SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Tolong


__ADS_3

Stella saat ini sangat tidak menyangka kalau dirinya kembali ke rumah yang dulu pernah IA tinggali dengan Leonardo dan juga kedua Putri mereka, terdengar tawa bahagia dari kedua putrinya yang terdengar begitu jelas di dalam pikiran dan juga pendengarannya saat ini.


" tolong kembalikan buku kakak soalnya hampir terlambat loh pergi ke kampusnya, Ah kamu kalau seperti begini terus lama-lama kakak bisa marah lho sama kamu! " setelah mendengar suara itu dan juga sangat hafal gestur tubuh itu ya meskipun sudah berlalu beberapa tahun lamanya Tapi ia yang melahirkan mereka ke dunia Jadi otomatis perubahan bentuk apapun dirinya pasti langsung mengenali.


" Jangan harap aku bakalan memberikan kepada kakak Siapa suruh sudah mencari masalah denganku terus, Aku dari kemarin sudah bilang kalau kakak Terus saja seperti begini aku bakalan mengambil bukunya dan tidak akan pernah membiarkan Kakak pergi ke kampus,"Stella ingin menangis ketika mendengar suara yang sangat ia kenal karena suara itu adalah gadis kecilnya dulu yang sangat manja dan juga selalu saja mendapatkan perhatian dari orang-orang.


Stella mendengar dengan jelas langkah kaki orang yang saling mengejar satu sama lain, naik ke atas tangga rumah itu dengan posisi Sambil tertawa dan setelah itu tidak terdengar lagi membuat wanita itu segera berlari menyusul ke atas takutnya jangan sampai anaknya kenapa-napa.


belum sampai dirinya ke lantai atas ternyata suaminya memanggilnya untuk kembali ke dalam kamar karena harus memasangkan dasi untuknya, karena pagi ini dirinya harus mengadakan meeting dengan klien penting jadi harus buru-buru pergi sekarang juga.


"Bintang , kemarilah dulu Tolong bantulah suamimu ini yang lagi kesusahan! "teriak Leonardo membuat Stella mengurungkan niatnya untuk mengecek keadaan kedua putrinya yang begitu diam Padahal tadi keduanya begitu ramai entah mempermasalahkan hal apa dirinya juga tidak tahu sama sekali.


"tapi Mas aku harus memastikan anak kita dulu, soalnya nanti mereka juga telat pergi ke sekolah Apalagi jarak sekolah mereka kan jauh! " ujar Stella yang benar-benar kebingungan karena anaknya Kok sampai sekarang suara mereka tidak kedengaran sama sekali.


" sekolah mereka memang jauh tapi kan mereka sudah bisa menggunakan kendaraan Memangnya kamu lupa kalau anak bapak itu sudah handal menyetir, Ayolah sekarang urus suamimu jangan memikirkan mereka soalnya mereka itu sudah besar bisa mengurus diri sendiri! "tolak Leonardo membuat Stella mengerutkan keningnya karena setahun ya anaknya itu masih SD berumur 10 tahun yang baru bisa mengendarai sepeda belum bisa mengendarai kendaraan bermotor.


" Mas kamu itu kalau bicara enak sekali ya, Memangnya kamu pikir anak kita umurnya sudah berapa sampai kamu izinkan mereka membawa mobil? Awas ya kalau sampai sekali lagi kamu membuat keanehan dengan cara mengizinkan mereka melakukan sesuatu yang berbahaya, Aku pastikan kamu bakalan kena akibatnya jika sampai mereka berdua kenapa-napa! "ujar Stella emosi membuat suaminya itu tersenyum.


"Sayang kalau misalnya mereka itu anak kecil terus aku mengizinkan mereka bahwa mobil sendirian yang ada mereka sudah lama masuk di penjara dan kita juga, tetapi Sudah 2 tahun ini kan mereka biasa saja tidak ada yang perlu dicemaskan jadi jangan khawatir berlebihan seperti itu ," jelas Leonardo santai karena memang seperti begitu kenyataannya mau cemas Bagaimana rupa pun intinya adalah satu yaitu kedua anak mereka sudah besar tidak boleh terlalu dikekang masa depan mereka masih panjang dan intinya mereka merupakan Orang yang bertanggung jawab terhadap hidup.


" Astaga Mas kamu ini kayaknya sinting deh atau ada penyakit apa sih yang sedang menderita sampai-sampai berpikiran yang aneh-aneh, anak-anak kita itu masih umurnya 10 tahun masa iya sudah kamu bebaskan berkendara di luaran sana? Jangan coba-coba mengizinkan mereka melakukan sesuatu hal yang tidak pernah aku ketahui karena aku bakalan tidak akan pernah tinggal diam, jika sampai mereka kenapa-napa dan itu semua disebabkan oleh kamu yang sebagai orang tua tidak tahu bertanggung jawab ," setelah mengatakan hal itu Stella memilih untuk pergi mencari anaknya jangan sampai mereka belum pergi ke sekolah saat ini.


Sesampainya di depan kamarnya senja terlihat wanita itu mengurutkan keningnya karena bukannya anaknya yang masih imut membuka pintu malah seorang gadis yang sedang menenteng buku di tangan dan juga tas selempang ambil tersenyum kepadanya, dan lebih parahnya lagi Gadis itu sedang bertelepon dengan seseorang di seberang sampai-sampai tidak peduli dengan keberadaannya sama sekali.


Stella bahkan tidak bisa menyentuh tubuh gadis itu karena hendak ingin menanyakan Di mana keberadaan anaknya, dan lebih parahnya lagi dari arah kamar sebelah tampak seorang gadis yang wajahnya Sama persis dengan gadis yang baru saja keluar dari kamarnya Senja itu.

__ADS_1


"Senja,ayo berangkat !" Ajak gadis yang satu lagi membuat Stella benar-benar terkejut ketika nama anaknya disebut dan ternyata gadis yang sedang ia masuki kamarnya itu yang menyahut.


" Sabar sedikit kok Rembulan , soalnya aku belum sarapan," jelas gadis tersebut membuat Stella ingin sekali menarik tangannya dengan membawanya ke meja makan karena Biar bagaimanapun sarapan hanya saja kedua gadis kecilnya yang belum ia temukan sampai sekarang.


Senja terlihat sudah turun lebih dulu kalau lantai bawah sedangkan kakaknya akan menyusul dirinya setelahnya,Rembulan menatap ke arah Stella yang dari tadi kebingungan mencerna semuanya dan tersenyum kepadanya lalu Melambaikan tangan dan setelah itu gadis tersebut sepertinya dengan sengaja menjatuhkan tubuhnya ke arah tangga membuat dirinya berguling sampai ke lantai bawah dengan wajahnya yang penuh dengan darah.


Stella terlihat tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya karena ia bingung sebenarnya gadis yang terjatuh di hadapannya itu siapa, namun kebingungannya terjawab sudah ketika melihat Leonardo suami yang dan gadis yang dipanggil Senja itu berlari menghampiri gadis yang tadi terjatuh di hadapannya dengan menyebutkan nama Rembulan.


Leonardo terlihat memberikan kode kepada Stella Tetapi wanita itu tidak merespon sedikitpun, karena di pikirannya kalau yang terjatuh tadi itu adalah orang lain bukanlah anaknya Rembulan .


" mama, Tolong panggilkan bantuan kalau tidak anak kita bisa meninggal!" perintah Leonardo Tetapi setelah menggelengkan kepalanya karena dirinya tidak mengakui jika gadis yang terjatuh tadi itu merupakan anaknya.


" Dia anaknya orang lain papa lebih baik menghubungi orang tuanya, Anak kita sudah pergi sekolah dari tadi kok!" tolak Stella yang tetap pada pendiriannya.


Stella tanpa banyak berbicara langsung lari menuruni tangga untuk memastikan keadaan anaknya itu baik-baik saja, tetapi sepertinya semua sudah terlambat karena Rembulan sudah pergi sambil tersenyum memegang tangan mamanya dan juga adik kembarnya itu.


"Rembulan.....


Stella akhirnya sadar dari mimpi buruknya itu dan menatap ke arah sekitarnya ternyata ia masih di dalam kamar yang sama selama belasan tahun, tidak ada anak dan juga suaminya yang selama ini ia rindukan Tetapi entah mengapa mimpi buruk itu tiba-tiba datang dan lebih parahnya lagi di mimpi itu memperlihatkan Bagaimana Rembulan telah meninggalkan dirinya dan juga yang lain.


Stella tidak bisa menahan tangisnya karena tidak percaya dan juga tidak menyangka ketika bertahun-tahun lamanya merindukan keluarganya barulah malam ini ia memimpikan mereka, tetapi dalam sosok yang berbeda dan ya aku ya anak-anaknya itu terlihat sangat cantik dan juga manis namun satu yang membuat dirinya bingung karena di mimpi itu Rembulan pergi meninggalkan mereka dengan senyuman padahal ini bukanlah sesuatu perjumpaan secara sengaja yang dirinya harapkan selama ini.


Marcel yang mendengar teriakan Stella tadi langsung tanpa banyak berbicara berlari masuk ke kamar wanita itu, dan betapa terkejutnya ketika melihat Stella duduk di atas ranjang sambil memeluk kedua lututnya dengan membenamkan wajahnya di tengah-tengah.


Marcel mendekati wanita itu kemudian mengusap bahunya membuat Stella terkejut lalu mengangkat wajahnya dan menatap ke arah pria yang sudah bertahun-tahun selalu menjaganya ini, air matanya tidak bisa dibendung lagi turun menetes begitu saja karena hatinya benar-benar terluka dan juga tidak percaya Jika jalan hidupnya harus seperti begini.

__ADS_1


" kamu baik-baik saja kan, kamu mengalami mimpi buruk atau apa sampai-sampai kamu histeris seperti tadi? " tanya Marcel cemas bahkan kini memindai satu persatu penampilan Stella untuk memastikan keadaan wanita itu apakah baik-baik saja atau tidak.


Stella benar-benar merasa terluka dengan semuanya dan juga tidak menyangka jika mimpi buruk yang seperti itu datang sekali dalam hidupnya tetapi langsung mengambil anaknya seperti tadi, entah kalau mimpinya saja sudah menyiratkan seperti itu Bagaimana dengan dunia nyata Apakah anak-anaknya baik-baik saja Apakah suaminya dalam keadaan masih sehat?


marcel mengerutkan keningnya ketika Stella yang tidak kunjung merespon pertanyaannya tadi, bahkan terlihat wanita itu sekarang malah menangis sesegukan yang terasa begitu menyayat hati seolah-olah ada beban pikiran yang begitu menyiksanya.


"setelah, katakan apa yang kamu rasakan? Apakah bagian tubuhmu Ada yang sakit, biar kita pergi ke rumah sakit atau aku bakalan menelpon dokter saat ini juga? " tawar Marcel yang benar-benar merasa frustasi ketika Stella yang tidak kunjung menghiraukan apa yang ia katakan.


"Ya Tuhan ,Stella! kalau ada yang ingin kamu sampaikan katakan saja kamu tahu kan kalau aku tidak akan pernah membantah Apapun yang kamu katakan, tapi tolong jangan hanya diam seperti ini karena aku bingung harus melakukan apa jika sampai kamu hanya bisa memberikan tangisan saja? "tanya Marcel yang benar-benar frustasi bahkan terlihat kini ia sudah perlu dihadapan setelah memastikan kalau wanita itu baik-baik saja atau tidak.


Stella menatap ke arah Marcel kemudian memegang tangannya membuat Marcel kebingungan tetapi sekaligus merasa was-was, dirinya tidak siap jika nantinya setelah meminta sesuatu yang akan membuat dirinya benar-benar merasa Terpukul dan juga tidak siap untuk ditinggalkan.


" kamu sayang kan sama aku, Mas? Kamu mau kan mengikuti semua yang aku inginkan tanpa terkecuali, untuk membuktikan kalau kamu sayang sama aku sebagai adiknya kamu? aku mohon Tolong antarkan aku pulang kepada suamiku dan juga anakku, Aku rela memberikan apapun untuk kamu Bila perlu kamu ambil ginjalku atau mataku Sekalipun Aku tidak masalah tetapi aku ingin pulang! aku tadi bermimpi kalau Rembulan meninggal tepat di depan mataku padahal anakku itu sudah besar dia meninggal dalam keadaan tersenyum, dan itu membuat hatiku benar-benar sakit karena aku tidak mengenali anak sendiri!" pinta Stella yang penuh permohonan berharap agar Marcel mau mengabulkan permintaannya kali ini ya Meskipun terkesan begitu memaksa tetapi setidaknya ia bisa berkumpul kembali dengan anak dan juga suaminya lagi.


Marcel terlihat melepaskan genggaman tangan Stella itu kemudian menatap ke arah lain, inilah yang paling ia takutkan dalam hidup yaitu Stella membuat permohonan yang tidak bisa ia tolak.


" Mas kamu mau kan mengabulkan permohonanku tadi, aku janji setelah ini tidak akan meminta apapun dari kamu Bahkan aku bakal menyuruh suamiku untuk membalas semua kebaikan kamu selama ini! aku mohon tolong kali ini saja turuti kemauanku Karena setelah itu aku tidak akan pernah meminta apapun lagi, Aku hanya ingin memastikan keadaan Anakku baik saja Kemudian suamiku juga karena yang aku inginkan hanyalah berkumpul dengan mereka tidak lebih dari itu! percuma kamu memberikan aku apapun karena aku tidak akan pernah memakainya sedikitpun, sebab dalam pikiranku hanya ingin berkumpul kembali dengan anakku dan juga keluargaku yang lain,"Stella tidak mau lagi menahan diri untuk tetap bertahan di dekatnya Marcell karena biar bagaimanapun dirinya punya keluarga dan ia sangat ingin bertemu dengan mereka.


" nanti kalau kamu merasa tidak baik-baik saja bilang kepada Bibi atau kepada Angkasa karena aku ada urusan di luar, istirahat yang baik biar jangan mimpi buruk lagi dan akhirnya melakukan permintaan yang aneh-aneh! "bukannya menjawab permintaan dari Stella tadi kini Marcel sudah pergi bahkan sepertinya memang tidak ada niatan untuk menjawab.


Stella berdiri Menghadang jalannya Marcel karena ia masih serius berbicara dengan pria itu setidaknya menghargai keinginannya untuk saat ini, Lagian Apa susahnya sih melepaskan dirinya kembali kepada keluarga bukan malah menahannya tanpa ada hubungan dan status yang jelas di antara keduanya.


" kamu sungguh sangat keterlaluan ya sampai-sampai tega-teganya tidak menghiraukan apa yang aku katakan tadi, padahal jelas-jelas kamu bisa melakukannya tetapi kenapa malah mengabaikanku seperti itu?"Stella sudah tidak tahu lagi harus bersabar Seperti apa lagi untuk menunggu agar Marsel paham kalau sebenarnya yang ia inginkan hanyalah kembali.


Marcel memilih untuk tidak peduli karena jika ia menjawab perkataan dari Stella tadi bisa dipastikan mereka berdua bakalan berdebat dan Bertengkar Lagi, dirinya tidak ingin menyakiti wanita itu lebih baik ia saja yang tersakiti dengan segala macam permintaan Stella yang selalu saja ingin kembali kepada keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2