SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Merindukannya...


__ADS_3

Angkasa benar-benar merasa sendirian ketika berada di rumah sebesar itu soalnya para asisten rumah tangga setelah selesai melakukan pekerjaan mereka Langsung kembali ke belakang, soalnya Marcel sudah membangun sebuah rumah penginapan bagi mereka sehingga ketika beristirahat tidak berada satu rumah dengan majikannya dan kebetulan jaraknya sebenarnya lumayan jauh sih karena serumah yang saking besarnya itu di otomatis ketika akan menghubungi asisten rumah tangga harus melalui telepon.


Angkasa selama keluar dari rumah tahanan dirinya memilih untuk bertahan di dalam kamar Bahkan makanan pun disuruhnya asisten rumah tangga itu mengantarkannya ke dalam sana, bukan karena tidak sopan ataupun tidak menghargai kerja keras orang lain tetapi dirinya tidak ingin keluar rumah dan sampai di sana semuanya dalam keadaan sunyi.


pria itu bahkan sampai-sampai merasakan bahwa tenggorokan ininya tidak dapat menerima semua makanan soalnya sangat susah sekali untuk menelannya karena begitu sengsara menghadapi semuanya, dirinya terlihat begitu pasrah dengan semua keadaan namun balik lagi kesunyian ini yang paling membuat ia sangat merasa benci dengan semuanya dan belum lagi ketika apa yang diinginkannya benar-benar tidak didapatkannya sama sekali.


" Ya Tuhan kenapa keluargaku harus seperti ini dan juga kenapa harus mengalami begitu banyak kepahitan di dalam hidupku, dari kecil sudah ditinggalkan oleh orang tuaku dan dibuang tanpa kejelasan lalu ketika dipungut oleh orang kaya malah hasil akhirnya aku sendiri lagi, "gumam Angkasa monolog karena Percayalah hatinya begitu tidak nyaman dengan semua kejadian ini dan rasa-rasanya sangat tidak percaya kalau apa yang terjadi ini bisa membuat dirinya jadi kebingungan untuk menghadapi semuanya.


semua manusia tentu saja akan mengeluh ketika berada di posisinya Angkasa, di mana berada di rumah yang begitu besar namun sepertinya tidak ada kehidupan sama sekali dan hal itu sebenarnya mengganggu karena merasa tidak nyaman kemudian merasa seperti rumah itu ada hantunya karena Bayangkan saja tidak ada suara yang ditimbulkan sunyi senyap dan juga tenang hanya bersyukur karena semua lampunya dalam keadaan baik dan juga menyala dan juga di dapur ada aktivitas yang dilakukan oleh asisten rumah tangga Tetapi kan tidak sampai terlalu lama soalnya kan yang makan hanya dirinya sendiri.


Angkasa kali ini duduk di balkon kamarnya sambil menghisap rokok yang bisa mungkin membuat dirinya sedikit merasa nyaman, padahal sebenarnya benda itu selama ini tidak pernah disentuhnya sama sekali sebab nantinya akan berpengaruh pada kesehatan dan juga akan membuat kinerja tubuhnya sedikit menurun ketika tua nanti namun balik lagi Hanya itu yang bisa menenangkan pemikirannya untuk saat sekarang ini.


Angkasa menatap langit di atas sana dengan begitu banyak bintang yang bertaburan, Angkasa itu miliknya di mana ada bintang kemudian di mana ada Senja berada kemudian Rembulan semuanya menjadi satu tetapi tetap saja di sekarang dirinya sendirian'


Kalau boleh mengeluh ya saat ini ya bakalan mengeluh karena kalau misalnya diam saja orang-orang tidak akan pernah paham dengan apa yang ia rasakan, Tetapi mau mengeluh pun kepada siapa lagi soalnya dulu dirinya biasa datang ke rumah itu dan mengeluh kepada Bintang namun sekarang Wanita itu sudah kembali kepada keluarganya yang seharusnya Di mana tempat dirinya berada bukan di tengah antara dirinya dan juga Marcel.


" Aku akan melakukan apapun untuk membuat diriku sendiri Bahagia tidak perlu harus terpuruk terus-menerus seperti ini, jika bukan aku yang membuat merasa nyaman dan juga bahagia maka siapa lagi soalnya semua orang menjaga jarak denganku tetapi bersyukur karena Daffa dan juga Davin tidak meninggalkanku karena jika tidak maka bisa dipastikan aku benar-benar sendirian, "gumam Angkasa lagi namun tidak berselang lama dirinya merasa heran karena ada mobil yang begitu asing di pemandangannya masuk ke dalam pekarangan rumah.


Angkasa tidak pernah bertemu dengan orang pemilik mobil itu Dan juga mungkin tidak pernah dikenalnya juga, namun kalau misalnya mereka datang ke sini pasti ada keperluan maka dari itu tidak ada salahnya kan kalau iya mendekatinya kemudian memastikan sebenarnya siapa yang datang itu dan juga kenapa datang di jam seperti begini.

__ADS_1


" itu siapa yang datang ya? jangan-jangan merupakan kenalannya Papi dan sekarang ingin memastikan kalau sebenarnya tapi ada di mana dan juga kapan bebasnya, kalau memang seperti begitu sepertinya aku harus segera keluar kemudian menemui orang yang datang itu karena sungguh merasa penasaran sebenarnya siapa sih, "Angkasa selama satu minggu setelah keluar dari tahanan dirinya tidak pernah ditemui oleh siapapun jadi ketika ada yang datang ke rumah ini rasanya kan sangat penasaran dan juga keganjilannya begitu terlihat jelas.


pria itu segera keluar dari rumah tetapi sebelum itu menghubungi satpam dan juga memastikan sebenarnya maksud tujuan orang itu datang untuk apa, sebab dirinya sangat paham dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Marcel selama ini yang tidak pernah diketahui oleh siapapun.


" Pak, nanti sebentar ada mobil yang mau masuk ke dalam kalau bisa pastikan dulu ada tujuan apa datang ke tempat ini dan mau ketemu sama siapa ! kalau bisa tanya dulu semuanya dan kalau misalnya dia menjawab serta meyakinkan kemudian tanya juga namanya siapa, dan satu lagi setiap pergerakannya dipantau takutnya jangan sampai ada maksud terselubung ketika mereka datang ke tempat ini, "perintah Angkasa melalui sambungan telepon ke arah pos satpam yang kebetulan berada tepat di depan rumah itu.


Angkasa tidak ingin mengambil resiko dengan cara membiarkan orang asing masuk ke dalam kediaman mereka, apalagi selama ini dirinya tidak pernah menghandle satupun tamu Marsel yang datang maka dari itu untuk memastikan secara langsung ya caranya harus seperti begini tidak asal main mengijinkan orang seperti itu Takutnya jangan sampai mereka punya maksud yang tidak baik dan juga jangan sampai selama ini Papinya di luaran sana itu ternyata punya banyak musuh yang membuat dirinya ketika melakukan sesuatu itu sepertinya tidak bebas.


satpam tersebut langsung menanyakan apa maksud tujuan orang tersebut datang ke kediamannya Samudra, sebab Biar bagaimanapun perintah langsung dari Angkasa itu harus mutlak dilakukan jika tidak ingin nantinya mereka bakalan Kena masalah.


" Maaf Permisi tuan, Kalau boleh tahu apa maksud dan tujuannya datang ke tempat ini dan mau bertemu sama siapa? maaf jika sekarang protokolnya sangat berbeda daripada yang biasanya karena kami belum tahu apapun tujuan orang-orang datang ke tempat ini, dan satu lagi ini langsung perintah dari tuan muda dan kami tentunya tidak bisa melanggarnya begitu saja, "jelas satpam tersebut membuat orang yang berada di dalam mobil itu menganggukan kepala pertanda paham.


Angkasa hanya bisa menghela nafasnya kasar ketika tahu bahwa sebenarnya tamu itu adalah orang yang kenal dekat dengan Papinya, padahal seharusnya orang itu tahu kalau sekarang Marcel sedang tersandung masalah ya Otomatis tidak ada di rumah jadi kalau misalnya bertemu dengannya itu rasanya sangat tidak etis dan juga tidak masuk akal karena dirinya memang tidak tahu apapun.


"katakan saja kepada dia kalau saya tidak punya urusan apapun dengan siapapun saat ini dan juga tolong jangan mengganggu, Kalau memang ada keperluan yang sangat mendesak katakan saja nanti setelah saya merasa nyaman baru dia datang kembali setiap kalau tidak suruh saja dia pergi dari sini sekarang," perintah Angkasa secara langsung sebab menurutnya sangat tidak masuk akal Kalau misalnya orang-orang itu merupakan kliennya Marcel Tetapi malah memilih untuk bertemu dengannya di saat yang tidak tepat.


satpam tersebut langsung menyampaikan pesan yang diberikan oleh Angkasa membuat pria yang ada dalam mobil Ya jelas saja tidak terima, dirinya sudah capek-capek datang ke tempat ini untuk berbicara secara langsung Tetapi malah tidak dihormati dengan menyuruhnya pergi secara langsung itu sama saja dengan Angkasa mencoba untuk mencari perkara dengannya.


pria itu jelas saja tidak terima ketika anak masih bau kencur seperti Angkasa ini berani memberikan perintah kepadanya, seharusnya terima saja siapapun tamu yang datang Jangan sampai tamu itu sedang menyampaikan hal yang sangat penting.

__ADS_1


" katakan kepadanya kalau saya merupakan orang yang paling terpenting dalam kehidupan Marcel dan mungkin bisa membantu pria itu untuk lolos dari jerat hukum yang sekarang, kalau misalnya dia berani membantah maka hari ini juga saya bakalan membongkar pintu itu dan memaksa masuk ke dalam rumah! " tegas pria itu membuat satpam tersebut kebingungan harus melakukan apa karena dirinya juga benar-benar terkejut ketika ada tamu yang terkesan begitu memaksakan kehendak dan juga sepertinya tidak menghargai kemauan dari orang yang berada di dalam rumah itu.


satpam tersebut berada dalam posisi serba salah Tetapi malah tidak mau harus menghubungi Angkasa dan mengatakan semuanya lagi, membuat Angkasa memilih untuk keluar dari rumah sekarang juga dan tidak membiarkan orang yang tidak pernah ia kenal sebelumnya masuk ke dalam.


" Wah jadi kamu yang merupakan anak dari Marcel? Bagaimana selama setengah tahun menginap di sel tahanan kira-kira nyambung atau tidak, atau mungkin ada sipir yang begitu semok yang bisa kamu ajak kenalan?" ujar pria itu yang sepertinya sedang mengejek Angkasa tetapi dirinya memilih untuk merespon ya biasa saja sebab orang yang ada di depannya ini juga tidak dikenalnya sama sekali Jadi kalau misalnya merespon rasanya seperti mereka berdua itu kenal dekat.


Angkasa hanya bisa memasang tatapan datarnya sebab orang yang ada di hadapannya ini sepertinya tukang provokasi, masa iya obrolan basa-basi saja belum sudah langsung kepada pokok permasalahan membuat dirinya Ya tambah bingung lagi sebenarnya orang yang ada di hadapannya ini lawan atau kawan dari Papinya.


" ada keperluan apa ya datang ke sini? kalau memang datang kemudian hanya ingin mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal ya lebih baik pulang saja, karena saya tidak punya pekerjaan meladeni orang-orang yang seperti itu yang hanya bisa mencari perkara dengan orang lain, "Angkasa tidak peduli jika saat ini dirinya berbicara dengan orang yang lebih tua karena biasanya kalau orang yang lebih tua itu selalu merasa diri paling benar maka dari itu anak-anak zaman sekarang itu terkadang merasa emosi dan memilih untuk menghindar maksudnya untuk mencari aman dan bisa dibilang biar jangan dikatakan sebagai anak yang tidak tahu sopan santun.


pria tersebut hanya tertawa ketika mendengar pertanyaan yang to the point seperti itu, karena memang maksud dan tujuannya datang ke tempat ini hanya memantau pergerakan dari Marcel kira-kira mungkin sedang ingin melakukan pertemuan untuk membahas soal apa kira-kira Kapan pria itu bakalan bebas.


"ah kalau memang kamu tidak ada niatan menjawab Ya sudah, saya ganti pertanyaannya menjadi ke arah Papi kamu itu! Kira-kira Apakah Papi kamu itu betah ketika berada di sana atau mungkin dia sedang mengeluh ingin keluar dari tempat itu, karena sebagai anak saya yakin kamu pasti ada berniat untuk melakukan semuanya maksudnya biar sepadan dengan apa yang sudah dia berikan untuk kamu selama ini? "tanya pria itu memastikan membuat Angkasa mengerutkan keningnya soalnya ia merasa Aneh ketika sifat orang yang sombong dan juga ampuh seperti ini datang menawarkan bantuan kan sepertinya tidak masuk akal sama sekali.


Angkasa bukanlah anak kecil yang tidak paham apapun jadi ketika ada orang yang datang menawarkan ini dan itu ya Ia tinggal menerimanya dengan begitu saja tanpa berpikir lebih dahulu, sekarang dirinya sudah dewasa bisa mengambil keputusan dalam hidupnya dan juga bisa mengambil langkah yang terbaik tanpa harus bertindak secara gegabah dan berpikir lebih jauh lagi.


" sepertinya Anda datang ke sini hanya untuk mengatakan semuanya dan juga hanya ingin mengacaukan hari orang yang sedang baik-baik saja, memangnya pernah mendengar pernyataan dari kami kalau memerlukan bantuan karena keadaan Papi yang tidak baik-baik saja di sana? " sinis Angkasa membuat pria itu tertawa sambil menepuk pundaknya dan Hal itu membuat Angkasa benar-benar tersinggung.


" jaga kaki dan tangan anda itu dengan baik selagi masih utuh sebelum nantinya tidak bisa digunakan dan saya tidak akan menanggung jika hal itu terjadi, maka dari itu saya sarankan jangan terlalu kurang ajar dan sadar diri kalau misalnya saat ini anda berada di daerah kekuasaan saya. apapun yang terjadi kedepannya Saya tidak akan menanggungnya karena Bukankah anda sendiri yang mencari perkara lebih dahulu, maka dari itu sebelum kesabaran saya habis segera pergi dari tempat ini Sekarang juga tanpa banyak bicara lagi." Angkasa jelas saja tidak suka ketika ada orang yang sudah berani kurang ajar kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2