SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Nikmati Hidup


__ADS_3

Angkasa Hari ini adalah hari pertamanya untuk menginjakkan kaki di perusahaan milik Marcel Papinya, lebih tepatnya adalah orang tua angkatnya yang sudah rela menampung dan juga mengurusnya serta membiayai keperluannya sebab kalau tidak ya sampai sekarang entah bisa dipastikan dirinya jadi apa di jalanan sana saat tidak punya tempat tinggal tidak punya orang tua dan juga tidak punya apapun.


bangga akan hasil kerja orang tua ya jelas saja dirinya merasa bangga namun terselip ada rasa tidak pantas untuk menerima semua itu Karena kalau misalnya Marcel punya keluarga lain ya tentunya mungkin mereka lebih berhak dibandingkan dirinya, karena mereka punya pertalian darah sedangkan dirinya Apa itu pasti hanya karena akte kelahirannya saja yang menuliskan kalau Marcel itu merupakan Papa kandungnya padahal sebenarnya di dunia atau mereka itu tidak punya hubungan apapun.


kemarin malam asisten dari Marcel menyampaikan kalau ini semua langsung perintah dari Marcel jika pria itu menyuruh angkasa untuk mengurus segala sesuatu di perusahaan tanpa terkecuali, nanti kalau misalnya bingung harus bersikap Bagaimana ya tinggal mengabari kepada asistennya saja karena pria itu akan dengan siap membantunya 100% dan juga akan maksudnya tidak akan pernah tinggal diam jika sampai nantinya angkasa bakalan mengalami kesulitan di dalam pekerjaannya nanti karena Iya pria itu kan baru kali ini terjun ke dunia bisnis.


Angkasa menghembuskan nafasnya kasar berusaha untuk tetap tenang tidak terintimidasi oleh tatapan semua orang dan juga tidak percaya diri saat melihat semua wanita itu menatap takjub ke arahnya, entah Bagaimana kejadiannya Kalau sampai mereka tahu jika dirinya hanyalah anak angkat dan sewaktu-waktu bisa dibuang kapan saja.


Angkasa berusaha untuk tetap berwibawa dan bersikap tenang karena baginya apapun yang ada di hadapannya mau secantik apapun wanita Itu pilihannya hanya tetap satu yaitu kepada senja, berusaha mendapatkan senja saja perjuangannya sudah susahnya minta ampun Masa iya sekarang dirinya malah tergoda oleh wanita lain.


Senja adalah segalanya bagi pria itu meskipun sebenarnya hubungan mereka entah bisa lanjut atau tidak dirinya pun tidak bisa menebaknya dari awal soalnya semuanya terasa begitu tidak nyata yang ada di hadapannya, maka dari itu seperti begini pun rasanya sudah lebih dari cukup tidak usah meminta lebih yang penting masih diberi kehidupan Masih diberi nafas dengan begitu baik dan kalaupun menuntut sesuatu lagi ya sudah seperti orang yang tidak tahu diri sama sekali.


Angga yang hari ini datang untuk bertemu dengan anak dari majikannya itu yang memperkenalkan diri dan sebenarnya pasti angkasa sudah tahu kalau dirinya merupakan asisten langsung yang ditunjuk oleh Marcel untuk menemani selama angkasa di tempat ini, dan dirinya yakin pria yang berpendidikan S2 itu pasti bisa diandalkan kali ini karena mulai dari Tipe kemudian ke laga tubuhnya serta pengetahuannya selama ini bisa di yakinkan kalau Angkasa itu sebenarnya bisa diandalkan hanya saja sepertinya pria itu terlalu gengsi untuk menikmati hasil kerja keras orang lain.


" maaf tuan ruangan pemimpin perusahaan di sebelah sini, Silakan masuk kebetulan di dalam juga ada fasilitas yang lengkap Silakan dinikmati kalau ada keperluan apa tinggal menelepon saya karena ruangan saya berada di depan ruangan anda! " jelas Angga membuat Angkasa menghentikan langkah kakinya.


Angkasa jelas saja tidak ingin ditempatkan di dalam ruangan milik Papinya karena menurutnya sewaktu-waktu pasti Marcel bakalan kembali, dan dirinya tidak ingin merombak apapun di dalam sana karena intinya ia yakin seleranya dengan seleranya Marcel itu sangat berbeda tidak mungkin akan bisa disatukan karena terbukti jelas di dalam rumah dan juga di dalam kamar masing-masing yang menginginkan warna yang berbeda kemudian interior yang berbeda.


" Saya ingin ruangan yang berbeda dari miliknya Papi karena itu adalah miliknya Papi bukan miliknya saya, Lihatlah tempel nama di atas itu adalah Marcel Samudra bukan Angkasa samudra dan saya tidak mau nantinya Papi kembali bakalan direpotkan lagi dengan harus mengganti nama yang ada! "jelas Angkasa penuh penekanan membuat Angga hanya bisa menganggukan kepalanya karena Biar bagaimanapun dirinya harus menghubungi Marcel untuk mengkonfirmasi permintaan dari pemuda itu.

__ADS_1


" Baiklah Tuan nanti saya akan mencoba untuk mengkonfirmasi tukang yang bekerja di perusahaan ini agar nantinya akan merombak ruangan di sebelah agar bisa dijadikan untuk ruangan anda, tetapi untuk hari ini tolong sementara anda tempati dulu ruangan itu nanti mereka akan bergerak dengan cepat dan juga menyelesaikannya tepat waktu! "jelas Angga yang tidak mungkin dong mengatakan jika dirinya tidak bisa memberikan keputusan jika belum Mendengar secara langsung dari Marcel.


Angkasa sebenarnya tahu apa isi pikiran dari asisten Papanya itu maka dari itu sekarang dirinya langsung menghentikannya mencoba untuk menyuruhnya langsung bekerja tidak perlu harus menunggu keputusan dari Marcel, kalau misalnya harus menunggu keputusan dari Marcel Ya sudah tidak masalah tetapi intinya dirinya tidak akan pernah mau menjabat sebagai pemimpin di tempat itu.


" Saya harap kamu jangan sampai menunggu keputusan dari Papi keluar karena kalau sampai keputusan itu baru keluar besok atau lusa maka saya juga akan bekerja di hari itu, karena kamu kan segala sesuatu mengandalkan perintah dari Papi Ya sudah yang jadi pemimpinnya suruh dia ke sini Sekalian agar memerintah kamu supaya Nantinya saya tidak capek mau memberi perintah kepada orang yang tidak menghargai posisi saya."Angkasa bukan ingin serakah dan juga bukan ingin dihargai terus-menerus hanya saja terkadang dirinya juga harus keras kepala Soalnya orang-orang ini terlalu bergerak lambat dan alhasil Lihatlah ketika dirinya sampai di perusahaan semua karyawan itu terlihat berbicara di jam kerja kemudian responnya begitu santai sampai-sampai saat mereka datang pun seolah-olah tidak tahu sama sekali Jika dirinya merupakan pemimpin di tempat itu.


Marcel memang selama ini tidak pernah mengenalkan dirinya karena ketika pria itu membujuknya untuk datang ke perusahaan selalu saja ditolak oleh Angkasa, karena dirinya selalu beralasan punya kesibukan lain di luar rumah Jadi tidak bisa datang ke perusahaan nanti kapan-kapan saja namun Lihatlah sekarang mau tidak mau tanpa dampingan dari Marcel ia sendiri harus datang ke perusahaan itu dan hasil akhir semua orang tidak mengenali dirinya.


kecewa tentu saja itulah yang dirasakan oleh Angkasa, di saat Papinya mempercayakan perusahaan kepada para karyawannya ternyata mereka malah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan itu dan akhirnya Ya seperti begini pekerjaan jadi terbengkalai klien yang datang merasa kecewa karena merasa tidak dihargai dan juga kinerja para karyawan yang semakin ke sini semakin menurun padahal gaji tiap bulan selalu jalan dan ketika dibayar terlambat Pasti ngamuk.


Angkasa berharap bahwa Angga akan melakukan seperti yang diperintahkan olehnya karena biar bagaimanapun tanggung ketika sudah sampai di sini lalu pulang dengan tanpa bekerja sedikitpun, dirinya hanya ingin membuat perusahaan Marcel tetap berdiri dengan kokoh tetap jaya Dan intinya tetap diperhitungkan di dunia perbisnisan sebab Ia sangat paham ketika Papinya itu sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuat perusahaan ini tetap baik-baik saja meskipun sekarang bisa dibilang pria itu hanya bisa memantau semuanya lewat jeruji besi dan tidak bisa bertindak secara langsung.


marcel itu merupakan manusia yang sangat ambisius yang tidak akan pernah menerima yang namanya kekalahan apalagi sampai hasil akhir membuat dirinya tergeser dari posisinya, sebab perusahaan ini sudah disiapkannya untuk angkasa dari jauh-jauh hari karena ia tidak ingin anaknya itu mengalami masa depan yang buruk masa depan yang tidak ada bagusnya sama sekali dan juga masa depan yang hanya akan membuat kehidupan mereka menjadi tidak stabil.


Angkasa adalah anak satu-satunya miliknya meskipun bukan darah dagingnya tetapi intinya pria itu tidak ingin anak yang menyandang nama samudra di belakangnya itu hidup susah, maka dari itu meskipun nantinya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dia tidak masalah yang penting intinya anaknya itu bisa memperjuangkan apa yang sudah diperjuangkannya dari awal.


angga tentu saja langsung melaksanakan seperti yang diperintahkan oleh Angkasa tadi, sebab Biar bagaimanapun perintah dari pria itu merupakan suatu hal yang mutlak yang harusnya dilakukan olehnya tanpa bisa dibantah lagi dan juga bisa dibilang Ini semua adalah sebuah keharusan karena Marcel sudah memberikan perintah kepadanya agar mengikuti semua yang diinginkan oleh anaknya.


"nanti tolong kumpul semua orang di aula perusahaan ini karena aku ingin berbicara dengan mereka secara langsung, dan juga ingin mengubah Sikap mereka yang sangat membuat perusahaan ini dirugikan karena kalau ada pemimpin mereka bakalan baik sedangkan tidak ada pemimpin mereka berbuat seolah-olah ini merupakan rumah untuk ajang saling pamer dan juga saling gosip!" perintah Angkasa tegas karena dirinya sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kelakuan para karyawan yang bekerja di tempat itu.

__ADS_1


Angga hanya bisa menganggukkan kepala karena memang dari awal dirinya sudah mewaspadai ini tetapi satu orang pun tidak ada yang peduli, membuat dirinya selama beberapa bulan terakhir ini sudah banyak memecat para karyawan yang menurutnya sangat tidak kompeten dan hanya ingin gajinya saja tetapi pekerjaannya dibiarkan terbengkalai begitu saja serta mungkin datang hanya nongol doang kemudian mengisi daftar hadir Lalu setelah itu pulang.


" Marisa tolong buat pengumuman untuk semua karyawan pergi berkumpul di aula karena pemimpin baru ingin berbicara dengan kalian semua, dan satu lagi sekarang juga kamu lakukan atau kamu bakalan sama seperti pegawai-pegawai yang lain yang sangat susah diatur itu! "perintah Angga lalu memilih untuk kembali membuat Marissa membulatkan matanya sempurna karena dari tadi perasaan ia berada di tempat itu tidak melihat sosok yang katanya sebagai pemimpin baru soalnya semua orang itu penampilannya sama saja tidak ada yang berubah.


Andini yang kebetulan baru kembali dari luar membeli sarapan untuk dirinya merasa heran saat melihat wajah Marisa yang begitu pucat, padahal biasanya wanita itu selalu tampil all out Entah kenapa hari ini terasa begitu berbeda dan juga sepertinya Tengah mewaspadai sesuatu.


" Kamu kenapa wajahnya seperti itu, memangnya ada hal penting yang terjadi sampai membuat sikap kamu berubah seperti ini? " tanya Andini penasaran karena tidak biasanya wanita itu bersikap seperti itu dan juga bisa dibilang sepertinya ada sesuatu hal yang penting yang sedang disembunyikan olehnya.


marisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya mereka sedang terlibat dalam sebuah masalah yang besar kalau misalnya pemimpin baru perusahaan itu sikapnya sama seperti Marcel yang tegas dan juga Arogan, karena memang dari tadi itu dirinya merasa kalau semua karyawan di sini bersikap santai saja seolah-olah mereka datang di sini bukan untuk bekerja.


"kamu tolong bunyikan alarm pengumuman katakan kepada semuanya untuk berkumpul di aula perusahaan karena pemimpin baru ingin berbicara dengan kita semua, tidak ada yang boleh terlambat karena yang terlambat itu maka dia adalah orang pertama yang bakalan dipecat dari perusahaan ini! "Andini membulatkan matanya sempurna saat mendengar penjelasan yang diberikan oleh Marissa namun memilih langsung mengerjakannya begitu saja sebab sepertinya mereka sedikit harus waspada kali ini karena takutnya jangan sampai apa yang ditakutkan selama ini bakalan benar-benar terjadi.


" Waduh Apakah posisi kita bakalan baik-baik saja atau gimana ya soalnya kalau misalnya pemimpin baru itu sifatnya kayak Pak Marcel berarti kita dalam bahaya, Lagian Kenapa tidak diberitahukan sih kalau misalnya ada pemimpin baru yang bakalan datang ke perusahaan ini supaya Maksudnya kita lebih mewaspada begitu? "omel Andini namun tetap saja melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Marissa tadi Takutnya nanti kalau misalnya terlambat sedikit lagi maka posisi mereka bakalan benar-benar terancam dan juga bisa dipastikan jika mereka terlibat dalam sebuah masalah besar dan hasil akhir akan menjadi pengangguran di luar sana.


apalagi perusahaan Marcel itu bisa dibilang perusahaan besar jadi kalau misalnya mereka dipecat secara tidak hormat otomatis masuk dalam daftar blacklist, maka dari itu saat mereka mendaftar di perusahaan manapun akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan lagi soalnya nama mereka sudah termasuk dalam di ajaran orang yang tidak pantas untuk diterima bekerja.


marisa menghela nafasnya kasar saat melihat Angga kembali dan dirinya tahu pasti ada sebuah pemberitahuan yang besar yang harus mereka lakukan saat itu juga, apalagi tatapan Angga kali ini benar-benar sangat menyebalkan membuat wanita itu sedikit waspada jangan sampai benar-benar dirinya terlibat dalam sebuah masalah yang sangat tidak bisa lagi untuk dimaafkan.


"lain kali daftar nama para karyawan yang datang terlambat ke kantor ini bukan hanya kamu duduk di tempat itu kemudian mempercantik diri kamu yang dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan sama sekali, pemimpin kali ini lebih ngeri dibandingkan dengan Pak Marcel jadi jangan menyesal kalau kamu bakalan mungkin hari ini dipecat pertama! "jelas Angga yang sebenarnya bukan untuk menakuti Tetapi hanya untuk membuat wanita itu sedikit Waspada.

__ADS_1


__ADS_2