
Angkasa tetap memasang tatapan datarnya sebab sedikit saja ia tersenyum pasti Marcel bakal salah paham kepadanya,dan pasti akan langsung berpikiran kalau dirinya baru habis ketemu Senja dan hal itu lah pemicu dirinya untuk tersenyum terus.
Marcel kali ini sedang sibuk memeriksa berkas dan juga memantau perkembangan pekerjaan dari para anak buahnya,karena jika tidak maka bisa di pastikan Jimmy dan Himawan serta Leonardo akan dengan mudah menemukan siapa dalang dibalik kecelakaan itu.
Marcell tadi sudah melihat CCTV di depan dan tahu kalau Angkasa sudah pulang tetapi ia memilih untuk mengabaikannya,dirinya ingin melihat kira kira bagaimana sikap Angkasa ketika tahu bahwa dari tadi Papanya itu cuek dan juga tidak peduli dengan dirinya sama sekali.
"Hai Pah,cuek terus sama anak sendiri? Padahal aku disini sudah dari tadi lho tapi tidak ada yang peduli,kalau tau bakal diabaikan lebih baik pergi lagi ah!" ujar Angkasa.
"Sudah puas kasmaran nya dengan kembaran yang sudah meninggal itu,atau masih mau puas puaskan diri dahulu baru setelah itu mengeksekusi gadis itu? Jangan pernah main perasaan ya ketika melakukan apa yang Papi perintahkan,karena nanti resiko kehilangan Stella bakal semakin besar dan mengakibatkan kita yang dirugikan?" Tegas Marcel.
Angkasa menghela nafasnya secara perlahan karena sebenarnya bukan dirinya yang hendak memakai perasaan melainkan untuk sekarang ia memang sudah memakai perasaan ,perasaan untuk memiliki Senja sudah sangat besar dan ia tak bisa lagi mengenyahkan perasaan itu pergi begitu saja.
Senja adalah wanita yang sangat berharga dalam hidupnya saat ini karena ia benar merasa nyaman ketika dekat dengan nya,dan juga ada Bintang yang selama ini selalu merawat dirinya dan juga tidak pernah mengeluh walau hanya sedikit saja padahal mereka tidak punya hubungan darah.
"Kenapa diam saja,jangan bilang kalau apa yang Papi katakan sudah terjadi sekarang?" Tanya Marcel dengan tatapan menyelidik sebab perubahan sikap Angkasa sangat kentara.
Angkasa tersenyum karena sepertinya Papinya itu merupakan orang yang sangat peka dengan perubahan sikap orang lain,padahal tidak terlalu kentara sebab ia berusaha untuk menutupinya semuanya.
"Wah Papi ini cenayang atau apa ya,kok bisa langsung main terka saja!" Tanya Angkasa sambil tertawa.
"Hehe kamu lupa kalau dari kecil itu yang sudah mengurus kamu Papi dan juga Mami,hanya sekarang kasihan Mami kamu sudah diambil orang jadi seharusnya kita menjauhkan orang orang yang sudah membuat Mami tidak bisa pulang," Tawar Marcel yang membuat Angkasa bungkam karena berada diposisi serba salah sebab mau membantah tetap tidak bisa karena Marcel itu orang yang tidak bisa dibantah.
Marcel sebenarnya ingin berbicara serius hanya saja ia memilih diam dulu hanya saja karena wajah Angkasa yang selalu tersenyum ,bukan karena merasa senang tapi merasa kecewa karena anaknya itu melanggar perintahnya .
Angkasa sepertinya tidak paham dengan perubahan sikap Marcel dari tadi ,karena ia masih berusaha untuk berakting seolah masih saja mengingat soal Senja.
__ADS_1
Jika tujuannya berhasil ia yakin jika Marcel akan melupakan tujuan awalnya untuk menghabisi semua keluarga Sky,mungkin dengan begitu dendam akan segera pergi dan alhasil mereka pasti akan langsung dipenjara.
Angkasa rela berkorban untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia lakukan asal Senja tidak membenci dirinya ,rela dimaki dijauhi serta dikucilkan asal Senja selalu saja menganggap dirinya berarti dimatanya.
"Sudah puas kasmaran seperti itu dari tadi karena sekarang kita bahas masalah yang penting,terserah mau merespon seperti apa tetapi intinya jangan terlalu bersikap malas tahu padahal sadar jika ini tidak bisa di abaikan begitu saja," tegas Marcel.
Angkasa terdiam karena ia yakin pasti ada pembahasan tentang Senja dari Marcel,padahal seharusnya Marcel sadar kalau Stella pergi dari rumah itu atas kemauannya sendiri bukan karena kemauannya Angkasa.
"aku dari tadi malah menunggu kira-kira Kapan Papi bakalan ngomong tentang masalah yang tadi terjadi di telepon, aku tidak terlalu sebucin itu juga sih karena menurutku ada yang harus aku pertahankan dan juga ada yang harus aku lepas! Dia masih single dan aku juga Masih single ya Otomatis tidak ada yang bakalan menjadi pokok permasalahan ketika kami berdua bersatu, untuk sekarang kalau memang papi ingin aku fokus mengurus masalah yang sudah kita lakukan Ya tidak masalah aku pasti bakalan mengurusnya dengan penuh rasa tanggung jawab! " umur Angkasa itu bukan baru berapa belas tahun melainkan sudah 29 tahun ya Otomatis dirinya bisa mengambil keputusan yang paling terbaik di dalam hidupnya dan juga bisa menjadi partner yang paling diandalkan oleh Marcel.
Marcel tahu kalau Angkasa setengah menyindirnya yang lebih memilih untuk mempertahankan Stella padahal jelas-jelas wanita itu ingin pergi dari kehidupannya, tetapi tidak tahukah pria itu bahwa sebenarnya ia ingin melakukan apapun Hanya Untuk mempertahankan Stella meskipun harus mengorbankan kepada keluarganya.
"Syukurlah kalau memang nasib kamu dengan nasib Papi berbeda tetapi satu yang harus kamu tahu Tolong jangan pernah lengah dengan apa yang terjadi di antara kita, Takutnya nanti para anak buah dari Leonardo kemudian Himawan dan juga Jimmy akan tahu apa yang kita lakukan karena mengingat mereka itu punya kekuatan untuk membayar detektif ternama yang akan membongkar kasus meskipun itu sudah disembunyikan secara rapat.
Angkasa bukan anak kecil lagi yang tidak bisa memperhatikan tadi apa yang ia temukan di jalan itu ketika segala macam alat-alat modern dikerahkan oleh semua orang, dan kebetulan di depan tempat kejadian itu ada sebuah bangunan yang lumayan megah yang ia yakini pasti ada kamera CCTV meskipun jaraknya sekitar 50 meter tetapi otomatis bisa menangkap semua pergerakan dalam radius itu.
" Papi tidak akan pernah merasa puas jika belum mendapatkan Stella kembali, yang boleh mendampingi dia Sampai kapanpun hanyalah Papi seorang bukan orang lain! "Angkasa terdengar hanya menghela nafasnya karena sepertinya keegoisan Marcel itu tidak akan pernah berhenti dan akan berlanjut terus-menerus sampai mungkin merasa puas dulu baru dirinya bakalan berhenti Padahal setelah saja dari awal tidak menyukai dirinya yang terlalu posesif dan juga berlebihan dalam bersikap.
" Terserah dari Papi saja mau melakukan apapun yang penting intinya aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama lagi dengan menyetujui ide gila untuk menghabisi nyawa seseorang, apalagi orang itu adalah senja yang selama beberapa saat ini sudah aku perjuangkan dan aku tidak ingin kami berdua kembali jauh! "Angkasa penuh penekanan mengatakan semua itu membuat Marcel ingin sekali tertawa karena bukannya dirinya takut hanya melainkan merasa lucu karena sepertinya anaknya itu tidak bisa memikirkan sesuatu secara jernih ketika sedang jatuh cinta seperti saat sekarang.
"jadi menurut kamu dia bakalan menerima kamu sepenuh hati ketika tahu bahwa saudara kembarnya itu meninggal karena ada ikut campur kamu juga, Apakah dia bakalan tetap bertahan dan tetap tersenyum ketika tahu bahwa keluarganya hancur adalah perbuatan kamu? Ayolah nak berpikir realistis sedikit tidak ada orang bodoh yang mau memaafkan seseorang yang sudah melakukan kesalahan yang seperti kita lakukan ini, lebih baik kamu jalankan saja rencana kita dari awal atau nanti kalau misalnya semua jadi berhasil tidak ada yang bakalan membenci kita dan hidup kita bakalan kembali normal Tetapi kalau misalnya kamu mengikuti apa yang dikatakan oleh Papi kamu ini maka semuanya akan aman terkendali! "perintah Marcel membuat angkasa tidak tahu lagi harus mendengarkan yang mana kemudian menjalankan yang mana karena semuanya tersebut itu rumit untuk ia jalani.
"Apapun yang terjadi aku tidak ingin menggali lubang yang sama dengan menambah kadar kebencian senja untuk diriku, aku yakin Papi juga sebenarnya memikirkan hal ini dari awal yaitu tidak ingin Mami Stella tahu kalau sebenarnya kematian dari anak kembarnya itu adalah hasil kerja keras kita hanya untuk mempertahankan agar dirinya tetap berada di tengah-tengah keluarga kita dan tidak usah pergi sama sekali? "sebenarnya posisi Angkasa dan juga Marcel itu tidak beda jauh sama-sama terpaku pada wanita yang memiliki hubungan darah yang sama dengan orang yang sudah mereka Habisi.
Marcel tertawa ketika mendengar jika saat ini Angkasa malah mengancam dirinya balik, Padahal di saat seperti begini keduanya harus saling bahu membahu untuk membantu agar tidak ada masalah yang terjadi dan juga agar semua urusannya bisa cepat kelar.
__ADS_1
" yaitu semua tergantung dari orang suruhan kita kalau memang mereka mau membocorkan rahasia ini ya Otomatis kita bakalan ketahuan, tapi kalau misalnya mereka memilih untuk diam ya Otomatis kita bakalan tetap selamat seperti sekarang masih bisa berkeliaran di mana-mana!" ujar Marcel membuat Angkasa menganggukkan kepalanya karena memang harusnya seperti itu.
" Ya sudah kalau begitu lebih baik tambah lagi uang sogokan kepada para anak buah itu supaya kalau misalnya ketahuan mereka tidak akan pernah mengakui Siapa yang sudah menyuruh mereka, Bila perlu ancaman menggunakan keluarga mereka sebab saat itu terjadi mereka pasti tidak akan pernah berkutik ," perintah Angkasa karena memang harus seperti itu dalam mengambil sikap jika tidak mereka juga bakalan dirugikan dan alhasil apa yang sudah disembunyikan begitu rapat bakalan menjadi konsumsi publik dan nama keduanya bakalan dibawa-bawa dan hal itu terjadi ia yakin senja adalah orang pertama yang sangat membenci dirinya.
Senja saat ini memang benar-benar merasa lelah maka dari itu ketika ia hendak tidur sangat terganggu dengan suara apartemen yang tengah dipencet Belnya dari luar pintu, kalau misalnya itu merupakan Leonardo dan juga mamanya ya pasti mereka sudah membuka pintunya soalnya kan passwordnya mereka tahu tetapi kenapa sekarang malah ada yang mau mencet bel membuat dirinya uring-uringan dengan terpaksa harus membuka pintu.
"ya Tuhan Cobaan apa sih yang sedang datang dalam hidupku saat ini, tidak tahukah kalau aku benar-benar membutuhkan istirahat dan juga membutuhkan sesuatu yang membuat tubuhku terasa begitu nyaman?" batin senja frustasi tetapi mau tidak mau demi yang namanya kesopanan membuat dirinya harus membukakan pintu.
" kamu?
" Hai, tadi sempat mengejarku ya di parkiran kampus? Wah maafkan aku ya Soalnya tadi ada urusan mendadak makanya aku tidak bisa berbicara dengan kamu, jadinya sekarang aku datang untuk bertanya kira-kira ada keperluan apa sampai Kamu memanggilku seperti tadi? "tanya Jimmy to the poin soalnya iya benar-benar merasa lucu ketika melihat wajah senja yang begitu kebingungan melihat dirinya yang hadir di depan pintu apartemennya.
Senja mendadak jadi ngeblank soalnya pertanyaan itu Iya ingin lontarkan Sudah beberapa jam yang lalu jadi sekarang ketika otaknya sudah lemot yang ia butuhkan hanya istirahat, bukan malah memberikan jawaban yang diinginkan karena nantinya pasti bakalan ngalor ngidul kemana-mana.
"sebenarnya pertanyaan itu sudah aku lupakan jadi tenang saja jangan merasa terganggu ya karena sekarang aku pengen banget ya namanya istirahat , Maaf bukannya sombong tetapi sumpah saat ini Otaku sedang tidak bisa diajak kerjasama Jadi kalau misalnya kamu ada keperluan yang lain nanti lain waktu saja untuk sekarang tidak bisa! " jelas senja membuat Jimmy ingin sekali tertawa.
" Aku sebenarnya ke sini itu mau bertemu dengan
" Astaga senja Kenapa jimmy-nya tidak disuruh masuk itu dia datang ke sini mau berteman sama papa loh, Ayo Tuan Jimmy silahkan masuk ke dalam Maafkan anak saya yang tidak tahu apapun jadinya tidak bisa Menurut Anda masuk! " ujar Leonardo membuat Senja menatap tak percaya ke arahnya.
" Jadi papa kenal ini orang, Kenapa tidak ketemuannya di kantor saja harus di rumah lagi? "omel senja yang memilih untuk kembali ke dalam kamarnya Sedangkan Jimmy dan juga Leonardo memilih untuk duduk di ruang tamu sambil menunggu Bintang yang menyiapkan minuman.
" kalau tahu dia itu tamunya papa lebih baik tadi aku tidur sama buka pintu sekalian soalnya hanya membuang-buang waktu dan juga tenaga , Lagian mau bertamu di rumahnya orang kok dijawab seperti begini Memangnya dia sudah punya kerjaan lain lagi apa? " Senja dan memilih untuk tertidur.
Leonardo sedikit terbantu ketika tahu bahwa anaknya itu sudah kembali tidur karena dengan begitu pembahasan soal Rembulan bakalan berjalan dengan nyaman dan juga aman, karena dirinya tidak bisa bayangkan ketika Senjana tahu bahwa kecelakaan yang menimpa saudara kembarnya itu akibat ada yang sengaja mencelakainya bukan karena murni merupakan sebuah kecelakaan tunggal seperti yang selama ini beredar'
__ADS_1
" Saya harap informasi ini tidak bocor kepada siapapun termaksud kepada putri anda karena mengingat bahwa dia berteman dekat dengan orang yang sedang kami curigai, Oh iya Satu lagi kalau bisa bersikap biasa saja ketika pemuda itu datang pertama di sini karena ada hal penting yang harus kami urus !" tegas Jimmy karena tidak ingin mengambil resiko.