
Senja yang sedang asyik mendengar penjelasan dari dosen mata kuliahnya, mendadak dibuat kesal dengan kelakuan Angkasa yang dari tadi menggangu konsentrasi nya..
Bella yang berada di sampingnya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Angkasa itu,ya siapa saja pasti akan emosi jika ada orang yang terlalu terang terangan menyukai seseorang tanpa dibalas perasaannya .
"Ang,jangan lebay deh kamu! Masa iya itu anak orang sedang serius malah kamu buat pusing kepalanya memikirkan ini semua,kalau mau dekat ya nanti saja lah kan masih ada kesempatan di lain waktu?" ujar Bella.
Angkasa mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Bella tadi,karena menurutnya mau dirinya melakukan apapun tentu saja tidak pernah merugikan siapapun jadi kesannya terlalu berlebihan jika berpikir sampai kearah sana.
"Dia itu jodohku jadi harus aku perhatikan dan perjuangkan!" Sahut Angkasa santai.
Senja sebenarnya bukan seseorang yang tuli jadi tidak mendengar apapun yang dikatakan oleh orang disekitarnya hanya saja ia memilih untuk tidak ikut campur terlalu dalam,karena nanti nya akan membuat Angkasa jadi besar kepala dan mungkin juga bakal kegeeran.
"Kita lihat saja nanti!" Batin Senja.
__ADS_1
"Anak anak,tugas minggu lalu sudah kalian kerjakan atau belum?" Tanya Pak Seno.
Senja membulatkan matanya sempurna ketika mendengar pertanyaan itu,bagaimana tidak saat ini dirinya memang benar benar melupakan tugas itu karena terlalu antusias kedatangan Mama nya lagi.
'Waduh,Bel gimana dong soalnya aku lupa nih?" Tanya Senja setengah berbisik.
"Yang tidak membawa dan mengerjakan tugas itu silahkan berdiri diluar kelas!" perintah dosen itu lagi.
Semua siswa mulai membawa tugasnya satu persatu dan kini tiba giliran Senja,namun wanita itu belum bergerak sama sekali karena memang ia lupa membawa dan mengerjakan tugas itu.
"Ahhh itu maafkan saya karena...
"Oh itu karena tugasnya Senja saya yang bawa,karena kemarin dia sempat lupa dikelas jadi saya bawa sekalian!" jelas Angkasa sambil menyerahkan tugas itu kepada Senja tapi wanita itu tidak bergeming karena merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Pria itu.
__ADS_1
"Senja,tolong jangan memperlambat waktu saya!" perintah Pak Seno lagi.
"Mau tidak mau suka tidak suka akhirnya Senja memilih untuk mengambil tugas dari tangan nya Angkasa dan membawanya kedepan kelas,sekarang itu ia tak memikirkan kira kira jawaban Angkasa benar atau tidak melainkan alasan pria itu rela melakukan semua nya.
"Angkasa,dimana tugas kamu?" Tanya Pak Seno heran.
"Saya lupa mengerjakannya dan alhasil bukunya pun tertinggal dirumah,jadi anda tidak perlu mengulang perintah itu sekali lagi karena saya yang akan langsung melakukannya," jelas Angkasa sambil tersenyum dan memilih keluar kelas.
Senja benar benar merasa bersalah karena menurutnya pria itu rela berkorban agar dirinya tidak dihukum dan juga agar tidak kena malu,namun sepertinya Angkasa melakukan nya dengan iklhas seolah nilai tinggi bukanlah hal sedang ia kejar.
"Wah dia manis lho,karena rela berkorban demi kamu,"goda Bella membuat Senja mendengus kesal dan juga merasa sangat tidak masuk akal.
"Kamu bisa diam tidak,apaTidak capek ngomong terus?" Tanya Senja emosi.
__ADS_1
"Lho kok marah bukannya seharusnya bersyukur karena dia sudah membantu kamu yang jelas sangat butuh bantuan dari kamu?" Tanya Bella yang masih saja membahas tentang apa yang dilakukan Angkasa.
Senja dari tadi sudah mencoba untuk sabar tapi Bella tetap saja mencari masalah ,ya hanya membuat bingung dan jadi tidak tahu harus bagaimana.