya pada kamu kan? "tanya Marcel dengan suaranya yang bergetar karena apa yang ia ucapkan ini hanya ingin menutupi rasa keterkejutannya dan juga sakit hatinya ketika membayangkan kalau Stella benar-benar akan pergi.
" dari awal juga sudah kukatakan kepadamu berulang kali sampai bahkan Mulutku capek sendiri loh berbicara, kalau semua yang ada di hadapanku ini bukanlah milikku karena aku tidak punya hak sama sekali! aku juga tidak pernah merasa menjadi Nyonya rumah ini karena tempat aku pulang adalah di mana ketika ada anak dan juga suamiku menunggu, Seharusnya kamu paham itu dan juga berpikir dua kali untuk menahanku tetap ada di sini! " tegas Stella ya Meskipun terkesan sangat tidak tahu Terima kasih tetapi menurutnya Marcel itu sudah sangat keterlaluan selama ini maka dari itu jangan salahkan jika dirinya memilih melakukan hal ini dengan caranya.
Tentu saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh istilah itu membuat Marcel benar-benar tersembunyi emosinya, karena dari tadi dirinya sudah mencoba untuk sabar tetapi sepertinya wanita itu tetap ada pendiriannya ingin pergi dari situ sebab terbukti sudah menyeret koper dan hendak keluar.
__ADS_1