SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Usir


__ADS_3

Angkasa menatap sinis ke arah Rembulan yang menurutnya terlalu bersikap seperti mereka pernah dekat sebelumnya padahal jangankan dekat bertemu saja tidak pernah sama sekali, dan ketika dirinya ingin mengusir kini terlihat Senjana malah muncul dan telah tersenyum ke arahnya padahal sebenarnya Wanita itu telah tersenyum ke arah Kakak kembarannya tadi.


"Halo Kak, kita hari ini kan pulangnya harus lebih cepat soalnya tadi nenek yang pesan loh ? "Senjana sengaja mengatakan hal itu maksudnya agar rembulan sadar dan tidak pergi ke manapun yang nanti akhirnya membuat wanita itu bakalan telat pulang ke rumah.


Angkasa dari tadi tersenyum melihat ke arah Senja Namun sepertinya wanita itu tidak peduli sama sekali, terbukti sekarang dirinya selalu fokus kepada bulan yang malah asik dengan santainya mengobrol kepada orang lain.


"Kamu itu kenapa sih muncul di saat seperti ini, Memangnya kamu pikir aku anak kecil yang harus kamu peringatkan Berulang Kali Baru aku sadar? Sudah pergi sana tidak usah mendekat sama sekali karena kamu Tuh hanyaya bikin pusing, Jadi orang kok menyebalkan sekali sih tidak suka melihat orang senang sedikit apa? "Omel Rembulan sampai memasang tatakan membunuhnya.


Senjana sebenarnya merasa kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh kakaknya itu hanya saja ya bisa apa ketika terlihat Rembulan memang menolak mentah-mentah berbicara dengannya, kalau memaksa pun rasanya tidak mungkin soalnya ia sendiri sangat hafal dengan tabiat buruk wanita itu kalau marah.


Rembulan yang melihat Senja tidak bergerak sama sekali membuat dirinya merasa kesal apalagi dari tadi tatapan Angkasa hanya tertuju kepadanya, membuat wanita itu ingin sekali menyeret Senja agar segera menjauh hanya takutnya jangan sampai nanti Angkasa bakalan salah paham seperti kemarin-kemarin.


"Kamu kenapa malah ada di sini, aku sudah bilang lebih baik aku pergi dari sini? Bisa tidak jadi orang itu lebih menghargai yang lebih tua, bukan malah ngotot sendiri seperti yang kamu lakukan ini ? "Hardik Rembulan kasar.


Senja dengan langkah kaki yang begitu cepat memilih untuk pergi meninggalkan rembulan di situ soalnya dirinya sudah capek kalau setiap hari bakalan pernah marah Ketika pulang ke rumah, padahal maksud dan tujuannya baik karena tadi sebelum pulang Nirmala sudah sempat mengingatkan kalau mereka berdua tidak boleh kemana-mana sebab ada sesuatu hal yang penting yang harus mereka bahas.


Bela sebenarnya merasa kasihan dengan sahabatnya itu karena pasti saya Coba kalian terkena marah terus dari kakaknya, padahal maksud dan tujuannya tidak buruk-buruk amat dan terlihat Senjana juga bukan tipe orang yang terlalu otot dengan apa yang ia katakan.


"Kamu kenapa, berantem lagi sama si Rembulan? Memangnya tuh orang maunya apa sih sampai-sampai susah sekali untuk diatur, padahal hanya kamu ngomong sesuatu yang penting tetapi dianya kok malah sewot?"tanya Bella tidak terima membuat Senja hanya menggelengkan kepalanya soalnya ia sudah capek harus berdebat terus menerus.


"Biarkan saja dia maunya apa Soalnya aku tadi juga salah dia kan lagi mau ngomong sama itu anak baru, eh akunya malah nyerocos lebih dulu ya akhirnya pembahasan mereka berhenti di tengah jalan?"Senja Selalu Mengalah tidak pernah yang namanya ikut campur dengan urusan yang dilakukan oleh Rembulan karena nanti akhirnya ia lagi yang bakalan disalahkan.


Angkasa yang ingin menelpon maminya menatap tajam ke arah Rembulan yang dari tadi tidak menyingkir sedikitpun dari hadapannya, bahkan terkesan wanita itu ingin berlama-lama berada di dekatnya sedangkan dirinya boro-boro ingin ada di dekatnya Rembulan menatapnya saja rasa-rasanya ingin sekali meledak-ledak emosinya.


"kamu untuk apa masih berada di sini, padahal kamu tahu sendiri kan aku kalau sudah mengerjakan sesuatu tidak boleh ada yang mengganggu? Bisa tidak lain kali kamu sadar diri jangan melarang saudari kembar kamu itu untuk mendekati jika akhirnya Kamulah yang melakukannya, kamu itu terkesan seperti seorang maling yang mencuri-curi kesempatan dan terlihat malah lebih mengejek kepada orang lain! "Sindir Angkasa selalu pergi dari situ sedangkan Rembulan mendengus kesal karena tetap saja mau ada Senja atau tidak nama wanita akan dibawa-bawa.


Cup


Rembulan kali ini memang benar-benar terkesan merendahkan dirinya sendiri dan juga tidak peduli dengan tata parkiran dari semua orang, ketika dirinya dengan begitu berani mencium pipinya angkasa dan terlihat dia itu dengan sengaja menghapus bekas bibir wanita itu.


"Kamu....

__ADS_1


Angkasa tidak bisa melanjutkan kata-katanya ketika tanpa sengaja netranya itu melihat ada siluet Senja yang berdiri tidak jauh dari mereka, wanita itu sebenarnya fokusnya bukan tertuju kepada angkasa melainkan tertuju kepada Rembulan.


Bukan karena apapun Hanya saja ia merasa heran kenapa sekarang saudara kembarnya itu terlihat begitu tidak punya harga diri sama sekali semenjak ada Angkasa, padahal pria itu saja sudah menolaknya mentah-mentah hanya Kenapa terlihat seperti tidak punya malu melakukan semuanya itu di depan umum.


"Kamu kenapa sih Rembulan sampai berubah seperti ini, dia itu sangat membenci ketika berdekatan dengan kamu tetapi kamu malah terlihat begitu menjajakan diri sampai-sampai melakukan hal tersebut? "lirih Senjana dalam hati.


Rembulan tahu saat ini pasti semua orang tengah menatap heran ke arahnya hanya saja demi sebuah tujuan mau tidak mau ia harus melakukan semua ini, dirinya bukanlah seseorang yang tidak punya harga diri sampai-sampai mau tinggal Nyosor saja jika tidak ada niatan lain di balik semua itu.


"pokoknya aku bakalan melakukan apapun Sampai bisa memastikan Apakah dia orangnya atau bukan, karena aku yakin nama Angkasa Samudra hanya miliknya saja!"batin Rembulan kemudian memilih untuk masuk ke dalam kelasnya dan terlihat Senjana menghindari tatapan dari kakak kembarnya itu karena memang benar-benar merasa kecewa.


Bella tahu saat ini pasti sahabatnya itu Tengah memendam rasa kecewanya tetapi ia juga tidak bisa melakukan banyak hal, Biar bagaimanapun Rembulan itu terkenal sebagai wanita yang sadis Kalau mau marah ya dia bakalan melakukan apapun yang ia inginkan.


"kamu tadi kok berani sekali sih sampai mencium salah satu pria tertampan di kampus ini, tapi aku syukur soalnya dia tidak membantah karena itu pertanda bahwa dia lebih menyukai kamu dibandingkan gadis cengeng?" jelas Tasya sambil tersenyum mengejek ke arah Senja yang pasti akan merasa dengan sindirannya itu soalnya di tempat ini dikenal sebagai gadis cengeng ya dirinya saja.


"ya aku merasa biasa saja apalagi ketika responnya angkasa pun terlihat tidak terlalu marah kok, yang penting intinya aku bakalan melakukan apapun demi kebaikan semuanya!"Rembulan mengatakan semua itu meskipun perasaannya sebenarnya kasihan terhadap adik kembarnya tetapi Biar bagaimanapun ada misi yang harus ia jalanin kan.


Senjana memilih untuk lebih dulu pulang soalnya merasa kecewa dengan saudara kembarnya yang terlalu memalukan, ya bukannya maksudnya ia tidak mau bersukacita dan juga berduka cita di saat yang bersamaan tetapi Siapa suruh Rembulan melakukan hal itu tiba-tiba.


"Dia lagi sibuk Mungkin sama pacarnya, sudah biarkan saja jangan lagi tanya-tanya soal dia nanti yang ada aku bakalan emosi! " ujar Senja.


Angkasa kira saat ini rembulan sudah tidak ikut dengannya lagi maka dari itu ia segera menelpon Stella, sebab dirinya benar-benar merasa khawatir jangan sampai Marcel dan juga Maminya itu Bertengkar Lagi.


"Ada apa angkasa, Mami pengen istirahat deh sekarang bisa tidak jangan diganggu? "omel Stella tetapi Angkasa memilih untuk tidak peduli karena menurutnya keadaan setelah itu lebih penting dibandingkan apapun.


"Mami sekarang baik-baik saja kan Atau mungkin Mami perlu Angkasa pulang sekarang juga untuk ketemu? " tanya angkasa penasaran.


"Mami baik-baik saja dan kamu tidak perlu pulang memangnya kalau kamu pulang mau melakukan apa, sudah jangan terlalu berlebihan nanti dikira orang tua kamu ini merupakan seseorang yang sangat cengeng!"tolak Stella yang sebenarnya memang tidak ingin diganggu sama sekali hari ini.


"yakin?"


Tut

__ADS_1


Stella langsung Segera mematikan panggilan tersebut membuat angka sama natap heran ke arah ponselnya yang tiba-tiba panggilan sudah dimatikan secara sepihak, Padahal selama ini setelah tidak pernah seperti ini selalu saja Berbicara baik kepadanya dan menasihatinya ketika ia salah.


"Mami kenapa ya tiba-tiba mematikan panggilan begitu saja, Ah sudahlah lebih baik aku pergi ke rumahnya Romero karena aku yakin di sana dia pasti sedang bersenang-senang hari ini?" gumam Angkasa lalu segera memilih pergi dari situ.


Rembulan memilih untuk langsung pulang ke rumahnya karena urusannya untuk bersama dengan Angkasa sudah cukup sampai di situ, nanti besok baru akan melanjutkan lagi yang penting intinya sekarang Sudah ada kemajuan yang begitu signifikan dan pria itu juga sepertinya tidak terlalu menyadari sikapnya.


sesampainya di rumah terlihat Senja sedang duduk dan tidak peduli dengan kehadirannya sama sekali, membuat Rembulan hanya bisa menatap sekilas dan pergi dari situ sebab penduduknya semakin Senja membencinya itu merupakan sebuah keharusan.


Nirmala menatap gw ke arah Senjana dan juga Rembulan yang interaksi mereka hari ini begitu aneh dan juga tidak masuk akal, padahal biasanya Kedua saudara kembar itu akan pergi kuliah dan juga pulangnya sama-sama Entah sudah beberapa hari ini semakin tidak pernah terlihat bersama.


"Wah sepertinya semakin ke sini anak-anak Leonardo semakin parah ya, Kenapa kalian apa ada niatan untuk pergi dari rumah ini? ya sudah pergi saja Soalnya papa Kalian juga tidak peduli dengan keberadaan kalian sama sekali, Buktinya dia pergi pagi pulangnya malam dan begitu selanjutnya seolah-olah tidak punya anak? "tanya Nirmala dengan Tatapan yang begitu mengejek tetapi Senja tahu kalau semakin ia menggubris apa yang dikatakannya maka wanita itu bakalan terus-menerus bersikap seperti itu.


Leonardo sebenarnya sudah mulai aktif kembali di perusahaan Ya maksudnya supaya sambil bekerja dirinya bisa mengutus orang untuk mencari keberadaan istrinya, kalau misalnya dirinya hanya berada di rumah Sepertinya itu tidak mungkin sebab Nirmala benar-benar tidak suka jika melihat putranya itu memusingkan keberadaan Bintang yang entah di mana.


"Bagaimana, Apa kalian sudah mendapatkan kabar terbaru soal di mana istriku saat ini? "tanya Leonardo kepada salah satu anak buah yang ia utus untuk Mencari keberadaannya Bintang.


"maaf tuan Sepertinya kita mengalami kesulitan Soalnya ini sudah lama sekali sudah hampir 20 tahun jadi orang orang terkadang sudah melupakan hal itu, dan foto yang kami kasih pun itu foto yang beberapa tahun lalu Jadi otomatis pasti sekarang sudah banyak mengalami perubahan! " Ujar salah satu anak buah yang diutus oleh Leonardo untuk mencari istrinya membuat pria itu mengepalkan tangan menahan emosi.


"ini semua gara-gara Mama, coba kalau saja selama ini Mama mau mencari keberadaan istriku pasti dia tidak mungkin menghilang sampai selama ini! "geram Leonardo tetapi tidak bisa melakukan banyak hal karena ini adalah satu-satunya cara untuk tetap diam dan tidak menunjukkan kepada Nirmala kalau saat ini ia Tengah mencari keberadaan istrinya yang entah di mana Dan juga bagaimana keadaannya.


"Ya sudah lakukan saja pencarian tidak boleh berhenti atau apapun itu soal pembayaran kalian Tenang saja karena bakalan saya bakalan transfer Sesuai dengan kesepakatan, hanya saja lakukan Tugas kalian dengan benar Tolong berikan saya sebuah kabar gembira yang saya tunggu-tunggu dan jangan berikan saya rasa kecewa terus-menerus ! "tegas Leonardo segera mematikan panggilan tersebut.


pria itu sudah tidak punya lagi potret istrinya di manapun karena secara tidak langsung Nirmala sudah mengenyahkannya, anak buahnya pun mencari keberadaan Bintang hanya bermodalkan satu buah foto yang kebetulan waktu itu sempat diunggah oleh teman-temannya Bintang Ketika istrinya itu pergi arisan Bersama dengan mereka.


"Bagaimana keadaan kamu saat ini Sayang, Aku ingin kamu kembali dan kita akan memulai semua dari awal dan aku janji akan menjaga kamu sepenuh jiwa ragaku? "Leonardo menjadi pribadi yang begitu terpuruk ketika berada sendirian seperti ini.


Senja dan Bulan, adalah anak-anak yang hidup tanpa kasih sayang sedikitpun dari orang tuanya! meskipun pada waktu umur 10 tahun mereka sudah sempat merasakannya tetapi kini lenyap pergi begitu saja, kini mereka berdua belajar menjadi gadis yang mandiri tidak bergantung kepada siapapun jika bisa dikerjakan maka mereka akan mengerjakannya saat itu juga.


Senja memang belum bisa menghilangkan 100% sifat manjanya itu hanya saja untuk terlalu bergantung dengan orang dirinya sudah tidak terlalu melakukannya, karena terbukti sekarang Dia membantu para asisten rumah tangga yang telah menyiapkan makan malam untuk mereka semua tanpa harus menunggu di kamarnya dan langsung turun saja untuk menikmatinya.


"Non Senja, Kenapa sih Bibi lihat sekarang-sekarang ini sudah tidak lagi jalan bareng sama Non Rembulan? Apa ada masalah yang terjadi di antara kalian berdua, Kalau iya Bicara saja karena Bibi tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi terus-menerus?"tanya asisten rumah tangga itu penasaran karena memang dirinya paling dekat dengan Senja dan juga tidak ingin anak manis Itu harus setiap hari terlihat bersedih tetapi berusaha untuk tetap tersenyum agar orang lain tidak menyadarinya.

__ADS_1


__ADS_2