SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Ketahuan


__ADS_3

Rembulan tidak menyangka jika kedatangan seseorang di pagi ini yang ia temui benar-benar adalah orang yang kemarin dirinya temui di cafe, orang yang ternyata mempunyai niat jahat dan juga sesuatu yang sangat tidak baik yang nantinya mungkin bakalan membuat kehidupannya dan juga saudara kembarnya menjadi sangat tidak menentu.


Rembulan seseorang yang takut dan juga bukan seseorang yang bisa saja mempercayai segala sesuatunya Apalagi setelah kejadian yang menimpa keluarganya, Jika ditanya apakah dirinya bisa mempercayai semua orang Ya tentu saja jawabannya tidak karena semua orang itu bisa jadi merupakan salah satu dari orang-orang yang sudah menghancurkan keutuhan dari keluarga mereka.


Rembulan ingat betul ketika hari pertama Angkasa masuk ke kampus pria itu langsung menaruh minat kepada saudara kembarnya yaitu Senja, dan Saat itu pula dirinya mencoba menggagalkan niat pria itu agar tidak lagi macam-macam dan juga mencoba untuk melukai Senja karena biar dirinya saja yang dilukai yang penting adiknya yang manja dan juga sangat ia sayangi itu baik-baik saja.


Rembulan memperlakukan senja begitu buruk agar menyiratkan kepada anak itu bahwa dirinya sebenarnya tidak suka jika ada wanita lain yang dekat dengan angkasa, berbuat seolah-olah rembulanlah yang Cinta mati dengan pria itu padahal sejatinya ini semua hanya alasan agar adiknya itu tidak melangkah terlalu jauh dan ada orang yang bakalan mencelakainya.


"pokoknya aku tidak suka kalau kamu dekat-dekat dengan Angkasa karena dia itu hanya milikku saja, jangan pernah kamu berbicara ataupun mengikuti Semua yang dia katakan karena aku bakalan marah besar dan juga tidak menganggap kamu sebagai keluarga! "perintah Rembulan dengan nada bicara yang terdengar begitu ketus.


Senja hanya mengikuti apapun yang dikatakan oleh kakaknya karena takut jangan sampai nanti Rembulan bakalan marah-marah kepadanya lagi, lebih baik seperti begini Tetapi hubungan mereka berdua baik-baik saja daripada yang melampaui aturan Kakak pada akhirnya mereka akan musuh di dalam rumah sendiri.


"kalau memang Kakak suka dengan orang itu Ya sudah nanti aku bakalan bantu kasih tahu deh, Tapi jangan bertingkah seperti wanita yang murahan gitu dong soalnya aku akan malu juga semua anak-anak di sini berpikiran yang tidak-tidak? " Tawar Senjana yang tentu saja ditolak oleh Bulan karena ia paling tidak suka jika adiknya itu terlibat apapun dengan masalah yang terjadi.


Senjana yang sebenarnya merasa cemas tidak bisa bersikap berlebihan karena ia sangat tahu bagaimana kesalnya Rembulan kalau sampai dirinya,meskipun terkadang perasaan nya tidak tenang tapi mau bagaimana mana lagi.


"Aku benci kakak yang bersikap seperti itu, padahal selama ini Kakak selalu cuek tidak peduli dengan apapun kenapa sekarang malah seperti ini?" Batin Senjana yang merasa semakin jauh dari Rembulan semenjak kedatangan Angkasa di kampus.


Flash back off


Leonardo memang benar-benar merutuki kebodohannya selama ini karena tidak peduli dengan keadaan anak-anaknya, sampai kejadiannya harus seperti begini dan ia tidak bisa menolong mereka sama sekali bahkan bisa dibilang takutnya mungkin sudah terlambat.


Apalagi melihat wajah Senjana yang dari tadi hanya tidak berhenti menitikan Air Mata Di kedua kelopak matanya itu, Gadis itu bahkan tidak ingin menatap ke arah Papanya sama sekali karena memang benar-benar merasa kecewa dan juga tidak percaya jika satu persatu anggota keluarga mereka mulai menghilang.


"kamu baik-baik saja Nak? Kalau kamu tidak bisa menghubungi nomor kontak kakak kamu, Bisakah kamu berikan kepada Papa saja biar nanti papa yang bakalan menghubunginya? Soalnya papa ingin menebus kesalahan selama ini yang sudah dilakukan sampai-sampai membuat kalian kehilangan kasih sayang dan juga....

__ADS_1


"kita pergi ke jurang itu sekarang karena aku yakin Kakak pasti ada di situ, soalnya tadi aku sempat melihat GPS di ponselnya Terhenti Di tempat ini dan aku yakin dia memang berada di sini! "belum selesai Leonardo mengucapkan kata-kata puitisnya terdengar anaknya itu sudah memotongnya terlebih dahulu sambil menghentikan mobil tersebut.


Leonardo benar-benar tidak percaya jika Senjana begitu nekat karena terbukti mobil belum berhenti dengan sempurna Wanita itu sudah membuka pintu dan keluar, gerakannya begitu cepat karena sekarang sudah berada di tepi jalan namun membuat Leonardo sedikit mawas diri karena Jurang itu sangat terjal dan takutnya nanti Senjana bakalan kenapa-napa.


"Senjana, Papa mohon berhenti jangan melaju lagi atau kamu juga bakalan celaka nak! kita bakalan minta bantuan tetapi intinya Tolong jangan bergerak yang nantinya bakalan menambah kesulitan untuk menolong kakak kamu, Tolong kamu sedikit kooperatif saat ini karena hanya ini merupakan jalan satu-satunya untuk bisa menolong kakak kamu! "sergah Leonardo meskipun kata-katanya terdengar begitu kasar tetapi mau bagaimana lagi ini semua harus ia ucapkan Takutnya nanti anaknya itu malah salah mengambil langkah.


Senjana otomatis tidak terima ketika ia yang hendak menolong kakaknya Malah dihalang-halangi seperti saat ini, dan lebih parahnya lagi orang yang menghalanginya adalah papanya sendiri yang seharusnya mendukung setiap pergerakannya dan juga setiap apa yang ia lakukan nantinya.


"Papa pengen kami menyusul mama agar Papa tidak repot di sini sendirian, atau Memang dari awal Kami adalah anak yang tidak diharapkan sehingga kalian dengan tega memperlakukan kami seperti ini? Asal kalian tahu saja ya kami tidak minta dilahirkan ke dunia ini yang hanya bisa untuk disakiti dibuang dan juga tidak dipedulikan, kami juga punya perasaan jika saat seperti begini juga kalian tetap ingin melakukan kami seperti yang kalian pikirkan selama ini ya sudah Bunuh saja kami berdua sekalian di satu waktu Bukankah Kami lahir juga di waktu yang sama? "kata-kata yang dikeluarkan oleh Senjana itu terdengar begitu murka mungkin karena merasakan kekecewaan dan juga sakit hati di saat yang bersamaan itu ternyata memang sangat pahit dan juga tidak ingin Untuk Dikenang.


"kamu itu bicara apa sih? Papa itu hanya ingin mencegah kamu agar Jangan melakukan kegilaan seperti saat ini, bukan untuk mencegah agar jangan menyelamatkan kakak kamu tanda tanya kalau memang ingin membiarkan dia mati Ya tentu saja bikin apa capek-capek keluar rumah untuk mencarinya, ini itu mau dekat lagi ya Otomatis orang pasti capek ingin istirahat tetapi kamu malah menuduh yang bukan-bukan! "sarkas Leonardo dengan begitu kasar karena menurutnya jika hanya berdasarkan kecurigaan tanpa bukti yaitu sama saja bohong dan akhirnya hubungan mereka pasti bakalan merenggang.


"Permisi Pak Kalau bisa tolong Jangan mendekat ke area ini karena Takutnya nanti ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Biarkan kami dari petugas kepolisian yang menangani dan kami mohon tolong pahami dengan situasi saat ini! "Leonardo yang tengah berdebat dengan anaknya dikejutkan dengan kedatangan para petugas kepolisian secara tiba-tiba Padahal sejatinya mereka tidak pernah menelpon apalagi pergi melaporkan soal kehilangan Rembulan.


Senjana sedikit tersenyum ketika melihat ada bantuan yang datang Mungkin dengan begitu mereka tidak bakalan Terlambat untuk menolong rembulan, meskipun ini hanya merupakan feelingnya saja yang merasa yakin kalau anak itu sebenarnya ada di bawah jurang tetapi untuk bukti yang sebenarnya ia tidak punya sama sekali hanya saja berlandaskan feeling dan juga rasa sayang sepertinya bakalan membuahkan hasil.


"Kalau bisa tolong hubungi lagi ponselnya Siapa tahu mungkin masih bisa terhubung, supaya kita bisa mengetahui titik yang pasti Sebenarnya ada di mana! "ujar polisi tersebut membuat Senja mendengar kesal karena kalau memang ponselnya Rembulan bisa dihubungi ya Kenapa tidak ia lakukan dari tadi.


"Senjana tolong sabar dan Jangan melakukan hal yang gegabah, Karena sekarang masalah ini lebih penting dibandingkan semuanya! "bujuk Leonardo membuat Senja yang tadi ingin marah langsung menghentikan niatnya itu padahal Percayalah perasaannya sekarang itu sedang campur aduk menjadi satu.


"Bagaimana, beres kan?"tanya seorang pemuda yang usianya sebenarnya Bisa dibilang sudah mapan untuk menikah hanya saja entah pikiran Apa yang membuatnya belum ada niatan untuk melangkah maju membina sebuah hubungan.


"sebenarnya Wanita itu sudah posisinya ada di bawah jurang karena tadi mobil box yang kami pakai buat halangi jalan sudah ditabraknya, hanya saja untuk sekarang sepertinya keluarganya sudah mengerahkan polisi untuk mencarinya karena di sekitar situ sudah mulai banyak orang yang berkumpul! "jelas anak buahnya di seberang membuat pria itu ingin sekali membantu ponselnya karena mendapatkan kabar yang sangat tidak menyenangkan.


"Apaaa!"

__ADS_1


Brakk


Hancur sudah ponsel keluaran terbaru yang baru dibeli beberapa waktu yang lalu, membuat Stella yang akan pergi ke dapur menjadi terkejut dengan suara yang begitu keras.


"Angkasa kamu kenapa? Bisa tidak jangan main menghancurkan barang-barang seperti itu, Memangnya kamu pikir kita mau beli ponsel itu hanya menggunakan daun saja? Kamu yang sikapnya selalu seperti begini main apa-apa langsung menghancurkan sesuatu bisa tidak dihentikan, Mami itu capek setiap harinya Mendengar hal ini terus dalam rumah semua orang di sini itu sepertinya punya sikap yang dari neraka hobinya marah-marah!"harus menasehati anak muda itu berulang kali tetapi sepertinya tidak dihargai sama sekali.


"Mama tidak tahu apapun tentang hidupku jadi lebih baik tidak usah sok mengatur-ngaturnya, Aku bukan anak kecil yang segala sesuatunya harus kalian urus dan aku benar-benar sedang kecewa dengan semua di sini! "Baru kali ini Angkasa menjawab perkataan Stella bahkan pria itu memilih untuk pergi ke ruangan kerja Papinya dan menyampaikan rencana terbaru yang harus ia lakukan.


Ceklek


"Pah...


Plak ...


Angkasa yang masuk kedalam ruangan Papinya bener-bener terkejut dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Marcel itu, karena terbukti pria itu langsung menamparnya begitu saja tanpa mau menjelaskan kesalahannya gimana sampai-sampai Membuat Angkasa sedikit terguyung ke belakang karena tidak punya persiapan sama sekali.


"Papi kenapa menamparku seperti itu? aku ini sementara bingung sekarang tapi malah kalian memperlakukanku seperti ini, memangnya kesalahanku itu ada di mana Coba jelaskan biar aku tahu dan juga aku bisa memperbaiki kalau memang harus diperbaiki! " Angkasa terlihat sedang mencecar Papinya itu karena memang benar-benar tidak terima sama sekali.


"Sekali lagi saya dengar kamu berkata kasar kepada Stella maka tamparan saya yang lain lagi berubah menjadi 10 kali lipat, karena kamu sendiri tahu kan kita rela menjadi penjahat dan kita rela menghabisi semua orang hanya demi untuk mempertahankan dia tetapi kamu malah menyakiti dia seperti tadi? saya tidak peduli Mau segala macam rencana kita gagal atau tidak tetapi intinya tidak ada yang boleh bersikap kasar kepadanya termasuk kamu, Jika kamu memang tidak paham dengan apa yang saya katakan Maka jangan menyesal kalau Suatu saat kamu bakalan saya habisi hanya untuk mempertahankan dia, " bentak Marcel yang membuat Angkasa akhirnya sadar kalau dirinya tadi sudah bersikap kasar kepada Stella dan dirinya akhirnya menerima apapun yang dilakukan oleh Papinya karena memang dirinya patut untuk mendapatkan semua itu.


"Maaf Pih, nanti aku bakalan ngomong sama Mami tetapi untuk sekarang Aku harus pergi! "pamit Angkasa yang tidak menjelaskan ke arah mana tujuannya saat ini karena intinya pokoknya semua rencana yang mereka rancang harus berjalan sesuai dengan keinginan tidak ada yang namanya kegagalan.


Marcel menghembuskan nafasnya kasar lalu menetralkan degupan jantungnya serta ekspresi wajahnya lalu keluar untuk bertemu dengan Stella, terlihat wanita itu sepertinya masih syok dengan apa yang dilakukan oleh Angkasa kepadanya sebab selama ini anak itu selalu menurut Entah mengapa hari ini terlihat begitu berbeda.


"Hei kamu kok duduk sendirian di sini, biasanya kan kamu pergi ke taman di belakang untuk mengurus mawar putihnya kamu itu? atau kamu bosan dan memerlukan bantuan Ya sudah Kebetulan aku lagi free hari ini jadi aku bakalan mengikuti semua yang kamu inginkan, dan tenang saja pokoknya ini gratis tidak dipungut biaya apapun Dan intinya aku hanya ingin membuat kamu senang. "tawar Marcel membuat Stella tersenyum karena memang pria itu selalu bisa merubah suasana hatinya namun percayalah kalau sebenarnya Marcel itu mengisi hatinya hanya sekian persen selebihnya dan yang paling terbanyaknya adalah milik Leonardo dan juga anak-anak mereka.

__ADS_1


"Mana ada orang yang mengurus tamannya di jam seperti ini, yang ada Kamu urus itu anak kamu itu keras kepalanya minta ampun! Masa iya tengah malam banting barang Memangnya Dia pikir orang-orang tidak bakalan terganggu apa, ini tuh jam 02.00 malam loh orang masih pengen istirahat Tetapi malah terkejut dengan tingkah bodohnya itu!"omel Stella yang benar-benar kesal.


"kamu lupa kalau dia juga merupakan anaknya kamu, jadi kalau misalnya dia berbuat salah Ya sudah kamu juga pantas memarahinya karena memang itu kewajiban orang tua! pokoknya kamu tenang saja dia bakalan kapok dan tidak akan mengulangi hal itu lagi, tetapi intinya tolong kamu jangan duduk sendirian di sini lebih baik kamu istirahat karena aku tidak ingin kamu sakit apalagi terjadi hal-hal yang tidak aku ingin kan, "pinta Marcel penuh permohonan karena memang hanya itu yang diharapkan dalam hidupnya yaitu Stella selalu baik-baik saja dan tetap bertahan di sisinya.


__ADS_2