SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Bebas


__ADS_3

Angkasa benar-benar menunggu kedatangan hari ini hari di mana Dirinya bebas dan juga bisa menikmati dunia luar dengan sepenuh hati dan juga sekehendak hatinya, kalau misalnya ditanya Apakah merasa kapok untuk muncul di tempat itu maka jawabannya tentu saja bukan karena merasakan sesuatu yang tidak pantas hanya karena Hal inilah yang membuat hubungannya dengan senja terasa begitu jauh.


setelah selesai menandatangani semua berkas pernyataan yang harus memang diisi Sebelum meninggal ke tempat itu, kini terlihat Angkasa sudah keluar dengan membawa pakaian yang selama ini digunakannya ketika berada di tempat itu dan pria itu lama sekali berdiri menatap ke arah Lapas tempat dirinya beberapa bulan ini tinggal.


tempat ini membuat dirinya sadar kalau sebenarnya menjalani sebuah masalah dalam kehidupan itu bukanlah sebuah perkara yang mudah kalau misalnya Berusaha menjadi pribadi yang baik sepertinya tidak mungkin juga, namun kalau untuk berusaha tentu saja akan dilakukannya karena Biar bagaimanapun tidak mungkin kan dirinya harus tetap menjadi seorang penjahat padahal dalam hidupnya tidak pernah ada niatan untuk menjadi seorang penjahat dan sebelum dirinya kembali pun Marcel sudah memberikan Perintah agar balas dendam kepada keluarga sekali dan juga kepada Himawan serta Arkan yang terlalu ikut campur dengan urusan orang lain sampai-sampai membuat Marcel harus menjalani hukuman selama 15 tahun.


Angkasa tidak meminta tolong kepada siapapun padahal sewaktu dirinya keluar barang-barang yang dulu sempat disita dikembalikan semuanya tanpa terkecuali, Namun karena mengingat segala macam kesalahan yang pernah ia lakukan maka dari itu lebih baik mengandalkan dirinya sendiri daripada harus membebani orang lain.


" Aku harus bisa mengandalkan diriku tidak boleh harus terlalu membebani orang lain dengan segala macam pekerjaan yang kulakukan, karena Biar bagaimanapun sudah cukup mereka menderita selama ini dan masa iya aku harus membuat mereka lebih menderita lagi? "Angkasa akhirnya memilih untuk berjalan kaki tanpa tujuan karena kalau misalnya kembali ke kediamannya Marcel Samudra sepertinya hanya akan membuat dirinya mengingat segala macam kesesakan yang pernah dialaminya ketika berada di rumah itu.


" Hello Bro kenapa jalan kaki dan juga kenapa tidak menghubungi kami saja, kamu tahu tidak kami tadi panik sekali loh ketika sampai di sana dan mereka berkata bahwa kamu sudah tidak ada di sana Dan juga sudah pergi dari tadi? Jadi lain kali itu Jangan bersikap seolah apapun bisa kamu lakukan sendiri dan orang lain ini tidak ada harganya sama sekali, dari awal kami sudah merasa cemas dengan kamu dan masa iya sekarang kami harus membiarkan kamu seperti itu lagi? " Dafa memang berusaha untuk meluangkan waktunya sampai-sampai memilih untuk libur kuliah hanya demi bisa menjemput Angkasa yang kebetulan baru bebas.


Angkasa benar-benar terkejut ketika melihat ada Daffa dan juga Davin di situ padahal seingatnya kedua cucunguk itu tidak pernah diberi kabarnya bahwa hari ini akan bebas dari tahanan, ternyata memang mereka sangat menghargai persahabatan yang terjadi dan kalau misalnya mereka tahu kalau dirinya selama ini berbohong entah nanti bagaimana Respon yang diberikan pastinya akan begitu kecewa.


apalagi usianya yang sudah kepala tiga Ya jelas aja sangat berbeda dari mereka berdua karena Daffa dan juga Davin masih berusia sekitaran 25 tahunan, dan mereka selama ini berpikir kalau Angkasa itu tidak pernah berbohong padahal kebohongan pria itu sangat banyak dan entah nanti sampai kapan baru ada pengakuan darinya secara langsung.


" ya aku pikir sepertinya tidak ada yang salah sama sekali dengan semuanya dan juga mungkin Kalian ada kesibukan makanya tidak ingin merepotkan segala macam urusanku yang sebenarnya sangat tidak pantas untuk terlalu melibatkan kalian, kalau misalnya sekarang kalian ada di sini ya bersyukur karena itu artinya aku harus menghemat ongkos sebab harus mencari tempat tinggal yang layak! "ujar Angkasa membuat Daffa dan juga Davin Saling pandang karena sepertinya pemikiran pria itu sangat tidak masuk akal.


Angkasa terlihat santai saja ketika mengatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak ada niatan untuk tinggal di rumah dari Marcel Samudra karena ia lebih betah jika mengerjakan sesuatu berdasarkan dari kekuatan sendiri, lagipun dirinya juga merupakan seorang lulusan dari universitas terbaik yang otomatis jika mencari pekerjaan akan begitu mudah dan skill dirinya untuk berbisnis pun sudah ditanamkan dari awal Jadi sepertinya juga tidak ada yang salah kalau memang ia harus melakukan hal itu.

__ADS_1


" kamu mau tinggal di mana? Bukankah rumahnya Pak Marcel itu miliknya kamu juga karena kamu kan anaknya, jangan kamu seperti itu dong nanti yang ada dia bakalan kecewa Kalau merasa bahwa anaknya tidak pernah menghargai apapun yang dilakukannya? "tanya Davin heran karena menurutnya apapun permasalahan yang terjadi seharusnya Angkasa tidak perlu sampai segitunya kan seperti patah semangat.


Angkasa tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Davin tadi karena memang jika dipikir dengan baik apa yang dimiliki oleh Marcel yang merupakan miliknya juga, namun balik lagi ketika mereka tidak punya hubungan darah dan ia besar di tangan pria itu karena atas dasar kasihan dan juga Karena atas dasar jika Stella juga menyayanginya maka dari itu Marcel terlihat melakukannya dengan tulus hati padahal sebenarnya ada kemauan lain yang terselubung.


" kalau misalnya kita bisa berusaha sendiri kenapa harus membuat orang lain repot, dan kalau misalnya kita bisa berubah menjadi orang yang lebih berguna untuk diri sendiri kenapa harus mencari jalan dengan cara menjadi benalu? aku bisa menghandle semua kemauanku kehidupanku Ke depannya harus seperti apa yang penting asalnya kalian selalu mendukung ku seperti saat ini, karena aku tidak ingin merepotkan Papi yang kebetulan saat ini juga Tengah bersusah payah di dalam tahanan dengan cara menikmati hartanya sampai habis padahal dia yang selama ini bekerja sedangkan aku hanya menikmati hidup seperti itu saja! " jelas Angkasa yang benar-benar menolak apapun yang ditawarkan kepadanya.


Angkasa tetap ada pendiriannya meskipun Apapun yang terjadi sebab menurutnya orang-orang itu hanya bisa ngomong doang tetapi bukan menjadi pihak yang harus berpikir lebih matang Di Sini, maka dari itu Terkadang mereka hanya memberikan saran tetapi tidak pernah memikirkan Perasaannya sama sekali dan kalau misalnya Ia pun ikut-ikutan maka bisa dipastikan tidur malamnya pun tidak akan pernah tenang sampai kapanpun karena begitu banyak beban pikiran yang dibawa.


"Tenang saja pokoknya aku bakalan bisa menjadi orang yang lebih maju daripada sekarang dan tidak akan pernah menyusahkan orang lain sampai kapanpun, maka dari itu kalian tolong ya selalu mendukungku dan selalu support dengan apapun yang aku lakukan di luar sana karena memang ini yang paling terbaik!"Angkasa tidak mungkin melangkah biasa saja Kemudian tidak mengambil alih Ya seperti apa karena nantinya hanya akan membuat orang-orang menjadi tidak nyaman kemudian mereka pastinya akan kecewa dengan sikap yang ditunjukkannya.


Senja tidak tahu Mana tahu kalau hari ini adalah hari kebebasan Angkasa karena memang sejak hari terakhir dirinya bertemu dengan pria itu di pengadilan sampai sekarang pun mereka tidak bertemu, dan ia pun selalu menjaga jarak dengan Daffa dan juga Davin maksudnya agar kedua orang itu tidak membicarakan tentang keadaan Angkasa di depannya nanti.


" kalau misalnya tiba-tiba ada pria tampan yang muncul di hadapan kita tolong ya kamu mengalah sedikit untukku , karena kamu tahu sendiri kan sahabatmu ini dari dulu sampai sekarang sedang mencari jodoh tetapi tidak pernah bertemu sama sekali! "bujuk Bella yang kebetulan saat ini mereka tanggal berada di restoran yang tidak jauh dari rumahnya senja membuat Gadis itu hanya menggelengkan kepala karena Sejak kapan juga dirinya berpikiran sampai ke arah sana.


" kamu itu bicara apa sih? Memangnya kamu selama ini lihat kalau misalnya ada pria yang mau mendekati kamu terus aku palang begitu, Wah kalau seperti begitu terus aku di sama saja dengan pagar makan tanaman yang tidak tahu diri dan juga tidak punya perasaan karena tidak ingin melihat orang lain bahagia, " ujar senja yang benar-benar merasa lucu dan akhirnya wanita itu tertawa lepas namun tertawanya itu langsung dihentikannya ketika melihat sosok yang sangat tidak asing yang tengah berjalan masuk dari arah depan sambil membawa sebuah tas yang tidak terlalu besar.


Senja bahkan sampai kehabisan kata-kata dan juga tidak dapat melanjutkan jawaban yang akan diberikan untuk Bella karena memang benar-benar kaget, karena dipikirannya pria itu jelas saja masih ada di sana kenapa sekarang sudah ada di depannya dan juga terlihat begitu bebas seolah-olah memang masa hukumannya sudah selesai.


" Kamu kenapa sih Kok diam saja terus lihat terus ke arah sana Memangnya ada...

__ADS_1


Bella juga langsung terdiam karena benar-benar terkejut ketika melihat Angkasa ada di hadapan mereka saat ini, ya Meskipun bisa dibilang mungkin pria itu tidak menyadari keberadaan mereka berdua tetapi mereka yang sudah sadar lebih dulu,


" loh Itu kan Angkasa, Memangnya dia sudah bebas? Kok bisa ya ada di sini Memangnya dia tidak jadi buronan begitu kalau sudah sampai di tempat ini, apa kita harus melapor kembali ke polisi supaya mereka menangkapnya dan memasukkannya kembali ke dalam sel? "tanya Bella karena memang ia benar-benar terkejut dengan keberadaan Angkasa di tempat itu dan juga tidak menyangka kalau pria itu berada di hadapan mereka saat ini.


" Biarkan saja dia mau melakukan apapun yang penting Intinya jangan terlalu ikut campur dengan segala macam urusannya nanti, kalau memang dia mau keliaran ya sudah terserah Kalau memang dia mau memilih untuk menetapkan tidak masalah yang penting kita tidak terganggu kan? kalau misalnya ikut campur terlalu dengan segala macam urusannya yang ada dia bakalan percaya diri dan merasa bahwa kita itu terus-menerus memperhatikannya, maka dari itu Anggap saja kita tidak pernah saling kenal sebelumnya dan bersikaplah kayak kita lagi ketemu sama orang asing gitu? "Senja benar-benar menolak ketika akan terjadi segala macam interaksi antara dirinya dan juga Angkasa.


Bella Tentu saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Senja sebab menurutnya orang seperti Angkasa itu, harus bisa dirubah Jalan pikirannya supaya jangan terlalu mencari perkara dengan orang lain.


Angkasa sebenarnya dari tadi sadar kalau ada senja dan juga Bela di sekitarnya hanya saja ia memilih untuk menunggu momen yang pas barulah merespon keberadaan wanita itu, Takutnya kalau misalnya dirinya menyapa mereka sekarang pastinya akan membuat senja merasa tidak terima atau mungkin bahkan menjauhi dirinya dan kalau misalnya hal itu terjadi ya sama saja bohong ketika ia bebas dan berharap agar komunikasinya dengan wanita itu semakin baik.


Senja benar-benar cuek dengan keberadaan Angkasa dan juga yang lainnya sebab menurutnya kedatangan mereka di tempat itu juga kan tidak ada sangkut paut dengannya, kalaupun misalnya nanti mereka berpapasan pun dia akan tetap bersikap seperti ini karena memang tidak ada yang salah sama sekali.


Davin benar tak menyangka bakal bisa bertemu dengan Bella serta Senja di tempat itu ,maka dari itu tanpa banyak bicara ia langsung memilih untuk menghampiri mereka maksudnya biar nanti tidak akan pernah lepas lagi kalau misal ini merupakan saat yang paling tepat.


Senja yang merasa kalau Davin sudah datang mendekat memilih untuk memberi kode kepada Bella agar bisa mengurus pria itu supaya jangan macam macam untuk saat ini,sebab hanya ada membuat semua menjadi kacau dan juga tidak terkendali hanya karena itu hanya akan membuat suasana menjadi sangat tidak nyaman.


"Bella,itu jantung hati kamu datang buat berkunjung?Ayo di sambut dulu dengan senyuman biar kamu lebih cantik daripada nanti tambah jelek terus dia cari yang lain,sayang lho itu sangat bagus kalau mau berniat mau merubah keturunan ya mungkin sekarang merupakan saat yang tepat," Saran Senja membuat Bella mendengus kesal.


Bella sudah tidak pernah menganggap Kehadiran Davin dalam hidupnya karena sekarang lagi berusaha sedang menjadi orang yang paling cantik dan juga mungkin bisa mendapatkan jodoh yang keren sepadan,nah ini dia jadi masalah besar sebab hanya akan membuat ia menjadi bingung padahal menurutnya di luar sana itu masih ada orang yang begitu banyak yang bisa nantinya akan dibuat lebih nyaman kehidupannya dan juga tidak ada yang saling menilai satu sama lain.

__ADS_1


Davin bagi Bella itu sudah lama tidak ada di hadapannya dan ia juga tidak peduli lagi kalau misalnya nanti mereka ada hubungan dalam bagian apapun, sebab orang-orang seperti begitu pantasnya untuk dilupakan dan ia ingin untuk menjalin kehidupannya yang baru tidak ada yang namanya menciptakan segala sesuatunya hanya akan membuat dirinya yang susah sedangkan Davin terlihat begitu nyaman menjalani apa yang pernah ia lakukan seolah-olah tidak ada beban pikiran sama sekali.


__ADS_2