SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Mencari


__ADS_3

Senja yang dari tadi menangis di pelukannya mamanya akhirnya menyadari sesuatu karena menurutnya kedatangan Mamanya ke tempat ini pasti karena papanya yang sudah berusaha mencarinya dengan sepenuh tenaga, maka dari itu ia harus bisa mengucapkan kata terima kasih yang pantas dan dengan begitu pria itu bakal merasa sedikit banyak kehadirannya dihargai dan apapun yang ia lakukan bisa dihargai oleh semua orang.


" Tunggu dulu! tadi yang membawa mama datang ke sini itu siapa, Perasaan Papa baru semalam dari sini Terus tadi pagi juga baru datang kok bisa sudah menemukan Mama? "tanya Senja penasaran membuat Bintang akhirnya menyadari sesuatu kalau dirinya melupakan Angkasa.


Bintang terlihat mencari Angkasa kesana kemarin untuk memastikan Di mana keberadaan anak itu tetapi sepertinya tidak ada mungkin pria itu sudah pulang, dirinya pun menyesali karena tidak sempat mengucapkan terima kasih karena jika tanpa bantuan pemuda itu ya Otomatis Dirinya belum tentu berkumpul dengan mereka kembali.


" Loh emangnya kamu tidak tahu kalau yang membawa Mama kamu ke sini tadi itu teman kamu yang semalam datang ke sini, Oh iya Bela kasih tahu namanya soalnya belum berbicara panjang lebar Orangnya sudah pergi begitu saja ya makanya tidak sempat mengucapkan kata terima kasih! " Jelas Leonardo yang berharap agar tidak ada yang mencari orang lain soalnya keadaan mereka saat ini tengah berbahagia.


Bintang hanya tersenyum pelan dan mengusap pelan bahu putrinya Itu sebab menurutnya Wajar saja sih kalau Senja merasa heran dengan kedatangannya yang tiba-tiba, tetapi intinya ini semua sebenarnya atas bantuan angkasa karena jika tidak ya mungkin sekarang ya masih bertemu dengan Marcel dan juga bertengkar hebat dengan pria itu.


"Angkasa yang tadi mengantarkan Mama kamu datang hanya saja sepertinya Mungkin dia ada urusan Soalnya langsung pergi begitu saja tanpa pamit, aku juga tidak sempat menahannya soalnya Sepertinya Dia terlihat begitu buru-buru seolah-olah mungkin ada urusan penting yang memang harus ia urus! "jelas Bella Karena memang tadi ya sempat melihat Angkasa yang terburu-buru seperti Tengah mencemaskan sesuatu.


Bintang tahu pasti pemuda itu ingin mengurus Pria tua yang ada di rumah yang pernah ia tinggali dulu, karena mungkin sekarang Pasti Tengah melakukan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan dan kasihan jika nantinya Angkasa yang harus mengurusnya.


" Mama kok sedikit kurusan sekarang, atau memang dari dulu seperti ini ya? " tanya senja penasaran bahkan waktunya untuk pergi ke kampus pun sengaja ia lupakan Karena masih ada hari esok sebab Hari ini adalah hari yang ia Tunggu selama bertahun-tahun jadi tidak ada salahnya kan kalau sehari saja dirinya absen.


" gimana Mau gemuk orang yang dalam pikiran Mama itu hanya ada kalian berdua dan juga memikirkan papa kamu yang kapan bakalan menjemput Mama ke sini, tetapi syukurlah ini semua atas bantuannya angkasa karena jika tidak Mama pasti bakalan terus menerus ditahan di rumah itu entah Sampai kapan! "jelas Bintang membuat suaminya merasa penasaran kira-kira manusia Siapa yang sudah berani memperlakukan istrinya layaknya seorang sandera.


" maksudnya selama ini kamu ada di kota ini Tetapi hanya ditahan sama seseorang agar tidak usah lah bisa menemukan kami, Memangnya kamu tidak dikasih alat komunikasi untuk bisa menghubungi keluarga atau apapun itu? "tanya Leonardo cemas takutnya jangan sampai istrinya menjadi tawanan seorang mafia sebab mengingat kejadian waktu itu di kediaman mereka Ya tentu saja ada campur tangan orang luar yang mempunyai backingan yang sangat kuat sehingga akhirnya bisa melakukan semuanya tanpa bisa terendus oleh media dan juga aparat hukum.

__ADS_1


"aku dibawa berobat ke Singapura dulu selama beberapa tahun karena luka yang ada pada tubuhku itu kalau bisa dibilang lumayan Serius, Lalu setelah itu dibawa ke sini tetap setiap kali meminta untuk bertemu kalian mereka selalu beralasan yang aneh-aneh dan alhasil ya aku tetap bertahan di sana! "jelas istrinya membuat Leonardo hanya menghela nafasnya kasar karena ternyata dirinya selama ini memang merupakan suami yang tidak berguna sama sekali.


" tapi dia memperlakukan kamu dengan manusiawi kan tidak menjadikan kamu pesuruh atau mungkin seseorang yang selama ini yang seperti kita ketahui jika sampai ditahan seperti itu maka akan diperlakukan sangat buruk, karena jika sampai hal itu terjadi maka aku ingin kamu memberitahukan alamat lengkapnya supaya aku bisa melakukan sesuatu yang tidak akan pernah dilupakan oleh orang itu karena bisa-bisanya menyandera istriku selama bertahun-tahun? "tanya Leonardo penasaran karena menurutnya orang yang sudah berani melakukan Bintang seperti itu pertanda bahwa orang tersebut sakit jiwa.


" sudahlah yang penting intinya aku sudah kembali ke sini Jadi tolong jangan memper rumit masalah karena aku sumpah tidak ingin bertemu dengan manusia satu itu lagi, Oh iya dan di sana juga dia memperlakukan aku dengan begitu baik termasuk juga dengan angkasa teman kamu itu yang tadi membawa Mama ke sini dialah yang sudah membantu."Senja jelas aja merasa kebingungan ketika mendengar bahwa angkasa tahu-menau tentang keberadaan Bintang padahal dulu saat kejadian ya memang dia juga ada di tempat bersama dengan Arkan yang sekarang sedang melanjutkan studinya di luar.


" aku ingat, waktu itu saat kami ulang tahun ada Angkasa dan juga Arkan tetapi Memangnya Angkasa yang itu?" penasaran karena menurutnya bumi ini luas tentu saja ada ribuan nama yang sama ya meskipun orangnya berbeda.


" Sudahlah Kalian tidak perlu memikirkan hal itu biar nanti papa yang bakalan mengurusnya, dan Sayang lebih baik kamu istirahat dulu soalnya wajah kamu itu sepertinya kelelahan! " saran Leonardo tetapi Bintang menggelengkan kepalanya karena ada satu orang yang masih kurang dan dari tadi ia tidak melihatnya sama sekali sebab Ia tidak akan beristirahat ketika keluarganya belum lengkap.


Bintang tidak akan pernah bisa beristirahat dengan baik dan memejamkan matanya serta tidur di tempat tidur yang nyaman jika belum melihat putrinya yang satu lagi yaitu Rembulan, dirinya yakin wajahnya dan juga Senja tidak beda jauh seperti bagaimanapun mereka berdua merupakan kembar identik jadi otomatis sulit sekali untuk dibedakan.


Senja terlihat menghembuskan nafasnya berulang kali mencoba untuk menetralkan rasa sesak yang tengah ia rasakan, lambat laun Ya pastinya mamanya akan mencari tahu tentang keberadaan saudaranya itu jadi lebih baik jujur saja sebab Biar bagaimanapun wanita itu adalah orang yang melahirkan Rembulan ke dunia.


"Rembulan sudah kembali ke penciptanya yang lebih sayang dia dibandingkan kita, jadi lebih baik belajar ikhlas dan juga banyak-banyak kirimkan doa agar jalannya mulus tidak ada hambatan sama sekali!"


Senja berusaha untuk menahan tangisi agar tidak keluar karena hari ini tidak boleh ada air mata di dalam keluarganya, namun tetap saja kebahagiaan itu terasa tidak begitu lengkap ketika ada orang lain yang benar-benar tidak akan pernah bisa berkumpul dengan mereka di situ.


Bintang masih mencoba untuk mencerna apa yang dikatakan oleh putrinya barusan, karena dirinya bukan cenayang yang bisa mengerti dan juga paham serta menebak maksud dan tujuan dari perkataan orang lain yang begitu ambigu.

__ADS_1


"Maksud kamu ngomong seperti itu apa ya, Mama kan hanya bertanya di mana Kakak kamu bukan malah membahas sesuatu yang aneh?"


" ya apa yang aku katakan itu juga benar bukan sesuatu yang aneh kalau memang dia sekarang itu sudah tidak bisa sama-sama dengan kita lagi, nanti aku bakalan antar Mama ke rumahnya dia yang baru yang tidak akan pernah bisa kita datangi ya cukup hanya kita lihat saja!


Bintang bukanlah seorang anak kecil yang tidak paham ketika kata-kata ambigu yang dikeluarkan seperti itu hanya saja tidak ada salahnya akan mencoba untuk tetap tidak percaya, sebab dirinya akhirnya sadar kalau mimpinya semalam itu adalah sebuah pertanda dan juga sepertinya Rembulan memang datang ingin mengatakan keadaan yang sebenarnya.


" jadi mimpi mama semalam itu memang benar-benar kenyataan kalau dia sudah pergi dan tidak akan pernah bisa kembali lagi, ya Tuhan Ibu macam apa aku ini sampai-sampai anak Pergi pun aku tidak tahu sama sekali dan juga tidak bisa menemaninya di saat-saat terakhir! "lirih Bintang yang benar-benar merasa begitu Terpukul.


"bukan mama saja yang tidak bisa menemani dia di saat terakhir karena aku dan Papa juga sama, saat dia pergi pun tanpa pamit sama sekali seolah-olah kami ini merupakan orang asing ! "ujar Senja datar membuat Bella benar-benar merasa miris dengan keadaan sahabatnya itu namun ia tidak punya lagi kata-kata penghiburan yang pas karena dirinya yakin Bintang pasti punya kata-kata itu.


Leonardo adalah orang yang paling merasa bersalah di sini karena mendapat tekanan dari Nirmala membuat dirinya tidak kuasa untuk mencari istri dan juga anaknya, dan ketika Senja yang menceritakan kronologi kejadian yang menimpa rembulan dirinya pun tidak bisa berbuat banyak hanya memilih mendengarkan saja.


" aku benar-benar merasa bersalah kepadanya karena waktu itu dia pergi dan saat meminta untuk aku ikuti tidak mau sama sekali, Coba saja waktu itu aku paksa tentu saja kami pasti bakalan pulang cepat dan tidak akan keluyuran ke manapun! "ujar Senja yang benar-benar merasa bersalah jika menceritakan soal apa yang menimpa saudara kembarnya itu.


" Ini semua bukan kesalahan kamu tetapi memang takdirnya sudah seperti itu, Jangan menyalahkan diri sendiri yang nanti akhirnya membuat kamu terbebani sepanjang hidup kamu dengan perasaan itu! "Leonardo tidak ingin anaknya itu menjadi terpuruk hanya karena apa yang terjadi kepada rembulan sebab Bukankah Hidup itu harus terus berjalan.


" tapi aku yakin kalau sebenarnya kematian itu sangat tidak wajar dan ada orang yang sudah sengaja melakukan semua ini, pokoknya kalau sampai aku bertemu dengan orang yang sudah melenyapkan kakakku Maka jangan harap dia bakalan lolos dari tanganku! "senja sudah berjanji dihadapan Rembulan Dan juga di hadapan orang tuanya kini tinggallah dirinya bergerak dan juga memastikan manusia yang sudah menghabisi nyawa dari saudaranya itu.


Bintang benar-benar syok dengan apa yang ia dengar tadi dan juga Percayalah pandangannya pun mengabur seketika, sebab pukulan yang hebat Tengah ia rasakan di dalam benaknya ketika mendengar kronologi yang terjadi kepada anaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2