
"Kakak,tadi ditinggal sendirian? Padahal selama ini kan kalau mau pergi ke kampus pasti harus menungguku kan, sudah tahu gerakanku lelet Kenapa sih tidak sabaran jadi orang? " Senja bertanya hal tersebut kepada Rembulan tetapi sepertinya anak itu memang sedang tidak fokus dengan adik yang ada di hadapannya saat ini.
"Kamu Bisa minggir tidak? kamu itu sedang menghalangi pemandanganku yang begitu indah di belakang kamu sekarang, atau Bila perlu kamu pergi menjauh saja deh tidak usah mendekat kepadaku untuk hari ini soalnya aku ingin bebas tidak ingin kamu selalu menguntit hari-hariku? "tanya Rembulan dengan nada bicaranya begitu tidak bersahabat seolah-olah memang selama ini ia merasa risih dan juga sedikit resah ketika adiknya itu terlalu menempel kepadanya terus.
Senjana sebenarnya hari ini itu dia sedang merasa sedih soalnya tadi di rumah Papanya itu seperti Acuh saat berbicara dengannya, padahal ini adalah kesempatan mereka ngobrol berdua setelah bertahun-tahun tidak saling bicara akibat dari kondisi Leonardo yang bisa dibilang sudah seperti mayat hidup yang mau dibilang mati pun tidak tetapi mau dibilang hidup pun tidak soalnya Hanya seperti itu saja tidak bergerak sama sekali membuka matanya pun tidak.
Senjana Sempat berpikir mungkin bertemu dengan Rembulan membuat moodnya bakalan kembali bagus dan dengan begitu ia bakalan menjalani harinya dengan begitu antusias, tetapi sepertinya itu semua tidak benar-benar sesuai dengan harapannya karena terbukti sekarang Rembulan malah ingin menjaga jarak darinya.
"Memangnya pemandangan di kampus ini sudah mulai berubah Tidak seperti biasanya sampai-sampai kakak berpikir bahwa ini itu indah, aku sudah capek loh tiap hari melihatnya yang seperti itu itu saja tetapi Masa iya sih hari ini terlihat berbeda? "tanya Senjana yang begitu penasaran.
__ADS_1
Bulan merasa kesel ketika melihat adiknya itu yang malah celingukkan mencari sesuatu yang tidak jelas sampai akhir-akhirnya mau buat dirinya tidak bisa menatap ke Angkasa, padahal pria itu dari tadi sedang fokus ke arah mereka berdua membuat Rembulan benar-benar merasa kegeeran dan mengira jika dirinyalah yang sedang diperhatikan.
Bughhh
"kan tadi saya sudah bilang tidak usah dekat hari ini bisa tidak, Terus kenapa sih dari tadi harus nongol terus di hadapanku Padahal jelas-jelas di tempat lain itu sedang luas dan juga besar serta orangnya tidak ada sama sekali sehingga membuat kamu bisa bergerak bebas kan?"tanya Bulan yang memang benar-benar tidak suka jika setiap saat gerakannya itu harus selalu terganggu oleh kehadiran adik kembarnya itu dan bukannya sadar dia malah terlihat malas tahu dan juga seolah-olah tidak peduli dengan keluhannya.
Belum lagi Senja bertanya dengan perubahan sikap kakaknya tiba-tiba Angkasa sudah muncul dari belakang dan memberikan pertolongan kepada wanita itu, meskipun akhirnya Senja menepis kasar tangannya sebab menurutnya Apa yang dilakukan oleh Angkasa itu hanya akan mengganggu dirinya saja.
Sedangkan Rembulan memang benar-benar merasa gusar karena terlihat Angkasa malah memberikan perhatian kepada Senjana, padahal jelas-jelas dirinya yang ingin merebut perhatian dari pria itu kenapa malah kejadiannya seperti ini tidak sesuai dengan harapan.
__ADS_1
"eh Hai Bisa tidak jangan gangguin dia soalnya orangnya selalu ceroboh seperti itu, masa hanya Jalan doang di tanah rata seperti ini kok tiba-tiba jatuh? "bukannya menolong adiknya tetapi kali ini Rembulan Malah mencari perhatian dari angkasa entah nanti pria itu bakalan termakan oleh perhatiannya atau memilih untuk malas tahu.
"kamu pikir mata saya sudah tidak berfungsi dengan benar jadi tidak bisa membedakan mana yang jatuhnya disengaja dan mana yang tidak, Bukankah dia ini merupakan saudara kembar kamu ya Otomatis kalian harus saling menjaga dong bukan malah saling menjatuhkan seperti itu? "Sindir Angkasa lalu menarik tangan Senjana meskipun wanita itu menolaknya.
Rembulan tidak terima ketika melihat pria yang caranya itu malah lebih memilih Perhatian Kepada Senja, maka dari itu ia pun menarik tangan adiknya itu agar segera ikut dengannya tidak peduli dengan tatapan semua orang yang ada di situ.
"Aku juga sepertinya memerlukan bantuan, jadi Bisakah kamu membiarkan dia dibantu oleh orang lain saja? nanti kalau misalnya aku sudah sedikit membaik barulah kita mengecek keadaannya, Bukankah saranku ini lebih bagus daripada kamu bosan sendiri? "tawar Rembulan.
"kamu pikir sekarang aku tidak bisa mengurus diriku sendiri Jadi segala sesuatunya harus menumpang sama kamu, aku melihat Apapun yang kamu lakukan kepada dia tadi jadi jangan harap kamu bakalan bisa lolos kalau sampai macam-macam!"ancaman Angkasa karena biar bagaimanapun tadi yang dilakukan oleh Rembulan itu diperhatikannya dengan begitu seksama dan itu masuk di dalam unsur kesengajaan dan sesuatu yang disengaja itu harus diberi perhitungan agar besok lusa kapok dan tidak akan mengulangi hal yang sama.
__ADS_1
Rembulan memasang tatapannya yang begitu tidak suka ke arah Senja yang kini tanpa sadar tengah memegang kuat tangannya Angkasa, sebab perubahan sikap yang dilakukan oleh saudaranya itu membuat dirinya sedikit waspada apalagi kebiasaan dari dirinya yang selama ini tidak suka diberlakukan yang begitu tidak baik.