SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Aku Cinta


__ADS_3

Stella tidak tahu sama sekali kalau sebenarnya Marcel Tengah menatap ke arahnya dengan Tatapan yang penuh rasa ingin memiliki, yang selama ini selalu ia pendam sendirian dan hanya bisa ditunjukkan lewat sikapnya saja namun mungkin sepertinya Stella tidak menyadari hal itu.


Marcel ingin sekali mengungkapkan perasaannya tetapi ya sama saja bohong ketika wanitanya itu sepertinya tidak peduli sama sekali, bukan karena tidak menyukai dirinya namun Stella masih tetap terpaku pada masa lalunya yang mungkin tidak akan pernah hilang dalam kehidupannya.


" kamu ceritanya tidak ada niatan untuk merubah apapun Ya mungkin maksudnya mengubah perasaan kamu terhadap suamimu itu, mungkin dengan begitu aku bisa menjaga kamu selamanya dan juga mungkin bisa menyentuhmu kapanpun aku inginkan? " Marcel berkata seperti itu seolah-olah saat ini Stella Tengah duduk di hadapannya mendengarkan semua yang ia katakan dan mungkin wanita itu bakalan memberikan respon.


" kalau Papa hanya diam saja tidak berbicara sama sekali terhadap Mami yang mana dia tahu kalau sebenarnya Papi itu sangat menyukai Mami, jujurlah pada perasaannya ya mungkin dengan begitu bakalan menerima kenyataan yang sebenarnya siapa tahu Mami juga merasakan perasaan yang sama? "Angkasa yang baru saja kembali dari kuliah karena kebetulan hari ini ia memilih untuk tidak mengikuti senja karena sudah cukup tadi wanita itu menerima perhatian darinya selebihnya kan masih ada hari esok.


Marcel menatap ke arah anaknya yang baru sampai itu sebab menurutnya pemuda itu seharusnya tidak memberikan perintah seperti itu kepadanya karena Biar bagaimanapun dirinya bukan anak kecil lagi yang harus diberikan perintah setiap saat, dan satu lagi dia bisa menentukan mana yang terbaik dalam hidupnya dan juga mana yang tidak tidak perlu harus ada yang memberikan perintah seolah-olah dirinya merupakan anak kecil.


Angkasa tertawa ketika melihat wajah Papinya Yang sepertinya tersinggung dengan apa yang dikatakannya barusan, padahal sebenarnya dirinya hanya bercanda saja Tetapi ada niatan juga serius di dalamnya Siapa tahu mungkin Marcel mengaminkan.


"kamu ceritanya suruh papi menyatakan cinta kepada Mami kamu, terus pertanyaannya kalau misalnya ditolak memangnya kamu ada niatan untuk membantu gitu? jadi orang itu ngomongnya jangan aneh-aneh deh Memangnya kamu pikir papi Ini masih muda jadi harus mengenal kata-kata yang seperti itu, dekat dengan mami kamu saja sudah membuat jantung Papi kinerjanya tidak baik apalagi kalau sampai mengungkapkan semuanya bisa habis berantakan jadinya! "Marcel tertawa dengan tingkahnya selama ini setiap kali Stella marah otomatis dirinya tidak bisa lagi menjawab bahkan bisa dibilang melihat wajah manis wanita itu terkadang membuat lidahnya keluh berbicara.


Angkasa sebenarnya merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Marcel yaitu susah sekali untuk menyatakan perasaan terhadap senja, namun dirinya harus bisa bergerak cepat mengingat saingan yang begitu banyak kalau Marcel mah saingannya hanya satu yaitu Leonardo yang belum ditemukan sampai sekarang Coba kalau sudah bertemu dengan Stella Oh jelas saja ferguso wanita itu akan meninggalkan Marcel tanpa banyak kompromi lagi.


" Jadi ceritanya tapi masih mau diam saja nih tidak mau ngomong sama sekali atau pilih untuk diam-diaman tanpa ada niatan untuk berbicara, Kalau butuh bantuan Bilang saja nanti aku yang bakalan ngomong ke mami kalau sebenarnya pria yang ada di hadapannya selama ini sangat mencintai dirinya? "tanya Angkasa penasaran membuat Marcel mendengkur soalnya anak itu ternyata sudah dewasa sekarang jadi bisa-bisanya menawarkan diri menjadi Mak Comblang.


Marcel tersenyum tetapi dalam senyuman itu tersirat ada ancaman di dalamnya yang menyiratkan jangan sampai coba-coba Angkasa ngomong sembarangan, karena jika nanti kalau sampai Stella pergi jauh darinya karena perasaannya itu maka Angkasa yang bakalan tanggung jawab semua konsekuensi yang akan dihadapi nantinya.

__ADS_1


Stella yang merasa seperti ada yang sedang berbicara di luar langsung membuka pintu perlahan dan betapa terkejutnya ketika melihat Marcel duduk dengan Angkasa seolah-olah keadaannya baik-baik saja tidak tampak seperti orang yang baru bangun tidur, padahal setahunya sampai saat ini para asisten rumah tangga belum bangun sama sekali tetapi kenapa bisa pria itu matanya masih melek.


Stella kebingungan bahkan sampai berusaha mencerna semuanya rasa-rasanya belum mendapatkan jawaban yang pasti, apalagi setahunya Marcel tadi sempat pamit katanya mau pergi tidur soalnya dirinya benar-benar merasakan kantuk yang amat sangat tetapi Kok bisa ya Sekarang malah dalam keadaan baik-baik saja mengobrol dengan Angkasa.


" Tunggu dulu, obat itu kan dari Angkasa terus kalau misalnya dia berbohong kepadaku dan sebenarnya Marcel mengetahui semuanya Gimana dong? wah anak itu semakin hari semakin kurang ajar pokoknya nanti dilihat saja aku bakalan bikin perhitungan dengannya nanti, Siapa suruh menjadi anak sukanya membuat orang tua ribut bukannya membuat orang tua akur? " omel Stella kesal.


Stella yang sudah tidak peduli dengan pertanyaan apapun nantinya Respon yang diberikan bagaimanapun yang penting intinya ia ingin pergi melihat keadaan Marcel, dan juga sekaligus membuat perhitungan kepada Angkasa yang sudah berani-beraninya berbohong dengan alibi ingin membantu dirinya bisa mengetahui keadaan masa lalunya.


" Halo Mamiku yang paling cantik kenapa sih mukanya ditekuk seperti itu, apa mau Angkasa temani jalan-jalan Soalnya di depan gang sana itu tadi sempat lihat ada yang jual bakso mercon lagi viral loh? ya Meskipun jauh dari Kompleks Perumahan Tetapi kan kita ke sana bisa pakai mobil bareng sama Papi, Ya hitung-hitung maksudnya memperkenalkan kita sebagai keluarga yang berbahagia atau Keluarga Cemara gitu? "tawar Angkasa membuat Stella memicingkan matanya menatap tajam ke arah pria itu.


Stella tidak suka ketika ada orang yang mengatakan kalau mereka itu merupakan keluarga yang berbahagia, karena sejatinya mungkin Marcel dan juga Angkasa yang berbahagia tetapi dirinya tidak sama sekali karena kebahagiaannya itu hanyalah bersama dengan Leonardo dan juga kedua putrinya yaitu Rembulan Dan juga Senjana.


"kamu ngomong apa barusan tadi? Eh asal kamu tahu saja ya Mami ini lagi kesel banget sama kamu jadi jangan coba-coba menawarkan Sesuatu yang hanya makan habis setelah itu pulang ya sudah, Dasar anak durhaka sukanya membangkang apa yang orang tua katakan pokoknya sekali lagi kamu cari perkara Mami bakalan pecat kamu sebagai anak! "omel setelah membuat Marcel mengerutkan keningnya karena Dirinya belum paham Sebenarnya apa yang menjadi pokok permasalahan sampai wanita itu terlihat begitu marah


"Aku melakukan kesalahan besar ya Mih, sampai-sampai baru datang langsung dimarah-marah seperti itu? mami Lihat tidak wajahnya Papi itu seperti hendak mau menerkam ku saat ini juga, jangan lagi dong masa iya sama anak sendiri harus dipecat nanti aku punya Mami yang kayak gimana lagi? "tanya Angkasa permohonan Tetapi setelah tidak terpengaruh sedikit pun padahal sebenarnya wanita itu sedang menahan rasa ingin tertawanya ketika melihat wajah frustasi dari pemuda tersebut.


"kamu kalau mau bertanya soal calon ibu lebih baik kamu tanyakan saja tuh sama Papi kamu kira-kira kriteria yang wanita idamannya seperti apa, ya sampai sekarang saja Dia belum punya istri sama sekali kok masa iya sudah saya tua itu hobinya sendirian terus nanti kalau tua terus sakit Memangnya siapa yang mau jagain dia? Bibi Hana di belakang itu memang bekerja untuk dia tetapi bukan 100% juga akan menjaga dia siang dan malam, orang saja punya suami kok masa iya mau jaga orang yang hobinya tidak tahu menikah sama sekali dan juga sukanya mengganggu kehidupan orang lain? "Sindir Stella sambil menatap sinis ke arah Marcel yang memilih untuk tidak peduli dengan obrolan mereka berdua toh kebiasaan Stella ya seperti begitu hobinya mencari masalah dengannya kalau dirinya merespon salah lagi nanti responnya.


"Angkasa lebih dukung kalau Papi nikahnya sama Mami soalnya kan sudah Klop tidak ada perubahan lagi, kalau misalnya Papi nikah sama orang lain terus aku panggilnya apa dong masa iya Mamiku itu ada dua kan tidak mungkin? "ujar Angkasa membuat Marcel Tersenyum Dalam hati karena sepertinya memang anaknya itu bisa diandalkan karena bukti sekarang pembicaraan mereka sudah mengarah ke soal rumah tangga yang selama ini selalu dihindari oleh Stella.

__ADS_1


" anakku Ternyata kamu pintar Juga memutarbalikkan keadaan pasti dengan begini setelah bakalan kebingungan mau menjawab apa, wah Sepertinya kalau ada yang mendukung begini terus alamat hubunganku dengan segala bakalan terjamin Sampai Nanti! " batin Marcel yang memang begitu bahagia apalagi melihat Stella yang mati kutu tidak bisa menjawab pertanyaan angkasa tadi dan mungkin bisa dibilang sepertinya memang tidak punya jawaban.


" hidup itu hanya sekali karena Kalau yang dua kali itu namanya mukjizat dan jatuh cinta juga hanya sekali dan kalau yang kedua kali itu namanya kebetulan, Mami hanya mencintai yang namanya Leonardo Sky Tidak ada orang lain lagi karena memang aku cinta hanya dia! terkadang orang lain mencurigai hal yang tidak tidak dan berpikir kalau Mami itu hanya berbohong saja, Tetapi kalau misalnya dada ini bisa dibuka terus bisa diambil hatinya kemudian ditunjukkan semua orang hanya ada satu nama itu saja tidak ada orang lain lagi! meskipun terkesan lebih-lebihkan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak ada tidak masalah juga, karena intinya sejatinya manusia itu diberikan dengan yang namanya rasa kesetiaan kepercayaan dan juga kejujuran serta tanggung jawab Dan Perasaan mami ini merupakan tanggung jawab untuk bertahan sampai kapanpun dan sampai bila nanti tidak masalah yang penting intinya tidak merugikan siapapun!" jelas Stella panjang lebar berharap agar pemikiran Marcel bisa terbuka pemikiran dari Angkasa bisa paham kalau sebenarnya Kenapa dirinya memilih untuk bertahan sejauh ini.


Marcell terdiam bingung harus merespon Yang bagaimana karena sepertinya memang tidak ada yang bakalan paham dengan keinginannya, memang benar sih apa yang dikatakan oleh Stella kalau sebenarnya perasaan seseorang itu tidak bisa dipaksakan mau diperlakukan seperti apapun tetap dia jika sudah tertuju kepada sesuatu hal maka ia akan berpatokan pada hal itu saja.


Angkasa sebenarnya merasa kasihan dengan jawaban yang diberikan oleh Stella tadi pastinya akan membuat Marcel begitu terpuruk dan akhirnya memilih untuk tetap diam di tempat, Padahal jelas sekali pria itu terlihat ingin melangkah maju ingin membuat perubahan dengan hubungannya dan juga wanita itu tetapi kalau belum apa-apa semangatnya sudah dipatahkan rasa-rasanya mau melakukan apapun juga percuma.


Angkasa tidak mungkin harus membujuk Stella agar mau menerima keberadaan Marcel di sekitarnya, sebab jawaban yang diberikan oleh wanita tadi itu sangat masuk akal jika sebuah perasaan tidak boleh ada pemaksaan di dalamnya Takutnya nanti bakalan terjadi hal-hal buruk ke depannya memangnya siapa yang mau bertanggung jawab untuk memperbaiki semuanya jika memang langkah yang diambil sudah sangat salah Dan juga sudah sangat tidak masuk akal sama sekali.


"Angkasa mau ke kamar dulu ya soalnya ini tubuh sudah lengket semua, Papi kalau mau istirahat ya sudah istirahat saja begitu juga dengan Mami kalau mau beristirahat silakan saja soalnya sepertinya aku malam ini mau jalan-jalan bareng sama teman! "pamit Angkasa.


Angkasa merasa tidak nyaman ketika suasana mulai ada kecanggungan di dalamnya yang diciptakan sendiri oleh Stella dan juga Marcel, kedua manusia paruh baya itu memang tinggal dalam satu atap tetapi Percayalah kalau hati mereka itu tidak pernah akan menyatu ya Meskipun Marcel sudah berusaha sekuat mungkin Bagaimana caranya agar bisa bersama dengan Stella.


" kamu baik-baik saja kan, atau mungkin kamu membutuhkan sesuatu saat ini? Ya maksudnya aku bisa menyiapkan sesuatu buat kamu biar lebih nyaman dan juga lebih segar gitu, daripada Hanya duduk saja seperti ini dan tidak melakukan hal apapun? "tawar Stella.


Marcell tersenyum ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Stella barusan, karena menurutnya wanita itu sepertinya mulai sadar tentang apa yang dilakukannya.


" kamu tidak ada niatan untuk bertanya kenapa seluruh asisten rumah tangga kita hari ini belum terlihat sama sekali padahal Seharusnya kan mereka sudah sibuk di dapur, bukan malah kamu yang menawarkan diri untuk menyibukkan diri kamu sendiri Nanti pertanyaannya guna apa dong aku membayar mereka? "tanya Marcel sambil naik turunkan alisnya membuat Stella mati kutu karena bingung harus menjawab apa soalnya dia sudah tidak kepikiran dari tadi tentang keberadaan yang lain.

__ADS_1


" ya orang kan menawarkan kepada kamu Harusnya kamu bersyukur dong tandanya ada yang perhatian gitu kan, Kalau misalnya tidak mau ya sudah dong Memangnya apa sih sampai-sampai Segala sesuatu harus dipermasalahkan?" tanya Stella tidak suka.


" Oh ya sudah kalau seperti itu Maaf jika salah ngomong dari tadi soalnya kamu bawaannya sensitif terus hari ini, nanti lama-lama keriputnya muncul loh padahal aku sudah berusaha agar membuat kamu tetap awet muda!" ejek Marcel.


__ADS_2