
Angkasa tidak bergeming dari tempatnya karena memang ia tidak akan beranjak dari situ biarpun Senja sudah memasang tatapan tidak sukanya,bagi Angkasa itu adalah tatapan yang paling cantik dan juga menggemaskan yang membuat ia tambah cinta.
"iya Pi,aku masih di kampus? Ada apa ya?" Tanya Angkasa sesaat ketika ada panggilan masuk dari Marcel.
Senja yang sedang bengong otomatis bisa menguping dengan jelas pembicaraan orang yang jaraknya tidak terlalu jauh itu,tapi satu hal yang membuat hatinya kembali kacau adalah pembahasan yang terjadi selanjutnya.
"Apa, jadi mereka sedang menyelidiki tempat kecelakaan itu?" Tanya Angkasa yang akhirnya sadar jika ia sudah salah bicara.
"Ahh iya nanti aku hubungi lagi," Angkasa terburu buru mematikan panggilan tersebut daripada nantinya akan ada pembahasan yang lebih lanjut.
Marcel mendengus kesal ketika ia belum selesai berbicara malah sekarang Angkasa tanpa permisi mematikan panggilan itu begitu saja,ia sangat kebingungan harus mengambil langkah yang bagaimana agar masalah ini bisa segera ditutup agar tidak ada orang yang mengetahuinya.
Senja mendekati Angkasa kemudian memasang tatapan penuh rasa penasaran dan ingin mendengar jawaban yang pasti dari apa yang ia dengar barusan,karena biar bagaimanapun dirinya sekarang sangat sensitif ketika ada pembahasan tentang kecelakaan atau apapun itu yang menyangkut soal satu hal tadi.
"Tempat kecelakaan apa maksud kamu,apa ini ada hubungan...
__ADS_1
"Kamu salah sangka Senja,tadi Papi hanya ingin mengabarkan kalau ada salah satu karyawan proyek yang kecelakaan dan sekarang sedang diselidiki," jelas Angkasa yang berusaha bersikap biasa saja.
"Masa sih? Oh iya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya,karena mobil taksi pesanan aku sudah datang tuh," pamit Senja.
"Tunggu,apa aku boleh mengikuti kalian dari belakang ya maksud nya ingin memastikan kalau kamu sampai dengan selamat?" Tanya Angkasa pelan padahal tadi Senja sudah mencurigai dirinya tapi pria itu tetap nekat.
Entah apa yang akan dilakukan Marcel kalau sampai tahu pria itu nekat melakukan kegilaan ini,tentunya ia pasti akan marah besar serta tidak bisa berhenti untuk menyalahkan pemuda itu yang sudah terlalu jauh dan tidak bisa dinasehati.
"Dasar anak kurang ajar,kenapa sudah jam begini tapi belum kembali kerumah? Apa dia lupa kalau masalah yang sekarang dihadapi itu sangat runyam,awas saja kalau pulang nanti aku bakal buat perhitungan dengannya!" tegas Marcel yang memang benar tidak ingin dibantah oleh siapapun.
Angkasa masih terus memikirkan soal Senja yang tadi tidak sengaja mendengar percakapan antara dirinya dan juga Marcel,Angkasa yakin kalau saat ini pasti Senja sedang mencurigai dirinya yang bukan bukan.
Senja saat ini sudah keluar dari taksi yang tadi ia tumpangi dan tampak Angkasa juga sudah berada di belakangnya,dan yang membuat dirinya bersyukur adalah Leonardo dan Bintang sedang berada di Apartemen mereka dilantai atas jadi tidak tahu apapun yang terjadi dibawah.
"Mbak,itu pacarnya setia sekali? Kenapa tadi tidak barengan saja,apa lagi berantem jadi jauh jauhan padahal masih cinta?" Tanya Sopir taksi itu tanpa beban membuat Senja otomatis merasa tak terima.
__ADS_1
"Aduh Pak kalau kasih pertanyaan itu yang bermutu sedikit dong,memang nya aku ada kelihatan tipe penyuka pria aneh bin ajaib terus jelek dan punya hidung balon kayak dia?" Tanya Senja dengan wajah yang sangat emosi karena ada orang yang menyebut dirinya merupakan kekasih dari Angkasa.
Angkasa yang sudah berada di dekat Senja hanya tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh wanita itu, dirinya tidak marah apalagi tersinggung karena menurutnya yang ada itu hanyalah sebuah kata-kata yang sangat imut.
"Ya biasalah Pak pasangan muda mudi itu seperti apa kalau lagi berantem, tapi kalau sudah baikan bakal menempel seperti apa? Oh iya bapak dulu kan Pernah Muda pasti pernah dong mengalami apa yang sedang kami alami,tapi ini sudah biasa terjadi nanti kalau misalnya kami berdua menikah undangan pertama akan saya langsung kasih ke bapak soalnya bapak sudah membuat kami ingat bahwa hubungan kami ini Seharusnya dijaga baik-baik tidak boleh yang ada namanya saling bertengkar atau apalah itu!" Angkasa sengaja mengatakan hal itu agar Senja paham kalau wanita itu sangat berharga di dalam hidupnya dan ia juga tidak akan pernah merasa malu mengakui semuanya.
" Saya rasa Masnya tidak cocok deh sama Mbaknya soalnya sama-sama keras kepala, Kalau menurut saya Mbaknya ini cocok dengan orang yang lebih dewasa kemudian tenang serta perhatian dan juga tidak terlalu berlebihan dalam bersikap serta intinya Mbaknya merasa selalu dipedulikan! " ujar sopir tersebut Lalu memilih untuk pergi dari situ ketika melihat wajah Angkasa yang sudah tidak bersahabat.
Senja ingin sekali tertawa ketika mendengar nada penolakan yang langsung diberikan oleh sopir tadi terhadap angkasa dan sebenarnya ia sangat menyetujui hal itu, namun tidak tega juga sih mengatakan secara langsung kepada pria tersebut Takutnya nanti dirinya bakalan tersinggung dan juga merasa tidak enak.
" Saya rasa apa yang dikatakannya tadi itu sepertinya benar soalnya saya itu sebenarnya bukan butuh pria yang aneh seperti kamu dan satu lagi yang selalu saja sok peduli padahal terlalu mengganggu, coba saja kalau misalnya kamu bersikap biasa saja Kemudian menjaga Jarak Dan intinya tidak terlalu mengganggu kehidupan saya pastinya saya bakalan berpikir dua kali untuk cuek terhadap kamu karena pastinya saya akan merasa rugi jika kamu diambil oleh orang lain? " ujar Senja sambil mengangkat kedua bahunya dan memilih untuk pergi meninggalkan Angkasa.
"Ah sopir laknat, Kenapa juga Tadi dia bicara seperti itu di depannya senja pasti sekarang wanita itu mulai berpikir lagi untuk menjauh dariku! "omel Angkasa dalam hati tetapi tidak bisa berbuat banyak karena memang Jika dilihat dengan baik dirinya terlalu posesif dan juga berlebihan terhadap Senja yang membuat wanita itu pasti merasa tidak nyaman.
" aku sebaiknya pergi ke tempat di mana kecelakaan itu terjadi untuk memastikan kira-kira apa yang mereka lakukan di sana, karena Papi tadi terdengar begitu panik dan biasanya memang hal ini sangat serius makanya dia memilih untuk menghubungiku saja! "batin Angkasa lalu memilih untuk putar jauh karena Biar bagaimanapun ia harus memastikan secara langsung apa yang terjadi di sana sampai-sampai Marcel terlihat begitu panik kemudian sepertinya ingin agar dirinya memastikan secara langsung yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
anak buah dari Jimmy dan juga Himawan masih tetap Stay di situ karena mereka sudah semakin menemui titik terang apa yang terjadi di tempat itu dan Sebenarnya apa yang dialami oleh Rembulan sebelum kecelakaan, mereka melakukan semua itu sesuai dengan perintah dari Jimmy dan juga Himawan dan otomatis tidak ingin mengecewakan kedua pengusaha sukses itu sebab Biar bagaimanapun ini semua demi untuk kebaikan bersama.
"Aku yakin pasti para penjahat itu masih berada disekitar sini tetapi sayang tidak ada kamera pengawas kecuali di bangunan yang berjarak 50 meter itu, tetapi pertanyaannya dia bisa menyurut sampai ke arah sini tidak ya karena kalau bisa ya Otomatis kita bisa mengetahui para penjahat itu sebenarnya datangnya dari mana dan juga menggunakan kendaraan apa! "ujar mereka yang merasa yakin jika saat ini adalah untuk bisa mengungkap segala sesuatu yang selama beberapa bulan ini tersembunyi dari permukaan.