SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Benci


__ADS_3

Leonardo jelas-jelas tidak suka ketika ada yang sudah sepertinya terlalu dekat dengan istrinya ya meskipun anggapannya kalau Angkasa itu masih bocah ingusan, akan tetapi ketika mendengar tatapan pria itu yang seperti merindukan istrinya ya suami manapun pasti akan cemburu dan juga marah dong.


" Nah itu baru bagus sayang seharusnya dia memanggil kamu dengan sebutan tante, bukan dengan sebutan Mami Memangnya kamu pikir istri saya sudah melahirkan kamu ke dunia Jadi enak-enak sekali kamu mau manggilnya seperti itu? " Leonardo yang tidak terima akhirnya mengeluarkan unek-uneknya membuat Angkasa hanya menggelengkan kepalanya karena sejatinya ia hanya ingin menghormati Bintang karena selama ini sudah mengurus dirinya bukan ingin merebut wanita itu Lagian dirinya juga punya standar lah.


Angkasa yakin kalau ada Marcel di sini pasti bahagia sekali bertemu dengan Bintang , sebuah pria itu setelah ditinggal pergi oleh Bintang menjadi tidak terurus sama sekali dan lebih parahnya lagi semua pekerjaannya pun terbengkalai Tidak jelas.


" Kamu ngapain Di Sini, kuliah juga atau menjadi dosen? "tanya Bintang penasaran.


Angkasa hanya tersenyum tidak mengiyakan dan juga tidak membantah karena dirinya yakin jika ia mengatakan berkuliah di sini pastinya akan membuat wanita itu curiga, sebab dirinya tahu kalau Angkasa itu sudah selesai tinggal Hanya bekerja saja.


" Ya biasalah mah tempat umum kan ada begitu banyak tempat buat nongkrong makanya aku muncul di sini daripada boring di rumah ada makhluk yang hobinya marah-marah Tidak jelas, kalau di sini kan pikiran bisa tenang tidak ada yang namanya begitu banyak perubahan pikiran dan satu lagi merasa terurus! "jelas Angkasa membuat Bintang benar-benar merasa bersalah dengan pemuda itu dan dirinya tahu makhluk Apa yang dimaksud.


Leonardo mengepalkan tangan menahan emosi soalnya tadi tanpa sengaja ia mendengar pemuda yang ada di hadapan mereka ini memanggil istrinya dengan sebutan Mamah, Padahal tadi Mami saja dirinya sudah menolak apalagi sekarang malah merubahnya lagi ya jelas-jelas saja ia lebih menolaknya itu.

__ADS_1


"Kamu sebenarnya dengar tidak peringatan yang sudah saya berikan tadi yaitu dia itu bukan Mami ataupun Mama serta apalah itu, jangan merasa terlalu dekat dengan istriku dan juga jangan merasa sepertinya dirinya tahu tentang makhluk yang hidup di rumah kamu itu! "sebagai seorang pengusaha yang jeli tentang apapun yang ada di sekitarnya membuat Leonardo langsung menangkap jika lawan bicaranya sudah mulai menyatakan sebuah hal yang sangat ganteng dan juga sangat tidak masuk akal.


Angkasa ingin tertawa tetapi ditahannya saja ketika terlihat dari arah depan sudah ada Senja dan juga Bella yang datang menuju ke arah mereka, ingin menghindar tetapi rasanya sudah sangat terlambat soalnya mereka sudah semakin dekat.


Senja membulatkan matanya sempurna ketika melihat kedua orang tuanya datang di kampusnya saat ini, Padahal selama ini Ketika Leonardo tidak sadarkan diri mereka hanya ditemani oleh asisten rumah tangga nyindir malah ketika akan diadakan yang namanya rapat pertemuan orang tua.


" Wah Mama sama Papa datang Kenapa tidak kasih tahu Biar aku jemput kalian di depan gerbang begitu, pokoknya aku senang banget akhirnya Setelah sekian purnama ada yang mau datang ke kampus ini dan menjemur diriku seperti orang tua yang lain! "ujar senja yang begitu antusias sampai berkali-kali memeluk mamanya yang dari tadi tersenyum ke arahnya dan juga begitu bahagia ketika melihat anaknya yang terlihat sangat berbeda dari kemarin yang terlihat begitu Murung mungkin akibat memikirkan saudara kembarnya yang sudah pergi.


" ya kalau misalnya tidak ada peraturan yang melarang Mama bakalan datang tiap hari loh ke sini untuk menemani kamu hidup kita kan mama menyegarkan otak kalau dulu mama pernah sekolah, Oh iya ini kamu kenal sama Angkasa soalnya kan Sepertinya dia satu kampus loh sama kamu? "tanya Bintang ingin memperkenalkan Angkasa tetapi terlihat Senja menggelengkan kepalanya karena ia sangat membenci pria itu.


Bintang mengerutkan keningnya ketika mendengar penolakan yang dilakukan oleh anaknya itu seolah-olah tidak ingin berkenalan dekat dengan Angkasa, entah apa yang dilakukan oleh pria itu sampai-sampai membuat Senja begitu membencinya dan juga tidak ingin berhubungan dengannya padahal menurut Bintang tidak ada yang salah sama sekali selama ini Ketika dirinya berkenalan dekat dengan Angkasa yang jelas-jelas merupakan anak yang penurut.


" ya papa setuju sekali lebih baik kamu mencari seseorang yang sepadan dan juga satu server tidak hanya membuat darah tinggi papat tiap hari jadi kumat terus-menerus, dan satu lagi Lain kali kalau memilih teman harus yang kalem tidak usah yang terlalu sombong dan juga berbuat seolah-olah dirinya merupakan orang bijak! "Sindir Leonardo yang entah mengapa ia sangat tidak suka dengan kehadiran Angkasa di sekitar mereka sebab menurutnya sudah sangat mengganggu pemandangan dan juga sepertinya pemuda itu memang benar-benar tidak merasa segan kepada dirinya padahal orang lain di luar sana pun sepertinya berbeda.

__ADS_1


Bintang memilih untuk tidak bertanya terlalu jauh karena ketika seseorang yang sudah merasa tidak suka dengan orang tersebut dalam pikirannya akan terus seperti itu, dan dirinya juga tidak mungkin harus mengubah pemikiran suaminya menjadi menyukai seseorang karena Bukankah setiap orang itu punya keinginan yang berbeda di dalam hidup mereka?


" Ya sudah kalau begitu Kamu pergi saja ke dalam kelas soalnya Papa sama Mama juga mau pulang, dan ingat ya Pesan Papa tidak boleh berhubungan dengan orang-orang yang jelas saja nanti akan merugikan diri kamu sendiri! " perintah Leonardo membuat senja menggelengkan kepalanya begitu pula dengan Angkasa sebab menurutnya pria paruh baya itu pasti sedang menyindir dirinya agar Jangan dekat dengan putrinya itu.


" pokoknya Papa Tenang saja karena aku juga punya standar kehidupan yang begitu tinggi dan tidak ingin direpotkan oleh siapapun , Jadi kalau misalnya ada yang menggangguku maka aku bakalan meladeninya sehingga membuat dia capek dan akan berhenti sendiri! "jelas senja sengaja mengatakan itu agar papanya juga jangan terlalu berlebihan.


Senja akhirnya menarik tangan Bella yang dari tadi hanya diam kembali ke kelas mengabaikan Angkasa yang dari tadi menatap ke arahnya dengan Tatapan yang penuh arti, sedangkan Leonardo dan juga istrinya memilih untuk pulang sebab sepertinya mereka memang butuh istirahat karena hari ini benar-benar menguras emosi apa yang mereka lakukan seharian.


" kamu Kenapa diam saja, padahal biasanya paling cerewet loh Kalau bertemu dengan Papa? "tanya senja yang heran dengan perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Bella yang biasanya pecicilan dan satu server dengan Leonardo ketika hendak memarahi seseorang.


" aku tuh kasihan sama Angkasa karena selalu salah di depan matanya papa kamu, padahal kapan ya anak orang itu melakukan kejahatan yang membuat dia pantas mendapat kebencian itu? "tanya Bella membuat sahabatnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tadi saja Sempat berpikir mungkin Bela Tengah mengalami masalah pribadi yang begitu berat tetapi ternyata pemikirannya itu meleset jauh.


Marcel semakin hari semakin tidak terkendali di rumahnya bahkan nafsu makannya pun terlihat begitu berkurang sehingga Baru beberapa hari bintang meninggalkan rumahnya tubuh pria itu sudah mulai menyusut seolah-olah kehilangan begitu banyak bobot tubuhnya, hanya saja mau bagaimana lagi ketika apa yang ia inginkan untuk kembali diraihnya ternyata tidak pernah kembali lagi padahal setiap hari dirinya berdoa Kalau Stella akan kembali ke rumah itu setelah memastikan jika keluarganya dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


marcel berdiam diri di dalam ruangan kerjanya karena di sana begitu banyak potret setelah di dinding membuat hidupnya sedikit berwarna, meskipun ada rasa penyesalan karena selama wanita itu tinggal bersamanya dirinya bahkan hampir tiap hari memarahinya dan juga menunjukkan sikap egois.


__ADS_2