
Senja dengan berlari berusaha untuk bertemu dengan Jimmy yang tadi sudah membuat dirinya merasa penasaran , coba saja kalau tadi pria itu tidak datang dan juga mengatakan hal yang tidak jelas ya pasti dirinya tidak akan merasa penasaran seperti ini.
Jimmy sebenarnya tahu kalau Senja saat ini sedang mengejarnya dari belakang hanya saja untuk sekarang biarkan seperti ini dahulu,nantinya kalau semua sudah beres maka ia harap itu semua tidak membuat hubungan antara dirinya dan juga Senja semakin menjauh.
"Eh Tuan mmmm Om atau Akang atau siapapun tunggu,aku mau ngomong!" teriak Senja tetapi Jimmy memilih untuk menulikan telinganya daripada nanti ada pertanyaan yang meluber kemana mana.
"Senja,biarkan saja! Kenapa juga harus mengejar pria itu segala,lagian dia juga kan tidak peduli sama sekali tentang kamu jadi tidak usah peduli ya!" bujuk Angkasa yang juga ikutan menyusul Jimmy daripada nantinya bakal ada orang lain yang melirik Senja kan tidak enak.
"Diam kamu!" bentak Senja.
Jimmy hanya tersenyum sambil melambaikan tangan ketika tatapan nya bertemu dengan Senja membuat wanita itu merasa kesal karena ia sudah capek berjuang untuk bertemu malah diabaikan begitu saja.
"Ya tuh kan lihat gara gara kamu dia pergi,padahal ada sesuatu yang penting ingin aku sampaikan kepadanya," lirih Senja frustasi dan kini malah menyalahkan Angkasa.
"Itu malah lebih bagus," sahut Angkasa cuek.
Senja mendengus kesal lalu memilih pergi meninggalkan Angkasa sendirian di parkiran Kampus.
Angkasa mengehela nafasnya kasar karena Senja seperti nya memang berusaha untuk tetap menjaga jarak dari nya,padahal ia masih berusaha menjadi orang yang sangat perhatian dan juga memberikan segalanya yang diinginkan oleh wanita itu ya Meskipun akhir-akhirnya pasti akan selalu ditolak.
__ADS_1
" Kapan kamu akan peduli dan juga merasa yakin kalau aku tidak akan pernah meninggalkan kamu dan akan menebus kesalahanku dengan memenuhi semua keinginan kamu tanpa terkecuali, ya Meskipun kejahatan yang kulakukan itu sudah masuk dalam daftar kriminal kemudian sesuatu yang tidak bisa dimaafkan tetapi intinya aku mencoba untuk menjadi orang yang lebih baik lagi! "batin Angkasa yang ingin sekali meratapi nasibnya tetapi tetap ia tahan karena Biar bagaimanapun seorang lelaki itu pantang untuk menangis apalagi hanya karena patah hati.
semua orang memang menginginkan yang terbaik di dalam hidupnya ya Meskipun terkesan dipaksakan kemudian terkesan seperti terburu-buru tetapi intinya masa muda itu harus dinikmati bukan untuk diratapi, namun balik lagi kepada pribadi masing-masing ingin menjalani masa muda seperti apa kira-kira monoton atau hanya belajar dan juga mencoba hal baru atau mungkin memilih untuk menikah muda.
"Senja, Kamu dari mana saja sih dari tadi tuh kita nungguin kamu kemudian panggil-panggil kamu tetapi tidak direspon sama sekali loh? "omel Bella karena merasa kesal ketika sahabatnya itu memilih untuk menghilang bukannya meminta maaf atau apalah dan malah mencari seorang pria asing yang tidak jelas.
Senja terlihat menghela nafasnya kasar karena mereka semua tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya saat ini, kematian Rembulan Baru beberapa bulan lalu Jadi otomatis itu Masih Membekas dalam ingatannya tidak akan mungkin pernah IA lupakan sebab Biar bagaimanapun mereka berdua itu kembar identik jadi ketika sesuatu menghilang maka yang lainnya pasti akan merasakan hal itu.
Senja merasa tersentuh ketika melihat Bella yang selalu saja memberi perhatian padanya,padahal mereka tidak memiliki hubungan apapun tapi tetap saja perhatian itu sedikit banyak sudah mengobati rasa rindu pada Rembulan.
"Aku baru saja habis mengejar cowok ganteng tapi malah diabaikan,tapi ya sudahlah karena aku yakin kalau jodoh tak akan kemana," sahut Senja santai.
"Idih mana bisa begitu? Nanti itu Angkasa kamu mau taruh dimana,memangnya kamu lupa kegigihan nya selama ini untuk mendapatkan kamu ?" Tanya Bella mendelik kesal.
" eh terus kalau misalnya aku itu sama si Angkasa pertanyaannya Davin mau taruh di bagian mana Memangnya kamu pikir aku mampu melayani dua-duanya, kamu jangan ngaco deh kenapa tidak kamu suruh Angkasa bareng sama Cindy saja mungkin dengan begitu Angkasa tidak bakalan stres dari sekarang sampai nanti? "tawar senja Sambil tertawa sebab Ia yakin saat ini pasti Cindy juga Tengah mencari perhatian soalnya kebiasaan wanita itu ya selalu mencari masalah dengan dirinya padahal Ia saja sedang tidak ingin berbuat masalah dengan siapapun.
" Senja, aku mau ngomong sama kamu Dan ini hal penting jadi tolong jangan menghindar lagi seperti tadi! "ujar Cindy yang entah dari mana tetapi langsung menggapai tangan senja dan tidak peduli dengan penolakan yang dilakukan oleh gadis itu.
" Oh dari tadi ceritanya kamu mencari sahabatku hanya ingin cari masalah dengannya,wah keterlaluan sekali ya kamu sampai harus cari masalah segala?" Omel Bella.
__ADS_1
Senja tahu kalau Bella pasti akan selalu membela dirinya karena memang kebiasan dirinya ya seperti itu,apalagi sekarang Cindy malah sedang mencari masalah dengannya seolah Senja selama melakukan hal itu juga.
"Ada masalah apa ya?" Tanya Senja santai
"Angkasa itu miliknya Rembulan,maka dari itu ketika dia sudah tak ada maka aku yang akan menggantikan posisi itu," ujar Cindy.
Senja membulatkan matanya sempurna karena ia pikir tadi Cindy ingin membahas hal lain,eh tau taunya malah membahas seseorang yang sangat ia benci.
"Kalau kamu mau mengambil pria aneh itu silahkan soalnya punyaku sudah banyak malah meluber kemana mana,jadinya tidak ada niatan untuk mempertahankan yang seperti itu!" setelah mengatakan hal itu Senja memilih untuk pergi.
Bella membulatkan matanya sempurna ketika mendengar perkataan yang sangat aneh bin ajaib tadi,karena tersirat arti yang membuat orang orang pasti akan berpikiran yang aneh-aneh dan mengira kalau wanita itu merupakan simpanan om-om nakal di luaran sana.
"kamu yakin dengan yang tadi,soalnya aku bingung sebanyak apa pria kamu sampai meluber kemana mana?" Tanya Bella dengan tatapan penasaran.
Senja ingin sekali tertawa mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Bella tadi, bahkan terlihat wajah Nya sangat penasaran dengan hidung minimalis yang mengembang sempurna.
"Yooloh yolooh,situ kepo atau pengen kepo aja?" Tanya Senja dengan gaya centilnya.
"Ih aku serius nih," omel Bella tidak terima.
__ADS_1
"Ya terus aku nya tiga rius gitu?" Tanya Senja.
"Aihhh sudahlah capek ngomong sama orang aneh dan juga menyebalkan,lebih baik pantengin my ayang Bebep Davin dulu ahh!" ujar Bella.