
Marcel sangat tidak menyukai apa yang ia lihat tadi yaitu kemesraan yang terjadi antara Bintang dan juga suaminya,padahal seharusnya wanita itu sadar jika ada dirinya yang jelas jelas sangat menginginkan agar wanita itu menjadi miliknya seutuhnya,sebab dengan cara begitu ia tak mungkin tidak membenci mereka yang sudah sangat keterlaluan agar tidak membenci semuanya.
"Ah iya saya heran,masa ada ya suami yang mengijinkan istrinya berlibur diluar negeri bertahun tahun lamanya? Padahal seharusnya kan sebagai seorang istri harus bisa berbuat sesuatu yang berguna,karena itu semua kan tidak bisa untuk membuktikan kalau dia merupakan istri yang bertanggung jawab?" Tanya Marcel yang sengaja menyindir Bintang tetapi wanita itu memilih untuk tidak peduli.
"Ya tidak masalah,karena aku tak pernah mempermasalahkan apa yang dia lakukan selagi itu membuat dia merasa senang," sahut Leonardo merasa begitu bahagia sambil menatap penuh cinta ke arah istrinya.
"Mas,aku pergi keruangan kamu dulu ya," pamit Bintang yang tidak ingin Marcel memperkeruh suasana.
"Haha,benar sekali Nyonya! Karena disini adalah kumpulan pria gila kerja dan saya takutnya anda tidak betah,jadi sepertinya itu merupakan keputusan yang bagus! Bagaimana Tuan Leon,apa yang saya katakan pasti benar kan?" Tanya Tuan Himawan.
"Iya benar sekali Tuan Him! Silahkan Sayang,lakukan apa yang kamu anggap benar karena itu malah lebih baik!" Sahut Leonardo.
__ADS_1
Semua orang di tempat itu mengangguk hormat kearah Bintang,sebelum wanita itu pamit undur diri tetapi hanya seseorang yang menatap tak suka kearahnya yaitu Marcel.
Marcel masih ingin menatap penuh kerinduan kearah wanita itu tetapi sepertinya Bintang malah tidak suka,karena wanita itu merasa ada yang tidak beres maka dari itu lebih baik untuk menghindar daripada nantinya menimbulkan kecurigaan.
Bintang bukannya tidak mau berterus terang tentang apa yang dilakukan Marcel padanya,hanya saja ia belum menemukan waktu yang pas dan juga tidak ingin menghancurkan kebahagiaan yang baru saja dirasakan kembali oleh keluarganya.
"Bagaimana keadaan Senja,Tuan Leonardo?" Tanya Jimmy yang sebenarnya menaruh hati pada Senja waktu dulu ia datang ke pemakaman Rembulan karena kebetulan Leonardo merupakan rekan bisnisnya dan dirinya merupakan pengusaha muda berbakat serta memiliki begitu banyak kelebihan.
"Anda yakin bertanya tentang,Senja?" Tanya Tuan Himawan.
Jimmy mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataan yang sangat tidak masuk akal itu,karena memang ia hanya bertanya sebatas pertanyaan Formal saja.
__ADS_1
"Ada yang salah dengan pertanyaan saya itu,atau mungkin kurang jelas?" Tanya Jimmy balik.
"Ayo kita lanjutkan meeting nya!" perintah Marcel yang memasng wajah tidak suka ketika ada yang bertanya seperti itu.
"Kalau butuh bantuan untuk menyelidiki soal kematian anak anda,sepertinya saya siap seratus persen untuk membantu!" ujar Jimmy yang bahkan tidak ada niatan untuk peduli dengan perintah Marcel tadi.
"Maksudnya,apa kematian Rembulan di sabotase?" Tanya Himawan penasaran kearah Leonardo.
"Yap benar sekali,karena itu mobil setelah diselidiki seperti nya sebelum jatuh kejurang terlebih dahulu ditabrak dari samping!" Sahut Jimmy dengan tatapan yang mengejek kearah Marcel yang sudah mulai gelisah.
"Apa meeting hari ini akan membahas sesuatu yang tidak penting?" Tanya Marcel yang masih berusaha mengalihkan perhatian semuanya.
__ADS_1