
Angkasa sebenarnya bukan merasa takut kepada Leonardo ketika diancam seperti begitu, hanya saja dirinya harus menghormati orang yang lebih tua dan juga sebagai orang tua dari wanita yang ia sukai untuk saat ini..
Angkasa juga bukanlah tipe anak yang pembangkang ketika sedang dinasehati oleh orang yang lebih tua, sebab Biar bagaimanapun peraturan dari dulu sampai sekarang dan tidak akan pernah bisa berubah kalau orang tua selalu benar dan anak-anak pasti akan selalu salah.
"Angkasa, kamu kok mau ya dekat sama Senja padahal bapaknya menyeramkan seperti itu? Lain ceritanya kalau misalnya ada di posisiku maka aku lebih baik jadi jomblo seumur hidup daripada nanti akhirnya sengsara, mau melakukan apapun juga tidak bisa karena tertekan dan itu Percayalah sangat tidak menyenangkan sama sekali? " Davin bergidik ngeri ketika mengingat tadi ancaman yang diberikan oleh Leonardo yang menurutnya sangat tidak manusiawi.
" Iya aku setuju sekali ternyata dibalik anaknya yang manis seperti itu tersimpan Bapaknya yang sangat mengerikan, lebih baik tidak usah cari perkara deh daripada nantinya hidup kita bakalan tidak senang sepanjang waktu! "Andi menimpali apa yang dikatakan oleh Davin tadi sebab menurutnya dengan Leonardo marah-marah tidak jelas seperti itu pun sudah membuat mereka sedikit mewaspadai jika memang pria berbahaya itu bisa dibilang memiliki Perangai yang begitu keras.
" lemah! "hanya itulah kata-kata yang dilontarkan oleh Angkasa karena memang sejatinya seorang pria akan mendapat apapun yang ia inginkan meskipun monster sekalipun yang dihadapinya ketika pria itu dengan gigih dan juga mau berjuang serta berusaha keras.
"ya untuk kamu tidak masalah memang seharusnya seperti itu tetapi untuk kami mah beda ceritanya, Mendingan aku deketin itu sahabatnya yaitu Bella mungkin segala sesuatu bakalan dimuluskan daripada mendekati seorang wanita yang secantik mentari yang ada hanya cari! "tolak Davin soalnya menurutnya Hidup itu harus cari aman ketika sudah ada Bela yang tidak terlalu ribet ngapain juga mencari sesuatu yang hanya membuat susah diri sendiri.
Angkasa hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar apa yang oleh Davin tadi padahal sebenarnya Leonardo itu jika dilihat baik-baik tidak terlalu seburuk yang dipikirkan, Lagian Tidak ada salahnya kan kalau pria itu melindungi anak sendiri dari godaan para pria yang pertama tidak pada waktunya seperti mereka.
" Ya sudah kalau memang ada niatan untuk mendekati sahabatnya lakukan saja daripada nanti diambil orang, tetapi sebagai seorang pria sejati berkendara harusnya tidak boleh berhenti tambah gencar nonstop pokoknya intinya pantang pulang sebelum mendapatkan apa yang diinginkan! " jelas Angkasa membuat Davin kedua jempolnya pertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu.
Andi kali ini posisinya Netral soalnya Siapa yang mau didekati orang semuanya sudah ada yang punya, sebenarnya awalnya dirinya sangat menyukai Rembulan tetapi ketika tahu Wanita itu sudah berpulang ya sekarang lebih baik memilih untuk melanjutkan kuliah agar lebih berguna.
__ADS_1
"Rembulan masih hidup aku bakalan mendekatinya, Tetapi kalau seperti itu kayaknya sulit deh soalnya dia lebih menyukai kamu dibandingkan aku! padahal perbedaan kita berdua itu jika dalam hitungan, maka kamu 20 aku 2 intinya ya ada perbedaan signifikan tetapi tidak terlalu jelek-jelek amat juga kan? "ujar Andi yang meratapi nasib Tetapi semua sudah terjadi Mau menyesalinya pun sepertinya tidak bisa.
ketiganya tertawa ngakak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Andi barusan seolah-olah Tengah meratapi bahwa menjadi jomblo itu adalah sebuah aib yang harus segera dihilangkan dari muka bumi, di awal pun ada asyiknya juga karena ia bisa berbebas berekspresi di manapun dan juga kapanpun serta mau mendekati wanita manapun tidak ada yang bakalan marah.
Senja saat ini menatap tajam ke arah Leonardo yang menurutnya sangat tidak sopan ketika mengusir tamu-tamunya dengan cara seperti itu, padahal ya kalau dibicarakan dengan baik-baik tentunya tamu mereka itu bakalan langsung paham dan akan pulang dengan sendirinya tidak perlu harus diusir secara halus.
Leonardo melakukan hal yang sama dengan menatap tajam ke arah anaknya itu yang menurutnya sangat tidak masuk akal membela orang lain yang jelas-jelas bukan muhrim dan juga tidak baik bertambah di tempat tinggalnya seorang wanita, maka dari itu ia ingin mengajarkan kepada anak-anak zaman sekarang bagaimana sopannya cara bertamu di rumah orang.
Bella adalah orang ketiga di antara mereka berdua yang merasa bahwa posisinya serba salah saat ini, mau membela Senja rasanya tidak mungkin ketika melihat Leonardo lebih dominan dan ketika membelah Leonardo pun rasanya tidak mungkin juga kan soalnya Senja itu merupakan sahabatnya.
Leonardo jelas saja juga tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh anaknya itu, karena seharusnya yang marah adalah dirinya sebagai orang tua yang melihat anaknya melakukan sesuatu yang sangat tidak sopan dan juga sepertinya tidak punya tata krama sama sekali.
" penampilan Kamu biasa saja Bahkan tidak ada yang spesial Tapi kok bisa ya Ada tiga pria yang apelin ke sini, Lain kali kalau ketahuan seperti begitu lagi Apartemen ini bakalan langsung ditutup sampai selama-lamanya bila perlu dipasang garis polisi biar tidak ada yang melanggar! "sahut Leonardo tidak mau kalah membuat Bella ingin menangis dalam hati karena kedua orang egois itu benar-benar tidak menghargai keberadaannya sama sekali.
jika Bela memiliki kekuatan ingin diantar kedua orang itu berpisah selama beberapa KM begitu, nanti setelah merindukan satu sama lain barulah mereka akan kembali bertemu dan dengan begitu mungkin pembahasan masalah mereka yang singkat dan padat jelas itu bakalan selesai saat itu juga.
" Astaga, sepertinya saluran pernapasan milikku sedang bermasalah saat ini soalnya tiba-tiba terasa begitu sesak ya? Apa jangan-jangan karena atmosfer yang begitu berbeda di dalam ruangan ini sampai-sampai semuanya rasanya sangat tidak nyaman, ah kalau seperti begini lebih baik Aku minggat sekalian deh soalnya lama-lama bisa jadi kayak patung Asmat hanya bisa dipajang doang tanpa bisa bergerak sedikit pun!" Sindir Bella Ya maksudnya agar kedua orang itu bisa segera berhenti soalnya capek juga sih tapi jika menonton orang yang berdebat sedangkan kitanya hanya bisa bengong dan entah mendukung tim yang mana pun dirinya tidak bisa melakukan hal itu sama sekali.
__ADS_1
Senja memicingkan matanya menatap ke arah sahabatnya itu karena ia yakin pasti Tengah menyindir dirinya dan juga Papanya, padahal sebenarnya masalahnya Tidak serumit itu hanya saja Belanya yang terlalu lebay sampai hasil akhir ngomongnya ngelantur semua.
"Kamu sengaja menyindir saya dan juga anak saya supaya Maksudnya kami berhenti berbicara supaya rumah ini sendiri kayak neraka ampas, Wah itu sama saja enaknya di kamu jika kami tidak bisa berdebat seperti ini memangnya kamu pikir kapan lagi aku masih ada waktu banyak yang bisa digunakan? " Leonardo malah menanyakan hal itu kepada Bella sekarang pertanyaannya Sejak kapan Gadis itu peduli dengan semua jadwalnya.
" Wah tidak bisa begitu dong, Dia itu merupakan sahabatku jadi tidak ada boleh yang memarahinya kecuali aku! "jelas Senjana mati-matian karena menurutnya persahabatannya dengan Bella itu murni ada ketulusan di dalamnya tidak ada yang namanya mencari keuntungan yang ada sebabnya bagaimanapun Bella juga memiliki orang tua yang tidak terlalu kesulitan dalam hal ekonomi.
Bella memutar bola matanya malas karena tadi Maksudnya mengalihkan pembicaraan malah sekarang yang ada ayah dan anak itu kembali berdebat karena dirinya, entah ada apa di dalam otak mereka sampai-sampai segala sesuatunya harus menggunakan emosi dulu baru bisa selesai permasalahannya.
" Ya ampun Astaga biarlah sudah kalau kalian mau memarahiku dalam waktu yang singkat dan juga dalam tempo yang secepatnya terserah, tetapi Tolonglah jangan ganggu kegiatanku yang lain karena aku memang benar-benar membutuhkan istirahat saat ini "ujar Bela.
Senja memilih untuk tidak peduli karena ia yakin sahabatnya itu tidak mungkin memarahinya sebab biarpun dirinya melakukan kesalahan selama ini Gadis itu selalu saja mempercayainya, jadi kalau bisa dibilang Rembulan itu ya anggap sebagai saudaranya sendiri dan juga tidak akan pernah membiarkan dia bersedih ataupun mengalami sesuatu hal yang sangat buruk di dalam kehidupannya dan ketika orang lain malah membiarkannya begitu saja.
"Oh iya Papa pulang dulu ya soalnya sepertinya kedatangan Papa ke sini memang benar-benar manfaat besar sekali, Nanti papa bakalan menyuruh orang membersihkan rumah itu supaya nanti jangan sampai ketika sudah bertemu dengan mama kita akan bisa langsung pindah! "Bukankah optimis itu merupakan sebuah keharusan dan memang hal itu Tengah dipikirkan oleh Leonardo dan juga tidak ingin mengambil langkah yang salah dalam hidupnya Akhirnya bisa membuat orang lain bahkan menjadi celaka.
Senja merasa bersalah ketika tadi sudah memarahi Papanya sampai segitunya tetapi mau bagaimana lagi ketika Respon yang ia punya hanyalah hal itu saja, dirinya sangat merindukan mamanya yang sudah berpuluhan tahun tidak pernah ia temukan kira-kiranya wajahnya masih sama atau tidak atau mungkin malah mamanya Ini sebenarnya sudah kembali kepada penciptanya.
" kalau misalnya saat Papa bergerak terus nenek mengetahuinya dan melarang maka aku harap lebih baik papa tidak usah memaksakan diri, Karena aku tahu nenek itu super nekatnya minta ampun jika sampai tahu bahwa Papa dengan diam-diam mencari keberadaan nama yang selama ini tidak pernah IA sukai sama sekali!" jelas senja yang mencoba bersifat dewasa karena sama saja ketika memaksakan kehendak Yang ada orang lain yang bakalan kita korbankan dan sebagai anak Tentu saja itu bukan merupakan sebuah hal yang terpuji di dalam hidup.
__ADS_1