
Angkasa kali ini tidak masalah jika membantah apa yang dikatakan oleh Marcel tadi yaitu memaksanya untuk segera pergi dari tempat itu, karena menurutnya setiap perbuatan di dunia ini pasti ada konsekuensi yang harus ditanggung maka dari itu ia tidak mau menjadi seorang yang pengecut dengan berlari dari tanggung jawab.
marcel dari awal sebenarnya menolak kalau sampai apa yang mereka lakukan ketahuan dan akhirnya membuat mereka dikucilkan dan lebih parahnya lagi akan masuk dalam penjara, maka dari itu ia berusaha agar bisa meyakinkan Angkasa supaya mau ikut dengannya pergi dari kota itu untuk sementara waktu sampai semua masalah ini beres barulah mereka kembali.
" Jadi ceritanya kamu memang tidak mau ikut dengan Papi keluar sementara dari kota ini ya bukan selamanya sih Tetapi hanya untuk sementara waktu sampai semua isu jadi mereda, karena sebenarnya lawan kita itu bukan hanya satu melainkan teman-teman Leonardo di bagian bisnis benar-benar ingin menyerang kita tanpa ampun? " tanya Marcel memastikan jangan sampai pria itu mau berubah pikiran.
Angkasa tetap menggelengkan kepalanya karena dirinya memang tidak akan pernah berubah pikiran, bukan karena ingin menjadi seseorang yang katanya jagoan karena mau menerima semua konsekuensinya hanya saja ada hati yang harus dia perbaiki dan ada hati yang harus dia jaga entah nanti bagaimana responnya ketika tahu semua kejahatan yang pernah ia lakukan.
" Aku tahu ini bukanlah sebuah perkara yang mudah ketika mempertahankan sesuatu yang sebenarnya harusnya biasa saja untuk dilakukan , Semua orang pasti akan berada di posisi ini dan dituntut untuk bisa sadar diri dan akhirnya mengakui kesalahan bukan malah lari dari kenyataan! Aku harap Papi mau mengakui semua kesalahan Karena biar bagaimanapun menahan Mami Stella selama 15 tahun di rumah tanpa membiarkan dia pergi bertemu dengan keluarganya itu juga merupakan sebuah kejahatan, dan aku tidak ingin ketika mami Stella malam merasa trauma ketika bertemu dengan kita nantinya! " bujuk Angkasa berharap agar Marcel paham.
Marcel mengepalkan tangannya menahan emosi ketika menurutnya anak sekecil Angkasa itu sebenarnya tidak pantas untuk menasehati dirinya seperti itu, harusnya sadar kalau sebenarnya Marcel melakukan semua itu karena tidak ingin kehilangan wanita itu sama seperti yang dilakukan oleh Angkasa saat ini yaitu memilih bertahan daripada lari untuk menyelamatkan diri.
" Papi melakukan semua ini karena memiliki tanggung jawab untuk memastikan kamu dalam keadaan baik-baik saja, kalau misalnya Papi tidak memikirkan kamu yang untuk apa capek-capek datang ke sini jika hasil akhirnya tidak dihargai sama sekali dan juga diperlakukan layaknya orang asing? " tanya Marcel berharap agar memang Angkasa itu berubah pikiran.
Angkasa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena biar bagaimanapun dirinya akan tetap pada pemikiran yang sama yaitu tidak akan pernah pergi kemanapun sampai kapanpun dan juga memilih untuk menghadapi masalah ini, toh kalau misalnya dirinya mau berlari pun tetap pasti akan ditemukan dan nantinya orang-orang pasti akan mengatakan hal yang tidak beda kepadanya serta mungkin nantinya membuat Senjana bakal semakin membenci dirinya.
" ya sudah kalau memang kamu tidak mau tidak masalah yang penting intinya Papi sudah datang dan memastikan kepada kamu secara langsung, tinggal terletak nanti bagaimana kamu mau melakukan semua ini tanpa harus dibilang dua kali , "pamit Marcel.
Angkasa menatap sendu ke arah bahu pria yang selama ini sudah membesarkannya yang semakin menjauh, terlihat guratan kekecewaan di wajahnya Marcel namun pria itu tidak ingin memaksakan kehendak agar dirinya sepemikiran dan juga mau melakukan apa yang diinginkan olehnya.
" Maafkan aku papi, tetapi aku akan menerima semua konsekuensi yang ada dan tidak akan pernah berlari meninggalkan masalah!Senja pasti akan merasa kecewa dengan yang kulakukan ini maka dari itu aku harus bisa meminta maaf kepadanya secara langsung, dekat dengannya merupakan semua keinginanku selama ini karena aku selama hidupku tidak pernah mendapatkan yang namanya rasa cinta ," lirih Angkasa lalu memilih untuk kembali ke kediamannya Marcel.
__ADS_1
sudah siap semuanya dan akhirnya memilih meninggalkan kota itu sementara waktu untuk menuju ke pulau pribadi miliknya yang selama ini tidak pernah diketahui oleh orang luar, tempat itu merupakan suatu tempat yang sangat terpencil namun memiliki fasilitas yang memadai karena ini semua sudah dipersiapkan oleh Marcel dari jauh-jauh hari.
pria itu ingin memantau keadaan di sini secara langsung supaya mungkin ketika Leonardo dan yang lainnya berperang dirinya sudah bisa mewaspadainya dari awal, ya Meskipun terkesan sebagai seorang pria pengecut tetapi intinya ini semua demi kebaikannya sebab Ia tidak mau melihat wajah Stella yang mungkin akan membencinya.
"Stella, aku yakin kamu pasti Tengah berbahagia sekarang karena menemukan orang yang selama ini kamu tunggu dalam hidupmu! Berharap kita akan selalu dapat bertemu dan juga membina hubungan layaknya pasangan yang saling berbahagia, tidak ada yang namanya perpisahan tidak ada yang namanya orang lain di dalam kehidupan kita ," jelas Marcel dalam hati lalu Segera menaiki chat pribadinya yang akan membawanya pergi dari tempat itu meskipun ada rasa khawatir ketika sadar kalau sebenarnya Angkasa tidak ikut bersamanya dan memilih untuk tetap tinggal di dalam rumah.
malam ini Angkasa lalui dengan sendirian tanpa ada teman berdebat tanpa ada orang yang disegani di seluruh rumah, membuat dirinya benar-benar merasa merindukan sosok yang sangat tegas dan juga ketika diajak berbicara seperlunya saja dan juga yang sangat terlalu posesif dengan Stella.
" Papi dan juga Mami, Percayalah kalau saat ini aku sangat merindukan kalian! Bisakah kita berkumpul seperti dulu lagi tetapi menjadi keluarga yang utuh tidak tercerai beraikan seperti saat ini karena rasanya sungguh sangat membuat aku merasa sesak,maafkan aku jika selama ini tidak bisa membuat kalian bangga dan akhirnya keluarga kita hanya tinggal kenangan tidak pernah terbentuk dari awal, "ujar Angkasa yang mulai meminum obat Tidurnya yang sudah ia konsumsi selama beberapa bulan belakangan ini.
Angkasa terpaksa mengkonsumsi obat tidur itu akibat dilanda kecemasan ketika memikirkan apa yang sudah ia lakukan kepada Rembulan dulu, dan lebih parahnya lagi sekarang kembaran dari Gadis itu merupakan kekasih hatinya yang pastinya akan kecewa ketika tahu kebenaran yang terkuak.
"" jangan menangis apalagi lari dari kenyataan mencoba untuk melupakan semua yang sudah kamu lakukan dalam hidup kamu itu, Apapun Yang Terjadi Kamu harus menghadapinya Jangan berlari seperti itu hanya karena tidak ingin disalahkan dan juga inginnya agar tidak mendapatkan hukuman atas apa yang kamu lakukan! kami akan selalu memahami kamu sebab jika berada di posisi itu kami pun akan melakukan hal yang sama, tetapi tolong akui semuanya dan jangan memperumit keadaan biar Rembulan bisa tenang di tempat sana Dan juga tidak merasa penasaran kira-kira Siapa yang sudah berani menyakitinya sampai membuat dia terpisah dari keluarganya? "Senja begitu berharap di dalam alam bawah sadarnya angkasa jika pria itu akan mengakui semuanya .
Angkasa berusaha menggapai wajah wanita itu tetapi sepertinya tidak bisa sama sekali karena Senja semakin menjauh, setelah mengatakan semuanya wanita itu sepertinya memilih untuk pergi dan tinggal melihat kira-kira Angkasa bakalan melakukan seperti yang ia katakan atau tidak.
"Senja aku janji bakalan mengatakan semuanya tetapi aku mohon ketika aku mengatakannya kamu tolong memahami Posisiku seperti apa, Aku ingin kamu yang menghukumku jangan orang lain atau siapapun itu yang selama ini tidak ada sangkut paut dalam kehidupanku ,"Angkasa benar-benar ingin sekali pergi menemui wanitanya itu malam ini juga Namun sepertinya waktu sudah tidak memungkinkan dan juga senja saat ini tinggal dengan kedua orang tuanya bukan dengan Bella atau siapapun yang membuat dirinya bisa bebas menemui wanita itu Kapan saja.
Jimmy sedang berusaha Bertahan sambil menunggu waktu yang tepat agar Bagaimana caranya supaya dirinya bisa mengatakan hal ini sebelum besok pagi Senja pergi ke kampusnya dan bertemu dengan Angkasa di sana, pria itu sudah tidak sabar ingin melihat respon wanita itu ketika tahu bahwa pria yang selama ini dirinya percaya dan yang berada di dekatnya ternyata mempunyai niat dan tidak baik.
" Aku ingin melihat kira-kira responmu Seperti apa Angkasa Samudra ketika tahu bahwa kebohonganmu akan segera terbongkar sebentar lagi, apapun kejahatan yang dilakukan di dunia ini akan ada konsekuensi yang bakalan ditanggung entah sadar atau tidak tetapi itulah hukum alam! Sudah Cukup selama ini mempermainkan senja dan juga orang tuanya karena sebentar lagi permainan kamu akan berakhir oleh ulah kamu sendiri! " batin Jimmy yang begitu merasa bahagia karena menurutnya jika sudah membongkar kebusukannya angkasa pastinya akan membuat Senja berpikir dua kali untuk berhubungan dengan pria itu secara wanita itu bukanlah anak kecil yang tidak paham dengan apapun yang bakalan terjadi nantinya di dalam kehidupannya
__ADS_1
Senja malam ini tidak bisa tidur dengan tenang sampai-sampai dirinya berpikir mungkin ini efek dari apa yang baru saja dirinya alami beberapa saat lalu bersama dengan Angkasa, ya Meskipun terkesan sangat berlebihan tetapi inilah yang ada dalam pikirannya dan juga bisa jujur ini merupakan hal pertama selama dirinya hidup ketika menghadapi hal-hal seperti ini.
Bella yang menyadari kegelisahan Senja langsung bangun dan menetaphiran ke arah sahabatnya itu padahal biasanya di jalan seperti ini Senja sudah tidak sadarkan diri sama sekali, bahkan kalau tsunami datang belum wanita itu mungkin bisa dibilang mati yang paling pertama saking tidur setengah matinya itu.
" Aku perhatikan kamu dari tadi gelisah terus, memangnya ada apa sih yang jadi pikiran kamu? Jangan bilang ini semua karena saking memikirkan Bagaimana caranya Besok bertemu dengan Angkasa secepat mungkin, karena kamu saking lebaynya dan juga akibatnya sampai lupa berpikir positif dan juga berpikir secara rasional? tanya Bella penasaran membuat Senja kesal.
Senja tidak pernah berpikir ke arah sana tetapi hanya saja Entah mengapa perasaannya merasa sangat tidak nyaman seolah-olah matanya juga tidak bisa tertutup, Padahal tadi ketika belum dapat restoran yang ingin sekali beristirahat dan mungkin bisa tidur dengan nyaman malam ini tanpa ada beberapa pikiran bahwa hanya sedikit saja.
" kamu kalau ngomong masuk akal sedikit dong masa iya mencurigai teman sendiri seperti itu, Memangnya tampak di mata aku kalau saat ini tengah memikirkan orang lain sampai-sampai kamu curigaan seperti itu? " omel senja tidak terima ketika dicurigai oleh sahabatnya sendiri seperti begitu rasanya sungguh sangat tidak menyenangkan.
" Ya habisnya tinggal kamu tuh lebay sekali loh seolah-olah ada beban pikiran yang sedang kamu pikul dan itu tuh berat sekali sampai-sampai membuat kamu jadi bingung harus seperti apa, kalau memang tidak ada yang terlalu dipikirkan ya sudah biarkan saja seperti ini jangan malah merugikan diri sendiri tanda kumat " ujar Bella membuat senja kesal karena sahabatnya itu pintar sekali mencari perkara dengan dirinya.
" kamu Ih kalau ngomong suka keterlaluan deh padahal aku kan hanya bilang sedang memikirkan sesuatu tetapi otak kamu malah travelling kemana-mana Aku kan jadi bingung harus ngomong apa biar kamu paham, dan kalau seperti begini terus aku malas ah mengeluh sama kamu soalnya nanti tidak akan pernah nyambung pasti kerjaannya hanya salah paham doang, " ngomel senja tidak terima soalnya sahabatnya itu dari tadi selalu saja menyalahkan dirinya padahal jelas-jelas maksud tujuannya itu tidak nyaman ya mungkin karena ada hal apa gitu eh tahu-tahunya Bella malah salah paham ya akhirnya mereka berdua jadi bertengkar di tengah malam begini kan.
keduanya tertawa sebab menurut mereka ini semuanya sebenarnya hanya perkara yang tidak terlalu mirip sih hanya mungkin karena dirinya yang terlalu overthinking membuat Bella sedikit-sedikit selalu mengaitkan Angkasa di dalam perkaranya Senja.
" Oh ya aku mau tanya Memangnya kamu seriusan menerima Angkasa menjadi bagian dalam hidup kamu, ya mohon maaf nih bukan karena aku tidak percaya dengan dia hanya aku itu merasa ada yang seperti tengah dia sembunyikan gitu soalnya tidak pernah ada kejujuran loh di dalam hidupnya? " tanya Bella memastikan.
Senja terlihat menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya juga sebenarnya Tengah Dilema dengan pilihan hidup yang sudah ia ambil, karena sebenarnya selama ini jika dibilang hubungannya dengan angkasa tidak terlalu Sedekat Itu yang membuat mereka harus saling mengerti satu sama lain hanya saja tidak ada salahnya juga kan kalau mencoba Ya kalau misalnya tidak nyambung ketika sudah menjalani semuanya Ya sudah tinggal Akhiri Saja
" tidak masalah yang penting Intinya kamu ada niatan untuk mencoba nanti kalau misalnya sudah merasa tidak nyaman ya sudah bicarakan juga dengan baik-baik jangan ada yang namanya perdebatan Soalnya kan ini semua atas keinginan kalian berdua bahwa bukan atas unsur paksaan dari orang lain kan? "jelas Bella.
__ADS_1