SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Leonardo


__ADS_3

Orang tua mana yang merasa tenang ketika sang anak sangat susah sekali untuk di hubungi,padahal kalau bisa di bilang ini semua itu bukan atas keinginan nya agar Rembulan celaka.


Nirmala menatap kasihan ke arah anaknya itu sebab menurutnya ini semua pasti ada sangkut pautnya dengan apa yang terjadi kepada Rembulan, pastinya saat ini Senja tidak akan pernah mau pulang ke rumah karena sama saja pulang ke rumah pun tidak ada saudara kembarnya di tempat itu.


Leonardo terlihat mengutuki semua yang terjadi di dalam kehidupannya untuk saat ini, karena semenjak kepergiannya Bintang semua jadi hancur berantakan bahkan bisa dibilang hidupnya pun tidak teratur.


" Kamu kenapa terlihat sunyi senyap seperti itu, seolah-olah ada yang sedang kamu pikirkan tetapi kamu bingung apakah itu? kalau untuk Senja, Mama sarankan lebih baik kamu jangan terlalu mengganggu kehidupannya dulu!" ujar Nirmala karena memang harus seperti begitu kenyataannya Takutnya nanti jangan sampai Senja malah tidak suka ketika mereka terlalu sibuk dengan segala macam urusannya.


Leonardo jelas saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Mamanya itu sebab menurutnya bukannya mendukung Apa yang sedang ia rasakan malah tambah membuat hubungannya dengan anaknya semakin Menjauh, sekarang pertanyaannya a pasien diinginkan oleh orang tua itu sampai-sampai selama ia tidak sadar bukannya mengurus cucunya dengan baik tetapi malah membiarkan mereka terlantar.


" Aku bingung selama ini apa yang Mama urus dengan anak-anakku sampai-sampai mereka sangat membenci kita, kalau sebagai orang tua seharusnya Mama itu bisa seimbang mungkin dengan begitu dia bakalan merasa lebih nyaman di sini! Anak-anakku itu semakin menjauh dari seolah-olah memang aku bukan merupakan tipe pemimpin dalam keluarga ini, padahal aku sudah berusaha semaksimal mungkin menekan egoku meskipun terasa ada nyeri di sudut yang lain karena sampai sekarang istriku belum kunjung untuk ditemukan!" Ujar Leonardo.


Nirmala bukanlah tipe seorang wanita yang ingin ataupun mau saja mendengar nasehat dari orang lain apalagi orang itu lebih mudah umurnya, dirinya pasti akan merasa kesal dan juga tidak terima sebab Menurutmu yang bisa mengatur kehidupannya Ya hanya dirinya sendiri kalau untuk Leonardo tidak punya hak sama sekali untuk melakukan hal itu.


" kamu itu harusnya bisa mengalah dengan orang tua kamu sendiri, aku bukan malah memperlakukan Mama seperti ini seolah-olah apa yang terjadi dengan keluarga kamu Mama ada ikut ambil bagian dalamnya? Seharusnya kamu sebagai apa-apa mereka lebih paham dengan kondisi Mereka kemudian apa yang diinginkan, bukan malah mengabaikan anak-anak kamu seolah-olah tidak peduli sama sekali Dan menganggap bahwa kehadiran mereka itu tidak penting! "sarkas Nirmala kasar Karena sekarang itu sebenarnya suasananya sedang tidak dalam keadaan yang mendukung.


Apa pun yang dilakukan oleh Leonardo pasti akan selalu salah seperti ini, Padahal dirinya membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat tetapi sepertinya mereka enggan melakukannya.


"Aku janji bakalan mencari anakku itu sampai ketemu yang penting intinya Mama tolong jangan menambah beban Pikiranku lagi, karena Jika seperti itu terus aku bakalan minta untuk kembali ke rumah kami yang lama soalnya sepertinya masih layak huni tidak terlalu jelek-jelek amat! "ancam Leonardo karena ia paling tidak suka Mamanya itu selalu saja melarang dirinya untuk pergi ke manapun..


Nirmala tentu saja tidak terima ketika mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya itu barusan, bagaimana tidak masa iya rumahnya yang seluas ini dibiarkan ia tinggal sendirian tanpa ada anak serta cucunya yang mendampingi.


" kamu kalau bicara jangan sembarangan ya? Memangnya Dari tadi Mama ada ucapan untuk mengusir kamu pergi dari sini gitu, Ini kan hanya masalah sepele saja anak kamu itu mungkin butuh ketenangan makanya Kenapa dia tidak pulang? jadi orang itu positif thinking dikit dong jangan terlalu mengambil kesimpulan dengan begitu cepat seperti tidak punya pemikiran sama sekali, Mama ini juga sedang berusaha menjadi orang tua yang terbaik dan juga nenek yang paling mengerti keadaan cucunya jadi tolong kamu juga pahami hal itu! "omel Nirmala tidak terima karena selalu saja dirinya disalahkan oleh Leonardo padahal dari awal ia sudah tidak setuju dengan pernikahan yang dilakukan oleh putranya itu.

__ADS_1


Leonardo memilih untuk mengabaikan perkataan Mamanya itu dan lebih mementingkan untuk menghubungi anaknya saat ini, Rembulan sudah pergi dan sekarang masa iya Senja pergi lagi terus pertanyaannya apa yang tersisa di dalam keluarganya.


" Ya ampun Astaga Senja, Kamu ini sebenarnya ada di mana sih Nak? Asal kamu tahu ya apa-apa ini sudah seperti orang stres mencari kamu ke sana kemari, tetapi tampak bahwa kamu itu ada di dekat sini tidak ada sama sekali! "lirih Leonardo stress.


Nirmala yang marah-marah bukan berarti dirinya tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh putranya itu, karena terbuktinya sekarang dirinya sudah memilih untuk menghubungi anak buahnya untuk mencari kira-kira Di mana keberadaan Senja saat ini ya mungkin dengan begitu Leonardo lebih sedikit bernafas lega.


" kamu usahakan cari senjana sampai ketemu Bila perlu sampai besok pagi pun tetap harus kamu lakukan, karena ini semua gara-gara kalian yang tidak becus memastikan keadaannya sebab melihat kami pulang ya sudah Kalian juga ikutan pulang! "perintah Nirmala tanpa menunggu ada pembicaraan dari seberang karena Bukankah keputusannya itu mutlak tidak boleh ada yang membantah?


Setelah urusan marah memarahi sudah selesai Nirmala memilih untuk kembali ke kamarnya, karena kebetulan hari sudah menjelang sore dan dirinya juga butuh istirahat sebab Biar bagaimanapun tubuh rentanya itu tidak bisa dibiarkan bekerja seharian.


Leonardo terlihat grasak-krusuk sampai-sampai tidak ada niatan untuk pergi ke kantor lagi yang dia juga dalam keadaan berduka, Jadi tidak mungkin dong harus meninggalkan rumah padahal Pusara anaknya pun masih basah dan lebih parahnya lagi anaknya lain malah menghilang.


" Astaga Senja, kalau memang papa salah ngomong dong Nak? Kenapa main pergi seperti ini? nanti apa kata orang di luar sana pasti mereka mengira Kalau papa kamu ini tidak berguna sama sekali, sampai-sampai mengurus anak sendiri pun tidak mampu dan akhirnya menghilang semuanya? " Leonardo benar-benar patah semangat di dalam menjalani hidupnya untuk saat ini karena apa yang ia harapkan sepertinya tidak akan pernah menjadi kesampaian.


Belum lagi dengan mimpi buruknya tadi yang rasa-rasa seperti kenyataan dan Hal itu membuat kondisi psikisnya menolak untuk terlihat biasa saja, ya Meskipun terkadang respon setiap orang itu berlebihan tetapi mau bagaimana lagi kehilangan orang terdekat secara tiba-tiba itu rasanya seperti masih berada di dalam mimpi tidak ingin bangun sama sekali.


Bella merasa miris melihat keadaan sahabatnya itu karena selama ini Senja itu terkenal sebagai anak yang bawel dan juga ceria di manapun ia berada, jadi kalau misalnya hari ini terlihat begitu berbeda rasanya seperti tidak mengenalinya sama sekali karena Gadis itu kebanyakan memilih untuk diam dan juga tidak ingin melakukan aktivitas apapun.


Angkasa yang sudah berada di dalam rumahnya terlihat begitu stres sebab entah mengapa setelah membayar orang untuk menghabisi Rembulan, pria itu sepertinya tidak tega melanjutkan rencana mereka untuk menghabisi Senjana karena sepertinya wanita itu mulai sedikit demi sedikit sudah memiliki tempat di dalam hatinya.


Jadi pertanyaannya apakah dia masih harus melanjutkan rencana mereka atau berhenti di tengah jalan, ini semua Sepertinya harus didiskusikan kepada Papinya yaitu Marcel sebuah pria itu adalah orang yang paling tidak suka ketika sudah menyusun rencana bagus dan malah tidak dilakukan karena alasan yang tidak masuk akal.


Marcel dari tadi sudah menunggu anaknya di ruang kerjanya karena kebetulan dirinya juga tadi sempat ikut dalam prosesi pemakamannya Rembulan, ya Meskipun dirinya berusaha agar tidak terlihat oleh siapapun karena biar bagaimanapun ia tidak punya hubungan baik sedikitpun dengan Leonardo.

__ADS_1


Marcel datang ke tempat itu hanya untuk mendapatkan bukti yang bisa ditunjukkan kepada Stella kalau Sebenarnya anaknya itu sudah meninggal, tinggal menunggu saat Senja juga dimakamkan maka ia pun akan menunjukkan foto tersebut secara bersamaan dan dengan begitu Stella tidak mungkin lagi ada niatan untuk meninggalkan dirinya dan juga Angkasa.


" Bagaimana keadaan di sana Setelah Papi pulang, tidak ada yang membuat drama kan Atau mungkin anak Stella yang lain itu mengamuk? Jangan pernah berbohong karena Papi tahu tadi kamu tidak langsung pulang tetapi memilih untuk mengikuti Gadis itu, tapi hanya ingin memperingatkan kamu saat melakukan ini jangan coba-coba menggunakan hati karena itu sama saja kamu menghancurkan rencana yang sudah kita siapkan bertahun-tahun! "ujar Marcel dengan tatapan yang mengintimidasi bahkan dirinya pun tidak peduli ketika Angkasa yang baru saja datang harus memerlukan jeda waktu beberapa saat lamanya barulah ia bisa mengungkapkan keinginannya itu.


Angkasa paling tidak suka diatur seperti ini ya Meskipun ini juga merupakan keinginannya, hanya saja setidaknya Marcel paham dengan kondisi hatinya sebab biar bagaimanapun di umurnya yang masih muda ia harus merencanakan membunuh seseorang.


" Apa tidak sebaiknya membawa mami pergi lagi dari sini, mungkin dengan begitu dia benar-benar bakalan melupakan tentang keberadaan keluarganya? Daripada kita harus menghabisi nyawa seseorang lagi yang akhirnya membuat keluarga kita itu seperti keluarga pembunuh, kalau Mami Stella tidak mau ya tinggal dibujuk dengan apa gitu mungkin dengan begitu dia bakalan menurut? "saran Angkasa karena menurutnya sebenarnya banyak jalan untuk menyelesaikan masalah mereka tidak perlu harus menggunakan kekerasan apalagi harus dengan sengaja melenyapkan nyawa orang yang masih ingin hidup.


Marcel menatap lekat ke arah anaknya itu karena ia yakin kalau sekarang Pasti pemuda itu tanah bimbang dengan jalan yang harus dipilih, sebenarnya tidak terlalu ribet jika hatinya telah mantap melakukan semua itu maka ya tinggal dilakukan saja tidak perlu Banyak mengeluh.


" kamu di sini itu hanya bisa menjalankan perintah tanpa bisa harus memberikan perintah kepada Papi, jadi jangan banyak bertingkah apalagi mengubah sesuatu yang sudah direncanakan dari awal! ingat dan jangan pernah kamu lupakan Kalau papi tidak ingin mengambil resiko dengan kehilangan Mami kamu, karena Papi sudah melangkah sejauh ini tidak ingin segala sesuatu yang sudah dikorbankan harus hancur berantakan! " jelas Marcel dengan tatapan matanya yang begitu menyorot kepada Angkasa agar pria itu sadar jika sebenarnya Marcel bukanlah seorang yang bisa diajak kompromi.


Angkasa terlihat begitu frustasi karena memang sepertinya Marcel itu sangat sulit untuk diatur, bahkan segala macam kemauannya harus diikuti tidak peduli dirinya merengek ataupun memohon dengan cara apapun tetap pastinya tidak akan pernah dipedulikan.


" Tapi aku sepertinya tidak bisa melakukannya karena mengingat umurku yang masih muda yang seharusnya belum boleh melakukan hal itu , dan juga kan aku masih dalam tahap penyamaran takutnya jangan sampai ketahuan dan akhirnya langkah kita bakalan gagal lagi! " Angkasa menimpali perkataan Papinya itu tetapi bukannya membuat pria itu percaya malah sekarang menertawakan dirinya balik.


Marcel bukan anak kecil lagi yang tidak paham dengan segala macam permasalahan yang terjadi, dirinya sangat tahu kalau Angkasa itu sudah besar dan sudah mulai punya perasaan mengagumi lawan jenis kemudian mungkin ada perasaan ingin melindungi.


" Jadi ceritanya kamu mau mundur tidak ada niatan untuk melanjutkan rencana ini dan malah menyuruh orang lain untuk melanjutkan, Ya tidak masalah tetapi Intinya jangan sampai kamu sengaja melakukannya agar nantinya kamu bisa berbalik dan melindungi anak itu? jika sampai memang hal itu benar-benar terjadi ya kamu siap-siap saja terima hukuman dari Papi, entah nanti hukumannya Seperti apa ya tinggal kita lihat kalau kamu masih kooperatif ya hukuman tidak akan pernah terjadi! " setelah mengatakan hal itu Marcel memilih untuk pergi karena dirinya yakin Angkasa telah berpikir keras makanya dia mau membiarkan pria itu sengaja memiliki waktu sendiri.


" Dasar anak muda zaman sekarang dikasih keringanan malah mencari yang sulit, nanti kita lihat saja sampai di mana kemampuannya untuk bertahan dan tetap memiliki perasaan terhadap Gadis itu! "gumam Marcel yang tanpa sadar sebenarnya Stella sedang berada di belakangnya dan mendengar semua yang ia katakan sehingga wanita itu merasa penasaran kira-kira apa yang direncanakan keluarga ini lagi.


"Angkasa itu masih anak kecil belum sewajibnya kamu memberikan dia pekerjaan yang aneh-aneh seperti yang kamu lakukan selama ini, jika memang kamu adalah orang tua yang terbaik dan kamu adalah pernyataan yang tulus ketika mengambilnya sebagai anak Ya seharusnya kamu mengajarkan dia sesuatu yang baik pula dong? Jangan coba-coba mendoktrin angkasa agar sama seperti kamu, karena aku yang bakalan menjadi baris terdepan untuk melawan segala macam yang kamu lakukan itu!" Stella memang sayang kepada Angkasa tetapi dirinya juga tidak bisa langsung menunjukkan itu kepada Marcel takutnya pria itu bakalan besar kepala dan akan menahannya demi anak muda tersebut.

__ADS_1


__ADS_2