
Angkasa benar-benar menjadi sosok yang arogan dan juga tidak bisa tersentuh oleh para pegawai wanita yang ada di tempat itu, karena baginya dirinya datang ke tempat ini itu untuk bekerja bukan untuk mau melakukan apapun apalagi mau mencari pasangan hidup karena baginya pasangan hidupnya ya cuma satu saja yaitu senja bukan orang lain kalau misalnya nanti mereka berdua tidak berjodoh Ya sudah itu urusan nanti bukan urusan sekarang kalau sekarang fokusnya yang hanya untuk bisa mendapatkan hati wanita itu.
Senja adalah segalanya bagi seorang Angkasa tidak peduli dengan apapun yang terjadi dan juga tidak peduli apa yang harus dihadapi nantinya, sebab menurutnya ini semua itu sudah benar-benar sesuai dengan apa yang dilakukannya selama ini maka dari itu kalau misalnya mereka semua tidak suka dengan apapun Ya itu merupakan hak mereka untuk melakukannya kalau soal dirinya pokoknya ia tidak akan pernah mau membiarkan siapapun mencoba untuk mendapatkan wanita itu selama dirinya masih berjuang.
Angkasa saat ini menyoroti semua pegawai di perusahaan itu karena sepertinya Memang mereka tidak sadar sama sekali kalau ia merupakan pemimpin menggantikan Papinya yaitu Marcel, sebab Mereka terlihat biasa saja padahal saat ini ia sudah berdiri di samping Angga dan kalau misalnya mereka sadar posisi angka di tempat itu ya pastinya mereka tahu jika dirinya merupakan orang yang terpenting di situ.
Bukan ingin menjadi pribadi yang sombong dan juga ingin dihargai oleh orang lain Sebab itu sebenarnya jatuhnya sudah sangat keterlaluan namun kalau memang harus seperti begitu ya sudah mau tidak mau harus dijalani saja, karena Percayalah kumpulan orang yang begitu banyak tanpa pemimpin itu kan percuma pastinya akan terjadi huru-hara terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan intinya pasti hanya pihak-pihak tertentu yang bakalan dirugikan dan angkasa tidak mau hal itu terjadi karena baginya semua pegawai itu sama saja di matanya Tidak ada yang lebih dan juga tidak ada yang kurang.
terlihat Marissa dan juga Andini benar-benar kelepek-klepek dengan pria yang ada di hadapan mereka saat ini, bahkan sampai membuat keduanya hilang fokus dan juga tidak sadar kalau sekarang mereka itu tanpa sengaja menabrak Angga membuat pria itu mendengus kesal, Bagaimana tidak emosi tubuhnya segede gapan seperti itu masa iya tidak bisa dilihat lagi seolah-olah kehadirannya di situ hanyalah bayangan saja yang tidak pantas untuk dihargai atau mungkin tidak pantas untuk dianggap yang ada itu pantasnya diabaikan tidak usah dipedulikan yang ada nantinya hanya akan membuat dirinya merasa besar kepala.
" kalian berdua itu punya mata yang masih berfungsi atau tidak sampai-sampai saya yang sebesar ini di hadapan kalian pun tidak sadar sama sekali, lain kali usahakan untuk selalu menggunakan pikiran kalian itu biar berfungsi di semua tempat soalnya sikap kalian ini memang benar-benar membuat saya dirugikan. "Angga merasa capek dan juga tidak suka karena menurutnya Marisa dan juga Andini itu dari dulu sampai sekarang selama dirinya bekerja di tempat ini masih bersama dengan Marcel selalu saja mencari perkara dengannya seperti mencari muka kemudian mencari perhatian dan juga berpakaian yang sangat tidak sopan tidak seperti para karyawan lainnya ketika ditegur satu kali bakalan langsung menurut.
Angkasa mengangkat alisnya sebelah ketika mendengar kemarahan yang dilontarkan oleh Angga di sampingnya ini dan kalau berada di posisinya pun ya pasti dirinya akan melakukan hal yang sama, tentunya orang-orang itu akan merasa tidak nyaman dan juga tidak suka kalau misalnya ketenangan mereka diganggu oleh orang lain secara sengaja hanya akibat terlalu teledor dan juga tidak peduli.
" kalian berdua saya suruh paling depan kemudian menghadap kepada para pegawai semua yang ada di sini, dan juga kalau pegawai yang lain ingin melakukan hal yang sama seperti mereka silahkan ke depan karena saya ingin melihat sekiranya kalian itu gesitnya sampai di mana! "perintah angkasa dengan sorot matanya yang tajam tetapi bukannya membuat Marisa dan juga Andini takut yang ada mereka tambah besar kepala lagian kan menurut mereka Angkasa itu mungkin pegawai baru tapi kok berani sekali ya memberikan perintah kepada mereka berdua yang jelas-jelas merupakan pegawai lama yang sudah bertahun-tahun bekerja bersama dengan Marcel.
__ADS_1
" Eh kamu Dalam rangka apa memberikan perintah kepada kami berdua padahal jelas-jelas itu kamu bukan siapa-siapa di tempat ini dan hanyalah orang baru yang baru muncul Jadinya tidak kenal karena itu siapa, lain kali jangan seperti itu karena kami sangat tidak menyukai dan juga merasa terganggu dengan apa yang kamu lakukan! " ujar Marissa dengan tatapan matanya yang mengejek membuat angkasa memilih untuk mengalihkan perhatiannya ke arah lain karena sebenarnya temperamennya juga sangat buruk kalau misalnya terus-menerus digali dicongkel dipengaruhi ya jangan menyesal kalau ia bakalan melakukan sesuatu dengan caranya sendiri sampai-sampai membuat wanita itu bakalan berpikir dua kali untuk terlalu cerewet dan juga berpikir lagi Bagaimana cara menggunakan mulutnya itu dengan benar.
Angga tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi ketika semua orang yang ada di tempat itu rasanya sudah Seperti Rusa liar yang baru keluar dari dalam hutan, karena susah sekali loh untuk dibilangin padahal sila-sila tindakan mereka itu salah namun bersikap seolah-olah paling benar paling pintar kemudian paling tahulah dibandingkan semua orang yang ada di tempat itu.
"kalian berdua bisa menurut saja tidak Atau mungkin sudah bosan bekerja di sini ya sudah keluar jangan lagi saya melihat wajah kalian mulai dari Besok sampai seterusnya, karena saya yakin pak Angkasa juga pasti tentunya tidak akan mau melihat wajah wanita-wanita seperti kalian yang menurut saya hanya bikin sakit mata." Angga sengaja mengatakan hal itu membuat semua orang di sana menatap tidak percaya ke arah pria yang ada di sampingnya.
Marisa dan juga Andini yang kebetulan sudah ada di depan menghadap ke arah semua pegawai yang berjumlah sangat banyak itu dengan tatapan tidak percaya dan juga Mulai berpikir kalau sebenarnya Angkasa itu bukanlah orang yang biasa, tentunya dia tidak mungkin memberikan perintah mengumpulkan semua orang kalau misalnya dia tidak punya kekuasaan di tempat ini.
"jangan banyak berpikir dan juga jangan banyak bertanya karena kalian tidak akan pernah mendapatkan jawaban yang diinginkan, dan satu lagi saya dari tadi tuh sudah mencoba untuk sabar kepada kalian tetapi sepertinya kesabaran saya kali ini memang benar-benar sedang diuji. "Angga Lagi dan lagi terus saja memprovokasi Marissa dan juga Andini sebab dirinya ingin melihat kira-kira bagaimana Respon yang diberikan oleh wanita itu.
" Baiklah semuanya karena kalian sudah ada di sini semua terkumpul tanpa terkecuali maka saya akan menyampaikan secara langsung jika pria yang ada di podium sekarang ini merupakan anak dari tuan Marcel Samudra, dan karena tuan Marcel sekarang seperti yang kita ketahui sedang ada masalah yang tidak bisa ditinggalkan maka dari itu otomatis pemimpin dari perusahaan ini diambil alih oleh anaknya yaitu Tuan Angkasa yang sekarang sudah ada di tengah-tengah kalian! Jika kalian tanya Bagaimana latar belakang pendidikannya ya Otomatis saya bakalan mengatakan kalau dia merupakan lulusan S2 hanvard University bagian Bisnis Manajemen, kalau misalnya mau bertanya lagi Bagaimana usia dan sudah statusnya maka saya rasa itu tidak akan pernah mendapat jawaban karena itu sudah mengarah kepada hal-hal yang pribadi! " jelas MC yang kebetulan selalu ada dan juga bekerja di tempat itu ketika ada pertemuan penting yang terjadi antara pemimpin dan juga para pegawai secara langsung seperti saat ini.
melongok dan juga heran serta penuh? dan juga penasaran serta benar-benar menyesal dan juga kecewa itu terjadi satu waktu di dalam pikirannya Marisa dan juga Andini, Bayangkan saja ini semua itu tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan ketika dirinya berusaha untuk menunjukkan bahwa ia merupakan orang penting Ternyata ada yang lebih penting lagi dibandingkan kehadiran mereka.
kalau ingin menangis tersedu-sedu dan juga jungkir balik maka hal itulah yang ingin dilakukan oleh Marisa dan juga Andini sebab sepertinya memang posisi mereka bakalan tergeser menit ini juga, bagaimana terlihat dari wajah Angga dan juga Angkasa yang benar-benar tidak bersahabat dan juga sepertinya merasa kecewa dengan sikap mereka berdua yang dari tadi pagi.
__ADS_1
" kepada tuan Angkasa Samudra silakan memperkenalkan diri dan juga silakan menyampaikan sambutan anda, sekaligus di tempat ini saya sebagai perwakilan dari para pegawai meminta maaf jika sambutan kami kurang menyenangkan. " MC tersebut terpaksa mengatakan hal itu karena memang mereka tidak tahu sama sekali.
Angkasa tidak tersenyum ataupun menanggapi permintaan maaf yang disampaikan oleh pria itu dengan santai karena menurutnya Percuma saja, kalau misalnya mereka tahu siapa dirinya ya tentu Mereka akan berpura-pura menunjukkan wajah Abu Nawas dan juga Sok perhatian padahal awalnya memang tidak ada niatan untuk bekerja menjadi pribadi yang lebih baik.
"Sebelum saya menyampaikan hal ini nanti sebentar setelah saya turun dari podium Ini Angga akan memanggil 250 orang yang saya lihat dalam daftar hadir dan juga yang saya pantas selama beberapa hari terakhir ini datang paling terakhir, kalau terlambatnya satu kali Ya tidak masalah tetapi berulang-ulang kali dan itu kejadiannya tanpa merasa bersalah kalau mau makan gaji buta maka dari itu saya ingin orang-orang tersebut tidak usah lagi bekerja di tempat ini karena hanya akan membuat perusahaan rugi! kalau misalnya nanti ada permasalahan tentang finansial dari perusahaan ini ditanggung sama-sama Ya tidak masalah tetapi ini perusahaan sendiri yang menanggungnya Jadi kalian yang hanya bekerja setidaknya Tunjukkan kalau kalian itu benar-benar profesionalisme, namun Lihatlah selama 1 tahun kalian tidak memiliki pemimpin bukannya menjadi pribadi yang lebih baik malah lebih hancur daripada yang sebelumnya dan kalian tahu apa ini benar-benar membuat saya merasa kecewa. "Angkasa langsung turun dari podium tidak ingin berbicara panjang lebar karena menurutnya percuma hari pertama dirinya datang ke tempat ini saja sudah benar-benar merasa kecewa untuk apa lagi harus membahas tentang kemajuan perusahaan ini jika kinerja para pegawai saja terasa begitu buruk maka seharusnya dirombak lebih baik lagi Lebih detail lagi agar nantinya hanya orang-orang yang berkompeten saja yang akan bekerja dengannya.
"Oh ya saya Hampir lupa untuk kalian berdua benar apa yang dikatakan oleh Angga tadi kalau ini merupakan hari terakhir kalian berdua ada di tempat ini, dan satu lagi untuk semua para pegawai yang wanita di sini menjaga cara berpakaian kalian karena di sini itu kantor bukan untuk tempat fashion show!" perintah Angkasa lalu segera pergi tanpa diikuti oleh Angga karena pria itu sedang menertibkan semua pegawai yang tadi dikatakan Berapa jumlahnya oleh Angkasa membuat suasana di aula itu benar-benar terasa mencekam karena semua orang merasa khawatir jangan sampai mereka juga ikut-ikutan dengan nama di dalamnya dan ternyata benar nama yang sudah diakui oleh semua pegawai kantor kalau nama-nama itu merupakan orang-orang yang selama ini bersifat semaunya kemudian menggosipkan yang bukan-bukan tentang keluarga Samudra.
Angkasa saat ini sudah berada di ruangan pemilik pribadinya entah bagaimana ceritanya Tapi semua komputer dan juga berkas-berkas serta plakat yang bertuliskan namanya sudah ada di tempat itu, pada setahunnya Baru beberapa menit yang lalu dirinya memerintahkan hal itu entah bagaimana ceritanya sampai semuanya sudah beres dalam waktu sesingkat mungkin.
"Senja aku benar-benar sangat merindukan kamu dan ingin sekali bertemu dengan kamu serta membicarakan Apa yang perlu kita bicarakan, tetapi bukannya semakin mendekat kita malah semakin menjauh bahkan sudah seperti orang asing dan juga mungkin kamu benar-benar tidak menyukai kehadiranku sama sekali, "lirih Angkasa yang merasakan ada perasaan yang begitu berbeda dalam dirinya Karena di dunia ini hanya dirinya sendiri tidak ada orang tua tidak ada sanak saudara dan berharap agar Senja mau menerimanya pun rasanya tidak mungkin.
Senja merasakan ada perasaan yang lain di dalam dadanya seolah-olah berdebar-debar gitu kayak ada sebuah masalah yang besar yang bakalan terjadi, Padahal setahunnya semua bisa dihandle oleh orang tuanya dan juga dalam keadaan baik-baik saja namun kenapa harus ada kejadian yang seperti begini?
Bella tentu saja merasa heran ketika melihat sahabatnya itu begitu gelisah, Padahal tadi setahunnya biasa saja sebelum datang ke tempat ini karena memang semalam kan Senja menginap di rumah orang tuanya.
__ADS_1