
Senja Entah mengapa menunjukkan rasa tidak sukanya ketika Jimmy selalu mau menyudutkan Angkasa dari tadi, padahal Seharusnya kan jika ingin bersaing ya secara sehat namun dirinya juga tidak punya kepercayaan diri sampai di situ.
" kamu maunya aku harus mengerti dan juga maunya aku harus paham dengan setiap yang kalian katakan dari tadi padahal menurutku itu sangat tidak masuk akal,Angkasa selama ini tidak pernah melakukan kejahatan dengan menyakitiku atau apapun tetapi kenapa kalian mempertahankan diri seolah-olah benar dan juga dia menjadi penjahat dan orang yang tidak benar di sini," sarkas Senja yang begitu kasar karena memang ia sangat tidak terima ketika diperlakukan seperti itu dan juga lebih parahnya lagi Angkasa yang tidak tahu apapun harus terkena imbas dari semua yang terjadi saat ini.
Jimmy terlihat mengusap wajahnya kasar karena ia paling tidak suka ketika diatur-atur seperti itu ya Meskipun yang mengaturnya adalah wanita yang sangat ia cintai tetapi dirinya tadi itu hanya ingin mengarahkan Senja kepada sesuatu yang lebih baik dan juga intinya tidak memberatkannya, tidak terlalu susah kan jika tidak mengatakan semua yang mereka bicarakan hari ini kepada Angkasa Soalnya ada hal yang pantas untuk kita bawa di dalam kehidupan dan juga ada hal yang pantas kita simpan sendiri.
Senja juga menatap tidak suka ke arah Jimmy yang menurutnya sudah terlalu jauh campur tangan ke dalam urusan keluarga mereka, seharusnya pria itu sadar posisinya Seperti apa Dan juga bagaimana di tengah-tengah mereka tidak perlu harus terlalu bergaul lebih ke dalam dan alhasil menjadi pengatur seolah-olah Leonardo sudah mati dan kepala keluarga di rumah itu ya Otomatis posisinya sudah kosong.
Bintang tidak bisa membenarkan Apa yang dilakukan oleh anaknya itu tetapi tidak bisa juga menyerahkannya karena memang pastinya senja merasa begitu terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar, karena memang beberapa saat yang lalu dirinya juga memberikan respon yang sama sebab tidak percaya sama sekali jika ada orang yang berani kurang ajar sehingga membuat nyawa anaknya harus melayang percuma.
" Mama juga Berada di posisi yang sama seperti kamu ketika tahu bahwa sebenarnya kematian Kakak kamu itu ada orang lain yang ikut campur di dalamnya, karena kita tidak punya bukti sama sekali maka dari itu kami minta kamu Untuk dia sampai kita menemukan bukti yang sesungguhnya dan alhasil baru boleh kamu percaya kepada siapa saja yang sekarang Tolong kamu pahami hal itu saja kan! "ujar Bintang penuh permohonan berharap agar anaknya itu paham apa yang menjadi tolak ukur mereka selama ini.
"Angkasa itu memang orang asing dan aku juga tidak mungkin menyampaikan apa yang kita bilang pada hari ini kepadanya karena hubungan kami juga belum terlalu Sedekat Itu hanya sebatas teman saja, hanya saja aku tidak suka setiap kali aku bergaul dengan siapapun selalu dibatasi dan juga menyiratkan aku seperti seseorang yang salah dalam menilai seseorang dan juga salah dalam memilih pergaulan! " jelas Senja yang benar-benar merasa kecewa ketika dirinya diperlakukan seperti anak kecil dan tidak berguna sama sekali.
" kamu memang berpikirnya ke arah sana tetapi belum tentu dia berpikiran seperti yang kamu pikirkan itu, jadi tolonglah mengerti tentang apa yang aku inginkan dan juga lakukan saja soalnya kan tidak terlalu ribet sebenarnya hanya kamunya saja yang sepertinya tidak terima hal itu! "ujar Jimmy yang kali ini memilih untuk mengatakan semuanya maksudnya agar wanitanya itu responnya biasa saja.
Sementara itu di kediaman Samudra terlihat Angkasa yang sedang makan tidak berhentinya terbantuk membuat pria itu ingin mempercayai mitos atau tidak pun bingung, soalnya kata mitos zaman dulu ketika kita terbantu terus-menerus tanpa henti secara tiba-tiba maka dia bisa dipastikan kita Tengah menjadi perbincangan oleh orang-orang yang mungkin dalam ranah yang kurang baik dan juga bisa dibilang kita sedang dijatuhkan.
" Ya ampun Aden Kenapa sih batuk-batuk terus-menerus seperti itu perasaan musim virusnya sudah mulai berkurang atau habis, Wah kalau begini lama-lama kita harus melakukan yang namanya sosial distancing dong soalnya takut sekali loh tiba-tiba ada kayak kejadian aneh di rumah ini! " goda Simeon membuat Angkasa ingin sekali tertawa'
Angkasa menggelengkan kepalanya karena dirinya saja bingung dari tadi ia tidak salah makan ataupun terkena paparan sesuatu yang jelek di luar sana, tetapi kenapa di saat makan seperti ini ya harus tersedak dadakan seolah-olah ada ikan yang sedang melipir tulangnya ke arah tenggorokannya.
__ADS_1
" bukan hanya Uncle saja yang bingung tetapi aku juga soalnya tiba-tiba batuk dadakan seperti ini sudah begitu membuat tenggorokan kurasa rasanya begitu perih, atau mungkin paman yang membawa penyakit jadi akhirnya aku harus mengalami semua ini secara mendadak dan tanpa aku duga sama sekali ?" tanya Angkasa yang mengejek balik pria paruh baya itu karena bisa-bisanya mencurigai dirinya sebagai seseorang yang berpenyakitan.
" atau mungkin jangan-jangan ada seseorang yang tengah membicarakan namanya Aden tanpa berhenti dan akhirnya membuat tuan dari pemilik nama itu yang sengsara, Wah tolong ya Adan Jangan melakukan kejahatan yang tidak pantas karena nantinya nama kita itu akan diperbincangkan oleh orang-orang tanpa berhenti! " perkataan dari Simeon itu membuat Angkasa menatap heran dan juga sangat kebingungan harus merespon apa dan juga ia benar-benar sangat terkejut.
Angkasa memilih untuk menyelesaikan makanannya meskipun masih banyak yang tersisa untuk bisa kembali ke kamar karena ia sudah tidak tahan lagi ketika mendengar kata-kata seperti itu, sementara asisten rumah tangga itu hanya menggelengkan kepala ketika melihat anak majikannya malah menyisakan makanan yang sudah ia masak susah payah seolah-olah makanan itu tidak ada harganya sama sekali padahal di luaran sana masih banyak orang yang kesusahan sehingga ayam goreng terlihat begitu lezat layaknya rendang.
" kita tidak mungkin menegur mereka Soalnya posisi kita hanyalah keseluru saja dan hidup hanya di bawah perintah mereka saja, uang mereka itu sangat berharga jadi meskipun kita sedang sakit ataupun sedang melakukan kewajiban yang lain ya pasti harus berhenti ketika dipanggil memang hidup dari seorang pesuruh itu benar-benar terjadi oleh uang yang berwarna biru dan merah itu! "batin Simeon karena memang sejatinya seperti itu tidak ada yang normal dan juga tidak ada yang baik-baik saja ketika semua sudah terjadi dan bisa dibilang intinya mereka tidak mungkin bisa mengelak lagi karena kebutuhan rumah tidak mungkin bisa di handle ketika mereka tidak punya pekerjaan.
" Angkasa di mana, Simeon? Perasaan tadi dia sudah pulang soalnya mobilnya sudah ada di depan tapi kok belum kembali juga, apa dia mungkin ada urusan dan hanya menggunakan motornya saja soalnya Ada hal penting yang ingin saya bicarakan? "tanya Marcel penasaran ketika tidak melihat anaknya itu ada di rumah dan juga menurutnya Ini masalah sangat penting harus mereka bahas dan juga Selesaikan hari ini juga tanpa bisa menunggu lagi jika tidak ingin hidup mereka bakalan berantakan ke depannya.
" Dia baru saja masuk ke dalam kamarnya Tuan mungkin belum istirahat karena memang belum sampai 5 menit dia berada di dalam sana, Apakah anda ingin saya memanggilnya kalau begitu baiklah bakalan saya lakukan? "tawar Simeon tetapi Marcel menggelengkan kepalanya.
" Baiklah Tuan saya akan melakukan sesuai dengan perintah anda tanpa melebihkan dan juga tanpa mengurangi! "sahut Simeon membungkukkan badannya dan memilih untuk pergi dari situ karena menurutnya jika Marcell sudah menyuruh mereka menjauh maka itu merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan.
"Angkasa Tolong buka pintunya sekarang karena ada hal penting yang ingin Papi bicarakan dengan kamu, karena Papi tahu kamu belum tidur maka dari itu tolong bekerja sama lah jika tidak ingin nantinya kita berdua bakalan kesulitan," perintah Marcel dari pintu depan kamarnya Angkasa karena ia tahu tadi mendengar dari Simeon kalau anaknya itu masih membuka matanya dengan lebar.
Angkasa baru saja kembali dari kamar mandinya memilih untuk membukakan pintu karena ia yakin pasti ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh Marcel kepadanya, ya Meskipun Apa yang dibicarakan itu bukanlah sebuah hal yang membuat dirinya penasaran tetapi intinya bisa membuat pria paruh baya itu merasa puas dan juga dirinya sedang ingin mewaspadai hal itu Takutnya nanti mereka berdua bakalan Kena masalah.
"Papa ingin besok kamu harus bisa menghabisi anak kembar Leonardo dan juga Stella tanpa memakai perasaan dan juga tanpa memakai yang namanya ketidaktegaan, karena jika sampai Kamu memakai hal itu maka kita yang bakalan kesulitan serta akan membuat mereka menang karena merasa yakin bisa melawan keluarga Samudra," Marcel mengatakan itu tanpa banyak berbasa-basi membuat Angkasa merasa nafasnya tercepat karena ia tahu siapa yang dimaksud oleh Papinya tadi.
Senja...
__ADS_1
Angkasa tidak bisa membayangkan ketika nyawa wanita yang sudah diam-diam mencuri hatinya itu bakalan habis di tangannya sendiri, perasaannya pasti bakalan hancur dan perasaan bersalahnya itu akan mengintimidasi dirinya sepanjang waktu maka dari itu ia harus bisa membuat Marcel berhenti dengan keinginannya dan juga bisa berpikir secara rasional.
" Papi aku minta maaf bukan ingin menjadi anak yang kurang ajar dan juga tidak tahu berterima kasih, tetapi untuk saat ini aku tidak ingin melakukan kejahatan apapun karena hidupku sudah penuh dengan dosa kemarin-kemarin menjadi hari ini ingin bertindak lurus!" jelas Angkasa.
"Senja, yang membuat kamu berat melakukannya? ya sudah yang penting intinya Papi sudah mengatakan secara langsung kepada kamu, biar nanti jika besok lusa dia kenapa-napa kamu tidak usah kaget lagi dan juga bertanya-tanya kira-kira manusia Siapa yang sudah berhasil melukai wanita itu! "tegas Marcel membuat Angkasa mengepalkan tangannya menahan emosi karena Marcel itu sangat tidak pernah mendengarkan dan juga menghargai Perasaannya sama sekali.
Angkasa berdiri Menghadang jalannya Marcel ketika pria itu Anda keluar dari dalam kamarnya, menurutnya masalah ini harus segera diselesaikan agar nantinya ia tidak menyesal ketika melihat senja sudah menyusul rembulan kakaknya.
"" aku bakalan melawan jika sampai itu menyangkut yang namanya senja dan aku juga bakalan berusaha semampuku agar wanita itu selalu baik-baik saja, selama ini aku tidak pernah meminta apapun kepada Papi dan yang aku inginkan sekarang yaitu Papi membiarkan senja tetap hidup tidak usah menyentuhnya sama sekali dan Intinya jangan membiarkan pemikiran konyol Papi itu membuat orang-orang yang tidak bersalah akhirnya pergi begitu saja! "ujar Angkasa.
Marcel ingin sekali tertawa ketika mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Angkasa itu sudah seperti sebuah perintah yang harus ia ikuti, padahal seharusnya pemuda itu sadar kalau di sini yang bisa mengatur kehidupan seseorang ya hanyalah dirinya dan Angkasa itu tidak pantas sama sekali untuk melakukannya.
" kamu berani memberikan perintah kepada Papi dan menurut kamu perintah itu bakalan diikuti dan merasa bahwa kamu merupakan manusia paling penting sekarang, kamu sadar tidak kalau apa yang sudah Papi katakan ya bakalan terus seperti itu tidak akan pernah berubah sama sekali meskipun kamu bakalan berteriak di jalan untuk menghentikannya! "ujar Marcel Sambil tertawa mengejek karena menurutnya Angkasa itu terlihat begitu lucu dan juga percaya diri.
Angkasa memasang tatapan tajamnya ke arah pria itu meskipun selama ini ia sudah membesarkannya dan memberikan aku serta membuat dirinya tetap bertahan hidup di dunia ini, tetapi untuk saat ini biarlah ia menjadi seseorang yang durhaka yang penting intinya wanitanya selalu dalam keadaan baik-baik saja dan ketika ia pergi ke kampus mereka bakalan bertemu dan juga bisa melihat senyuman di wajahnya.
" Papi aku peringatkan sekali lagi dan ini merupakan hal yang terakhir kali karena tidak ada yang namanya pengulangan di dalam apa yang aku katakan ini, kalau Papi sampai melakukan hal negatif maka aku bakalan lebih nekat lagi dengan mengatakan semua kejahatan yang Papi lakukan selama ini kepada Mami Stella! " tegas Angkasa yang memilih untuk mengambil resiko.
Marcel terdiam tanpa ekspresi bahkan bisa dibilang ia tidak terprovokasi sedikitpun dengan ancaman yang diberikan oleh pemuda yang ada di hadapannya saat ini, karena jika sampai Angkasa nekat maka dirinya bakalan lebih nekat lagi Bukankah selama ini yang menjamin kehidupan pria itu adalah dirinya jadi untuk apa ia akan merasa bersalah ketika nantinya melakukan sesuatu yang tidak tidak.
" ya terserah saja kalau memang kamu bisa keluar dari rumah ini dalam keadaan selamat dan juga bisa melakukan semua itu, tapi kalau misalnya kamu tetap di sini saja itu artinya memang nasib kamu sedang tidak beruntung! " ujar Marcel lalu segera pergi dari situ.
__ADS_1