SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Terkejut


__ADS_3

Leonardo Bukannya tidak ingin menghargai wanita paruh baya itu apalagi membalas semua yang dikatakannya, hanya saja pertanyaannya Apakah Nirmala paham dengan kondisi saat ini yang sebenarnya sudah tengah malam dan otomatis itu merupakan Waktunya orang-orang beristirahat setelah seharian bekerja. Baru


nirmala bukanlah seseorang yang teledor sebenarnya kalau dipikirkan dengan begitu baik, dirinya juga bukan merupakan anak kecil yang melakukan sesuatu tanpa memikirkan secara detail Apa yang harus dilakukan.


akan tetapi anaknya itu sepertinya tidak peduli dengan maksud dan tujuannya melakukan semua ini, karena terbukti sekarang terlihat Leonardo sepertinya enggan untuk merespon apa yang dia katakan.


"Mama itu kenapa sih selalu saja mengganggu orang di saat-saat seperti begini padahal Seharusnya kan bersabar karena masih ada hari esok, kalau kelakuannya seperti begini terus orang-orang pasti bakalan tidak bakalan betah ada di sisinya Mama termaksud aku? "Leonardo berdecak kesal karena memang siapa sih yang tidak suka ketika Apa yang dilakukan bukannya membuat dirinya merasa terbantu tetapi yang ada malah merasa tidak nyaman.


"Ck ck, kalau kamu merespon dari tadi Ya tentu saja mama tidak mungkin seperti begini! "Nirmala tidak kalah berdecak penuh emosi kepada anaknya itu terserah mau dikatakan sebagai orang tua yang tidak punya hati nurani sebab kalau memang ini merupakan jalan yang terbaik yang tidak masalah dong kalau ia melakukannya.


oke fix Leonardo yakin jika Nirmala memang ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting kepadanya karena terlihat wanita tidak tadi tidak bergeming dari tempatnya, tidak masalah jika mereka harus mendiskusikan sesuatu di tengah malam seperti begini karena mungkin mereka masuk di dalam hitungan keluarga ajaib?


"Ya sudah Katakan saja apa yang Mama inginkan Terus kalau sudah selesai tolong pergi dari hadapanku sekarang, karena aku itu memang benar-benar merasa capek dan juga tubuhku ini bukanlah monster! "perintah Leonardo membuat Nirmala menatap sinis ke arah anaknya sebab menurutnya yang bisa memberikan perintah di rumah itu adalah dirinya bukanlah orang lain.


"Senjana dari tadi tidak tertidur karena...


"Ya kalau misalnya dia tidak tertidur sekarang pertanyaannya Apa masalahnya dengan kita yang lain sudah tertidur karena, kalau memang dia mau begadang sampai besok pagi pun Ya tidak masalah karena tidak mengganggu kita juga kan? Kalau mama datang ke sini berteriak tengah malam hanya untuk membahas ini aku rasa terlalu berlebihan, lebih baik Mama keluar karena besok aku ada pekerjaan yang lebih penting yang harus aku lakukan aku karena merespon anak-anak yang tidak jelas seperti begitu ! "potong Leonardo yang tidak menunggu sampai Nirmala menyelesaikan semua perkataannya.


plak


bantal yang tidak jauh dari jangkau Nirmala sudah dilemparkan ke arah anaknya itu yang menurutnya sudah sangat keterlaluan sampai salah paham dengan maksud dan tujuannya ada di tempat ini, Seharusnya Leonardo mendengarkan hal itu sampai habis barulah boleh memberikan respon karena dengan begitu ya Ia juga tidak akan merasa terbodohi.


"Orang tua macam apa kamu ini yang tidak peduli dengan anaknya sama sekali? Mama itu memang selalu tidak suka dengan kedua anak kamu karena dia merupakan anak dari wanita itu juga, tetapi tidak sampai segitunya juga mengabaikan mereka karena Biar bagaimanapun ada darah sekali di dalam tubuh mereka ! " desis Nirmala kasar.

__ADS_1


Leonardo mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan yang begitu kasar Dari mamanya barusan, karena menurutnya ia tidak punya pemikiran ke arah manapun menyangkut kedua anaknya karena ia yakin mereka bukanlah tipe anak yang susah sekali diatur dan juga hobinya keluyuran malam serta pergi tanpa pamit.


"Ya sudah katakan saja Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua karena aku tidak tahu apapun kejadian yang sebenarnya dan juga bukan seorang mentalis yang bisa mengerti jalan pemikiran seseorang, kalau memang mama tidak ingin membuat aku marah dan juga tidak ingin mendengar responku yang tidak baik lebih baik Jelaskan secara langsung agar tidak terlalu bertele-tele! "terang Leonardo membuat Nirmala menghembuskan nafasnya secara perlahan karena sejatinya ia sebenarnya sedikit merasa gundah dengan kejadian yang berlangsung di dalam rumah ini yang bisa dibilang sudah hilang harmonisan dan juga sudah hilang Yang namanya perasaan kasih sayang dalam anggota keluarga.


"Tadi Mama itu ke kamarnya Senjana karena kebetulan mama lewat ke dapur ternyata lampu kamarnya masih menyala dan Mama yakin dia belum tertidur, maka dari itu Mama memilih untuk masuk ke dalam dan syukur karena pintu kamarnya tidak terkunci dan Sesampainya di sana dia malah sibuk dengan ponselnya! ya Mama jelas aja protes dong karena di jam seperti begini untuk apa memainkan benda seperti itu karena yang ada Hanya mengundang penyakit, tetapi ternyata dia itu sedang mengutak-atik ponselnya agar bisa menghubungi Rembulan karena sudah pergi dari sore tetapi belum kembali sampai saat ini juga! "jelas Nirmala membuat Leonardo membulatkan matanya sempurna karena dipikirannya anak-anaknya itu baik-baik saja dan tidak kekurangan satu orang maka dari itu yang memilih untuk beristirahat.


Leonardo tanpa banyak berbicara langsung berlari ke arah kamarnya Senja untuk memastikan kira-kira apa yang dikatakan oleh Mamanya tadi itu benar atau tidak, karena ia yakin jika Nirmala itu terkadang ada jiwa isengnya yang bakalan mengerjai dirinya Karena mungkin melihat Leonardo tertidur wanita itu merasa sakit hati karena dirinya yang merupakan seorang insomnia sejati.


"Senja, Sejak kapan Rembulan pergi dari rumah? "tanya Leonardo langsung pada intinya ketika ia sudah berada di dalam kamar anak bungsunya itu.


Senjana bukannya menjawab Tetapi malah memasang tatapan datarnya ke arah Papanya Itu, karena menurutnya ini semua pasti Nirmala yang mengatakan kalau tidak yang mana pernah lihat orang mau pedulikan soal keberadaannya Dengan Rembulan karena pria itu masih fokus dengan sakit hatinya.


Leonardo yang tidak kunjung mendapat jawaban Ya tentu saja tidak terima Dan kini ia memilih untuk menarik tangan Senja, agar segera memberitahukan semuanya kepadanya dan dengan begitu mereka bakalan langsung bergerak saat ini juga tidak peduli Jika waktu masih larut malam.


"tidak perlu menyadarinya sekarang soalnya aku yakin kalau nenek tidak ngomong Ya pasti Papa juga tidak akan tahu, silakan lanjutkan saja patah hatinya dan Anggap saja Kalau kami ini tidak punya hati sama sekali jadi mau menghilang atau mati sekalipun tidak usah pedulikan! "sarkas Senja kasar tetapi Leonardo benar-benar Terpukul maka dari itu ia berusaha menggenggam kembali tangan anaknya itu memberikan kekuatan serta menyiratkan kepadanya kalau Leonardo pun Terpukul dengan keadaan yang tengah menimpa Rembulan.


"Papa minta maaf Tapi sumpah ini semua bukan keinginan Papa melakukan semuanya, jadi Nak Tolong katakan di mana Kakak kamu sekarang biar Papa bisa meminta tolong kepada anakmu untuk segera mencarinya? "bujuk Leonardo lagi bahkan kali ini tubuhnya bergetar hebat karena tidak menyangka karena dirinya yang terlalu lalai dan selalu mengabaikan anaknya maka sekarang ia sendiri yang harus kehilangan mereka.


Derth derth derth


Leonardo dan juga anaknya itu serta Nirmala menatap heran ke arah ponsel yang bergetar di ruang tamu, mereka bingung sebenarnya itu ponsel siapa Kok bisa-bisanya ada di tempat itu dan orang yang baru menyadari hal itu adalah Nirmala Ya maklumlah sudah tua otomatis pikunnya tidak pernah ketulungan.


"itu ponselnya siapa lagi bergetar? "tanya Leonardo penasaran.

__ADS_1


"Ya ampun Astaga itu ponselnya Mama deh, kok bisa-bisanya ya tadi taruh di sini padahal mama sempat membawanya ke kamar loh! "ngomel Nirmala yang malam menyalahkan ponselnya Padahal jelas-jelas tadi wanita itu yang sudah menaruhnya di tempat itu.


"Aduh sudah tua memang parah pikunnya padahal barangnya taruh sendiri tetapi sekarang malah mengangkatnya pergi, semoga saja aku tidak tua soalnya nantinya bakalan membuat aku jadi malu dan juga tidak menyangka jika diriku bakalan menjadi bahan tertawaan satu penghuni rumah! "omel Leonardo lalu kini kembali menatap ke arah anaknya yang dari tadi membuang wajahnya ke tempat lain seolah-olah tidak peduli dengan Percakapan yang dilakukan oleh dirinya dan juga sang mama.


"Senjana, Papa Mohon tolong katakan di mana saudara kembar kamu sekarang, kalau memang tadi sore dia pergi terus pamit sama kamu Oke tidak masalah tetapi dia pamitnya ke mana? kamu tahu kan kalau ini sudah di jam-jam rawan bagi seorang anak gadis sekalian di luaran sana, maka dari itu Papa harap segala macam tingkah dukungan yang dari kamu harus dilakukan karena ini semua demi kebaikan kita bersama sebelum semuanya terlambat! "bujuk Leonardo lagi membuat Senja ini sekali tertawa.


Bagaimana Gadis itu tidak tertawa karena sekarang baru Papanya Itu menyadari jika mereka sebenarnya berharga, kemarin-kemarin ke mana saja ketika mereka butuh perhatian dan juga kasih sayang yang hilang selama ini Tetapi malah diabaikan begitu saja seolah kehadirannya dan juga Rembulan tidak penting.


"Papa yakin takut semuanya Nanti terlambat dan tidak akan pernah bisa bertemu Rembulan lagi, Memangnya selama ini Papa di mana sampai-sampai tidak tahu dengan keberadaan anak sendiri? Memangnya selama ini menurut Papa Kami menghilang dan baru kembali sekarang sampai akhirnya sadar, kalau sebenarnya punya anak yang kekurangan kasih sayang selama ini bahkan bisa dibilang bukan kurang sih tetapi menghilang ! "Senja yang biasanya manja yang biasanya hanya menangis ketika dibentak gini giliran balik membentak orang yang lebih dewasa darinya.


Leonardo benar-benar frustasi ketika mendengar penuturan dari putrinya itu dan sebenarnya ia tidak punya kata-kata untuk membantah, karena memang seperti begitulah kenyataannya jika dirinya bukanlah orang tua yang baik karena dengan sengaja mengabaikan anak sendiri di saat mereka juga butuh kehadirannya.


"Rembulan perginya dari kapan terus apa ponselnya bisa dihubungi, maaf jika selama ini mengabaikan kamu dan juga Kakak kamu tetapi tolong kali ini kooperatiflah untuk mendukung semuanya! "lirih Leonardo penuh permohonan.


Senjana merasa heran dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Papanya ini, karena menurutnya seharusnya orang tua itu memiliki nomor ponsel anaknya dan dengan begitu kalau ada apa-apa pasti langsung dihubungi tidak perlu harus bertanya kepada orang lain karena kedengarannya sangat lucu.


"Wah ini yang aku bilang keren dari tadi karena ternyata nomor ponsel anak sendiri pun tidak punya, terus kalau misalnya aku juga ngomong kalau aku tidak mempunyai nomor ponselnya Rembulan terus kita mau ngapain? mau ngacir ke sana kemari Terus mau bertanya kepada teman-temannya kira-kira dia sekarang ada di mana, itu sama saja mempermalukan diri sendiri karena akan ketahuan bahwa keluarga kita itu tidak baik-baik saja! percuma tinggal di rumah semegah ini pada akhirnya hanya ada kekosongan dan juga bisa dibilang tidak ada kebahagiaan sama sekali, dan menurutku kita memang bukanlah keluarga yang bahagia karena semuanya Mohon maaf dan juga tidak peduli dengan urusan satu dan yang lainnya! "sarkas Senja kasar dan memilih untuk keluar rumah membuat Leonardo hanya bisa mengikuti langkah kaki putrinya itu tidak mungkin lagi banyak berbicara karena takutnya Senja bakalan tambah murka kepadanya.


"Makanya selama ini jangan terlalu sibuk mencari wanita yang hilang itu, Mama kan sudah bilang lebih baik cari istri yang baru tetapi kamunya saja yang nyolot! lihatkan sekarang anak kamu itu sepertinya sudah sangat membenci kamu, dan dengan begitu kamu akan tahu kehilangan anak dan juga istri sekalian rasanya pasti sangat menyakitkan! "Sindir Nirmala yang memilih untuk tidur karena menurutnya urusan mencari rembulan itu bukanlah urusannya Sebab Dia punya anak buah dan juga punya anak laki-laki.


sebenarnya Nirmala sudah tahu bagaimana keadaan Rembulan saat ini hanya saja ia tidak ingin nantinya Leonardo bakalan salah paham, dan mengira bahwa dirinya yang sudah mencelakai cucunya maka dari itu ia akan membiarkan pria itu yang berusaha sebab menurutnya seorang bapak pasti punya ikatan batin terhadap anaknya.


sepeninggal Leonardo dan juga anaknya terlihat Nirmala kembali menghubungi anak buahnya yang tengah berjaga di situ, Sebab mereka tidak berani mendekat Takutnya nanti bakalan terjadi apa-apa dan mereka yang akan disalahkan Padahal semua ini adalah perintah dari Nirmala.

__ADS_1


"Kalian pergi dari tempat itu dan biarkan Leonardo sendiri mencari anaknya sampai ketemu, dan satu lagi Kalian usahakan pantau terus kediamannya Marcel Samudra karena aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan mereka!" tegas Nirmala karena dirinya juga tahu penyebab dulu Leonardo terpisah dengan istrinya karena penyerangan yang dilakukan oleh Marcel tetapi dirinya memilih untuk membungkam sampai saat ini.


__ADS_2