
Tentu saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Marcel tadi itulah yang ada di dalam pikiran Stella saat ini, Bagaimana tidak anak yang orang lahir kan ke dunia ini setelah mengandungnya selama 9 bulan malah harus dianggapnya seperti anaknya sendiri itu kan Rasanya sangat tidak masuk akal.
ketika selama ini Stella bertanya di mana ibu kandungnya Angkasa, Marcel selalu menjawab kalau ibu kandungnya Angkasa itu adalah wanita yang merawatnya dari kecil. Dan secara tidak langsung pria itu mengatakan kalau Stella adalah ibu kandungnya Angkasa, padahal wanita itu tidak merasa melahirkan anak laki-laki yang sudah besar seperti itu sebab yang ia tahu dirinya hanya mempunyai dua orang anak kembar itu pun cewek semuanya.
Stella berulang kali menolaknya Bukan maksudnya menolak kehadiran angkasa hanya saja dirinya tidak ingin mengambil status penting orang lain demi kepentingannya sendiri, tidak masalah yang mengurus Angkasa seperti anaknya sendiri tetapi Intinya jangan pernah menyebut dirinya sebagai Mami kandung dari anak itu karena Percayalah dirinya menolak dengan tegas.
Akan tetapi yang membuat wanita itu menggelengkan kepalanya karena nama di akte kelahirannya Angkasa itu adalah nama dirinya sebagai ibu kandungnya, pertanyaannya Kapan dirinya melahirkan anak itu ke dunia ini Dan juga pertanyaannya Kapan Marcel tanpa seijinnya memasukkan statusnya sebagai ibu kandung dari anak tersebut.
"Kamu kenapa sih selalu mengatakan dia itu merupakan anakku anak yang aku lahirkan dan anak yang aku besarkan serta merupakan anak kandungku, padahal kamu tahu sendiri kan aku tidak pernah merasa melahirkan seorang anak laki-laki sampai kapanpun dan juga sampai aku semua mau mati pun aku tidak pernah melahirkan anak laki-laki? Anakku itu hanya dua orang yaitu Senjana dan juga Rembulan nama yang selalu saja membekas di dalam ingatanku sampai kapanpun, tidak ada yang bakalan bisa mengambilnya ataupun menghapus dari dalam memoriku karena mereka sudah tersimpan mati di dalam Nubari! "jelas Stella penuh penekanan terserah Marcel mau beranggapan apapun yang penting intinya semua pemikirannya semua unek-uneknya dan semua yang ia tidak sukai sudah dikatakan.
Marcel mengusap wajahnya kasar karena setiap kali berbicara tentang anak yang bernama Angkasa otomatis pasti Stella bakalan langsung marah dan mulai mengeluarkan kata-kata yang begitu menyakitkan di telinganya, namun ia tidak bisa membantah karena memang seperti begitu kenyataannya tetapi wajar kalau manusia sepertinya bisa mengeluh walau hanya dalam hati yang penting intinya keluhannya itu bisa tersampaikan secara langsung.
"Aku minta maaf jika sudah membuat kamu tidak nyaman dan juga sudah mencomot segala macam tentang Siapa orang tua kandungnya Angkasa, tapi Bukankah tidak masalah jika memang status kamu adalah ibu kandungnya karena selama ini dialah yang mengharapkannya dan aku sebagai Papinya Ya otomatis harus mengabulkan hal itu! kalau misalnya kamu membahas siapa Papi kandungnya Angkasa Ya aku juga pasti menjawab jika Bukan Aku, dia itu anak yang aku ambil ketika kamu menyelamatkan waktu ada orang yang ingin mencelakainya dulu! karena waktu itu kamu masih belajar sekolah menengah atas maka dari itu aku yang menggantikan posisimu, Karena setelah menolongnya kan kamu mengantarkannya kembali ke pantai asuhan kalau memang kamu lupa ya tidak masalah tetapi intinya dia adalah anak kita berdua! "Marcel tidak peduli lagi jika selama ini apa yang dia sembunyikan akhirnya diketahui oleh Stella karena terbukti sekarang wajah wanita itu benar stress.
Stella bisa mengingat dengan jelas kronologi ketika dirinya menolong seorang anak kecil yang menjadi korban penculikan, ternyata anak kecil itu hendak dibunuh oleh penculiknya ketika sudah membunuh kedua orang tuanya.
Stella tidak tahu sama sekali Kalau ternyata anak yang dia Tolong dulu adalah anak yang selama belasan tahun dirinya urus, yang selama belasan tahun selalu memanggil dirinya dengan sebutan Mami yang selalu menganggap dirinya sebagai orang tua kandungnya Dan intinya sampai kelahirannya pun tertera namanya di sana.
" Terserah Kamu mau yang bagaimana tetapi intinya aku tetap pada pendirianku bahwa dia jangan terlalu berlebihan menganggapku sebagai orang tuanya, karena suatu saat kami pasti bakalan berpisah dan kamu akan memulai kehidupan baru dengan wanita pilihannya kamu Dan intinya itu pasti bukan aku karena memang dari awal aku tidak ada niatan untuk menduakan suamiku! sedangkan aku berada di tempat ini saja aku bingung kenapa bisa terdampar di sini, Setiap kali mau minta kamu mencari keluarga pun kamu selalu beralasannya panjang lebar dan alhasil aku harus memilih untuk dia yang tidak banyak berkomentar atau meminta sesuatu hal yang tidak mungkin! "Stella tahu jika berbicara dengan Marcel menggunakan emosi sepertinya pria itu kebanyakan memilih untuk menghindar daripada merespon apa yang ia katakan.
__ADS_1
"Aku pastikan kita tidak akan pernah berpisah selamanya meskipun keluargamu bisa menemukanmu, Karena kamu hanya milikku dan sampai kapanpun tidak akan pernah merubah kondisi itu! kamu mau mengatakan Aku egois tidak punya hati dan juga selalu saja mengekang kehidupan kamu, aku tidak masalah sama sekali Karena bagiku kamu adalah yang paling utama di dalam kehidupanku sampai kapanpun, "ujar Marcel yang penuh dengan penekanan terserah jika Stella akhirnya kecewa dan juga marah seperti biasanya yang penting intinya apa yang ada dalam pikirannya sudah tersalurkan.
hidup itu hanya sekali sebenarnya jangan terlalu dibikin ribet karena aslinya hobinya manusia ya seperti itu, masalah Tidak ada kemudian pergi mencari masalah nanti setelah tidak tahu cara menyelesaikannya Ya kabur begitu saja tidak mau bertanggung jawab.
jika semua manusia di dunia ini melakukan hal itu sekarang yang menjadi pertanyaannya kira-kira Siapa yang bakalan memperbaiki kesalahan tersebut, tidak mungkin kan orang-orang di sekitarnya yang sebenarnya sudah memiliki masalah pribadinya tetapi karena kelakuan orang tersebut akhirnya masalahnya digantung dan memilih untuk menyelesaikan masalah yang ada.
kehidupan manusia itu sejatinya tidak sempurna dan juga tidak bertahan lama, kebahagiaan dan juga kesedihan itu sebenarnya rolling atau bisa dibilang estafet seperti berlomba-lomba untuk datang di dalam kehidupan.
jika hari ini engkau merasa bahagia Usahakanlah saat kesedihanmu datang tetapi kebahagiaanlah yang selalu kamu pikirkan, tidak usah yang namanya mengenal putus asa kemudian patah semangat Karena sejatinya manusia itu diberikan otak untuk berpikir kemudian otot untuk bekerja dan kaki untuk melangkah maju bukan berdiam di tempat.
kalau saja semua hidup manusia itu hanya dipenuhi kebahagiaan untuk apa orang bekerja capek-capek kemudian Untuk apa sekolah siang dan malam Kemudian untuk apa harus mempertaruhkan nyawanya untuk bahagia, jika akhirnya segala sesuatunya sudah terjamin tinggal tidur saja dan menunggu ya semuanya langsung datang secara tiba-tiba bahkan bisa dibilang di luar ekspektasi yang seharusnya.
Stella hanya menatap nanar ke arah punggungnya Marcel yang sudah semakin menjauh, dirinya bukanlah manusia yang tidak peka dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Marcel kepadanya yang selalu saja memberikan perhatian lebih dan juga berusaha memenuhi segala macam kebutuhannya tanpa dirinya minta.
Akan tetapi hati manusia tidak ada yang bisa untuk dipaksakan dan juga dirinya adalah orang yang setia tidak mungkin menduakan suaminya yang entah di mana sekarang, kalau misalnya dirinya tahu di mana letak pusaranya Leonardo ya mungkin saja ia bisa memperhitungkan Marcel sebagai masa depannya tetapi sekarang dirinya hidup itu tanpa kejelasan sama sekali.
"aku lebih banyak tidur daripada terus memikirkan masalah ini yang tidak tahu habisnya, sudah begitu tinggal dengan orang egois semua rasa-rasanya membuat kepalaku ini cenat-cenut tiap hari, "omel Stella lalu memilih untuk berbaring dan melupakan semua masalah sejenak apalagi saat ini sudah tengah malam mungkin sedikit lagi mau mendekat lagi tetapi Angkasa dan juga Marcel malah pergi.
Senjana dan juga Leonardo sudah sangat merasa cemas karena polisi yang turun ke bawah bukannya membantu Rembulan ataupun memastikan kira-kira memang benar daerah di bawah atau tidak, tetapi mereka malah berlari ke atas karena ternyata mobil yang dibawa jurang tersebut dalam keadaan yang hendak meledak soalnya sudah tercium bau bensin tercecer di mana-mana.
__ADS_1
"Kenapa kalian malah kembali ke sini? Kenapa tidak turun ke bawah dan menolong kakakku, kalau misalnya kalian terlambat menolongnya terus dia kenapa-napa Memangnya kalian bisa tanggung jawab? Ayolah jadi seseorang itu jangan hanya duduk menonton doang gunakan pekerjaan kalian itu untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat orang lain bangga, kalau seperti begini ya aku hanya berpikir kalau Mungkin kalian hanya duduk dan menunggu seseorang datang melaporkan hal ini kemudian pergi mengecek lalu tidak terjadi apapun dan pergi dari situ. "Senja berteriak di dalam malam gulita seperti itu bahkan dirinya seperti tidak peduli lagi kalau sebenarnya kata-katanya itu sudah sangat terlalu tidak sopan.
"maaf Nona tetapi Percayalah kendaraan di bawah itu sedikit lagi Bakalan meledak, maka dari itu kita harus mencari bantuan seperti menghubungi pemadam kebakaran sekarang juga! "ujar polisi tersebut membuat Leonardo hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena menurutnya kalau sampai menunggu pemadam kebakaran datang sepertinya memang Rembulan Sudah saatnya pergi berjumpa dengan istrinya.
"pokoknya aku tidak akan bisa tetap tenang di sini, kalau memang kalian tidak ada niatan untuk menolongnya Baiklah aku yang bakalan Turun ke bawah dan menolongnya secara langsung! "tegas Senja lalu segera berlari ke bawah tetapi ada sebuah tangan kekar yang menahan langkah kakinya itu.
"lebih baik ikuti saja apa yang mereka katakan daripada kamu juga kenapa-napa, memangnya kalau kamu turun ke bawah apa yang bisa kamu lakukan mau menolongnya dengan tangan kosong? Jangan melakukan hal yang lebih konyol lagi dengan membuat orang tua kamu harus kehilangan kamu juga, ingat nyawa kamu itu berharga lebih baik Kamu bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pertolongan segera mungkin supaya saudara kamu itu bisa selamat! " jelas pria itu membuat senja mengerepkan keningnya karena menurutnya masa iya ada orang yang tahu masalah ini secara tiba-tiba.
Senja bukan ingin mencurigai siapapun tetapi disaat seperti ini percayalah ketika otak dan juga hati sedang tidak bekerja sama terkadang apa yang tidak menjadi mungkin dan apa yang mungkin menjadi tidak, tidak ingin terlalu banyak berpikiran yang aneh-aneh akhirnya dirinya mendorong orang itu agar segera menjauh agar kembali fokus dan juga bisa secepatnya membantu.
"Papa kenapa diam saja, ayolah usaha untuk menelpon pemadam kebakaran biar kakak bisa di tolong? Memangnya Kalian mau lihat sampai mobil itu hangus terbakar habis dulu baru kalian melakukan sesuatu, lebih Kalian juga terjun bebas ke bawah biar aku tidak usah melihat wajah-wajah menyebalkan semuanya! "bentak Senja yang sangat kasar bahkan bisa dibilang sifatnya yang manja dan juga kayak bicaranya yang manis tidak ada sama sekali saat ini.
"Senjana, Papa juga tidak mempunyai nomor pemadam kebakaran! Nanti Papa bakalan cari ke petugas kepolisian siapa tahu mereka punya nomor pemadam kebakaran, Tolong jangan bersikap gegabah dengan mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak sopan dan alhasil membuat kamu sendiri yang bakalan dirugikan! "bujuk Leonardo yang masih ingin berusaha bersikap lebih dewasa dan juga tidak ingin agar anaknya itu nantinya salah mengambil langkah dalam kehidupannya.
"Saya sepertinya punya nomor pemadam kebakaran, lebih baik Om pergi konfirmasi kepada petugas kepolisian Bagaimana caranya agar bisa turun ke bawah!"tawar pria itu yang dari tadi hanya berdiri saja di samping Senjana bahkan tidak beranjak sesenti pun entah apa yang ada di dalam pikirannya.
"kamu yakin punya nomor pemadam kebakaran, soalnya Setahuku anak kuliahan yang mana pernah berhubungan dengan hal seperti itu? "tanya Senja penasaran karena memang kehadiran pria itu dari tadi sudah membuat dirinya merasa curiga dan merasa Ada hal aneh yang disembunyikan Soalnya kalau memang ada yang tiba-tiba datang kemudian mengetahui semuanya kan terasa begitu aneh.
"Kamu kenapa sih mencurigaiku dari tadi, padahal aku memang ada niatan loh untuk menolong kamu? lebih baik kamu tenang dulu seperti yang papa kamu katakan supaya Maksudnya kamu tidak mengganggu jalan pemikiran orang lain, maaf jika tidak sopan tetapi di saat seperti begini Saya tahu kamu panik tetapi untuk saat ini Tolong jangan terlalu gegabah! "Pinta pria itu membuat Senjana mendengus kesal.
__ADS_1
"Saya yakin kehilangan kakak pasti ada sangkut pautnya dengan kamu, karena selama ini kan dia selalu menempel sama kamu dan terlihat kamu itu sangat tidak menyukainya? kalau perkiraan saya ini benar Ya syukur karena Akhirnya saya bisa tahu, tetapi kalau misalnya kamu berbohong Ya sudah terserah kamu saja Bukankah dosa ditanggung oleh pribadi masing-masing!" Senjana sengaja menyindir Angkasa.