
Senja memang berkata kalau dirinya baik-baik saja tidak perlu ada orang lain yang mencemaskannya terlalu berlebihan, hanya saja tahukah mereka semua kalau itu semua hanyalah kebohongan saja sejatinya ia sangat merindukan Rembulan yang selama ini selalu ada di sampingnya tidak pernah pergi kemanapun walaupun mereka sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Senja selalu saja berkata kepada orang-orang kalau dirinya tidak pernah merindukan Rembulan soalnya kan kakaknya itu yang memilih pergi meninggalkannya Jadi untuk apa terlalu memikirkannya sampai segitunya, padahal itu pun hanya sebatas ujung bibirnya saja tetapi hatinya tidak pernah membiarkan dirinya melupakan saudara kembarnya itu yang selama ini hanya mereka berdua yang dekat Karena orang lain semua tidak ada yang peduli dengan keberadaan mereka berdua.
" Ya sudah maafkan kami kalau memang malah mengingatkan kamu kepada orang yang sudah tidak ada, tetapi ingat ya kalau ada apa-apa yang kamu perlukan ngomong saja karena kami tidak akan pernah meninggalkan kamu! "ujar Cindy sebab menurutnya tingkah Senja masih lebih baik daripada tingkahnya Rembulan yang selalu kasar dan hobinya marah-marah tetapi jiwa penyayangnya itu sungguh Tidak diragukan lagi.
Senjana menganggukan kepalanya pertanda paham dengan tawaran yang diberikan oleh sahabatnya rembulan itu karena memang tidak ada yang salah juga kan kalau menjalin silaturahmi, dan dirinya juga bersyukur sebab dimanapun ia berada selalu banyak orang baik yang peduli kepadanya dan juga tidak pernah meninggalkannya walau hanya sedikit saja.
" Senja, Papa mau ngomong sama kamu Sekali lagi Nak! jangan menghindar terus seperti ini memangnya apa yang kamu dapatkan dari menghindar, kamu masih punya orang tua dan otomatis Papa masih merupakan orang yang berhak mengurusi hidup kamu! "ujar Leonardo yang tiba-tiba muncul Padahal tadi setahu Senjana mereka sudah selesai membahas masalah ini kenapa malah diulang lagi.
" loh Papa kok balik lagi Padahal tadi kan aku sudah bilang bakalan tinggal di apartemen sementara waktu, Kenapa sih harus seperti begini? Apa ada yang salah dengan kata-kataku tadi sampai-sampai harus bolak-balik untuk mengurus hal ini saja, Aku bukan anak kecil lagi otomatis bisa dong mengambil keputusan yang terbaik untuk hidupku Bagaimana nantinya? " ujar Senja kesal sebab selalu saja seperti begini dirinya itu disamakan dengan anak-anak kecil yang di luaran sana.
Leonardo tahu ini adalah kesalahannya tetapi setidaknya anaknya itu membiarkan dirinya memberikan perhatian layaknya seorang Ayah kepada anaknya, maka dengan begitu rasanya sudah sangat menggembirakan tidak ada yang terganjal di dalam pikiran dan pokoknya segala sesuatunya bisa memuaskan.
" Ya sudah kalau begitu sebenarnya ke sini juga bukan untuk memaksa kamu pulang hanya untuk memastikan lagi apakah kamu baik-baik saja atau tidak, tetapi hobinya anak-anaknya papa itu kan marah-marah kemudian tidak suka kalau terlalu diperhatikan ya makanya hanya datang memastikan saja Lalu setelah itu bakalan kembali kok sekarang juga! " jelas Leonardo lalu segera pergi dari situ karena setelah dilihat secara seksama ternyata wajah anaknya itu memang benar-benar sedang tidak bisa diajak kompromi.
Senjana mendengus kesal ketika melihat Papanya Itu sudah pergi karena hobinya selalu saja datang dan juga pergi tanpa ngomong dulu, kemarin-kemarin tidak peduli dengan dirinya kenapa sekarang malah seperti ini ya sama saja terlambat kan.
" Hei jangan seperti begitulah Biar bagaimanapun dia itu adalah papa kamu dan sepertinya hanya dia deh yang kamu punya saat ini, jangan buat dia putus asa terus dong setidaknya respon lah kalau memang dia kasih pengertian dan juga perhatian supaya dia merasa kalau Sebenarnya kamu itu tidak marah, " Bujuk Bella yang sebenarnya merasa kalau sikapnya Senja itu terlalu keterlaluan masa iya masalah yang sudah kemarin-kemarin hari ini pun masih ada pembahasan ulangan.
" kamu Itu posisinya berbeda denganku jadi otomatis tidak akan pernah rasa dengan apa yang sudah pernah aku rasakan sebelumnya, makanya aku selalu berharap agar kalian itu mengerti kenapa mood aku kadang-kadang berubah ya seperti begini kejadiannya yang selalu memicunya! Aku melakukan ini semua bukan karena ingin mendapatkan perhatian tetapi Ya karena memang aslinya sudah seperti begini, jadi tolong pahami saja ya dan jangan pernah memusuhiku karena menganggap bahwa aku itu orangnya aneh dan juga tidak suka bersosialisasi, "pinta Senja penuh permohonan sebab sejauh ini ia hanya merasa nyaman ketika bersama dengan Bella.
__ADS_1
Senjana hanya ingin ada yang memahami keadaannya dan juga situasi yang sedang ia alami saat ini, percayalah kehilangan orang yang sangat berharga di dalam kehidupan kita itu rasanya seperti mimpi yang tidak ingin menjadi kenyataan.
Angkasa hari ini memilih untuk pergi ke kampus ya sebenarnya bukan untuk belajar tetapi melainkan hanya untuk memata-matai Senja ini juga bukan karena perintah dari Marcel tetapi keinginannya sendiri, dirinya juga ingin membiarkan agar Stella bisa punya kesempatan untuk kabur karena Biar bagaimanapun siapapun Jadi wanita itu pasti akan merasa tidak betah di rumah ketika dikekang ya Meskipun kalau bisa dibilang semua kebutuhannya tercukupi bahkan lebih.
" Hari ini Mami jadi mau pergi mengecek rumah yang lama yang pernah Mami sama keluarga tinggal dulu, kalau Ia memang jadi jangan lupa berikan sesuatu di makanan para penjaga dan juga di makanannya Papi supaya saat Mami pergi tetap aman pokoknya aku jamin tidak ada masalah sama sekali sampai Mami pulang nanti." itulah bunyi pesan yang dikirimkan oleh angkasa sekaligus memberitahukan tempat di mana Dirinya menaruh obat tidur dosis tinggi sehingga semua orang Tentu saja tidak akan menyadarinya.
Stella mengerutkan keningnya ketika membaca pesan dari Angkasa barusan Padahal setahunya selama ini pemuda itu selalu melarangnya untuk pergi keluar rumah, Entah mengapa kenapa sekarang tiba-tiba jadi berubah pikiran Tetapi kalau memang ini pertanda baik ya sudah tidak masalah toh Angkasa juga ikut ambil bagian di dalam rencananya kalau memang nantinya akan ketahuan.
" bibi, pokoknya Pagi ini saya yang masak buat sarapan soalnya tadi tuan tidak makan karena mungkin lagi ngambek sama saya! nanti tolong dibagikan juga kepada semua pekerja di sini tanpa terkecuali termasuk pengawalnya Marcel, nanti kalau untuk marcelnya biar saya yang melayaninya secara langsung karena Kebetulan kami berdua juga belum sarapan!" ujar Stella yang akhirnya bisa menguasai dapur Sedangkan para pekerja yang lain tidak menaruh curiga karena memang kebiasaan wanita itu ya selalu di dapur maka dari itu mereka membiarkan saja Nyonya besar di situ bertindak sedangkan mereka mengerjakan pekerjaan yang lain.
setelah melakukan semuanya kini wanita itu sudah mulai menyiapkannya di atas meja dan memanggil Marcel tetapi sebelum itu Stella membagi semua makanan yang ada di dapur untuk diberikan kepada semua pekerja di rumah itu tanpa terkecuali, ya mereka tentu saja Bahagia dong karena biasanya masakan Nyonya rumah itu tidak pernah kalah enak dari masakan chef bintang 5 Jadi kalau misalnya ada kesempatan untuk mencicipinya tentu saja mereka akan menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin.
"sudah tidak marah lagi, atau masih mau pengen ngambek terus tidak ngomong denganku lagi? Ayolah aku kan sudah minta maaf jangan menyogoku dengan makanan ini agar aku minta maaf sekali lagi, Kamu itu kenapa sih jadi orang keras kepala dan susah sekali diatur? "ujar Marcel lemas karena memang pria itu ada penyakit asam lambung Jadi jika telat makan ya akibatnya bakalan error.
" Eh kalau misalnya aku lagi ngambek sama kamu Jangan harap bakalan ku panggil buat ikut makan di sini, orang itu harusnya banyak terima kasih karena sudah diperhatikan tetapi kalau diabaikan nanti salah lagi kan? " tanya Stella dengan nada sinisnya membuat Marcel hanya tersenyum karena kalau sudah mendengar kata-kata sinis dari wanita itu artinya semua sudah aman terkendali.
" kamu kok makan hanya roti saja perasaan kamu sudah masak capek-capek kan ini semua atau bibi yang melakukannya, Janganlah nanti aku dikiranya sangat serakah karena lebih memilih untuk membiarkan kamu kelaparan sedangkan aku pokoknya jangan? " tanya Marcel penasaran sebab selama ini jarang sekali sih Stella itu memilih untuk sarapan menggunakan roti.
" Lagi malas aja sih Pengennya yang seperti ini saja lebih bikin kenyang karena tadi pagi kan sudah sempat sedikit tuh ada makanannya masuk, kalau kamu kan tidak ada sama sekali ya karena sudah dingin makanya aku masak ulang lagi tapi lebih enak deh pokoknya yang penting Intinya kamu makan jangan banyak ngomong nanti aku nyusul! " jelas Stella takut nantinya membuat Marcel menjadi curiga jika dirinya telah menaruh sesuatu di dalam makan dan minumannya pria tersebut.
pria itu pun sudah tidak banyak berbicara lagi karena memang sih setahunya stella itu bukanlah seorang wanita yang suka sekali makan berat, kebiasaannya ya kalau sudah kenyang ya tidak ada namanya pemaksaan lagi semuanya bakalan dijalani dengan santai saja makanya tubuhnya selalu proporsional.
__ADS_1
Stella yang merasa bahwa ia tidak ingin makan hari ini memilih untuk duduk santai di ruang keluarga sambil menatap ke arah Marshall Yang sepertinya tidak bisa menghabiskan makanannya dikirim, setelah sampai kebingungan jangan obat tidur yang iya taruh di dalam makanan itu sangat tinggi sampai-sampai makanan Marcel di piring pun tidak habis tetapi pria itu sudah sempoyongan berjalan ke arahnya.
" Stella, sepertinya darah tinggiku kumat deh soalnya pagi-pagi kamu sudah kasih aku makan ayam kecap seperti itu! jadi aku yang istirahat dulu ya kamu di sini saja sendirian tidak apa-apa kan nanti ada Bibi di belakang yang menemani kamu, tapi aku harus ke kamar dulu soalnya Kepalaku benar-benar pusing dan memang membutuhkan istirahat! "pamit Marcel membuat Stella Tersenyum Dalam diam siapa menurutnya target yang pertama sudah berhasil diberantas tinggal yang selanjutnya ya mungkin dalam hitungan detik saja.
"Oh iya silakan saja nanti baru aku bakalan memastikan keadaan kamu setelah membereskan semuanya ini, soalnya aku juga masih harus mengecek kebunku di depan karena sudah dua hari ini tidak pernah aku cek!" bohong Stella dan Marcel terlihat hanya percaya saja.
Marsel kebingungan meskipun dirinya kebiasaan memiliki penyakit hipertensi yang akut tetapi tidak sampai segininya juga namun dirinya memilih untuk positif thinking, soalnya selama ini kan memang Stella selalu melayani dirinya seperti itu Jadi kalau misalnya wanita itu menaruh sesuatu di dalam makanannya Memangnya dia dapatkan dari mana Soalnya kan selama ini wanita itu hanya di rumah saja tidak pernah pergi ke manapun.
" Wah ternyata semuanya sudah tidur ya Kenapa mereka tidurnya rame-ramai di sini Memangnya di dalam tidak ada tempat, tetapi Baguslah dengan begitu aku bisa pergi sepuasnya tetapi pertanyaannya aku masih bisa bawa mobil tidak ya setelah 15 tahun tidak pernah mengendarai itu? Stella Dilema Coba saja tadi kalau hanya satu orang di dalam rumah itu ia loloskan untuk tidak memaafkan makanan yang dimasaknya Ya tentu saja pasti matanya masih melek sampai sekarang.
Stella akhirnya mengandalkan daya ingatnya berharap agar memang bisa menggerakkan kuda besi tersebut tanpa mengalami kendala apapun, Soalnya biar bagaimanapun aksinya ini bisa dibilang nekat Karena bisa-bisanya melakukan sesuatu tanpa persiapan lebih dulu dan juga tanpa harus mengecek sebenarnya kondisinya seperti apa.
"Ya Tuhan ini Aksi nekat super apa sih sampai-sampai aku bisa melakukan ini semua, semoga saja apa yang aku lakukan ini benar dan akhirnya bisa mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan keluargaku!" batin Stella lalu memilih untuk secara perlahan menyalakan mesin mobil kemudian mulai menggerakkan kuda besi itu secara perlahan dan akhirnya berhasil.
perubahan kota yang ia tinggali selama 15 tahun ini sungguh sangat signifikan sampai-sampai wanita itu harus berusaha mengingat dengan jelas kira-kira tempat mana yang harus ia tuju, nomor ponsel ataupun alamat keluarganya pun dirinya tidak tahu sama sekali karena yang ada dalam memorinya hanyalah Alamat rumahnya waktu kejadian dulu terjadi penyerangan.
"semoga saja memang Ingatanku benar-benar berfungsi dengan benar kalau tidak ya Otomatis aku pasti tidak akan bisa tahu apapun ini, Oh Tuhan tolonglah aku Jangan sampai aku nantinya bisa kena masalah dan juga nantinya Marcel bakalan marah-marah tidak jelas!" batin Stella yang benar-benar tidak tahu lagi harus meminta tolong kepada siapa jika sampai Marcel tahu hal ini.
Angkasa yang sudah sampai di kampus tersenyum lebar ketika melihat Senja ternyata juga sudah datang di situ, ternyata penantiannya selama sebulan ini tidak sia-sia karena ia sungguh sangat merindukan wanita itu.
"ternyata memang Aku sangat merindukannya sampai-sampai kehidupanku menjadi hancur berantakan karena tidak bertemu dengannya, selalu Semoga setelah ini dia tidak akan pergi lagi tidak akan marah-marah lagi dan juga tidak akan menyuruhku menjauh darinya ," lirih Angkasa dalam hati.
__ADS_1