SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Bintang Sky


__ADS_3

Angkasa sebenarnya tidak punya kepentingan sama sekali berada di lingkungan kampus, hanya saja untuk memuluskan rencana membuat pria itu yang mau tidak mau bersikap seolah-olah dirinya masih kuliah di tempat itu.


ya Meskipun terkadang Apa yang dilakukan itu membuat orang geleng-geleng kepala sebab masa iya sudah selesai kuliah harus kembali lagi ke kampus tanpa melakukan apapun, dan lebih parahnya lagi kembalinya dirinya itu hanya untuk bisa mendekati seorang cewek yang jelas-jelas tidak menaruh minat kepadanya apalagi ada niatan untuk didekati olehnya.


"Angkasa, saya hargai niat kamu datang ke tempat ini kemudian untuk mengecek semua kegiatan yang ada mengingat Papi kamu merupakan salah satu donatur terbesar di tempat ini! hanya saja Menurut saya ini sudah terlalu berlebihan dan Apakah tidak merepotkan Jika setiap hari harus datang ke sini dan memeriksa keadaan, ya Meskipun kegiatan belajar mengajar di sini tidak terganggu tetapi saya takutnya nanti adanya yang merasa tidak nyaman jika terus-menerus datang? "ujar Rektor di tempat itu membuat Angkasa hanya tersenyum karena dirinya tidak pernah keberatan jika itu menyangkut Senja.


Angkasa tertawa ketika mendengar nada protes yang disampaikan itu meskipun terkesan seperti tidak ada pemaksaan tetapi tersirat di dalamnya ya termasuk di dalam hal itu juga, yaitu orang-orang nantinya bekerja akan kesulitan ketika dirinya yang terus memantau pergerakan mereka semuanya pada maksud dan tujuannya tidak sampai ke arah sana juga.


" saya ke sini atas perintah dari Papi dan anda tahu sendiri kan kalau beliau itu orangnya paling tidak suka dibantah, jadi lakukan saja pekerjaan yang menjadi tugasnya anda dan saya akan melakukan apa yang menjadi tugasnya saya pokoknya intinya kita tidak saling menyalahkan dan juga mengganggu kegiatan satu sama lain! kalau memang Anda merasa keberatan yaitu resiko pribadi masing-masing tetapi saya selama di sini tidak ingin membebani setiap orang dengan kecurigaan atau pikiran yang aneh-aneh, karena saya murni memang ada niatan untuk mengikuti mata kuliah yang berbeda waktu dulu saya ambil dari awal Jadi kalau begitu saya permisi dulu soalnya sepertinya dosen sudah masuk di kelas yang ingin saya tuju! " pamit Angkasa yang sebenarnya dari tadi itu niatan untuk masuk ke dalam ruangannya Senja hanya saja kalau belum ada dosen yang ada dirinya bakalan diusir keluar oleh gadis itu.


Rektor tersebut hanya menggelengkan kepalanya karena benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat, terkadang orang itu lebih memilih untuk cepat menyelesaikan pendidikannya karena sudah bosan dengan pemandangan yang itu itu saja tiap hari tetapi yang ini sangat kebalikannya malah datang dengan sukarela.


" Ada yang orang aneh seperti mereka yang melakukan sesuatu hanya untuk senang-senang saja, pada hal di luaran sana tidak semua anak yang beruntung yang bisa masuk ke perguruan tinggi karena kendala biaya! " pemikiran semua orang ya pasti seperti itu terkadang kita yang sudah diatas tidak pandai bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki kebanyakan mengeluhnya kebanyakan malasnya dan juga kebanyakan berpikirnya.


kebanyakan berpikirnya bukan karena tidak mempunyai tetapi karena selalu berpikir bahwa lebih baik melakukan hal lain nanti pendidikan dari belakang, Tetapi kalau rakyat kecil kebanyakan mementingkan pendidikan Meskipun tidak punya apapun yang bisa dibanggakan karena menurut mereka pendidikan membuat seseorang bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan dan juga bisa dengan mudah merubah nasib ekonomi keluarga yang tidak jelas.

__ADS_1


" Angkasa, Silakan masuk nanti kamu duduk di samping senja! karena sepertinya anak itu lagi hilang fokus hari ini jadi tolong ada yang harus bisa membuat dia menjadi fokus, dan kamu Bella tolong pindah di sampingnya Andi karena Sepertinya kalian berdua lebih nyambung! "perintah Ambar yang merupakan dosen Mata kuliahnya Senja dan juga Bela.


Senja terlihat ingin sekali melayangkan protes tetapi ketika wajah dosen tersebut menatap tajam ke arahnya membuat dirinya mau tidak mau mengurungkan niatnya tersebut, meskipun Terkadang ada rasa sengsara yang menyiksa dirinya ketika berdekatan dengan Angkasa namun balik lagi ia tidak boleh egois.


"Senja, sekolah ini bukan miliknya kamu jadi kamu bisa mengaturnya sesuai dengan apa yang kamu inginkan tanpa peduli dengan perasaan orang lain! kalau memang kamu tidak ada niatan untuk mengikuti pelajaran saya yang sudah tidak masalah silakan keluar karena saya juga tidak mungkin memaksakan orang yang memang tidak ingin untuk saya ajar, ini berlaku untuk kalian semua ya Meskipun senja itu termasuk dalam salah satu mahasiswi yang pintar Tetapi tingkahnya hari ini memang membuat saya benar-benar merasa kecewa! "Ambarwati adalah seorang dosen yang selalu saja ingin agar para muridnya patuh dan juga bisa mencontoh yang baik dan dirinya tidak suka ketika melihat Senja yang kebanyakan melamunnya padahal dirinya sedang fokus untuk mengajar.


Angkasa mengepalkan tangannya menahan emosi ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ambar tadi, sebab menurutnya tidak ada yang boleh memperlakukan senja seperti itu karena yang boleh memperlakukannya buruk ya hanya dirinya saja bukan orang lain apalagi di depan matanya dan juga di depan semua mahasiswi yang ada dalam kelas tersebut.


Angkasa mengangkat tangannya tinggi-tinggi karena menurutnya harus ada hal penting yang ingin Ia sampaikan kepada dosennya saat ini, membuat Ambarwati langsung bungkam karena dirinya yakin pasti ini ada sangkut pautnya dengan dirinya yang memarahi Senja.


Senjana bukannya tersanjung dengan apa yang dikatakan oleh Angkasa tadi malah yang ada sekarang dirinya bertambah membenci pria itu karena menurutnya sudah terlalu sombong dengan memamerkan kekuasaan, Padahal jelas-jelas tadi dirinya lah yang salah karena tidak fokus dengan mata pelajaran sampai-sampai membuat dosen kecewa dan memarahinya.


"kamu bisa tidak jangan ikut campur dengan urusanku semuanya tanpa terkecuali, aku bisa jaga diriku sendiri tidak perlu harus menunggu bantuan dari orang lain dulu? kalau kamu hanya ingin mempermalukanku lebih baik tidak usah sama sekali, karena aku bukanlah orang yang cengeng yang bisanya hanya hidup dari bantuan orang lain saja! "omel Senja setengah berbisik sedangkan Angkasa hanya tersenyum karena akhirnya Gadis itu mau berbicara dengannya.


"nanti saja bahasnya lebih baik sekarang fokus kepada pelajaran di depan nanti kalau aku ngajak ngobrol salah lagi, jadi lebih baik jangan alihkan perhatian kamu kepadaku Anggap saja aku tidak ada Bukankah kamu ingin menjadi pintar?" tawar angkasa dan membuat Senja tersadar kok bisa-bisanya ya dirinya peduli dan juga sibuk dengan urusan pria itu.

__ADS_1


Stella akhirnya dengan penuh perjuangan dan juga susah payah serta bertanya ke sana kemari bisa menemukan alamat lama rumah keluarganya dulu, bangunan itu masih berdiri megah dan juga kokoh serta sepertinya masih dalam perawatan yang begitu baik sehingga membuat dirinya merasa senang karena jangan sampai keluarganya masih tinggal di dalam situ.


wanita yang sudah tidak mudah lagi itu Langsung memilih untuk segera turun dari dalam mobilnya kemudian berlari ke arah pintu gerbang sembari membunyikan bel yang benar-benar masih berfungsi, padahal ini sudah 15 tahun berlalu tetapi rumah itu tidak tampak seperti ditinggal lama semuanya terawat pohon yang dulu ia tanam pun kini sudah sangat tinggi besar membuat wanita itu rasa-rasanya ingin menangis karena Akhirnya bisa melihat kembali sesuatu yang selama ini sudah menghilang dari pandangannya.


" Rembulan, Senja dan Mas Leonardo aku pulang! Aku harap kalian masih tetap sehat seperti kemarin-kemarin dan tidak terjadi apapun kepada kalian setelah kejadian itu, Sumpah aku sangat merindu kalian dan aku harap ini sesuatu yang tidak mengecewakan! "batin Stella sambil menitikan air matanya dan akhirnya tanpa ia sadari gerbang itu sudah terbuka begitu saja.


seorang wanita menatap keheranan ke arah Stella karena bisa-bisanya menangis tepat di depan rumahnya, Padahal selama ia tinggal di sini tidak ada penampakan yang aneh masa iya tiba-tiba wanita itu melihat penampakan yang tidak jelas dan akhirnya membuat dirinya bersedih dengan sesuatu hal yang tidak nampak.


" maaf kalau boleh tahu anda siapa ya, karena saya jarang menerima tamu Soalnya suami saya lagi keluar kota? "tanya wanita itu membuat kaki Stella langsung lemah seketika sebab pikirannya mulai aneh-aneh dan kecurigaan yang mulai tidak jelas.


" Jadi maksudnya kamu sudah menikah dengan pria pemilik rumah ini, Memangnya Sejak kapan kalian menikah dan kenapa bisa terjadi sampai-sampai Dia melupakan orang lain dan memilih untuk menikahi kamu? "tanya Stella dengan suaranya yang begitu nyaring karena memang dia sangat Terpukul dengan kenyataan yang ada di hadapannya ini.


"Maaf ya Bu sepertinya Salah alamat deh soalnya saya menikah dengan suami saya itu status kami sama-sama single jadi tidak ada yang salah dong, kalau urusannya dia meninggalkan orang lain demi saya yaitu artinya memang pilihannya untuk saya dan saya ini merupakan jodoh masa depannya makanya dia mantap menikahi saya!" jelas wanita tersebut membuat Stella mengepalkan tangan menahan emosi Soalnya percuma saja sudah jalan jauh-jauh sampai harus mengorbankan orang lain demi sampai tempat ini Tetapi malah kenyataan itu yang harus didapatkan.


" suami kamu itu adalah suaminya saya dan saya tidak terima Jika dia menikahi kamu dan melupakan keberadaan saya yang sudah menghilang, Pokoknya saya ingin kamu menceraikan dia saat ini juga karena saya bakalan akan kembali kepadanya! "teriak Stella histeris.

__ADS_1


__ADS_2