SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Angkasa


__ADS_3

Davin kebingungan harus berbicara dengan siapa karena Bayangkan saja semua orang sekarang tidak ada yang peduli dengannya lagi, dan lebih parahnya lagi Daffa pun memilih pergi padahal harusnya kan mungkin mereka berdua bisa mengobrol menghilangkan rasa suntuk sebelum seharian melakukan aktivitas tanpa henti karena memang kehidupan bagi seorang pelajar ya seperti itu tidak ada yang jauh-jauh daripada yang namanya aktivitas belajar mengajar.


Dafa Bukannya tidak mau menemani Davin hanya saja siapapun berada di posisinya pasti akan melakukan hal yang sama yaitu merasa kecewa dan juga tidak senang ketika berdekatan dengan orang yang mulutnya terlalu ember, bayangin aja sebagai seorang pria yang harusnya bisa menjaga bicaranya tetapi tetap saja tidak bisa seolah-olah pria itu memiliki kemampuan khusus yaitu ngomong melakukan sesuatu dan akhirnya hanya mencari masalah.


" ah kenapa aku ditinggalkan oleh mereka semua di sini, Padahal aku sebenarnya datang pagi-pagi untuk berbicara dan juga Maksudnya mengatasi masalahku dengan bela yang tidak pernah ada habisnya! "omel Davin yang tidak terima ketika diabaikan begitu saja dan bayangkan ketika kita yang biasanya dipedulikan oleh orang-orang sekitar Dan suatu saat diabaikan rasanya begitu tidak menyenangkan dan juga bisa dibilang sepertinya rasa kecewanya itu amat besar dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


" sepertinya aku harus menyusul Dafa ke perpustakaan Karena tadi aku melihat dia sempat ke sana, kalau misalnya sendirian di sini rasanya seperti orang bangun yang tidak bisa melakukan apapun padahal jelas-jelas ada begitu banyak hal yang ingin aku sampaikan kepada semuanya! "batin Davin monolog dan akhirnya memilih untuk mengikuti Daffa dan ternyata Sesampainya di sana Dafa tidak ada setelah diteleponnya ternyata pria itu sedang berada di parkiran menunggu kedatangan Angkasa yang entah maksud apa pria itu datang ke tempat ini padahal setahunnya sudah dilarang oleh para dosen di situ soalnya kan Angkasa itu sebenarnya tidak terdaftar di fakultas manapun.


Angkasa yang sudah berjanji tidak akan melakukan apapun yang nantinya akan menimbulkan masalah, Kenapa hari ini berubah pikiran dan sepertinya tidak mengindahkan semua janji yang sudah diucapkan kemudian perintah larangan yang sudah diberikan tentang dirinya dan juga tentang semua yang dilakukannya di lingkungan kampus ini.


" Memangnya tadi dia sudah memberikan kabar kalau misalnya dia bakalan datang ke tempat ini, masa iya kita bakalan menunggu angin tanpa kepastian dan juga sepertinya rasanya sedang dipermainkan begitu saja? "Davin masih sedikit sanksi kalau misalnya Angkasa itu hanya berbohong saja dan tidak mungkin datang ke tempat ini karena memang pria itu sudah dilarang dan juga diberi peringatan keras untuk tidak boleh muncul.


Padahal sebenarnya kan area kampus itu bebas untuk siapapun yang mau masuk kemudian ada keperluan baik dengan penghuni kampus yang lain maupun Dengan pengurus serta pengajar di dalam situ, Namun karena kekuatan dari Himawan dan juga Leonardo membuat Angkasa kesulitan Untuk menjangkau lokasi tersebut karena Biar bagaimanapun Leonardo ingin memastikan keselamatan anaknya baik-baik saja dan juga tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti putrinya yang satu lagi akibat dirinya yang terlalu sibuk dan juga fokus urusan pribadi sampai-sampai merupakan kalau ada anak yang harus diperhatikan baik keselamatannya kenyamanannya Dan intinya keamanannya juga.


" Ya aku juga tidak tahu soalnya tadi kan memang dia menelpon Emangnya kamu pikir aku mengarang cerita atau bagaimana gitu, tunggu saja di sini kalau memang tidak ada niat tanda menunggu ya sudah keluar saja jangan banyak bertanya soalnya aku juga bingung harus menjawab pertanyaan Kamu itu seperti apa , "protes Dafa yang kali ini lebih sensitif mungkin karena dirinya juga sudah capek terlalu banyak menghormati dan juga menghargai pendapat Davin tetapi hasil akhir dirinya yang tidak dihargai lagi dan kalau memang seperti itu ya percuma saja menjalin persahabatan di hasil akhir ada pihak lain yang merasa dirugikan.


Davin hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan karena sepertinya Daffa itu benar-benar merasa kecewa dengan apa yang dilakukannya selama ini , balik lagi sebenarnya kan tidak ada yang salah ketika dirinya mengekspresikan apa yang dirasakannya daripada nantinya menyesal suatu saat nanti saat apa yang sudah ada dalam benaknya malah disimpan begitu saja.

__ADS_1


" Ya kamu jangan seperti itu dong kalau misalnya kamu merasa tidak nyaman ya urusannya nanti saja jangan sekarang, kalaupun misalnya kamu tidak ada niatan untuk menunggu ataupun membuat diri kamu di repotkan oleh suatu hal sebenarnya orang lain juga tidak paksa untuk kamu ikut campur di dalamnya," jelas Daffa yang sudah tidak ingin ikut campur di dalam urusannya Davin karena sama saja nanti tidak akan pernah memberikan perubahan sama sekali padanya.


davin tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana ketika melihat Dafa yang bersikap cuek kepadanya, padahal sebenarnya dirinya juga manusia biasa yang terkadang tidak lupa dari yang namanya melakukan kesalahan seharusnya orang-orang di sekitarnya itu lebih paham daripada diri dia sendiri.


Angkasa hari ini baru datang setelah tadi sempat menelpon Daffa untuk menyuruhnya menunggu di parkiran soalnya tidak mungkin juga kan dirinya harus masuk ke dalam lingkungan kampus lagi, jika hasil akhir nanti hanya akan merasa malu ketika kehadirannya di sana sudah benar-benar dilarang dan juga intinya dirinya harus menghormati siapapun yang membuat keputusan itu.


" kalian lama menungguku, kalau begitu aku minta maaf soalnya tadi sempat kejebak macet dan aku tidak mungkin harus maksudnya mengikuti jalan yang akhirnya harus memutar jauh? "Angkasa benar-benar tidak enak hati kalau hasil akhirnya akan menyusahkan orang lain padahal sebenarnya dirinya juga tidak boleh mementingkan diri sendiri jika Dafa dan juga Davin datang ke tempat ini buat sekolah bukan buat keluyuran tidak jelas seperti dirinya yang selama ini tidak pernah melakukan pekerjaan karena memang harus masih dipusingkan dengan kasus yang menimpa Marcel belum ada kejelasan sama sekali.


" ya sebenarnya kita sudah menunggu lumayan lama tetapi kebutuhan yang pertama kosong Jadi kita bisa keluyuran bebas ke sana kemarin, kalau boleh tahu ada urusan apa ya kamu datang ke tempat ini soalnya kan kita sudah tahu kemarin keputusan dari semua pengurus di sini itu seperti apa tentang kamu? "tanya Davin langsung bahkan sampai-sampai tidak membiarkan Angkasa istirahat dulu atau mungkin sekedar berbasa-basi.


" Astaga kamu bisa tidak jangan menolong orang langsung seperti itu biarkan dulu dia bernafas dengan bebas kemudian dia sedikit maksudnya agak tenang dulu baru menanyakan tentang kedatangannya ke sini, Lagian kita juga tidak dirugikan kalau misalnya dia datang kamunya saja yang terlalu nyelonong begitu saja saat berbicara seolah-olah di dunia ini hanya urusan kamu saja yang pantas untuk diutamakan sedangkan orang lain itu tidak pernah pedulikan sama sekali! "omel Daffa yang terkadang juga merasa jenuh dengan sikap Davin yang tidak ada kejelasan sama sekali seperti itu dan juga terlalu egois.


Davin hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena sepertinya memang dirinya sedikit salah berbicara tadi dan juga terlihat sepertinya Dafa sedikit tersinggung, karena memang kebiasaannya dari dulu sampai sekarang itu tidak pernah berubah selalu saja ketika merasa Ada hal ganjil yang dalam pikirannya ataupun dalam pengamatannya ya selalu pasti bertanya ini dan itu seolah-olah pemikirannya itu merupakan hal yang paling penting di sini.


" sudah Biarkan saja dia seperti itu soalnya mau di rumah bagaimanapun sepertinya tidak bisa karena sudah jadi kebiasaan, aku datang ke sini itu maksudnya ya Pasti kalian sudah paham lah untuk memastikan keadaan siapa Dan juga bagaimana tentang sekolahnya selama ini apakah ada orang-orang yang mengganggunya ataupun melakukan hal yang tidak menyenangkan! "Angkasa tidak perlu harus menjelaskan Siapa yang dimaksud karena semuanya pasti sudah paham kalau ia sekarang itu Tengah membahas soal senja yang entah bagaimana keadaannya karena dari semenjak semalam saat bertemu di restoran itu sampai sekarang dirinya sudah tidak bertemu lagi dengan wanita itu karena dirinya juga harus dipusingkan dengan status Papinya yang sampai sekarang masih tetap menjadi tersangka dan juga ditahan serta kedatangan Arkan dan juga Wijaya Susanto yang menawarkan kerjasama dan juga tidak menjelaskan secara detail harus melawan siapa membuat dirinya juga kebingungan.


" ya dia keadaannya baik-baik saja tapi sekarang itu yang lagi masalahnya ini amat masih terus saja mencari masalah dengan Bella , padahal kamu tahu sendiri kan kalau misalnya senja itu sensitif jika ada orang yang mencari perkara dengan Bella soalnya mereka berdua itu kan bersahabat yang seperti apapun sudah kita ketahui semuanya, "jelas Dafa yang tadi benar-benar merasa kecewa dengan sikap Davin yang menurutnya hobi sekali mencari perkara dengan senja padahal Gadis itu saja tidak pernah bermain-main dengan ya apalagi mencoba untuk melakukan hal-hal yang membuat David itu merasa tidak nyaman dan juga tertekan.

__ADS_1


Angkasa benar-benar merasa kecewa dengan Davin Yang sepertinya tidak pernah ada habisnya untuk mencari perkara dengan wanitanya, padahal dirinya saja sedang cari cara bagaimana supaya maksudnya senja itu mau berbicara dengannya tidak lagi menghindarinya hanya karena kesalahan yang dilakukannya.


" Kamu kenapa selalu melakukan hal itu Dan juga kenapa tidak pernah ada niatan untuk berubah, Memangnya kamu pikir di dunia ini Apapun yang kamu lakukan itu membuat orang lain selalu merasa tenang dan juga tidak terganggu sama sekali? aku sedang berusaha bagaimana caranya agar mendapatkan Maaf darinya tetapi kamu malah membuatnya tidak nyaman terus-menerus, kalau seperti begini nantinya yang ada kamu bakalan menyusahkanku dan membuat ruang Gerakku bakalan tambah sempit karena tidak bisa dibiarkan untuk bernafas dengan tenang, "jelas Angkasa yang sudah tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana ketika David itu selalu saja menjadi pribadi yang egois tidak pernah memikirkan perasaan orang lain dan juga lebih mementingkan kepentingannya sendiri di atas kepentingan bersama.


Davin jelas aja tidak mau disalahkan karena menurutnya urusannya itu hanya dengan bela bukan dengan orang lain termasuk dengan sahabatnya yaitu senja, kalaupun nantinya senja itu marah-marah tidak jelas kepadanya kemudian memperlakukannya dengan begitu buruk Ya sepertinya itu semua bukan letak kesalahannya ada pada dirinya.


"aku tidak pernah melakukan hal yang membuat senja itu merasa dirugikan atau mungkin ada kehidupannya yang tidak bisa dijalankan lagi, hubunganku itu kan hanya dengan bela saja kalau memang mereka berteman baik dan saling menjaga perasaan satu sama lain itu merupakan urusan mereka aku tidak pernah ikut campur di dalamnya sama sekali, "Davin tidak akan pernah menyadari kalau dirinya salah Dan juga tidak akan pernah mengakui kalau sebenarnya sikapnya itu terlalu egois.


Senja adalah wanita yang terpenting dalam hidupnya Angkasa, Jadi jika para sahabatnya melakukan hal yang membuat wanita itu tidak nyaman yang jelas saja dirinya akan ikut ambil bagian di dalamnya.


" Terserah kamu mau mengatakan apa dan juga terserah mau berpikir apa tetapi Intinya saya harap ini merupakan kali terakhir kamu mencari masalah dengannya, kalau misalnya nanti Bella itu merupakan jodoh Kamu pastinya dia bakalan kembali Tetapi kalau kamu tidak pernah merubah sikap kamu yang terlalu egois Percayalah Semua orang pasti bakalan menjauh! Saya dari tadi sudah mencoba untuk sabar begitu pula dengan selama ini, hanya saja semakin ke sini kamu semakin parah untuk diatur dan lebih menjengkelkan lagi setiap kali orang menasehati kamu selalu saja berpikir bahwa kamu itu benar dan orang yang menasihati itu adalah orang yang paling salah, "ujar Angkasa yang sudah sedikit menaikkan intonasi nada bicaranya karena menurutnya jika Davin ini tidak ada yang memberhentikan segala tingkah hanya maka bisa dipastikan pria itu bakalan semakin besar kepala.


Davin menundukkan kepalanya ketika melihat jika saat ini Angkasa itu sepertinya benar-benar merasa kecewa dengan apa yang dilakukannya tadi, padahal itu hanya bentuk spontanitas tidak ada niatan lebih untuk menyakiti apalagi membuat orang lain merasa tersinggung hanya saja ketika melihat Bella terlalu sulit untuk digapai ya akhirnya dirinya selalu saja merasa tersinggung dan juga tidak terima dan hasil akhir akan mengeluarkan kata-kata yang seperti itu.


" aku minta maaf jika sudah membuat kalian merasa tidak nyaman atas segala sikapku selama ini, tetapi Percayalah maksud dan tujuanku tidak pernah mau menyakiti siapapun hanya saja mungkin merekanya yang terlalu sensitif, "jelas Davin sambil menundukkan kepalanya tetapi Percayalah itu semua percuma tidak ada gunanya sama sekali Jika selalu saja sikapnya seperti begini.


Angkasa hanya bisa menepuk pelan bahu Davin karena mau marah pun sepertinya percuma soalnya kesalahan Davin itu sebenarnya masih masuk akal tetapi kesalahannya pun sudah membuat dirinya harus mendekam di balik tahanan, maka bisa dipastikan biarpun nantinya mendapatkan hatinya Senja ia Tentu saja tidak akan pernah bisa mendapatkan restu dari orang tuanya karena mereka pasti bakalan melarang dengan begitu keras.

__ADS_1


__ADS_2