SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Berbicara


__ADS_3

Angkasa tahu jika aksi nekatnya itu pasti akan membuat Senja marah besar kepadanya ,sebab berbicara dengan wanita itu dalam jarak radius beberapa meter saja sudah menjadi permasalahan yang begitu besar apalagi kalau sampai dirinya benar-benar melakukan hal yang tidak tidak bisa bahaya urusan nantinya.


Senja memang selama ia ketahui adalah seorang gadis yang ceria kemudian murah senyum pokoknya intinya jarang sih memarahi orang lain, Tetapi kalau sekali dia marah itu urusannya bakalan tidak pernah kelar sama sekali bahkan bisa dibilang dia tidak akan pernah memaafkan orang-orang tersebut.


Angkasa mengusap pelan rambut Senja berharap agar Gadis itu tidak terbangun, semua orang itu terkadang berusaha menjadi kuat tetapi saat mereka rapuh terlihat ketika tertidur ada guratan kesedihan di sudut mata mereka pertanda bahwa beban hidup yang dipikul itu sungguh sangat sangat berat.


" aku yakin kamu wanita kuat dan tidak lemah seperti yang biasa kamu Tampilkan di hadapan orang-orang, tetaplah tersenyum seperti biasanya dulu jangan selalu marah-marah hanya untuk menutupi kalau kamu sedang terluka! Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sampai kapanpun bahkan sampai Papi melakukan Aksi nekat sekalipun, aku akan mencegahnya sebisaku Bila perlu segala nyawa yang aku punya pun akan aku berikan yang penting Intinya bisa melindungi kamu! " batin Angkasa yang benar-benar merasa bersalah hanya karena ingin mempertahankan Stella di dalam rumah sesuai dengan keinginan Marcel membuat dirinya mau tidak mau harus mengorbankan nyawa orang lain.


Bukan karena apa tetapi itu semua terjadi memang atas keinginannya dengan Marcel di awal-awalnya namun setelah ia menyadari kalau Stella tetap tidak akan bertahan di tempat itu meskipun semua keluarganya sudah tiada, Karena Wanita itu selalu menyayangi anak dan juga suaminya sampai kapanpun dan kalau misalnya kita orang lain memaksakan kehendak rasa-rasanya sudah sangat keterlaluan dan bisa dibilang seperti orang yang memang tidak punya kesadaran sama sekali.


" aku baik-baik saja kamu tenang saja dan juga tidak usah mencemaskan secara berlebihan seolah-olah aku memang tidak punya kekuatan sama sekali untuk melawan apapun, permintaanku Hanya satu Tolong jangan mengganggu kehidupanku yang selama ini sebenarnya tenang mengalun! "Angkasa benar-benar terkejut ketika melihat Senja sudah bangun dari tadi ketika ia mungkin mengusap kepala wanita itu dan Percayalah ingin berlari pun rasa-rasanya sudah tidak mungkin soalnya sudah ketahuan.


Angkasa hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena Percayalah ia sedikit mewaspadai jika sampai senja memarahinya seperti itu, pria itu sebenarnya tidak punya kata-kata untuk berkelit Dan juga mungkin bisa memberikan alasan yang jelas agar senja paham kenapa dirinya bisa berada di tempat itu.


"ah aku tadi ada melihat sesuatu di sini ya makanya aku mau minta izin Bella untuk masuk ke dalam, tetapi ini juga aku mau keluar kok soalnya takut mengganggu kamu yang sedang beristirahat! "ujar Angkasa yang terlihat begitu gugup karena ketahuan sudah masuk ke dalam kamar orang tanpa izin dari pemiliknya ya Meskipun Tadi ia sudah meminta izin kepada Bella atau tapi yang memiliki kamar itu adalah Senja bukan Bela.


"Jadi ceritanya kamu mau kabur setelah ketahuan olehku, katanya kamu itu pria tulen yang tidak akan gentar oleh keadaan apapun? "tanya Senja sambil tersenyum mengejek soalnya capek juga sih memusuhi orang tanpa sebab dan juga akibat kecuali Ia memang mempunyai bukti kalau Angkasa itu adalah biang keroknya kepergian Rembulan dari dalam kehidupan mereka.


Angkasa membeku seketika di tempatnya karena tidak percaya jika kali ini senja berbicara dengan begitu baik tidak tersirat ada emosi di dalamnya, seolah-olah Memang mereka berdua selama ini tidak ada masalah dan memang kenyataannya seperti itu tidak ada masalah yang terjadi di antara keduanya dari dulu sampai sekarang.


" kamu tidak marah ketika aku kurang ajar masuk ke dalam sini, Oh atau kalau kamu mau memakiku pun tidak masalah silakan saja aku memberikan kesempatan itu?" tawar Angkasa membuat Senja mendelik kesal Memangnya dirinya separah itu sampai-sampai memarahi orang dengan begitu brutalnya.


Senja paling tidak suka ketika ia sudah bersikap sebaik mungkin Tetapi orang-orang malah tidak menghargainya sama sekali, Kalau sudah seperti begini ingin sekali ia berteriak dan memarahi Angkasa yang menurutnya sudah terlalu mencari masalah dengannya.

__ADS_1


Senja karena sedang merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Angkasa makanya ia memilih untuk keluar menemui Bella, Sesampainya di sana ia begitu terkejut ketika melihat ada Andi dan juga Davin dan lebih parahnya lagi sahabatnya Bella terlihat begitu bucin terhadap Davin.


"bagus ya kamu mengijinkan mereka semua masuk ke dalam apartemenku tanpa memberitahukan aku terlebih dahulu, ini mah namanya menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan langsung nyelonong begitu saja tanpa ada yang meminta izin dulu! "Sindir senja membuat Bella cengengesan soalnya Kapan lagi bisa berduaan dengan Davin ya walaupun masih ada orang ketiga dan keempat tetapi intinya dekat dengan Davin seperti begini membuat kinerja jantungnya rasa-rasanya sedang mengajaknya untuk berdisko.


" ah kamu mah sukanya begitu Bukannya harus berterima kasih karena apartemen kamu menjadi lebih ramai, eh malah marah-marah dasar kamu itu memang teman tidak punya akhlak bukannya mengerti dengan keadaan sekarang? "omel Bella yang sengaja mengedipkan matanya memberi kode kepada Senja maksudnya agar paham dengan keinginan sahabatnya ini ya walau hanya sekali saja.


ting tong ting tong


ketika mereka sedang bercanda di dalam tiba-tiba behel pintu di depan berbunyi pertanda memang ada tamu yang datang, membuat senja mengerutkan keningnya karena setahunya Apartemen ini tidak ada satupun yang tahu apalagi teman-teman kampus mereka kecuali keluarga dekatnya.


"ada diantara kalian yang mengundang orang lain selain Kalian bertiga , kalau ia lebih baik keluar kemudian suruh orang itu pergi karena aku mau istirahat sekarang! " ujar Senja kesal karena sama saja jika memilih tinggal di apartemen untuk mendapatkan kedamaian kalau setiap hari ada orang yang datang terus seperti ini.


Bella menggelengkan kepalanya karena memang bukan dirinya yang mengundang orang lain dan ketika ia menatap ke arah Angkasa dan juga teman-temannya mereka juga menggelengkan kepalanya, pertanda memang orang itu tidak ada sangkut paut dengan keberadaan mereka dan itu artinya memang tamu itu untuk Senja.


"Wah itu sepertinya tamunya kamu deh Senja coba kamu pastikan sendiri masa iya aku yang tamu harus membukakan pintu lagi, Sudah ah jangan pasang wajah cemberut seperti itu jadi tuan rumah ya resikonya banyak harus salah satunya menerima tamu dengan tersenyum! "ujar Bella sambil mendorong tubuh Senja agar membukakan pintu.


" ceritanya kamu tidak mau membiarkan papa masuk ke dalam, tapi teman-teman kamu dibiarkan masuk begitu saja? sekarang pertanyaannya yang menjadi orang tua kamu di sini itu Papa atau mereka sih, sampai-sampai mereka yang lebih kamu pentingkan sedangkan orang tua kamu sendiri tidak dipedulikan sama sekali? "tanya Leonardo tajam soalnya menurutnya anaknya itu sudah sangat keterlaluan ketika ia sedang mencemaskan keadaannya malah sekarang saja sibuk dengan orang lain Oh my God anak zaman sekarang ternyata membingungkan pola pikir mereka.


" habisnya papa itu keterlaluan deh Katanya bakalan membiarkan aku sendirian di sini menenangkan diri, kemudian tidak terlalu ingin terpuruk lebih jauh lagi Dan aku malah diikutin sih? ya kapan aku bakalan senang dan hidupku bakalan tenang, kalau setiap hari bakal melihat wajah Papa yang menyebalkan itu! "omel Senja karena memang ia masih kesal dengan sikap Leonardo beberapa saat Lalu setelah sadar malah mengabaikan dirinya dan juga kakaknya.


Leonardo menatap tak percaya ke arah anaknya itu kok bisa-bisanya mengucapkan kata-kata seperti itu kepada dirinya, sekarang pertanyaannya kesalahannya letaknya di mana masa iya memberikan perhatian kepada anak sendiri malah diperlakukan tidak enak.


" kamu ceritanya tidak suka kalau Papa datang ke sini, karena nantinya kamu bakalan tidak bebas bersama dengan teman-teman kamu itu? wah ini hanya modus kamu saja untuk sendirian padahal sebenarnya ingin sekali bebaskan, anak Papa ternyata sudah besar ya sudah bisa berbohong Ayo sekarang kita pulang ke rumah kita yang lama tidak usah tinggal sama nenek! "ajak Leonardo menarik tangan Senja Tetapi wanita itu menepis kuat karena menurutnya kemarin-kemarin ke mana saja setelah Nirmala selalu memperlakukan mereka dengan buruk.

__ADS_1


" Bapak mau pindah ke rumah kita yang lama, waktu Kak Rembulan masih ada kenapa tidak ada niat buat pindah? nenek selalu bersikap kasar loh kepada kami berdua tetapi Papa biasa saja tidak pernah peduli malah, sekarang baru sadar dan ingin untuk pindah sepertinya sudah terlambat karena mau ngapain juga tinggal di rumah segede itu hanya kita berdua saja? kalau Papa bisa temukan Mama aku bakalan balik ke rumah itu tetapi kalau tidak aku tidak peduli sama sekali, Lebih baik tinggal di apartemen yang seperti begini biar satu orang saja tetap berasanya tidak saya tinggal di di istana angker! "tolak Senja yang tetap pada pendiriannya.


Leonardo tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya itu, karena memang benar dirinya sudah sangat keterlaluan kemarin-kemarin ketika Nirmala berkata buruk dan menyakiti anak anaknya dirinya malah diam saja.


Rembulan pergi sampai tidak pulang semalaman pun dirinya tidak peduli malah memilih untuk tidur dengan tenang, untung juga waktu itu Senja sadar dan juga mencemaskan saudara kembarnya Coba kalau tidak mau apa mungkin bisa dipastikan setelah polisi menemukan rembulan baru mereka dalam keluarga bisa tahu keadaan anak itu.


" Kenapa diam Pah? Tidak bisa kan menemukan mama dalam waktu dekat, karena kebiasaan papa kan selalu takut sama nenek Takutnya nanti bakalan dicoret dari daftar warisan kan?" tanya senja sinis karena memang setiap anak yang berpola pikir masih labil seperti senja itu mengarangnya ke sana tidak pernah yang berpikir realistis.


Bella hanya menggelengkan kepala ketika melihat senja memarahi Leonardo tepat di pintu apartemennya, sampai-sampai sepertinya tidak ada niat untuk menyerupainya itu . maka dari itu ia menarik tangan sahabatnya itu, kemudian berbisik soalnya mau marah seperti apapun harusnya ia sadar kalau Leonardo itu merupakan Papanya.


" kamu itu apa-apaan sih marah-marah sama Om Leon harus depan pintu apartemen Memangnya mau dilihat sama orang, nanti pasti orang-orang bakalan berpikir kalau kamu itu sebenarnya anak yang durhaka yang tidak punya sopan santun terhadap orang tua sendiri? "omel Bella setengah berbisik membuat Senja mendengus kesal karena menurutnya sahabatnya itu tidak pernah berada dalam posisinya karena hidupnya selalu mulus tanpa goncangan sedikitpun Tidak seperti keluarganya yang setiap saatnya ada masalah terus-menerus tanpa henti.


" Kamu itu tidak tahu apapun tentang kehidupan ini dan kamu juga tidak tahu apa yang telah dia lakukan terhadap aku dan juga Rembulan, coba saja kalau kamu berada di Posisiku mungkin kamu bakalan lebih parah memperlakukan dia dibandingkan aku jadi lebih baik kemudian tidak usah ngomong sama sekali! "sarkas Senja kasar yang akhirnya mau tidak mau emosinya ia melampiaskan kepada Bella.


Bela tidak pernah tersinggung dengan apapun yang dikatakan oleh Senja, karena menurutnya wajar sahabatnya itu melampiaskan emosi karena ia selama ini anak yang tidak mendapatkan perhatian sedikitpun dari orang tuanya.


"Oke aku minta maaf kalau sudah salah ngomong tetapi Tolong kamu suruh Om Leonardo masuk ke dalam apartemen ini, memangnya kamu tidak malu dilihatin Angkasa dan juga teman-temannya dan pastinya mereka bakalan berpikir kalau kamu itu merupakan gadis yang paling kurang ajar!" jelas Bella berharap agar Senja paham.


Leonardo Bukannya tidak bisa masuk ke dalam meskipun senja tidak mengizinkannya hanya saja ia harus menghormati anaknya itu di hadapan para sahabatnya, sudah cukup dulu dirinya menyakiti Senja sekarang ia ingin membiarkan anaknya itu mengekspresikan segala macam rasa tidak sukanya.


" papa masuk ke dalam tidak usah berada di luar situ nanti dibilang aku anak yang tidak tahu diri sudah dibantu untuk sewa apartemen malah mengusir orang tua, Oh iya teman-teman Perkenalkan ini papaku kalau kalian belum kenal ya sudah kenalan secara langsung! "ujar Senja Ketus.


" Wah Om ini kan Leonardo Sky pengusaha real estate dan juga perhotelan yang terkenal itu kan, Wah saya merasa begitu bangga ketika bisa bertemu dengan Anda secara langsung! "ujar Andi yang begitu antusias ketika bertemu dengan Leonardo.

__ADS_1


" kamu temannya Senja atau hanya kenal saja, karena saya melihat kamu waktu itu di pemakaman anak saya Rembulan?" pertanyaan Andi itu tidak dihiraukan oleh Leonardo Karena kini fokusnya tertuju kepada Angkasa.


"dia teman satu kampusnya Kami bertiga Om dan kebetulan tahu bahwa kami baru pindah eh lebih tepatnya senja baru pindah makanya mereka datang berkunjung ya memang waktu itu, dia juga datang ke rumah kami Rembulan karena memang dia kenal dekat dengan Rembulan! "jelas Bella yang memang tidak tahu apapun.


__ADS_2