SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Kangen


__ADS_3

Leonardo bukanlah seorang pria yang sebenarnya tidak memiliki perasaan rindu kepada orang-orang yang sangat dekat dengannya, ini adalah hukuman baginya ketika sudah tidur terlalu lama selama belasan tahun dan ketika bangun malah Mengabaikan semua orang yang sangat berharga dalam hidupnya begitu saja.


Bintang ,Senjana memilih pergi untuk meninggalkannya dan anaknya pun sepertinya memang sedang menjaga jarak seolah-olah Ia merupakan orang lain dalam kehidupan mereka.


kalau boleh menjawab apapun pertanyaan orang lain yang ingin Ia katakan yaitu dirinya benar-benar butuh perhatian dari orang-orang sekitarnya, bukan ingin menjadi pria yang cengeng dan juga egois hanya saja dirinya hanya ingin mendapatkan perhatian soalnya capek selama ini tidak punya tempat sedikitpun untuk berbagi kesah.


" kalian tega sekali meninggalkanku dalam keadaan seperti ini, Padahal aku sebenarnya sangat membutuhkan kalian dan juga ingin agar kalian selalu ada di sini tidak pernah pergi menjauh! " batin Leonardo frustrasi karena biarpun tubuhnya bongsor pikirannya cerdas pekerjaannya mapan kehidupannya layak tetapi hatinya terasa begitu kosong keluarga yang dulu dibangunnya dengan susah payah dan sudah mendapatkan kebahagiaan mahancur karena kejadian yang tidak pernah terluka dan sampai saat ini kejadian itu pun tidak pernah terkuak atau mungkin sudah terkuak tapi ia tidak tahu sama sekali maklumlah tertidur selama 15 tahun itu bukanlah waktu yang sedikit.


apalagi Nirmala ketika ia mencari tahu segalanya pasti bakalan langsung marah dan juga tidak terima karena menginginkan agar anaknya itu lebih baik beristirahat dengan tenang, padahal dirinya bukan Tuhan yang inginnya melupakan kesalahan umatnya karena dirinya hanya manusia biasa terdiri dari tulang dan juga daging yang pasti punya perasaan dendam dan juga marah ketika keadaan yang tidak pernah berpihak kepadanya.


" kamu marah karena aku tidak pernah mengunjungi rumah itu sampai-sampai kamu pergi pun tidak mau kembali lagi, atau memang kamu sudah dipanggil sama Tuhan tetapi tidak ada yang memberitahukanku Sebenarnya kamu itu ada di mana?" batin Leonardo monolog.


hidup itu hanya sekali terkadang orang lain menyuruh agar tidak terlalu memikirkan segala sesuatunya secara berlebihan, padahal sadarlah jika sebenarnya Hidup itu tidak serumit yang dipikirkan tergantung daripada orang yang menjalaninya mau membawanya ke arah mana.


Leonardo tidak pernah minta yang muluk-muluk dalam kehidupannya tidak pernah meminta sesuatu yang mustahil di dalam dirinya, Karena yang ada Ia hanya ingin semua orang sepemikiran kemudian melakukan sesuatu yang sesuai dengan bisanya bukan karena menginginkan semuanya agar ada orang lain yang memuji dirinya atau memperhitungkan dirinya sebagai sosok yang benar-benar berwibawa dan juga bertanggung jawab.


Nirmala paling tidak suka melihat Leonardo termenung seperti itu pasti anaknya itu sedang memikirkan istrinya,padahal dirinya sudah mewanti wanti dari awal kalau Apapun yang terjadi ia tidak akan pernah mengijinkan Leonardo mencari keberadaan istrinya.


jika Leonardo tidak mau menikah dengan wanita lain ya sudah hidupnya seperti begitu saja tanpa ada yang menemaninya sampai dia mati sekalipun, daripada nantinya membuat dirinya yang pusing karena bertemu dengan menantu yang tidak pernah IA harapkan kehadirannya sedikitpun.


Rembulan sudah pergi dan tidak akan mungkin kembali lagi Jadi untuk apa lagi mencari wanita yang tidak ada niatan untuk pulang, karena jika dirinya sadar punya keluarga punya suami dan juga punya anak ya tentunya Apapun yang terjadi tetap bakalan kembali mencari mereka.

__ADS_1


" memikirkan anak kamu atau memikirkan istri kamu karena, kalau memikirkan anak kamu Baguslah karena memang tugasnya seorang ayah ya seperti begitu Tetapi kalau memikirkan istri kamu Mama rasa lebih baik tidak usah daripada menjelang tenaga! Biarkan dia mencari hidupnya sendiri dan kamu Tentukan hidup kamu sendiri tidak usah patokan pada wanita itu saja, seorang pria itu adalah penonton jalan dan bisa memilih jalannya sendiri tanpa harus bergantung dengan seorang wanita karena sejatinya pria itu diciptakan untuk memimpin bukan dipimpin! "ujar Nirmala.


Leonardo hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya tadi, selalu saja seperti begini padahal dirinya tidak sempat membahas soal Bintang Tetapi wanita itu selalu terbawa-bawa setiap dirinya sedang bingung atau duduk melamun.


" asal Mama tahu saja dari dulu sampai sekarang statusnya Bintang itu adalah istriku, mau menyukainya atau tidak intinya status itu tidak akan pernah berubah! Apalagi saat ini dia tengah menghilang selamanya dan masa iya ketika dia menghilang aku sebagai seorang suami tidak ada niatan untuk mencarinya, kecuali kami berdua merupakan korban Perjodohan maka aku bakalan membiarkan dia menghilang Kemanapun aku tidak peduli sama sekali! "jelas Leonardo dengan tatapan matanya yang begitu menusuk sudah capek dijadikan mainan oleh Nirmala kalau bisa dibilang selama ini dirinya juga bekerja untuk menghidupi keluarganya dan dirinya bukan pria Pemalas yang hobinya Hanya duduk di rumah doang kemudian mengharapkan bantuan dari orang lain.


Nirmala tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya tadi seolah-olah pria itu Tengah menjabarkan status Bintang di dalam hatinya dan juga di dalam keluarganya, Padahal anaknya itu harus tahu kalau sampai sekarang Nirmala tidak pernah menyetujui pernikahannya dengan Bintang meskipun sudah ada Rembulan Dan juga Senja karena sekali tidak tetap tidak dan itu berlaku di dalam kehidupan Nirmala sampai kapanpun.


" Apa yang kamu katakan itu sebenarnya tidak ada yang salah tetapi itu menurut versi kamu ya bukan versinya Mama, kita beda pemikiran kita beda aliran dan satu lagi kita beda server! kalau kamu merasa bahwa dia merupakan wanita terbaik maka Mama kebalikannya dari itu, Jika kamu merasa dia wanita yang sempurna maka Mama jujur kalau bagi Mama dia itu lebih dari seseorang yang sangat tidak berharga! Mama melakukan semuanya agar kamu bisa bersanding dengan wanita yang pantas dan juga sepadan dengan keluarga kita tapi kamu menolak, kamu selalu berpikiran bahwa wanita itu sempurna lebih dari segala-galanya Tetapi kalau misalnya dia sempurna maka dia pasti bakalan mengikhlaskan kamu untuk mama nikahkan dengan orang lain? " jelas Nirmala santai bahkan bisa dibilang perkataannya yang begitu sangat keterlaluan dianggapnya bukan sebuah masalah yang besar.


Leonardo tahu jika istrinya bukan merupakan wanita yang sempurna di matanya Nirmala, tetapi saya tidaknya setelah beberapa puluhan tahun yang sudah mereka lewati harusnya menghargai apa yang terjadi dan juga tidak mempermasalahkannya Sebab semua manusia itu dituntut untuk belajar ikhlas dan menerima tidak selamanya apa yang kita inginkan bakalan berjalan sesuai dengan yang terjadi.


"Rembulan, sudah pergi dan aku tidak ingin ada pembahasan lagi! kalau memang Mama tetap egois seperti begini Oke tidak masalah karena setelah ini aku bakalan keluar dari rumah kemudian pergi mengajak anakku yaitu Senja untuk kembali ke rumah kami yang lama, karena waktu itu aku dengar mama sewakan rumah itu kepada orang lain kan ya Otomatis pastinya rumah itu akan selalu terawat sampai saat ini! "jelas Leonardo yang tidak peduli dengan tatapan tak percaya dari Nirmala Bukankah wanita itu juga yang sudah mengajak perang diam-diam dengannya maka sekarang jika dirinya meladeninya Ya setidaknya tidak ada yang namanya emosi ataupun ingin balas dendam pokoknya sebagainya yang dipikirkan oleh pria tersebut.


"kamu itu sebagai anak sungguh sangat keterlaluan karena lebih mementingkan orang lain sampai-sampai tidak memperhatikan Mama kamu sendiri, apa sih kurangnya mamamu ini selama ini sudah memberikan kamu yang terbaik ketika kamu tidak sadar malah yang merawat anak kamu tetapi yang Mama inginkan kamu wanita yang sepadan dengan keluarga kita Kok bisa ya susahnya minta ampun? "tanya Nirmala heran dengan pemikiran anak-anak zaman sekarang.


" aku sudah setua itu untuk dijodohkan dengan wanita manapun karena dulu yang masih tampan dan juga mudah saja aku menolak Apalagi sudah beruban, jika memang mama punya niatan sampai ke arah sana aku rasa lebih baik diurungkan saja soalnya tidak selamanya apa yang kita inginkan itu bakalan memang kita dapatkan! " Leonardo memilih untuk Pergi Kembali menemui Senja yang kebetulan sedang berada di apartemen milik mereka yang dulu Saat Bintang masih ada apartemen itu disewakan kepada orang lain dan mungkin sekarang dalam posisi kosong makanya senja memilih untuk menenangkan diri di sana.


Nirmala adalah tipe wanita yang keras kepala dan juga tidak pernah kenal kata mengalah di dalam hidupnya apalagi mau memahami kemauan orang lain, karena kebiasaan orang tuanya dari dulu yang selalu memanjakannya dirinya bahwa terus kebiasaan itu sampai sudah punya anak punya cucu pun tidak pernah berubah sama sekali.


Senja hari ini memilih beristirahat dalam damai tidak ingin ada gangguan sedikitpun dalam hidupnya termasuk bercerita dengan sahabatnya Bella, karena ketika ia pertama kali menempati apartemen yang saat ini dirinya tinggal semuanya sudah disiapkan oleh Leonardo karena sebelum pindah ia sudah sempat menyatakan keinginannya itu kepada Papanya dan pria itu menyanggupi hal itu tidak menolak sama sekali.

__ADS_1


Angkasa sengaja datang ke apartemennya senja ketika hari sudah menunjukkan pukul 06.00 sore, dirinya membawa Andi kemudian membawa Davin agar nantinya suasana di situ bertambah ramai.


Angkasa datang ke tempat itu hanya ingin menghibur Senja Ya tergantung kalau misalnya wanita itu mengusirnya maka ia bakalan kembali Tetapi kalau tidak maka ia bakalan tetap ada di tempat itu, bukan ingin menjadi seseorang yang menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan tetapi setidaknya ia bisa berguna disaat yang tepat.


Bela sebenarnya merasa bersalah ketika memberitahukan alamat apartemen Senja yang baru kepada Angkasa tanpa sepengetahuan dari sahabatnya itu, tetapi ketika ia tahu bahwa Angkasa bakalan datang membawa Davin Oh jelas saja dirinya bakal suka rela memberikan alamat tersebut.


"Senja Maafkan sahabatmu ini ya sudah dengan lancang memberikan alamat apartemen-mu, Ya habisnya mau bagaimana lagi jika soal hati tidak bisa diajak kompromi maka akal sehatpun tidak akan pernah berfungsi! "batin Bella yang menertawakan keadaannya saat ini Entah nanti kalau misalnya Senja bangun dari tidurnya bakalan murka dan juga histeris Ya terserah dari wanita itu saja.


Angkasa menatap setiap sudut apartemen tersebut ketika ia sudah berada di dalam di sana terdapat banyak sekali potret kedekatan antara Rembulan Dan juga Senjana ketika mereka masih kecil, bersama dengan mama dan juga papanya yang sangat dikenal baik oleh Angkasa.


Angkasa melihat dengan jelas Bagaimana raut wajah kebahagiaan Stella ketika bersama dengan anak dan juga suaminya berbeda ketika bersama dengan dirinya dan juga Marcel, wanita itu bawaannya diam saja tidak pernah ada senyum sumringah di wajahnya dan terlihat sepertinya enggan menjalani kehidupan dengan mereka berdua.


" Oh itu Mamanya Senja dan juga Rembulan yang katanya menghilang waktu rumah mereka ada yang menyerang, sampai sekarang belum juga ditemukan entah masih bernyawa atau sudah meninggal pun tidak ada yang tahu sama sekali karena neneknya yaitu nenek Nirmala melarang ketika Papanya senja mencari keberadaan mamanya! "penjelasan singkat dari Bella itu membuat Senja paham kenapa sampai sekarang tidak ada satupun keluarga dari Stella yang pergi mencari keberadaan wanita itu ternyata ada yang tidak beres dengan semuanya.


"Memangnya ada alasan apa ya kalau boleh tahu sampai neneknya Senja melarang Papanya untuk mencari mamanya Senja, padahal kan itu menantunya Ya jelas aja kalau menantunya hilang harus dicari masa iya dibiarkan begitu saja?" tanya Angkasa penasaran tetapi tidak begitu tentara juga Takutnya nanti Bella bakalan merasa Curiga dengan tingkah yang ia Tunjukkan saat ini.


Bella menggelengkan kepalanya karena kalau masalah itu dirinya tidak tahu menahu sama sekali, lagi ya masalah rumah tangganya orang lain Tidak sepantasnya kita yang orang asing malah menggosipkannya karena itu nanti jatuhnya jadi ghibah dan sebenarnya usia seperti Bella itu sangat tidak sopan jika bukan memikirkan soal masa depan malah memikirkan soal yang buruk-buruk tentang kehidupan orang lain.


Angkasa memilih untuk tidak perpanjang lagi pertanyaan yang ada di benaknya namun kini ia merasa penasaran dengan keberadaan tuan rumah, karena dari tadi saat mereka sampai tidak nampak batang hidungnya Senja di setiap sudut ruangan tersebut padahal sejatinya Ia datang ke tempat itu ia ingin bertemu dengan wanita itu bukan malah bertemu dengan Bella yang dari tadi hanya curi-curi pandang ke arah Davin.


" Senja di mana ya, Dari tadi kami datang kok dia tidak kelihatan sama sekali? Apakah dia baik-baik saja atau mungkin sedang tidak enak badan, biar nanti aku bakal memanggil dokter pribadiku untuk bisa memeriksa kondisi kesehatannya saat ini? " tanya Angkasa penasaran.

__ADS_1


Bella menunjukkan ke arah kamarnya Senja pertanda bahwa wanita itu sedang ada di dalam dan juga beristirahat jadi tidak bisa diganggu, Angkasa meminta izin untuk masuk ke dalam bukan ingin berbuat yang tidak sopan Tetapi hanya ingin memastikan keadaan wanita itu apakah baik-baik saja atau mungkin badannya sedang tidak enak sampai-sampai tidur di jalan seperti begini.


__ADS_2