
Leonardo sangat penasaran dengan kepribadian Angkasa yang menurutnya terlalu tenang seolah-olah kehadirannya di situ memang tidak diharapkan sama sekali, padahal terlihat dengan jelas Bagaimana cara pria itu menatap ke arah putrinya yaitu Senja yang tersirat tatapan penuh minat.
hanya saja dirinya tidak mungkin langsung mengambil kesimpulan seperti itu jika belum melihat pergerakan Angkasa yang sesungguhnya, tetapi intinya ia harus mewaspadai sebab Biar bagaimanapun sekarang tanggung jawabnya hanya terletak pada Senja masa iya yang ini harus kecolongan lagi seperti Rembulan?
" Jadi ceritanya mereka hanya kebetulan lewat tetapi sebenarnya mau pergi Soalnya sudah tidak ada urusan lagi kan, atau masih banyak urusan yang ingin mereka lakukan di sini sampai-sampai tidak ada niatan untuk pergi? Kalau memang sudah tidak ada urusan lagi ya sebaiknya pergi saja kan soalnya Senja juga butuh istirahat, atau Kalian mau menginap di sini juga karena kebiasaan anak zaman sekarang kan seperti begitu selalu menggunakan kesempatan yang ada? "tanya Leonardo sinis karena menurutnya tidak seharusnya pria datang berkunjung ke apartemen wanita jika di dalamnya hanya tinggal wanita itu saja tanpa ada orang tua ataupun siapapun lah dan menurutnya juga Seharusnya kalau mau berkunjung siang bukan malam lagi mereka kan bertemu di kampus ya urusannya harus selesainya Di kampus juga.
Angkasa dan juga teman-temannya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Leonardo yang sebenarnya secara tidak langsung menyiratkan agar mereka segera pergi dari situ, ya Meskipun terkesan sangat tidak sopan tetapi tidak ada salahnya juga karena Biar bagaimanapun mereka tidak berhak untuk ada di situ lebih lama lagi.
Bela kebingungan harus menjawab apa sedangkan Senja dari tadi memilih untuk biasa saja tidak ada niatan untuk menjelaskan apa yang terjadi dan juga tidak ada niatan sepertinya untuk menolong keberadaan Davin, padahal Bella ingin sekali berduaan dengan pria itu ya Meskipun bisa dibilang itu jarang sekali terjadi tetapi setidaknya jika ada kesempatan harus digunakan sebaik mungkin.
" Senja Tolong dong masa iya kamu diam saja dari tadi nanti Davin bakalan diusir loh kalau sama papa kamu, apa kamu tega ketika aku belum melakukan pendekatan tetapi sudah langsung menghilang seperti begini? "bisik Bella yang berharap agar sahabatnya itu mau paham dengan kondisinya.
ingin sekali Senja tertawa ketika melihat kebucinan yang tengah dirasakan oleh Bella itu, sampai-sampai membela dirinya sendiri saja sudah tidak bisa dan sekarang malah menyuruhnya membawa-bawa dalam hubungan yang tidak jelas itu.
" itu mah enaknya di kamu susahnya di aku, kalau misalnya kamu memang mau berdekatan dengan dia Ya sudah bawa pulang langsung ke rumah kamu suruh menghadap orang tua kamu sekarang juga kan? kalau misalnya kalian ketemuannya di sini terus Ditemukan sama papaku seperti ini, ya memang harus gitu Respon yang diberikan! soalnya kan dia siapkan rumah ini untuk aku bukan untuk kalian datang dan pacaran! "ujar Senja yang merasa bodo amat dengan masalahnya Bella.
Bella memasang wajah cemberutnya ketika mendengar jika sahabatnya itu memang tidak mendukung apa yang ia lakukan saat ini, padahal Kapan lagi bisa bertemu dengan David tanpa ada gangguan di luaran sana seperti biasanya ketika mereka berdua bertemu di kampus.
" kamu itu memang tidak setia kawan sama sekali lho, Seharusnya kamu mendukungku agar bisa mendapatkan izin dari Om Leonardo supaya maksudnya ini malam mereka menginap di sini gitu! Oh iya Satu lagi kalau misalnya Om Leonardo meminta kamu pulang ke rumah lebih baik kamu tidak mau ya soalnya aku tuh takut datang ke rumah nenek kamu itu wajahnya itu loh menyeramkan sekali ! " Nirmala memang terkenal sebagai seorang wanita tanpa tersenyum bahkan hidupnya ya seperti itu datang saja tanpa ada perubahan sedikitpun dan juga paling tidak suka ketika ada gangguan dari luar yang datang dan mengganggu ketenangannya.
Senja ingin sekali tertawa ketika mendengar tawaran yang diberikan oleh Bella barusan, seolah-olah memang benar apa yang diperintahkan itu harus dilakukan saat itu juga tanpa banyak berpikir lagi.
"itu mah modus kamu saja soalnya kan aku memang mau Tinggal di sini tetapi yang aku butuhkan itu ketenangan, kalau misalnya Setiap hari dia datang mengajak teman-temannya seperti itu ya aku juga pasti bakalan tidak merasa nyamanlah! "jelas Senja sebab Biar bagaimanapun Ia juga sangat tidak suka ketika ada orang yang datang bertamu di rumahnya secara terus-menerus nantinya dirinya tidak apa-apa terima kasih tidak punya waktu buat mengurus diri sendiri dan intinya tugas kuliahnya pun bakalan terbengkalai.
__ADS_1
Leonardo dari tadi masih menunggu kepastian kira-kira Kapan angkasa dan juga teman-temannya itu akan pergi, Soalnya dari tadi menunggu sepertinya Memang mereka tidak ada niatan untuk meninggalkan tempat itu sampai-sampai membuat dirinya merasa bosan sendiri.
" Jadi ceritanya kamu memang benar-benar tidak mau kembali ke rumah lama kita, menurut kamu menemukan Mama kamu sekarang dalam waktu dekat ini bisa? Kamu tahu kan kita sudah terpisah sangat lama sekali dan tidak mungkin bisa menemukan dia dalam waktu dekat, kalau misalnya permintaan kamu seperti ini terus yang ada kamu bakalan membuat Papa yang kebingungan harus bergerak seperti apa!" jelas Leonardo berharap agar anaknya itu paham kalau setiap masalah di bumi ini tidak ada penyelesaian yang begitu mudah.
Senja Bukannya ingin menjadi anak yang terlalu menuntut ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Papanya tadi, hanya saja terkadang tuntutannya itu sepertinya masuk akal karena kalau memang Leonardo menyayangi Bintang mamanya pasti akan berusaha mencarinya meskipun Nirmala melarang memakai kekuatannya.
sebab yang diinginkan oleh seorang anak yaitu keluarganya utuh seperti teman-temannya yang lain serta tidak harus miskin kasih sayang dan juga tidak mendapatkan perhatian seperti ini, Bukankah tuntutan anak itu sebenarnya adalah perkara yang memang sudah harus dilakukan sebagai orang tua yang bertanggung jawab.
" kalau aku boleh tahu alasan klasik apa yang Papa gunakan kali ini agar tidak usah mencari Mama sekalian, padahal kan dari awal aku sudah tahu kalau mama menghilang dan ini sudah beberapa bulan lamanya Setelah Papa sadar masa iya tidak ada seharipun orang mencari Mama begitu? seharusnya mau nenek melarang bagaimanapun papa tetap bakalan melawan karena dia merupakan istrinya papa bukan istrinya orang lain, lain cerita kalau Sekarang dia sudah menikah dengan orang lain ya Sudah ikhlaskan saja soalnya gerakan kita yang terlalu lelet!"Senja sampai-sampai tidak peduli dengan kedua orang lain di tempat itu bukan hanya dirinya dan juga Leonardo saja soalnya sudah merasa capek ketika harus menunggu tanpa kepastian.
Angkasa tertegun ketika mendengar perdebatan antara ayah dan anak itu tepat di hadapannya padahal orang yang sedang mereka ingin temukan kini tengah tinggal di rumahnya dalam keadaan baik-baik saja, dan terakhir mengenai perkataan senja tentang Stella yang menjadi istrinya orang lain karena itu sejatinya tidak akan pernah terjadi sebab wanita itu masih tergantung pada Leonardo sky yang tengah berdiri di hadapannya saat ini.
Leonardo menghela nafasnya berat karena bingung harus menjawab seperti apa agar anaknya itu merasa puas dengan jawaban yang diberikan, dan dengan begitu bakalan paham dengan kondisinya tidak terlalu menuntut lebih jauh yang nantinya akan merugikan diri sendiri dan juga hubungannya dengan putrinya itu bakalan merenggang kembali.
" Ya sudah papa bakalan berusaha agar kita bisa bertemu dengan mama kamu segera dan juga agar kamu tidak marah-marah terus, soalnya setiap kali berbicara pasti Intinya kamu bakalan marah seolah-olah Ini semua kejadian ada Papa yang ikut ambil bagian di dalamnya! " Leonardo capek berdebat apalagi di hadapan semua anak-anak yang menurutnya masih perlu bimbingan orang tua dan dirinya bukan anak kecil lagi yang terlalu menahan ego agar apa yang dia katakan harus didengarkan oleh Senja tanpa terkecuali.
Senja memilih untuk duduk di samping Bella tanpa ada niatan untuk menyapa semua anak-anak di situ karena suasana tiba-tiba menjadi canggung, akibat perdebatan yang terjadi antara Senja dan juga Papanya tadi Tetapi hanya terlihat Angkasa sepertinya belum berniat untuk pergi dari tempat itu.
Angkasa bahkan tidak menghiraukan kode yang diberikan oleh Andi dan Davin yang mengajaknya untuk segera pulang, Soalnya percuma saja berada di tempat itu ketika suasana mulai tidak bersahabat dan juga sepertinya Leonardo tidak Beranjak Pergi sedikit pun.
" Ah iya Davin kamu mau pulang ya, Ya sudah hati-hati di jalan ya Ingat jangan mengebut Soalnya ada hati yang harus kamu jaga! "ujar Bella yang sengaja menaikkan intonasi nada bicaranya biar Angkasa mendengarkan dan setelah itu lalu mengajak sahabatnya untuk pulang.
Angkasa mengangkat kepalanya menatap ke arah Davin karena tadi mereka sudah berjanji bakal pulang nanti Subuh karena ingin menemani Senja dulu, tetapi sekarang Yang ada malah Davin mengajaknya pulang tanpa memberitahukan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ah iya kami mau pulang tetapi sepertinya sebentar lagi soalnya rasanya tidak sopan jika membiarkan kalian duduk sendirian, tidak apa-apa Om Kalau kami masih ada di sini dan Percaya deh Kami tidak akan membuat keributan kok? "tanya Davin yang sudah mengerti dengan kode yang diberikan oleh Angkasa bahwa pria itu memang belum ada niatan untuk kembali.
Leonardo mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Davin tadi , karena Seharusnya aku sadar dan tidak usah mengulur-ngulur waktu kalau memang tahu bahwa sekarang merupakan jam istirahatnya orang lain.
" kalian memang tidak ada niatan untuk pulang, Memangnya besok tidak pergi kuliah? Memangnya kalian pikir orang lain tidak punya kesibukan hanya untuk meladeni kalian saja, jadi anak muda itu bijaklah dalam melakukan sesuatu karena apartemen anakku ini bukan untuk menampung pria-pria bodoh seperti kalian!" omel Leonardo membuat Senja ingin tertawa ketika melihat wajah Bella dan juga yang lainnya benar-benar terkejut dengan kata-kata pedas yang dilontarkan oleh pria yang sudah tidak mudah lagi itu.
" Jadi ceritanya kami diusir nih Om, apa sudah tidak bisa diajak kompromi lagi? "tanya Davin yang sebenarnya ingin berteriak memarahi Angkasa sebab menurutnya gara-gara perbuatan anak itu membuat dirinya harus rela menjadi pengemis seperti saat ini.
" kompromi saya bersama kalian itu hanya ada di kantor polisi dan Itupun kalau kalian masih bisa selamat keluar dari Apartemen ini, jadi lebih baik saya sarankan selagi masih ada hati di dalam Nurani saya lebih baik kalian pergi tinggalkan tempat ini sekarang juga Sebelum saya berubah pikiran! "ancam Leonardo dengan tatapan tajamnya membuat Angkasa hanya bisa menghilang nafasnya secara perlahan dan akhirnya mau tidak mau langsung pulang.
" aku pulang dulu nanti besok kita ketemu di kampus, malamnya aku balik lagi ke sini Setelah Papa kamu ini pergi! "ujar Angkasa sambil mengajak gemas rambutnya Senja membuat wanita itu menatap tidak suka ke arahnya begitu pula dengan Leonardo.
" Wah kamu semakin kurang ajar ya berani-beraninya menyentuh anakku di depan bapaknya memang, Awas ya kalau sampai kamu ulangi sekali lagi tangan kamu yang tadi kurang ajar itu bakalan tidak berfungsi lagi! Oh iya besok saya bakalan Pasang alarm kalau sampai kamu berdiri radius 5 meter dari apartemen anak saya ,maka saya akan langsung datang! Kelebihan enak saja main apelin anak orang tetapi tidak meminta izin dulu kepada bapaknya, Memangnya kamu pikir senja itu yang melahirkan dia ke dunia ini batu?" tanya Leonardo dengan nada suaranya yang menyindir membuat Angkasa hanya tersenyum dalam diam.
"yang namanya laki-laki Om Seharusnya kan berjuang lebih dulu baru tahu rasanya kalau dapat Ya syukur kalau tidak ya tandanya belum berjodoh, jadi sebagai generasi muda harusnya Om mendukung kami dong jelas-jelas yang sedang ingin memperbaharui keturunan biar lebih bagus lagi dilihat!" keluarlah mulut lemes Davin yang tidak terima ketika harus pergi begitu saja padahal ceritanya dirinya masih mau mengepel bersama dengan bela Ya setidaknya membahas masa depan yang tertunda kira-kira 10 tahun ke depan.
"Mau kamu siapkan satu dunia untuk melamar anak saya tetap saya tidak akan perduli,karena bagi saya kalian itu virus yang harus dibasmi sampai keakar sekalian!" Ujar Leonardo tajam.
Davin bergidik ngeri ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Leonardo tadi,sebab terdengar sangat menyeramkan padahal ia hanya bercanda doang dan bersyukur karena dirinya dulu sempat naksir Senja tapi sekarang sudah berubah pikiran karena ada Angkasa.
"Kami pamit,Om!" Ujar Angkasa merasa santai karena menurutnya bukankah hari esok masih ada dan otomatis dirinya punya kesempatan untuk mendekati Senja jika tidak ada Leonardo disampingnya.
"Sudah sana pergi jangan mengganggu kami disini,karena sekarang sudah jam 7 malam jadi butuh istirahat !" Sarkas Leonardo yang benar sangat tajam setajam golok yang membuat Senja tak bisa menahan tawa sedangkan Bella merasa lemas Bestyee.
__ADS_1