
Stella benar-benar kebingungan dengan penjelasan yang diberikan oleh orang yang mengontrak rumah itu, sebab menurutnya rumah itu adalah milik dirinya dan juga Leonardo Jadi kalau misalnya ada orang lain yang mengatur semuanya apakah itu suaminya.
Stella kebingungan harus mencerna Seperti apa semua kejadian yang ada di hadapannya saat ini, karena begitu banyak hal-hal yang menurutnya sangat tidak masuk akal dan juga memaksanya harus untuk memahami hal itu.
" mohon maaf ya tadi jika saya lancang sudah mencurigai hal-hal yang sebenarnya jauh sekali kenyataan yang sebenarnya, Memangnya ada yakin yang menyewakan rumah ini bukan seorang pria tetapi adalah seseorang yang misterius yang anda tidak tahu modelnya seperti apa? "tanya Stella penasaran sekaligus memastikan tanda tanya yang ada di benaknya dari tadi.
" Ya kurang lebih seperti itu kejadiannya karena saya juga bingung yang kami tahu selama tinggal puluhan tahun di sini tidak ada masalah sama sekali dengan pemiliknya, maaf kalau boleh tahu Anda kok tidak tahu sama sekali tentang orang-orang yang ada dalam rumah sini sedangkan katanya pemilik Rumah ini merupakan suami Anda? "tanya Santi Penasaran ya jelas penasaran lah orang tadi Stella datang terus berteriak ngamuk tidak jelas katanya bahwa Santi itu menikah dengan suaminya eh tahu-tahunya orang yang dimaksud itu merupakan orang lain.
Stella menjadi posisi serba salah karena menurutnya mencari tahu dengan orang-orang seperti ini merupakan hal yang paling bagus dan juga merupakan langkah yang tepat yang harus ia ambil, Tetapi kalau dirinya saja tidak punya bukti bagaimana bisa tahu kalau orang-orang itulah yang dimaksud oleh dirinya.
" pokoknya panjang ceritanya deh yang penting Intinya saya memang mengenal dekat orang yang punya rumah ini dan saya dulu juga pernah tinggal di sini, berapa ukurannya kemudian posisinya seperti apapun saya tahu karena memang waktu membangun itu saya dengan suami saya dari nol! hanya saja ada kejadian yang tidak terduga yang dialami oleh keluarga kami makanya saya datang sendirian untuk memastikan kira-kira apa benar suami saya masih tinggal di sini atau tidak, tetapi Ketika saya tahu bahwa dia sudah menyewakan kepada orang lain makanya saya bertanya kira-kira orangnya itu pria atau wanita dan juga statusnya apa? kalau memang Anda tidak tahu ya sudah saya juga tidak mempermasalahkan hal itu sebab Memang sih tidak mungkin kan kita sudah menyewa barang milik seseorang terus mencari tahu lebih dalam tentang kehidupan sehari-harinya, karena nantinya dipikir sangat tidak sopan dan juga bisa dibilang tidak ada kepentingan sama sekali?"Stella berharap agar orang-orang tersebut memang mau membantu masalah yang tengah ia hadapi saat ini kalau untuk masalah Marcel ya biarkan saja pria itu mau tidur sampai capek sampai tulang-belulangnya lunak pun tidak masalah yang penting intinya masalahnya bisa terpecahkan Soalnya sayang loh sudah capek-capek berjuang sampai di sini masa iya pulang dengan tangan kosong.
wanita itu melihat memang ada kesungguhan dari apa yang dikatakan oleh Stella dan benar-benar bahwa wanita itu sedang tidak berbohong kepadanya, hanya saja memang masalah rumah ini ya tidak berhubungan dengan orang lain makanya bingung bertemu dengan pemiliknya saja tidak pernah sama sekali.
" Saya memang tidak tahu sama sekali orang yang datang ke sini karena kita hanya menyelesaikan pembayaran Lalu setelah itu ya sudah dia pergi, dan anda sendiri tahu kan kita hidup di kota besar itu terkadang tidak peduli dengan urusan satu sama lain dan juga tidak pernah ada niatan untuk mencari tahu maka dari itu memang kali ini saya minta maaf tidak bisa membantu Anda! "jelas Santi yang merasa tidak enak hati kepada Stella karena terlihat memang wanita itu berusaha untuk mendapatkan informasi sedetail mungkin namun sayang ternyata harapan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.
Stella terlihat menghela nafasnya kasar karena Percuma saja sudah melakukan dosa dengan menganiaya orang agar tidur dengan tenang dalam damai ternyata hanya sia-sia saja, sudah begitu harus mendapat petunjuk dari mana Supaya bisa tahu dengan jelas keberadaan suami dan juga anaknya karena dengan mengetahui keberadaan mereka yaitu merupakan sebuah hal yang lebih dari cukup.
"Ya sudah kalau begitu saya kembali dulu nanti saya bakalan tinggalkan nomor ponsel kalau misalnya suatu saat pemiliknya datang tolong anda Fotokan dia lalu kirim ke nomor ponsel saya itu, ya mungkin Siapa tahu saya kenal agar bisa langsung bertemu dengannya dan juga bisa mencari tahu semua ini!" tawar Stella Ya tentu saja nanti tidak menolaknya soalnya membantu orang itu kan merupakan sebuah keharusan.
__ADS_1
"oh tentu Tenang saja saya pasti bakalan membantu Anda sebisa saya dan juga Saya harap anda mau bersabar saja, karena kita sama-sama bingung harus mempercayai yang mana kamu dan memberikan informasi yang seperti apa," jelas Santi yang memang tidak bisa terlalu menjanjikan segala sesuatunya terhadap Stella Takutnya nanti membuat wanita itu berharap eh tahu-tahunya kenyataannya tidak sesuai dengan pemikiran.
" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu maaf jika sudah mengganggu waktu berharga anda dan juga tolong sampaikan maaf kepada suami anda karena sudah membuat dia marah-marah tidak jelas tadi, ya maklumlah karena aku datang ke sini Itu modalnya nekat hanya membawa ingatan yang masih tersimpan rapi Lalu setelah itu datang ke sini jadi ketika mendengar menyebut nama istilah lain ya jelas-jelas aku merasa darahku tiba-tiba menjadi mendidih! " Stella merasa lucu dengan tingkahnya tadi kok bisa-bisanya yang mengklaim suami orang sebagai miliknya padahal jelas-jelas istrinya masih sehat walafiat dan berdiri Tengah menatap heran ke arahnya.
Stella memilih untuk pulang ke rumah soalnya tidak ada tempat lain yang bisa ia tuju saat saat ini, tetapi kalau misalnya dirinya kembali tanpa Membawa Apapun nanti Marcel bakalan curiga terus kalau misalnya Iya membawa sesuatu pasti pria itu menyangka bahwa dirinya sudah kabur.
"ah Persetan dengan semuanya kalau dia mau marah itu merupakan haknya dia yang penting intinya tidak main kasar, masa iya bertahun-tahun dikurung seperti itu hanya Jalan semenit doang kemarennya sudah tidak jelas Memangnya dia pikir dia siapa? " Stella berusaha tetap positif thinking tidak terlalu ingin mempermasalahkan segala sesuatunya berlebihan yang nantinya akhirnya Merugikan dirinya sendiri sedangkan orang lain bakalan tertawa senang.
sepeninggal Stella terlihat Santi sepertinya menghubungi seseorang yang entah bagaimana ceritanya kini mereka malah tertawa ketika melihat mobil Stella sudah semakin menjauh, karena memang ternyata prediksi dari orang di seberang itu tidak meleset jika nantinya Stella pasti bakalan datang ke tempat itu.
" semuanya beres Tuan karena saya melakukan seperti yang Anda perintahkan, dan Sepertinya dia percaya Karena terbukti dia sudah langsung pergi ketika saya mengatakan kalau tidak mengetahui apapun!"jelas Santi terhadap orang yang di seberang.
" Baiklah kalau begitu saya mau kembali ke rumah saya dulu soalnya sudah 2 jam lebih saya pergi, sekali lagi terima kasih atas pembayarannya padahal kerjanya hanya berbohong saja! "ujar Santi yang begitu bahagia tidak masalah sih berbohong jika akhirnya pundi-pundi di dalam sakunya semakin menumpuk.
Stella sepanjang jalan mendengus kesal karena sudah capek-capek mengingat kembali bagaimana caranya menyetir mobil kemudian capek-capek mengingat jalan menuju ke rumahnya, sudah begitu harus turun naik mobil hanya untuk menanyakan alamat ya akhirnya setelah ditemukan tetapi tidak mendapatkan apapun.
coba saja kalau rumah itu dalam keadaan kosong Ya tentu saja sudah dengan saya senang hati ya bakalan memilih tinggal di tempat itu daripada pulang ke rumahnya Marcel yang jelas-jelas bukan merupakan miliknya, kalau ditanya soal nanti kebutuhan hidupnya Bagaimana ya jelas-jelas ia masih punya lah karena Bukankah apa yang diberikan oleh Marcel untuknya itu merupakan miliknya.
Angkasa setelah selesai mengikuti pelajaran yang diberikan oleh Ambarwati tadi yang menurutnya pelajaran itu sudah ia pahami luar kepala tidak perlu harus dimasukkan kembali, Tetapi hanya demi formalitas yang mau tidak mau yang memilih pura-pura untuk menyimak dengan jelas padahal sebenarnya di kertasnya itu hanya bergambar wajah Senja ketika lagi tersenyum di bawah matahari.
__ADS_1
Senja yang berada di sampingnya pun tidak sadar sama sekali Jika sebenarnya pria itu yang disuruh Ambarwati duduk di sampingnya Tengah menggambar dirinya, bahkan wanita itu merasa seperti Angkasa sedang tidak menatap ke arahnya makanya ia tidak terlalu memasang rasa curiga ataupun bertanya-tanya.
" kamu mau pergi ke kantin Atau masih di sini, atau mau aku pesankan saja terus nanti ada yang baru datang ke tempat ini? "tawar Angkasa kepada Senja Tidak ada salahnya dong kalau mendekatkan hubungan mereka berdua soalnya ia sudah sampai sejauh ini Masa tidak mendapatkan apapun.
Senja mengerutkan keningnya sampai menatap heran ke arah Angkasa yang menurutnya terlalu sok dekat dengan dirinya padahal jelas-jelas dirinya bisa melakukan semua itu sendirian tanpa harus mengandalkan orang lain, kalau misalnya pria itu mau menawarkan sesuatu Iya kan ada orang lain ada Cindy ada Bela atau siapapun itu yang penting Intinya jangan dirinya karena dari awal kehadiran Angkasa itu sudah ditolak oleh Senja mentah-mentah.
" kamu nanya, sama siapa? Aku , Maaf tidak doyan soalnya udah gede bisa ngurusin diri sendiri! "sahut Senja malas.
"ini Spesial loh tidak ada anak-anak cewek di sini Yang aku tawarkan kecuali kamu jadi seharusnya kamu merasa diri paling berharga di mataku, kebetulan nih aku juga mau mengarah ke sana kalau memang kamu mau ya sudah sekalian aku tidak pernah merasa keberatan kok jika direpotkan oleh kamu! " sahut Angkasa yang masih mencoba mode on yaitu tetap membujuk Senja meskipun ditolak Bukankah membujuk itu tidak menggunakan tenaga hanya tinggal ngomong doang.
" Memangnya kamu pikir ini kedua kakiku sudah tidak berfungsi lagi jadi apa-apa harus menyuruh orang lain, Woi aku tuh masih normal masih bisa berjalan tanpa harus meminta tolong kepada siapapun Jadi kalau misalnya kamu mau pergi ya sudah pergi saja! " gusar Senja yang capek dari tadi ingin tenang adem nyaman dan juga damai malah selalu terganggu dengan kedatangan Angkasa di tempat itu.
Bella hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Senja yang hobinya marah-marah tidak jelas padahal sebenarnya jika menjadi dirinya Oh tentu saja ia bakalan dengan senang hati mengiyakan apa yang menjadi tawaran angkasa tadi, soalnya kapan lagi Bakalan diperhatikan oleh pria tampan the most Wanted of the campus yang keberadaannya selalu menjadi trending topik di manapun di setiap sudut tempat itu.
"Senja, astaga definisi menolak nikmat Tuhan yang kau dustakan itu adalah kamu hari ini! Masa iya sudah ditawarkan dengan begitu manis dengan begitu baik tanpa unsur paksaan Kok Masa kamu menolaknya sih, Ya ampun percaya diri sih Boleh jual mahal jangan keterlaluan nanti besok lusa kamu diskon pun orang tidak bakalan berminat loh! "omel Bella ketika melihat Angkasa sudah keluar dari ruangan itu ya Meskipun ada wajah kecewa milik Angkasa tetapi mau bagaimana lagi Bukankah kemauan seseorang itu terkadang orang lain tidak bisa mengaturnya.
"Jadi ceritanya tadi kamu mau kalau dia menawarkan hal itu kepada kamu, Ya Tuhan kenapa tidak ngomong biar aku bakalan alihkan itu menjadi miliknya kamu kan dengan begitu beres urusannya biar tuh anak orang juga tidak pergi dengan tangan kosong? "tanya Senja tanpa berdosa sedikitpun.
" orang itu maunya sama kamu kenapa malah dialihkan ke orang lain sih, dasar kamu menyebalkan jiwa Jomblo itu merontak-merontak karena melihat keegoisan kamu yang terlalu percaya diri dan sok jual mahal! "omel Bella membuat Senja tertawa karena sahabatnya itu memang terlalu terobsesi dengan yang namanya Angkasa sampai-sampai apapun yang menyangkut pria itu Oi jelas aja Bela bakalan antusias.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu sabar saja dong suatu saat pasti nanti ada orang yang memang mau mengejar-ngejar kamu tanpa harus kamu agresif lebih dulu, jadi wanita itu stay kalem saja tidak perlu Terlalu agresif karena nantinya hanya akan mempermalukan diri sendiri! "bujuk Senja tanpa beban.