SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
05 (flashback "awal mula perpisahan")


__ADS_3


Nam de reum -Senja



Shania Gracia -Rembulan


senja berlari menyusuri kolidor di sekolahnya dengan membawa selembaran kertas.. saking terburu-buru senja menabrak beberapa orang.


"woyyy.. bisa jalan gak sih lo"nyolot anggara siswa yang di tabrak senja


"sorry-sorry.. gw buru-buru"


anggara menarik baju senja dan di seret hingga menghantam dinding"kali ini gw maafin tapi sekali lagi gw lihat lo.. gw hajar"


"oo-oke"


anggara melepaskan tarikannya lalu melepaskan senja"awas lo.. "anggara pun pergi..


#skip

__ADS_1


sampai di kelas rembulan, senja datang-datang dengan tergesa dan nafas yang tersengal-sengal.. senja berhenti di meja senja ,rembulan yang sedang mencatat beberapa catatan menatap aneh sahabatnya "kamu di uber anjing ya.. sampai ngos-ngosan gitu"


"hahhh.. huhhh.. tadi tuhh.. haduhhh cape.. "senja jongkok beberapa saat lalu kembali berdiri namun di meja sudah ada botol air minum saja..


"minumlah mungkin kamu kehausan"tawar rembulan


"omg.. hahh hahh kamu itu sahabat terbaik bulan, aku haus banget huhhh.. makasih lohhhh hahhh" senja mengambil botol minum rembulan dan menegak sampai tandas air minumnya..


senja bersandar di meja sebrang"cape juga ya lari-lari dari mading depan.. fuhhhh"


rembulan kembali fokus dengan catatannya, senja melihat rembulan dan beberapa buku di mejanya"catat apa sih? serius banget.. "


"biasalah ada beberapa hal yang harus di rangkum"


"apa ini? "rembulan melihat selembaran kertas yang senja bawa


"ini beasiswa ke amerika.. kamu harus ikut ini, bukankah ini salah satu cita-cita kamu untuk bisa sekolah disana"


rembulan memang ingin sekali kuliah di amerika dan dia ingin lebih dekat dengan NASA. tempat yang paling ingin dia datangi.. tapi beberapa bulan ini Rembulan sering masuk kerumah sakit, kondisinya tidak stabil.. senja tidak tau jika rembulan memiliki penyakit yang serius karna rembulan menutup rapat penyakitnya itu..


"aku akan ikut daftar beasiswa ini agar kita ke amerika bersama dan kita bisa bagian dari NASA pun berdua.. kita harus selalu bersama bulan"oceh senja. rembulan hanya menanggapi senja dengan senyuman tampa dia harus menjawab semua pertanyaan senja

__ADS_1


#skip


sepulang sekolah saat di rumah.. entah kenapa kondisinya tiba-tiba drop. rembulan yang baru saja pulang langsung di sambut maminya..


"loh nak, ko pucet wajahnya.. sini-sini duduk dulu"maminya rembulan menuntun rembulan untuk duduk di sofa


rembulan memegangi dadanya yang sedikit sesak"mi.. bulan merasa beberapa bulan ini nafas bulan agak terganggu"


mami memegang tangan rembulan yang basah"kita kerumah sakit.. kamu ganti baju dulu ya. mami khawatir sama kondisi kamu.. mana pucet banget"


rembulan terlihat lemah sekali, wajahnya pucet seperti mayat hidup. "biiii.. bibi.. bi inahhh"panggil mami


bi inah pun datang dari arah dapur"alah neng bulan kunaon.. pucet pisan bu"


"bi.. bantu bawa bulan ke kamarnya"


"ayo neng.. "bibi membantu mami memapah rembulan ke kamarnya


sejak kecil rembulan hidup dengan jantung yang lemah, di tambah pernafasan rembulan tidak senormal orang sehat lainnya rembulan berjuang untuk tetap sehat di depan semua orang tapi setiap kali dia sakit hanya mami dan pembantunya yang tau.


teman-temannya tidak ada yang tau, termasuk senja yang begitu dekat dengan rembulan. rembulan tidak mau senja tau karna dia tidak mau menghambat langkah senja nantinya.

__ADS_1


Setiap kali aku menatap matamu, setiap kali juga aku melihat kekawatiran di matamu. jika bercerita itu sulit kenapa kamu harus memendam dan merasakan sakit yang menyiksa -Rembulan


__ADS_2