SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Bertemu


__ADS_3

Stella berencana untuk tidur sepertinya tidak dapat memejamkan matanya karena dirinya sumpah sangat penasaran, terlihat Angkasa begitu santai sambil sesekali menoleh ke arah belakang mobil takutnya jangan sampai Papinya itu menyuruh anak buahnya untuk menyusul.


Angkasa tahu jika nanti dirinya akan mendapatkan konsekuensi yang begitu besar ketika Marcel menyadari bahwa dirinya yang membantu Stella, habis mau bagaimana lagi ia tidak mungkin tenang dan diam serta hanya melihat wanita itu setiap hari Meraung ingin kembali kepada keluarganya tetapi tidak ada satupun yang menanggapi.


Stella adalah segalanya bagi Angkasa karena ia sudah tidak punya siapapun lagi dan wanita itu pula yang mengurus dirinya selama ini, maka dari itu sebagai tanda bukti baktinya ia harus bisa membuat Stella merasa bahagia tidak pernah merasa kekurangan apapun di dalam kehidupannya.


Angkasa sangat menghargai jasa wanita itu yang selama ini selalu saja menghargai keberadaannya dan mencurahkan semua kasih sayangnya, ya Meskipun masih saja ada kurangnya tetapi intinya sebagai seorang ibu sambung Stella itu Begitu Berharga di dalam kehidupannya Angkasa.


" kita dari tadi sudah berjalan sangat jauh loh mungkin hampir setengah jam lebih Kenapa belum sampai juga , apa mereka hidup di kota lain atau mungkin mereka sebenarnya tidak pernah ada di sini melainkan sudah pindah? "tanya Stella penasaran.


" Mami Lebih Baik istirahat saja daripada keponya minta ampun soalnya segala sesuatunya itu butuh proses tidak mungkin langsung sampai begitu saja, lagian yang penting Intinya kita sampai di sana tanpa kendala itu merupakan hal yang paling baik daripada harus menemui berbagai macam rintangan? "jelas Angkasa karena memang harusnya seperti itu Takutnya nanti kalau Marcel bertindak nekat Maka jangan harap usaha mereka akan berhasil.


Stella mendengus kesal ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Angkasa kepadanya itu, padahal memang dirinya ingin yaitu semua berjalan sesuai dengan rencana tanpa kendala apapun soalnya menunggu belasan tahun dirinya sudah merasa bosan dan tidak ingin melakukannya lagi.


" Ya sudah kalau begitu yang penting kalau sudah mau dekat tolong kamu bilang ya biar Mami sadar posisinya agar besok lusa bisa mencari jalan untuk ke sini lagi, kamu tahu sendiri kan kalau orang tua itu gaya pemikirannya sudah semakin lambat maka dari itu Takutnya jangan sampai nanti mami bakalan kesusahan untuk mengingatnya lagi! " ujar Stella karena Biar bagaimanapun harapan satu-satunya hanya terletak pada angkasa dan ia berharap pria itu bisa diajak kerjasama sampai semuanya terbukti menjadi beres dan ia bisa bersatu dengan keluarganya kembali.


Angkasa tersenyum ketika mendengar ketakutan yang sedang dialami oleh Stella itu, sebenarnya masuk apa karena dirinya hidup di tengah-tengah orang-orang yang sangat posesif dan juga terobsesi padanya maka dari itu wanita itu harus bisa bergerak dengan akal cerdiknya.


Marcel Tengah kebingungan karena saat ini anak buahnya melaporkan kalau mereka menemukan mobil yang dikendarai Stella itu terparkir begitu saja di pinggir jalan tanpa ada pengemudinya, dan juga tidak ada petunjuk yang ditinggalkan di tempat itu yang membuat mereka bisa mencari tahu lebih jelasnya lagi seolah-olah ini memang sudah diatur baik oleh Stella.


" Apa kalian benar-benar sudah memastikan kalau itu merupakan mobilnya Stella, atau mungkin hanya Ada kemiripan saja dan tidak ada kesamaan di dalamnya? "tanya Marcel memastikan.


" Iya benar sekali kalau ini Memang mobilnya Nyonya Stella karena kami sudah memastikan plat nomornya secara langsung dan memang benar-benar sama, dan kami juga harus membutuhkan proses kira-kira sebenarnya Nyonya Stella pergi dari mobil ini dengan menggunakan apa? Kalau misalnya ada yang menjemputnya maka bisa dipastikan sudah ada yang mengatur agar dia bisa keluar dari rumah, Tetapi kalau misalnya dia sendiri maka bisa dipastikan dia tidak mungkin jauh dari tempat ini dan kita akan bisa segera menemukannya! "Marcel begitu kaget dan juga frustasi ketika tahu bahwa ada yang membackup Stella dari belakang tetapi yang dirinya bingung Siapakah orangnya itu sebab selama ini setelah di rumah dan wanita itu juga tidak pernah menggunakan alat komunikasi.


" lacak semua perjalanan yang terjadi melalui jalur itu dan juga siapa saja yang ada di dalam kendaraan yang lewat tanpa terkecuali, jika ada pengintai atau pun mata-mata serta ada penghianat di sekitarku katakan saja karena aku yang akan membuat perhitungan dengannya! "Marcel benar-benar sudah habis kesabarannya ketika tahu jika ada yang sudah membantunya Stella untuk kabur dan hal itu tentu saja ia tidak terima sama sekali sebab dirinya sudah berusaha agar wanita itu tetap tinggal dengannya kenapa malah ada orang yang berani menghancurkan harapannya.


Angkasa mengarahkan sopir taksi itu agar segera masuk ke kawasan apartemen elit yang berada tepat di tengah kota, dan sekarang mereka sudah berada di lift yang akan mengantarkan keduanya pergi ke apartemennya Senja Dan harapannya Angkasa kalau wanita itu sedang ada di tempat.


Stella terlihat tidak bisa berkata-kata lagi sebab dirinya sangat penasaran Bagaimana rupa dari anaknya itu yang selama ini sudah sangat ia rindukan, Apakah Sama persis dengan mimpinya semalam ataukah Mungkin sedikit berbeda yang penting intinya dirinya ingin bertemu dulu nanti setelah itu barulah mengurus hal tersebut dari belakang.

__ADS_1


Angkasa tidak mungkin menelpon Senja karena nomor wanita itu memang sedang tidak ada padanya jangankan Berbicara baik meminta nomornya saja bisa merupakan perkara besar, mengingat Senja paling membenci namanya Angkasa Samudra maka dari itu lebih baik menjaga jarak aman daripada nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Leonardo hari ini sebenarnya Berencana untuk mengecek rumahnya yang lama yang dulu mereka tinggali bersama dengan istrinya dan juga kedua Putri kembarnya itu, tetapi karena mengingat bahwa anaknya itu pasti belum sarapan ya dirinya harus membawa makanan untuk Senja agar anaknya itu bisa beraktifitas di luar rumah dengan baik tanpa kurang satu pun.


Angkasa kini sudah berada tepat di unit apartemen miliknya Senja dengan Stella di sampingnya, wanita itu terlihat bergetar tubuhnya karena tidak percaya selama belasan tahun akhirnya saat ini tiba juga.


Senja yang sudah selesai mandi merasa heran ketika bel apartemennya berbunyi dan dirinya dibuat kebingungan kira-kira Siapa yang bertamu pagi-pagi sekali seperti ini, Bukankah kalau pagi hari itu orang sibuk dengan urusan masing-masing bukan malah mengganggu kegiatan orang lain.


"Astaga Bella Tolong kamu respon itu orang yang ada di depan, aku lagi ini loh apa mau memakai pakaianku daripada Nanti telat ke kampus! "perintah Senja yang kebetulan Bela sudah selesai bersiap-siap.


"Sepertinya kita bakalan kesusahan deh kalau kamu setiap hari punya fans yang semakin banyak, mereka datang bertamu itu sampai-sampai tidak mengenal waktu mau pagi sore atau tengah malam pun mereka tetap bakalan datang!" omel Bella yang akhirnya membuka pintu dan betapa terkejutnya ketika melihat Angkasa dan juga seorang wanita paruh baya Tengah berdiri di depan pintu itu.


"Angkasa, Kok kamu bisa pagi-pagi datang ke sini Memangnya kamu tidak ke kampus? Oh iya Senja masih di dalam Soalnya dia lagi bersiap-siap mau beli berangkat, kalau kamu mau bertemu dengan dia Ya sudah Silakan masuk saja? " tawar Bella tetapi Bariton seseorang yang sangat familiar di telinga memberikan instruksi kepada Angkasa agar Jangan bergerak.


" apa yang saya katakan semalam itu kamu lupa sampai-sampai sekarang kamu datang lagi, Mungkin karena belum puas semalam sudah saya usir jadi pagi ini kamu mau gunakan kesempatan yang ada? jadi anak muda itu harusnya kreatif sedikit ketika orang lain mengatakan tidak ya Harusnya kamu paham kalau itu tidak boleh, bukan malah memikirkan diri kamu sendiri dan merugikan anak saya yang jelas-jelas pagi ini harus berangkat ke kampus! "omel Leonardo yang membuat seorang wanita yang berdiri di samping Angkasa menitikan air mata karena akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya dirinya bisa kembali mendengar suara itu.


"Sayang...


"Mas...


Grep


Tanpa banyak bicara Leonardo langsung memeluk tubuh Stella dengan begitu erat,karena sumpah ini adalah hal yang paling membuat dirinya tak bisa berkata kata dan juga merasa terkejut serta bahagia.


" Ini beneran kamu, kamu sudah pulang dan tidak akan pergi lagi kan? ya Tuhan astaga kita harus masuk dan memberitahukan kepada senja kabar berita ini, aku yakin anak kita itu pasti bakalan antusias dan tidak dia tidak akan pernah marah-marah lagi hanya karena kehilangan kamu!" tanya Leonardo penasaran bahkan kini dirinya sampai ingin sekali menangis karena tidak percaya jika wanitanya itu sudah kembali dan juga tidak percaya jika Akhirnya bisa bersama lagi dengan Stella ya Meskipun setelah banyak drama yang harus mereka lalui dalam hidup tetapi intinya Mereka bisa berkumpul kembali itu merupakan kebahagiaan Yang Tersendiri.


Angkasa memilih untuk undur diri karena biar bagaimanapun ada masalah Yang harus ia selesaikan di rumah, sebab dirinya yakin Marcel Sekarang pasti Tengah mengamuk dan menghancurkan seisi rumah karena Stella yang tidak kunjung kembali.


"Stella sudah mati dan Yang ada sekarang Bintang sky!" batin Angkasa karena memang sejatinya nama wanita itu ya seperti itu yang merubahnya adalah Marcel karena ingin agar wanita itu bisa memulai hidup baru dengannya tetapi ternyata harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

__ADS_1


Bintang bahkan melupakan kalau sebenarnya yang berjasa menemukan kembali dirinya dan juga keluarganya adalah Angkasa, maklumlah Karena Wanita itu setelah bertahun-tahun pisah dengan keluarganya Ya otomatis akan meluapkan kesenangannya dengan cara tersebut.


Senja yang berada di dalam kamarnya merasa heran ketika di luar terdengar ada begitu banyak suara, seolah-olah bukan hanya satu atau dua orang yang berada di dalam situ melainkan banyak.


" Bella, Siapa sih yang datang kok ribut-ribut sekali di situ? "tanya Senja setengah teriak yang berasal dari dalam kamarnya.


Leonardo memberikan kode kepada Bella agar Jangan berbicara sama sekali dan membiarkan senja merasa penasaran agar segera keluar dari dalam kamarnya, ia yakin anaknya itu pasti bakalan begitu antusias ketika melihat Mama yang selama ini ia cari sudah kembali dan tentunya tidak akan pernah meninggalkan Mereka lagi.


Bella yang dari tadi merasa terharu hanya bisa mengikuti keinginan dari Leonardo itu dan tidak ada niatan untuk membantahnya, sebab bukan hanya pria itu saja yang berbahagia melainkan dirinya Karena sangat mengetahui betul Bagaimana putus asanya senja ketika hidup tanpa perhatian dari orang tuanya.


" Ya ampun Bella, Astaga Memangnya mulut kamu itu tidak bisa digunakan Apa buat ngomong? Aku sudah teriak sampai capek tetapi kamu malah biasa saja dasar ini anak memang sangat menyebalkan ya, Tunggu saja pokoknya aku keluar aku bakalan bikin perhitungan dengan kamu karena sudah mau mencari perkara denganku! "omel Senja yang berasal dari dalam kamar dan setelah merapikan penampilan dirinya Gadis itu terlihat keluar dari kamarnya sambil membawa tas selempang karena ia akan pergi ke kampus saat itu juga.


Deg ..


Senja menghentikan langkah kakinya ketika melihat papanya ada di dalam ruang tamu dan juga seorang yang sangat tidak asing dalam penglihatannya, tas selempang yang tadi ia pegang pun rasa-rasanya sudah tidak sanggup benda itu terasa begitu berat sehingga dirinya pun menjatuhkannya begitu saja.


Tes tes tess


Senja menitikan air mata tanpa diminta karena sumpah ini adalah hari yang paling ia Tunggu selama hidupnya yaitu bisa melihat kembali wanita yang sangat dirinya sayangi, meskipun sudah berlalu selama 15 tahun tetapi Percayalah wajah dari mamanya itu tidak pernah pudar dalam ingatannya bahkan senyumannya pun tidak pernah IA lupakan.


Bintang hanya tersenyum tetapi sambil menangis ketika melihat anaknya itu tidak bergeming dari tempatnya, wanita itu membuka kedua tangannya lebar-lebar pertanda memberikan kode kepada Senja agar masuk ke dalam pelukannya.


" mama, ini beneran mama? "lirih Senja Ya masuk ke dalam pelukannya Bintang dengan begitu terharunya karena sumpah dirinya sampai-sampai tidak tahu lagi berbicara apa ketika mendapatkan kejutan yang seperti ini.


"Iya Sayang ini beneran mama! maafkan Mama karena selama ini tidak bisa kembali ke sini karena Sumpah keadaan yang tidak memungkinkan, akan tetapi Mama janji tidak akan pernah pergi lagi dan juga tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi! "ujar Bintang sambil menitikan air matanya.


inilah pelukan yang ternyaman yang selama ini dicari senja dan akhirnya sudah bisa kembali dan ia kembali bisa merasakannya, sapuan hangat di kepalanya seperti dulu lagi pun sudah kembali dan hari ini akan ia ingat seumur hidupnya ketika Bintang di langitnya kembali namun Sayang rembulannya menghilang.


Leonardo pun ikutan memeluk kedua wanita yang sangat ia sayangi itu hatinya terasa begitu lega ketika melihat Bintang yang sudah kembali, kalau urusan soal Nirmala itu merupakan tanggung jawabnya karena nantinya dirinya yang bakalan menyampaikan soal kedatangan istrinya kembali'

__ADS_1


__ADS_2