SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Terpaksa


__ADS_3

Senja sebenarnya ingin menolak ajakan yang diberikan oleh Bella tadi hanya saja Ia juga sedikit tidak tega ketika melihat sahabatnya meminta dengan penuh permohonan, dirinya sudah bersahabat dengan gadis itu bukan hanya sehari doang melainkan saat masih berseragam SMA sampai-sampai memutuskan untuk memilih tempat kuliah yang sama.


Senja tidak ingin egois dan hanya mementingkan diri sendiri karena dari dulu sampai sekarang Jika ia Butuh sesuatu pasti Bela dengan sikap akan datang dan membantunya, maka mungkin kini sebaliknya dirinya harus berlaku yang sama tidak membuat sahabatnya itu merasa kecewa dan intinya mereka saling menguatkan satu sama lain sehingga tidak ada yang namanya merasa berat sebelah.


" Ya sudah aku bakalan datang ke restoran samping apartemen biar kamu puasa soalnya aku juga tidak ingin malam ini tertidur dengan tenang sedangkan kamu menangis tersedu-sedu karena keinginannya tidak tercapai, tetapi ingat ya tidak boleh terlalu larut malam Soalnya kamu tahu sendiri kan kalau aku itu sudah kayak ayam jam 06.00 sore sudah naik atas tempat tidur dan langsung tidak sadarkan diri lagi? " ujar Senja membuat Bella tertawa karena memang sahabatnya itu kebiasaannya ya tidak suka pergi kemana-mana di saat sudah malam hobinya ya hanya di rumah menikmati harinya dan Langsung tertidur.


Bella begitu bahagia namun sedikit was-was juga sih takutnya nanti senja bakalan mengeluarkan reaksi yang berlebihan ketika tahu bahwa dirinya berbohong, pastinya Gadis itu berpikir jika bela itu tidak tulus bersahabat dengannya dan lebih mementingkan uang karena terbukti Angkasa baru menawarkan 1000 doang dirinya langsung berlari dengan cepat kilat.


" Ya sudah aku tungguin kamu di sini soalnya aku sudah otw dari tadi loh tetapi ingat kalau misalnya kamu melihat ada keanehan atau kelainan Akunya jangan dimarah-marah ya, soalnya aku juga tidak berani menolak tidak berani membantah apalagi menanyakan ini itu karena aku paling tahu apa yang terbaik buat sahabatku yang satu ini, " pinta Bella membuat Senja mengerutkan keningnya dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh sahabatnya itu.


Senja ingin sekali banyak bertanya Tetapi lebih baik Bukankah menanyakan langsung kepada orang yang saat bertemu nanti daripada lewat telepon begini mungkin ada yang sengaja ditutup-tutupi atau apapun itu, karena memang jarang sekali sih Bella mengajak dirinya untuk ketemuan sebab Gadis itu memilih untuk lebih nyamannya ketemuan di rumah'


" Baiklah aku bakalan langsung menuju tempat di mana kamu berada karena kebetulan sih jaraknya juga tidak terlalu jauh, Oh iya satu lagi karena kamu sudah mengajakku jangan lupa untuk mentraktirku apapun makanan yang paling enak yang ada di tempat itu tidak peduli Bagaimana bentukannya yang penting Intinya jangan terlalu mahal Karena untuk kita anak kuliahan kantong sepertinya tidak mendukung! " saran Senja mau buat Bella mendengus kesal.


" ih sudah cepetan ah nanti Tenang saja pokoknya semuanya bakalan dikonfirmasikan yang penting intinya kamu Cepetan sedikit jangan terlalu lelet, tidak usah dandan natural saja soalnya biarpun natural kamu kelihatan kece badai membahana intinya aku padamu lah! "perintah Bella.


wanita itu akhirnya memilih untuk ikutan pergi ke restoran yang Terletak tidak jauh dari kediamannya Senja, karena ia khawatir jangan sampai Senja malah benar-benar memarahinya karena hanya mempertemukan wanita itu dengan Angkasa saja tanpa dirinya.


sebenarnya jarak rumah Bella dan juga senja itu tidak terlalu jauh mungkin berkisar 200 m maka dari itu wanita itu menggunakan motor matic kesayangannya pun tidak lama Langsung sampai, karena menurutnya motor itu merupakan alternatif transportasi yang pas di saat jam seperti ini ketika orang-orang keluar untuk menikmati suasana dengan keluarga kemudian dengan pasangan dan juga memanjakan diri sendiri ya seperti dirinya yang OTW jomblo selalu.


Bella tidak mungkin dong menelpon Davin ketika mendengar perkataan yang dilontarkan oleh pria itu tadi karena benar-benar melukai perasaannya sebagai seorang wanita, padahal seharusnya apapun masalah yang terjadi tidak usah mengungkit ini dan itu karena kalau misalnya Davin mementingkan sahabatnya Angkasa maka dirinya akan mementingkan Senja sampai kapanpun.

__ADS_1


sesampainya Bela di sana terlihat Senja baru saja memasuki restoran membuat dirinya membulatkan matanya sempurna karena pasti akan dimarahi oleh wanita itu, soalnya tadi ditelepon yang mengaku bahwa sudah sampai di restoran beberapa menit yang lalu dan sedang menunggu sahabatnya itu tetapi kenapa sekarang baru nongol dari luar?


" Oh jadi ceritanya kamu baru sampai dan kenapa tadi ngomongnya lebay sekali katanya sudah menunggu Aku tuh dari tadi sekali, ingat ya jangan salah ngomong atau aku bakalan benar-benar marah lho sama kamu soalnya berbohong? "tanya Senja emosi.


" Ya ampun Senja tadi itu aku lupa dompet dan juga sengaja pulang ambil dan menarik uang lebih Takutnya nanti jangan sampai kamu memang benar-benar mau membeli makanan yang banyak, nanti aku bisa Bonyok loh kalau tidak bawa apapun masa iya disuruh cuci piring percuma meni pedi Kalau akhirnya bakalan jadi itu! "alasan Bella itu sebenarnya klasik tetapi tidak masalah bagi Senja yang penting intinya dirinya tidak ditinggal sendirian tidak dikerjai seperti orang bodoh dan intinya ia keluar dari dalam rumah itu menggunakan piyama dan bersyukur karena tidak menggunakan sendal kamar mandi yang ada gambar telinga kelincinya.


" Ya sudah kalau begitu ayo cepetan masuk Memangnya kamu mau kabur lagi atau ke mana sih, Oh iya aku dari tadi itu kayaknya lihat orang yang tidak asing dari sini kira-kira mungkin mataku yang salah atau memang benar dia ya? "tanya senja yang menunjukkan ke arah mobil Metallic yang terparkir tidak jauh dari motornya Bella.


" Oh mungkin dia juga mau ke sini soalnya ini kan tempat umum bukan tempat berlabel hanya milik Senja dan juga Bella, Ya sudah ayo kita masuk nanti aku langsung mau ke toilet ya sebab sepertinya pojokan lagi memanggil! " jelas Bella membuat Senja mendengar kesal karena menurutnya hidup sahabatnya itu terlalu ribet.


" Ya sudah sana pergi dasar sedikit-sedikit ngeces sedikit-sedikit ngompol sedikit-sedikit ngibul, lama-lama kamu nih aku bisa samakan dengan anak bayi loh iya bayi besar Bella," ejek Senja lalu memilih duduk di salah satu tempat yang berada di pojokan.


setelah Senja duduk tidak lama datang salah satu pelayan untuk menawarkan menu, Tetapi wanita itu menolak karena yang mengajak adalah Bela masa iya wanita itu belum datang dirinya sudah memesan semuanya,


" tapi aku tadi sudah janjian lho sama Bella masa iya dia datang terus tempatnya sudah diisi sama kamu, maaf bukannya ingin tidak sopan tetapi Bisakah kamu pindah ke tempat yang lain saja soalnya kan di sini juga banyak yang kosong? " tawar Senja tetapi Angkasa menggelengkan kepalanya pertanda tidak akan pernah mengindahkan pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita itu.


" Eh kamu Kok bisa ada di sini, tapi itu merupakan tempatku Loh kenapa jadi kamu yang duduk? "tanya Bella yang pura-pura jika saat ini dirinya baru saja bertemu dengan Angkasa dan tidak ada yang namanya skenario terjadi di antara mereka berdua sebab Takutnya nanti Senja bakalan salah paham.


Angkasa awalnya sedikit bingung dengan Respon yang diberikan oleh Bella Tetapi beberapa saat kemudian dirinya akhirnya mengikuti skenario yang sedang dibangun oleh sahabat dari wanita yang ia sukai, ya mungkin dengan ini bakalan lebih baik jadi wanita itu tidak akan curiga jika mereka sudah mengatur pertemuan yang secara sengaja dilakukan di tempat ini.


" Bisakah kamu mengerti hanya beberapa menit saja Aku ingin berbicara dengan dia, karena ini sangat penting dan tidak bisa ditunggu lagi untuk beberapa saat lamanya! "jelas Angkasa penuh permohonan membuat Bela menghembuskan nafasnya kasar sedangkan Senja mengerutkan keningnya karena memang tidak ada niatan untuk tetap tinggal di tempat itu.

__ADS_1


" Tapi kan aku sudah janjian sama Senja tidak enak loh kalau sahabatku ini malah makan malam dengan kamu, itu sama saja dengan kami tidak bestian sudah janjian ketemuan eh malah akhirnya memilih ke arah lain, "tolak Bella masih.


Angkasa sudah merasa Jengah sendiri karena sejatinya dirinya bukanlah seorang pria yang bisa membicarakan tentang hal-hal yang seperti ini dengan kata-kata yang begitu halus, dirinya adalah seseorang yang kaku dan juga seseorang yang sangat langsung to the point ketika berbicara tidak perlu harus meluber ke mana-mana.


" ya sudah nanti kamu duduk di sekitaran sana pesan saja makanan Apapun yang kamu inginkan nanti aku yang bakalan membayar, tetapi untuk sekarang tolong hargai dulu keinginanku untuk berbicara dengan Senja empat mata karena ada hal penting yang harus kami bahas dan ini Tentu saja tidak melanggar privasi Ataupun mungkin pembahasan yang kurang ajar Karena aku tahu tentang harga diri seorang wanita! " jelas Angkasa.


Senja sebenarnya merasa tidak nyaman karena dirinya dari dulu sampai sekarang tidak pernah duduk berduaan hanya dengan seorang pria karena kemanapun ia pergi pastinya hanyalah dengan Bella saja, namun ketika melihat keseriusan di wajah angkasa dirinya sepertinya tidak tega juga ketika membiarkan pria itu yang sepertinya ingin membahas sesuatu hal tetapi dihalang.


" Ya sudah kamu ke sana saja aku baik-baik saja kok lagian kamu juga tidak terlalu jauh yang penting intinya tidak mendengar apapun yang kami bicarakan, kalau misalnya dia ngomongnya kurang ajar ya sudah aku tinggal pergi saja kan Ngapain juga bertahan jika hanya untuk mempermalukan diri sendiri? "Senja tidak merasa kalau Angkasa itu membahayakan baginya karena selama ini dirinya juga tidak pernah melihat pria itu suka membully orang lain suka menyakiti perasaan orang lain Dan intinya Angkasa itu merupakan orang yang memiliki kepribadian yang sangat tenang.


Bella akhirnya bernafas lega ketika melihat bahwa senja tidak merasa Curiga dengan Sikap yang ditunjukkan antara dirinya dan juga Angkasa, membuat dirinya merasa sedikit bisa santai dan tidak saya tegang tadi karena ya takutnya jangan sampai sahabatnya itu malah mencurigai dirinya yang bukan-bukan dan otomatis hubungan mereka bakalan renggang hanya karena dirinya yang berniat untuk membantu Angkasa.


Angkasa dan juga Senja dari tadi Hanya duduk bengong sambil memainkan ponsel masing-masing karena salah satu dari mereka tidak ada yang mau membuka suara, membuat Bella yang di seberang merasa geregetan karena dirinya sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk harus terus menerima permainan yang sedang dimainkan oleh Angkasa saat ini.


" Ya ampun itu orang berdua kenapa malah jadi tidak ngomong sama sekali Duduk diam-diaman seperti orang yang lagi berantem, kalau tahu seperti begini lebih baik tadi tidur dengan tenang di dalam rumah tidak usah keluyuran malam yang ada harus memberikan alasan yang masuk akal kepada Mama? " omel Bella dalam hati karena menurutnya Angkasa itu bukanlah tipe pria yang Gentlemen ketika berdekatan dengan senja karena tiba-tiba berubah menjadi bloon.


" Gimana kabar kamu? "


Senja mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Angkasa sebab menurutnya itu sangat tidak masuk akal, karena kalau misalnya kabarnya itu tidak baik-baik saja ya Otomatis saat ini ia tidak mungkin berada di tempat ini bertemu dengan pria itu saling duduk berhadap-hadapan dan juga bisa melihat kira-kira Apakah ia baik-baik saja atau tidak.


"pertanyaan kamu itu klasik dan juga tidak masuk akal, kalau memang yang kamu perlukan adalah pertanyaan yang itu ya lebih baik tidak usah saja deh karena hanya membuang-buang tenaga! "omel Senja merasa Jengah karena waktunya habis hanya kalau sampai pembahasannya hanya tentang itu saja.

__ADS_1


" Oh maaf kalau membuat kamu tidak nyaman tetapi sepertinya kita makan dulu supaya lebih santai ngobrolnya, Soalnya ini sebenarnya penting tetapi aku juga tidak ingin kamu sakit hanya karena menunda waktu yang baik untuk makan, "tawar Angkasa lalu memanggil pelayan untuk memesankan makanan bagi mereka berdua Lalu setelah itu menyuruh pelayan tersebut untuk pergi ke meja tempat di mana Bella berada dan mencatat Semua pesanan wanita itu tanpa terkecuali.


" Kalau boleh tahu apa sih hal penting yang kamu bahas sampai-sampai rela malam-malam begini kamu keluar rumah dan memanggilku, dan aku juga sudah tahu kalau sebenarnya setelah melihat perubahan sikap kalian berdua tadi jika Bella itu sebenarnya kamu yang menyuruh kan dia untuk menelponku datang ke sini karena ini semua itu bukan kebetulan? " jelas Senja sambil menatap ke arah Bella dengan tatapan biasa saja karena ia juga tidak mungkin menyalahkan sahabatnya itu sebab jika mencurigai seseorang sepertinya sangat keterlaluan karena terbukti Bella bertanggung jawab dengan tetap datang ke tempat itu dengan tetap menemaninya dan tidak pergi sama sekali meskipun saat ini dirinya sudah berada dan duduk tepat di hadapan Angkasa.


__ADS_2