SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Pendekatan


__ADS_3

Angkasa memilih untuk tidak terlalu memperlihatkan bentuk perhatian secara nyata terhadap Senja,karena nantinya ia bakal menatap wanitanya itu dari jauh Maksudnya supaya Senja tidak terlalu merasa terganggu dengan kehadirannya di sekitar.


bukan karena ingin tidak sopan ataupun merasa ada yang rumit serta tidak mampu untuk menjaga Tetapi hanya saja yang ingin lebih menjaga kewarasan, soalnya setiap kali bertemu dengan Senjana hasil akhir pasti mereka bakalan berdebat dan Angkasa ya pura-pura marah-marah padahal sejatinya Ia lebih menyukai ketika Senjana berbicara kepadanya.


"Apa dia dari tadi berada di situ dan kamu kenapa tidak mau menghampirinya, Bukankah selama ini kamu selalu menaruh perhatian diam-diam kepadanya? " tanya Bella setengah berbisik karena memang dirinya sempat melihat ketika Angkasa ingin mendekati Senja Tetapi malah mengurungkan niatnya itu mungkin karena tidak ingin ribut atau apalah.


" Mana bisa mau mendekat ke arahnya baru nongol saja dia sudah bertanya histeris seolah-olah aku ini monster dan tidak pantas untuk mendekatinya, sahabat kamu itu memang sangat mengerikan ketika marah padahal aslinya sebenarnya itu terlihat sangat manis ketika sedang tersenyum! " ujar Angkasa.


Bella akui apa yang dikatakan oleh Angkasa itu tidak pernah salah karena memang sejatinya sikap Senja Ya seperti itu tidak suka terlalu diperhatikan dan juga tidak suka ada yang terlalu memberikan perhatian yang mencolok, apalagi orang itu ada hubungannya dengan Rembulan sebab terlihat sekali Gadis itu benar-benar ingin mengubur dalam-dalam memori ingatan tentang saudara kembarnya itu.


Angkasa sebenarnya terlihat begitu tulus hanya lingkungannya saja yang tidak menjamin pria itu harus selalu berlaku tulus terhadap lawan jenisnya, apalagi Marcel memang benar-benar menentang jika anaknya itu berhubungan dengan segala sesuatu yang menyangkut tentang Stella karena takutnya jangan sampai wanita itu bakalan meninggalkan mereka berdua dan tidak akan pernah kembali lagi.


Marcel saat ini tengah tertidur begitu santai seolah-olah tanpa beban sedikitpun dan juga seolah-olah wanita yang selama ini ia jaga selalu berada di sampingnya, meskipun terkesan sangat memaksakan diri kemudian melakukan sesuatu berdasarkan kedekatan tetapi Percayalah di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan yang bakalan selalu menuntunmu menuju kepada apa yang kamu inginkan dan itulah hal yang selalu dipikirkan oleh Stella selama ini.


Angkasa sedang berusaha mendekati Senja apapun caranya dan apapun Respon yang diberikan, dirinya tidak ingin kehilangan wanita itu Ya setidaknya untuk menjaga dari perbuatan Marcel yang pasti nekat untuk mencelakainya seperti yang dilakukan terhadap Rembulan.


Bella yang melihat Senja akan lewat berusaha menarik perhatian wanita itu agar bisa menetap ke arah Angkasa yang kebetulan sedang menatap ke arah lain, pria itu hanya sedang menghindari tatapan matanya nantinya bertemu dengan Senja dan membuat wanita itu pasti merasa emosi dengannya.


" Angkasa, itu ada Senjana di sana, Kenapa tidak kamu sapa dia ya mungkin dengan begitu hubungan kalian bisa dekat? Jadi pria itu jangan terlalu penakut setidaknya lakukanlah pendekatan dengan dia Mungkin kemarin-kemarin dia sedang Kehilangan Arah, tetapi hari ini percaya kalau dia pasti bakalan menerima apapun ," Saran Bella.


Angkasa hanya bisa memasang tatapan datarnya sebab menurutnya orang itu kalau ngomong ya segala sesuatunya menjadi mudah, Coba kalau disuruh praktek pasti hari itu juga bakalan langsung berubah pikiran dan mungkin tidak ada pikiran buat melakukan semuanya.

__ADS_1


Bella yang melihat Angkasa tidak bergerak sama sekali akhirnya memilih memanggil Senja agar mendekati mereka, yang meskipun hasil akhir dirinya dan juga Senja bakalan berdebat karena Gadis itu memang benar-benar tidak ingin berhubungan ataupun berdekatan dengan yang namanya Angkasa.


"Senja, kamu ke sini dulu dong ini ada yang mau ngomong nih sama kamu! " teriak Bella memanggil Senja agar segera mendekat dengannya tetapi yang ada Gadis itu malah menatap kesal ke arahnya sebab menurutnya pasti akal-akalannya Bela agar dirinya bisa berbicara dengan Angkasa yang sangat menyebalkan.


" Aku sedang ada kesibukan lain tidak ada niatan untuk mendekat ke arah kalian yang ada bakalan terkena virus mematikan, apalagi pesan dari Rembulan yang mengatakan kalau aku tidak boleh berdekatan dengan manusia satu itu ya sudah lebih baik memang tidak usah sama sekali! "ujar Senja membuat Angkasa mengerutkan keningnya karena dirinya sedikit waspada jangan sampai sebelum menghembuskan Nafas Terakhir Rembulan sudah sempat mengatakan kronologi semuanya kepada Senja.


Angkasa mendekati Senja kemudian mengangkat wanita itu dan menaruhnya di bahunya lalu membawanya ke dalam toilet pria, dirinya harus meluruskan segala macam kesalahpahaman ini jika tidak maka Senja akan terus-menerus salah paham dan juga mencurigai hal yang tidak tidak kepadanya.


"Hei kamu turunkan aku dong, ngapain sih pakai bawa aku segala nanti aku bakalan teriak agar semua orang mendengarnya!" ujar Senja sambil memukul kuat bahu Angkasa yang benar-benar tidak merasa sakit.


" otak kamu itu harus segera diluruskan biar jangan terlalu berpikiran yang aneh-aneh terhadap orang lain, kamu selalu mencurigaiku tanpa bukti seolah-olah apa yang terjadi kepada saudara kembar kamu itu memang merupakan kesalahanku? " sarkas Angkasa kasar soalnya bisa habis kesabarannya kalau setiap kali bertemu dengan Senja kemudian dicurigai seperti ini dan itu padahal memang kenyataannya seperti itu.


"Ya sudah kalau kamu mau membenciku itu urusan kamu aku tidak pernah mau ikut campur sama sekali, tetapi yang ingin aku lakukan adalah membuat pikiran kamu itu menjadi benar tidak mencurigaiku yang aneh-aneh dan juga tidak membuat aku merasa emosi!" ujar Angkasa yang memang tidak peduli Mau Senja marah seperti apapun itu adalah urusan wanita tersebut bukan urusannya yang penting intinya wanita itu tidak boleh membencinya.


Senja yang sudah capek berteriak memilih untuk diam dan kini Mereka pun menjadi bahan tontonan semua orang apalagi ketika keduanya berada di dalam toilet pria, Angkasa mendudukan Senja di atas wastafel kemudian menatap ke arah wanita itu tanpa ekspresi membuat Senja sedikit ketakutan karena selama hidupnya ia tidak pernah yang namanya dekat sekali jaraknya dengan seorang lawan jenis.


" saya itu sudah mencoba sabar selama ini tetapi sepertinya kesabaran saya itu tidak pernah Kamu hargai sedikitpun, sekarang pertanyaannya Apa alasan kamu sampai membenci saya seperti itu? kalau memang karena kamu merasa kasihan dengan saudara kembar kamu yang terlalu semangat untuk mengejar-ngejar saya Ya sudah itu merupakan Masalahnya dia, tetapi masalah kita berdua itu tidak ada sama sekali hanya kamunya saja yang terlalu terbawa-bawa dan mengaitkan sesuatu dengan hal-hal yang tidak pernah terjadi! "ujar Angkasa.


Senja mengepalkan tangannya menahan emosi sebab dirinya paling tidak suka ketika ada yang sok tahu dengan hubungannya dan juga Rembulan, Angkasa itu baru muncul beberapa saat lamanya dalam kehidupan Kakak kembarnya jadi seharusnya tidak boleh membicarakan sesuatu secara berlebihan.


" Kamu itu tidak tahu apapun tentang kehidupanku dan kamu juga tidak tahu semuanya tentang apa yang aku alami, Aku paling membenci ketika melihat Rembulan mengejar-ngejar kamu tetapi kamu malah mengabaikannya seperti itu seolah-olah Kamu merupakan manusia yang paling bagus di dunia! kalau memang kamu tidak menyukainya ya sudah katakan saja secara langsung biar tidak merasa bahwa kamu sedang memberi harapan, jadi orang jangan terlalu percaya diri sekali dan sekarang Menurut kamu aku bakalan mau saja didekati oleh manusia seperti kamu? "ujar Senja dengan tatapan matanya yang benar-benar tidak bersahabat.

__ADS_1


Angkasa tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Senja, Padahal semua kesalahan ini ya harusnya dilimpahkan kepada Rembulan, Karena gara-gara Wanita itu membuat orang akhirnya merasa salah paham dengan dirinya.


" kamu menyalahkanku atas apa yang terjadi kepada saudaramu itu, memangnya kamu punya bukti atau mungkin kamu melihatnya ? asal kamu tahu saja ya Apa yang kamu katakan dari tadi itu aku bisa menuntut kamu loh dengan tuntutan pencemaran nama baik dan perbuatan yang tidak menyenangkan, Ayolah tidak usah lagi Memikirkan orang yang sudah tidak ada Bukankah maksudnya Hidup itu harus dijalani?"Angkasa mau tidak mau mengatakan semuanya daripada nanti hasil akhir ia lagi yang bakalan disalahkan.


" Oh jadi ceritanya kamu mau mengancamku sekarang dengan cara memaksaku agar mau berhubungan dengan kamu dengan begitu semua masalah bakalan kelar, sepertinya memang keluarga kalian itu bukan keluarga yang baik-baik karena hobinya memaksakan diri agar orang lain sama sepemikiran dengan kalian! " setelah mengatakan hal itu Senja pun memilih pergi sebab menurutnya capek terus-menerus berdebat dengan pria egois seperti Angkasa yang sekali-kali tidak pernah mau mengakui kesalahan yang pernah ia lakukan dan mungkin terkesannya terlalu memaksakan kehendak'


Angkasa menatap nanar ke arah punggung wanita yang sudah semakin menjauh itu, sebenarnya bukan hal ini yang ingin dia bicarakan namun yang ada dalam pemikirannya hanyalah ingin minta maaf kalau misalnya selama ini Senja merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Bukan malah membuat wanita itu membencinya kemudian mungkin tambah tidak suka dengan kehadirannya, padahal Ia sudah berusaha membantah apapun yang dikatakan oleh Papinya yaitu Marcel agar tidak boleh menyakiti senja namun apa yang ia dapat selalu saja tidak pernah berakhir dengan yang namanya bahagia.


" Aku tahu kamu kecewa dengan hidup ini sebenarnya aku pun merasakan hal yang sama, kehadiran yang tidak pernah dihargai kemudian perkataan yang tidak pernah dianggap dan satu lagi diperlakukan layaknya seorang budak yang hanya bisa menerima perintah tanpa bisa memberikan perintah! "batin Angkasa yang menertawai keadaannya saat ini.


Senja masuk ke dalam kelasnya sambil memasang tatapan kekesalannya membuat Bella menatap heran ke arahnya tetapi tidak berani bertanya, karena setahu nya jika Senja terlihat kesal seperti begitu artinya ada sangkut pautnya dengan Angkasa sebab memang hubungan kedua orang itu tidak pernah akur selama ini.


" Kamu kenapa lagi sih masuk-masuk ke dalam kelas langsung tatapannya seperti itu, memangnya ada masalah apa yang kamu hadapi sampai-sampai bawaannya selalu marah terus? "tanya Bella basa-basi padahal sebenarnya ia sudah tahu.


Senja memilih membuang wajahnya asal karena sama saja membahas segala sesuatu jika menyangkut Angkasa maka terlihat Bella sangat mendukung pria itu, dari pada cari masalah lebih baik memilih untuk diam Bukankah diam itu emas dan segala macam masalah bakalan menghilang?


" ya kamu tidak ada niatan gitu mau menjawab pertanyaan yang aku berikan tadi atau mungkin ceritanya kamu lagi marah kepadaku, Wah kamu tega sekali loh kalau sampai memarahiku tanpa ada alasan yang jelas Padahal selama ini kan aku selalu ingin membuat kamu merasa nyaman? "ujar Bela yang sengaja mendramatisir keadaan agar sahabatnya itu tidak terlalu terbawa emosi.


Senja memilih untuk tetap fokus pada tugas yang ada di hadapannya biarlah Bela mau berbicara seperti apapun nanti kalau sudah bosan pasti bakalan berhenti sendiri, daripada pembahasan tentang mereka berdua yang hasil akhir pasti bakalan saling menyakiti satu sama lain.


"Angkasa itu sebenarnya tidak seburuk yang kamu pikirkan karena terlihat begitu besar ketulusan yang sedang dia simpan hanya untuk kamu saja, dan aku melihat itu tidak Ia berikan kepada Rembulan dan artinya Memang dari awal dia hanya inginkan kamu bukan kakak kamu! "jelas Bella lalu memilih untuk fokus juga kepada tugas yang ada di hadapannya daripada nanti kalau berbicara panjang lebar dirinya bakalan disalahkan lagi.

__ADS_1


__ADS_2