SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
02


__ADS_3

jika waktu dapat aku hentikan, maka akan ku hentikan saat kamu memeluk erat tubuhku -Rembulan


prov rembulan


malam ini kenapa tidak ada satu pun bintang yang menemani rembulan.. kenapa aku merasa mereka semua meninggalkan rembulan itu. sejak pagi sampai malam seperti ini hatiku merasa resah, bukan karna mami tidak menjenguk hari ini hanya saja aku merada akan ada kejadian besar hari ini.


kalian tau! dahulu aku merasakan hal ini ketika sahabatku senja memutuskan pergi dari hidupku. rasanya aneh saat itu bahkan aku tidak pernah mengucapkan kalimat perpisahan padanya.. karna aku yakin kelak aku akan bertemu dengannya lagi.


6 tahun bukan waktu yang sebentar, jika di bilang rindu maka aku terlalu gengsi mengatakannya. tapi jika di pendam dada ini terasa sesak.. aku merasakan kesepian selama ini, tidak ada lagi yang bisa membuatku tertawa, menangis, berteriak karna sosok itu pergi dan belum kembali.


semoga pertanda kesepian rembulan di langit, tidak akan terjadi padaku saat ini karena sendiri itu tidak enak.



Shania Gracia -Rembulan


aku sangat bosan, sepertinya berjalan-jalan keluar bukan hal yang di larang bukan. sepertinya dokter dan suster sedang tidak berjaga maka ini kesempatanku untuk pergi keluar.


prov author

__ADS_1


rembulan dengan diam-diam pergi dari ruang rawatnya dengan membawa botol infusnya. saat rembulan pergi dia harus berusaha mengumpat dengan suster yang berjaga..


"oh astaga kenapa malam ini banyak sekali suster yang berjaga"rembulan melangkah pergi dengan mengendap-ngendap


"kau mau kemana? "tanya suster mengejutkan rembulan


rembulan berbalik dan melihat suster, rembulan hanya bisa nyengir"ehhhh suster.. ini sus tadi, kamar mandi di kamarku rusak jadi aku keluar untuk ke kamar mandi"


suster memandang curiga rembulan"kau sedang tidak membohongi aku.. "


rembulan menggeleng"noooo.. mana mungkin aku berbohong, sudah ya sus kebelet"rembulan pergi dengan tergesa


suster menatap bingung pasiennya yang satu ini, hampir semua suster mengenal rembulan karna rembulan sering sekali kerumah sakit ini untuk berobat..


di taman belakang rumah sakit rembulan yang memiliki kesempatan kambur akhirnya sudah sampai ketempat tujuan..


"huhhh.. udah kaya maling aja, kabur-kabur huhh hahhh capeee juga lari-lari"rembulan ngos-ngosan dan menekuk tubuhnya dan memegang lututnya, posisinya seperti orang sedang ruku..


"kamu tidak berubah rembulan"

__ADS_1


rembulan melihat sepasang kaki di hadapannya dan sepertinya dia mengenal suara itu.. suara yang tidak pernah dia dengar selama ini.


perlahan rembulan menegakan tubuhnya dan perlahan rembulan memberanikan diri menatap orang yang di hadapannya..


DEGGG


jantung rembulan terhentak ketika mata mereka bertemu, air mata tak terasa jatuh mengalir..


"bulan apa kau tak akan memelukku untuk mrnyambutku"


rembulan menggeleng dengan langkah mundurnya"hiks.. kau.. hiks.. "


kalian benar klau kalian menebak jika pria itu adalah senja. senja kini ada di hadapan rembulan.. senja melihat rembulan yang seorang diri"kamu masih meyakini jika rembulan di langit sendiri maka kamu akan sendirian"tanya senja


rembulan tak menjawab dia masih syok dengan apa yang dia lihat, senja memaklumi keterkejutan rembulan"bulan.. kamu lupa pada ucapanku, meskipun rembulan di langit tidak ada yang menemani namun rembulan lupa jika senja tidak akan meninggalkannya.. meski tak terlihat senja tetap berada bersamanya dengan tertutup sinarnya yang indah"


rembulan melihat senja lebih dalam"kamu kembali senja"


senja pun menarik rembulan pada pelukannya"aku tidak pernah pergi kemana pun.. karna senja tidak akan meninggalkan rembulan sendirian"senja mengeratkan pelukannya

__ADS_1


rembulan terisak dalam pelukan dan senja merasakan hal tersebut. kepergiannya mungkin menyakiti hatinya tapi kedatangannya akan mengobati semua luka yang telah di torehkan..


yang suka jangan lupa vote dan coment


__ADS_2