
Senjana ingin sekali Merasa tertawa dengan perkataan yang dilontarkan oleh Angkasa barusan, pria itu sebenarnya terlalu percaya diri sampai-sampai mengira bahwa semua wanita di dunia ini sama saja bakalan terpesona dengan tampangnya itu.
padahal dari awal ketika melihatnya di kampus senja memang tidak menaruh minat sedikitpun seperti para penghuni kampus yang lain, karena menurutnya ia datang dan juga berkuliah di tempat itu ya Fokus untuk belajar bukan untuk mencari jodoh Soalnya kalau jodoh itu sudah diatur Mau ia Hanya berdiam diri di rumah pun begitu memang sudah ada jalannya pasti tentu saja menikah.
"Bella Lebih baik kamu tidak usah berbicara panjang lebar lagi karena Menurutku dia hanya datang dan berpura-pura bersimpati dengan keadaanku saat ini, tetapi intinya dia pasti senang kan karena tidak ada rembulan yang bakalan selalu mengganggunya yang bakalan selalu menguntitnya kemanapun dia pergi? " Senjana tidak peduli lagi dengan perasaan dari Angkasa toh mereka berdua pun tidak punya hubungan apapun kok.
Angkasa tahu kalau memang Senja itu sangat tidak menyukai dirinya tetapi sekarang pertanyaannya letak kesalahannya ada di mana, Dirinya tidak pernah menyakiti rembulan secara langsung dan juga tidak pernah mengganggu kehidupan Senja tetapi kenapa Malah dimusuhi seperti saat ini.
"Aku boleh tanya sesuatu kepada kamu, Terserah mau menjawab atau tidak karena itu merupakan haknya kamu? Tetapi intinya aku hanya ingin mendengarkan kejelasan, kenapa sampai kamu memusuhiku seperti itu? Bukankah kita selamanya tidak pernah bertengkar atau membahas sesuatu hal yang membuat aku punya masalah dengan kamu, tetapi kok kamu selalu Ketus dan juga sepertinya tidak suka dengan kehadiranku itu? " Angkasa nya sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya akibat perubahan sikap yang dialami oleh wanita itu terhadapnya padahal Seharusnya kan responnya Senja biasa saja soalnya kan Angkasa juga melakukan hal yang biasa saja.
Senja tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Angkasa barusan, sebab menurutmu pria itu sudah pintar sekali memainkan peran sampai-sampai bersikap seperti orang yang selalu disakiti.
"kamu nanya?
Senjana setelah mengatakan dua kata tersebut lalu pergi meninggalkan Bella dan juga Angkasa yang Terserah mau melanjutkan obrolan atau memilih untuk bubar, yang penting Intinya hari ini dirinya tidak ingin diganggu oleh apapun termasuk telepon dari Papanya sekalipun karena dirinya pergi dari rumah tadi tanpa mengabarkan kepada mereka semua Setelah dari pemakaman.
Angkasa yang melihat Senja sudah tidak peduli dengan ya yang memilih untuk pergi saja dari tempat itu, namun dirinya berpesan kepada Bella Jika sewaktu-waktu ia datang ke sini berharap agar wanita itu tidak keberatan.
"Aku pulang dulu ya nanti aku bakalan balik lagi kalau memang dia masih mau menginap di sini, kalau ada orang yang bertanya tentang dia usahakan Bilang saja kalau dia tidak ada! " Angkasa sedikit mewaspadai jangan sampai Papi Marcel bergerak lebih dulu untuk menghabisi semua anak-anaknya Stella dan juga Leonardo.
"Iya pokoknya kamu tenang saja karena aku bakalan menjaganya dan juga tidak akan membiarkan ada orang asing yang mengganggu kehidupannya, tetapi tolong ya aku mohon kamu jangan terlalu muncul di hadapannya terus-menerus soalnya dia sepertinya tidak nyaman dengan keberadaan kamu di sekitarnya! " pinta Bella penuh permohonan karena ini semua juga demi kebaikannya Senja.
"aku paham kok apa yang kamu katakan tadi pokoknya kamu tenang saja jika ini semua demi kebaikannya maka aku rela untuk mengikuti semua saran, tetapi tolong ya ingat baik pesanku tadi jika ada orang yang ingin bertemu dengannya ataupun sekedar menanyakan keberadaan dibilang saja kamu tidak tahu! "Setelah mengatakan hal itu Angkasa pun memilih pergi meninggalkan rumahnya Bella karena berbagai manapun ia harus memastikan keadaan di rumah ini juga Takutnya jangan sampai Marsel bergerak tanpa dirinya mengetahui.
__ADS_1
Bella hanya menatap tanpa ekspresi ketika melihat Angkasa yang sudah pergi menjauh , dirinya sebenarnya tidak terlalu peduli juga dengan kedatangan pria itu hanya saja yang ia pikirkan kenapa sampai Senja yang terlihat selama ini biasa saja tetapi malah ketika bertemu dengan Angkasa begitu memusuhinya.
"Aku boleh tahu tentang apa yang kamu sembunyikan di dalam pikiran kamu saat ini, terkesan kurang ajar karena ingin mengetahui rahasia orang lain Tetapi kalau kamu menganggapku sebagai sahabat maka otomatis kamu tidak keberatan dong mengatakannya?"tanya Bella sambil menatap Senja yang tengah duduk di samping jendela sambil menatap ke arah Andromeda dan juga Venus yang sedang menunjukkan taring mereka di atas langit.
Senjana menoleh ke arah sumber suara lalu kembali kepada rutinitasnya yang dari awal Tadi ia lakukan, sebab menurutnya pembahasan ini pasti tentang menyangkut soal Angkasa dan menurutnya kalau soal pria itu lebih baik tidak usah membahas sama sekali daripada responnya berlebihan.
"Kalau membahas tentang Kak Rembulan Aku tidak akan pernah mau membahasnya, terus kalau kamu mau membahas tentang Angkasa lebih lagi aku tidak ada niatan untuk membahas soal dia! Jadi memang kalau kamu menghargaiku menganggap kehadiranku di sini sebagai sahabat kamu, tolong Pahamilah dengan mood aku yang tidak begitu baik untuk hari ini. "Senja terpaksa mengatakan hal itu sebab menurutnya kalau ia terlalu mengikuti permintaan dari Bella yang ada dirinya harus dipaksa terus berpikir.
Bella Tentu saja tidak memaksakan diri dengan harus mendengarkan dan juga harus mendapatkan jawaban yang sesuai dengan pertanyaannya, Terkadang seseorang itu ingin bercerita Tetapi keadaan dan juga waktu yang tidak mendukung maka Terkadang ia memilih untuk menceritakan di lain waktu dan kita harus menghormati keputusan itu.
Apalagi kejadian yang baru saja dialami oleh gadis yang di dekatnya ini sungguh sangat-sangat tidak bisa dikatakan dengan logika, apalagi semua terjadi secara tiba-tiba mau merangkai kata dari awalpun rasa-rasanya sudah sangat sulit apalagi harus bercerita secara keseluruhan.
Akan tetapi gunanya temannya seperti itu jika ada beban pikiran yang memang tidak bisa terpecahkan oleh diri sendiri ya Tidak ada salahnya dong kalau berbagi, yang penting intinya sesuatu hal yang memang bisa untuk berbagi Tetapi kalau untuk mengarah ke yang sensitif lebih baik itu menjadi konsumsi diri sendiri dan orang-orang yang paling dekat.
"Oke tidak masalah kalau memang kamu mau beristirahat siang ini ya menurutku itu memang sangat kamu perlukan, tidak usah memikirkan soal sekolah karena aku sudah memberikan izin untuk kita berdua selama beberapa hari kedepan ya hitung-hitung memulihkan kembali pikiran yang kusut kemudian memulihkan kembali tenaga yang hampir habis! "saran dari Bella itu memang sebuah hal yang seperti dipikirkan oleh Senjana dari tadi tetapi tidak punya kekuatan untuk mengatakannya.
"Ya ampun tidak bisa begitu dong yang nelpon kan Papa kamu Masa Iya kita abaikan begitu saja nanti kalau misalnya dia cemas gimana coba, Jadi anak itu jangan terlalu tegaan juga lagian kalau mengangkat panggilan dari seseorang itu sebenarnya bukan pekerjaan yang ribet dan juga berat ya tinggal jawab doang kan? "tolak Bella karena dirinya juga tahu bagaimana perasaan Leonardo saat ini jadi kalau misalnya dua anaknya menghilang dalam satu waktu kan seperti pukulan yang begitu berat di dalam pikirannya nantinya.
"Aishh kamu bisa tidak menurut sedikit saja apa yang aku katakan jangan terlalu banyak membantah, yang harusnya kamu pahami itu Tentang Diriku Bukan tentang orang lain karena di sini yang terpukul itu aku sebab yang selama ini bersama denganku itu hanya Rembulan bukan orang lain! "omel Senja dan akhirnya langsung tepar soalnya semalaman dirinya tidak tertidur sama sekali karena cemas memikirkan keadaan saudara kembarnya itu.
Bella memilih mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi karena akhirnya untuk mengalah itu terasa begitu berat, tetapi terlepas dari semua itu Bukankah pilihan yang diambil oleh Senja harus ia hormati sebab Gadis itu tahu yang benar dan juga tahu mana yang harus ia pilih di dalam kehidupannya ya mungkin dalam beberapa jam ke depan.
Senjana tertidur dengan begitu pulasnya sampai-sampai tidak sadar jika sekarang ia sudah berada di dalam mimpi, terlihat ada Rembulan yang sedang membawa setangkai bunga Matahari lalu memberikan kepada Senjana yang daripadanya terpaku menatap kehadirannya.
__ADS_1
"Gimana akting kakak kemarin-kemarin, sudah bisa menjadi drama Queen belum ya? Kakak berharap agar tidak terlalu buruk terlihat di mata kamu supaya besok lusa kamu sudah tidak usah mencontoh lagi, takutnya nanti kamu yang bakalan kesusahan karena harus berakting seperti kakak yang pura-pura mendekati seseorang! "perkataan Rembulan itu begitu ambigu membuat Senjana menggerutkan keningnya karena dirinya bingung Sejak kapan kakaknya itu berakting dan aktingnya juga ditujukan kepada siapa?
"Kamu ngomong apa? Akting yang bagaimana sih yang kamu maksud, soalnya selama ini kan kamu orangnya hobi sekali kan serius? Ayolah jangan buat aku penasaran seperti ini dong sampai-sampai menyuruh aku untuk tidak ikut jejak Kamu itu, memangnya jejak yang mana sih yang tidak boleh aku ikuti cueknya ataupun hobi marah-marahnya atau yang mana? "tanya Senja penasaran sebab menurutnya Kalau datangnya seperti begini maka yang ada Rembulan bakalan membuat dirinya berpikir tentang perkataannya sampai seumur hidup.
Rembulan tersenyum mendengar perkataan senja yang menurutnya sudah terlalu sangat antusias dan juga kepo, padahal sejatinya tidak terlalu susah-susah amat untuk dipahami ya tinggal merangkai saja semua kejadian yang terjadi beberapa saat yang lalu.
"Memangnya selama ini apa yang aku lakukan tidak pernah kamu pahami jika itu sebenarnya hanya pura-pura saja, ya ampun Astaga kebiasaan cengeng Kamu itu jangan dibawa-bawa terus ya soalnya sekarang sudah tidak ada yang bisa menjaga kamu lagi dan mulailah hidup menjadi wanita yang mandiri serta kuat jangan cengeng dan juga tidak boleh terlihat lemah! Kalau boleh tidak usah juga percaya kepada orang sembarangan Meskipun orang itu selalu kamu temui setiap saat, bukan karena ingin menjadi pribadi yang Sembarangan menuduh tetapi mewaspadai itu merupakan hal yang paling penting! "perkataan Rembulan itu sudah seperti nasehat yang memang harus dijalani oleh Senja hanya saja pertanyaannya kalau dibuat secara ambigu seperti ini kan dirinya bisa salah paham dan kalaupun berpikir pasti tidak akan mengarah kepada hal-hal yang seharusnya dilakukan.
"Aduh Kakak tolong jelaskan lagi deh biar aku jangan penasaran seperti ini, Bila perlu Nanti aku pergi ambil pulpen terus aku tulis jadi memo biar nanti menjadi bahan ingatan! "tawar Senjana Tapi Rembulan menggelengkan kepalanya sebab menurutnya adiknya itu bisa mengingat semua perkataannya meskipun sampai berjilid banyaknya.
"kamu usahakan tidak boleh sampai meninggalkan bukti walau hanya sedikit saja, cukup Simpan saja dalam ingatanmu itu karena Bukankah kamu itu siswa berprestasi masa iya Hanya seperti ini saja kamu tidak tahu! "Setelah mengatakan hal itu terlihat Senja mulai sedikit gemetaran karena dari tadi ketika berbicara dengan Rembulan mereka tidak saling berhadapan dan sekarang terlihat wanita itu menoleh ke arahnya dengan tubuhnya yang hancur remuk.
"Mama ...
Bella yang belum tertidur sangat terkejut ketika mendengar teriakan dari sahabatnya itu, maka dari itu ia segera mendekati Senjana kemudian mengguncang pelan tubuhnya agar segera bangun soalnya tertidur dalam keadaan mimpi buruk itu sangat mengganggu.
"Senja, ayo bangun Sepertinya kamu mimpi buruk deh! "pinta Bella yang mengguncang pelan tubuh sahabatnya itu.
"Huwaaa,Mama...
Senjana langsung berteriak histeris ketika dibangunkan oleh Bella tadi, bahkan tubuhnya pun Berkeringat dingin karena sungguh pemandangan yang terakhir tadi begitu membuat pikirannya sedikit terusik.
Rembulan yang berbicara dari awal Itu sudah ditanggapinya dengan begitu baik dan masih dicoba untuk mencernanya tetapi ketika pemandangan yang terakhir itu, membuat bulu kuduknya meremang dan alhasil rasa penakutnya pun tiba-tiba mencuat di permukaan padahal dari semalam ia sudah berusaha menjadi seorang jagoan.
__ADS_1
"Ini minum airnya dulu soalnya sepertinya tadi kamu itu sempat mimpi buruk loh, makanya dalam keadaan seperti begini kalau mau tidur berdoa dulu dan minta kepada pencipta agar menjaga kamu! Ya terkadang dianggap sepele oleh orang lain tetapi Percayalah perbuatan kecil itu manfaatnya sungguh sangat besar dalam kehidupan kamu, lain kali jangan seperti begini lagi ya Jangan menganggap diri paling jagoan dan juga kuat sampai-sampai tidak mau bergantung kepada orang lain. "saran Bella sebab Biar bagaimanapun ketika melihat Senjana terpuruk seperti tadi itu perasaannya sedikit tersentil karena dirinya sedang duduk memperhatikan wanita itu tapi bisa-bisanya mimpi buruk seolah-olah di dunia ini hanya Senja sendiri tidak ada orang lain yang menemaninya.
"Astaga aku ini sedang kena musibah kamu malah menasehatiku seperti itu, Iya aku tahu aku salah tapi jangan cerewet dong! "omel Senja membuat Bella sedikit bernafas lega karena ternyata sahabatnya itu sudah kembali dalam model awal yaitu sudah baik-baik saja.