
Marcel tak menyangka jika anaknya benar benar berani dengan bertemu Leonardo serta Stella,padahal dalam hatinya selama ini mengira bahwa anaknya itu tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya sebab Biar bagaimanapun dirinya yang selalu ikut campur di dalam urusan pemuda itu Jadi kalau misalnya sekarang dirinya lebih Mandiri rasa-rasanya sama tidak bisa dipercaya.
Apapun yang terjadi kedepannya sebenarnya tidak terlalu menjadi tolak ukur bagi dirinya untuk memperlakukan Angkasa itu seperti anak kecil, sebagai Lihatlah sekarang dirinya datang mengunjunginya membawa seorang wanita untuk ikut serta kemudian membicarakan soal hubungan mereka yang entah kapan terjalin Yang pastinya dirinya sudah sadar dari awal.
" Jadi bagaimana? apakah kalian datang ke sini untuk meminta Restu dariku, setelah mendapatkan lampu hijau dari Leonardo dan juga Stella?" tanya Marcel penasaran membuat senja kebingungan dengan nama yang begitu asing dalam pendengaran nya itu.
Angkasa tertawa ketika melihat wajah senja yang sepertinya kebingungan dengan nama yang baru saja diucapkan oleh Papinya barusan, Ya iyalah jelas bingung orang dari dulu sampai sekarang dirinya tahu juga nama Mamanya itu adalah bintang kenapa sekarang berubah jadi Stella dan pertanyaannya Stella itu asalnya dari mana dan juga siapa serta Siapa yang memberikannya karena dirinya sebagai anak tidak tahu menahu tentang masalah ini dari awal.
"Stella itu adalah namanya Mami yang merupakan bintang Tetapi entah bagaimana ceritanya sampai Papi ini begitu stres merubah nama orang, tapi kamu tenang saja kok karena itu tidak akan pernah mengubah apapun Kalau Mami adalah bintang dan juga merupakan Mama kamu," jelas angkasa sambil tersenyum membuat senja hanya bisa menganggukkan kepala meskipun ada rasa penasaran yang begitu besar tetapi dirinya juga tidak bisa banyak pertanyaan lagi soalnya di depan ini kan ada Marcel masa iya langsung bertanya datang tersangkanya kan rasa-rasa sih sama tidak sopan dan juga sangat tidak patut untuk dijalankan saat ini juga.
" Ya kurang lebih seperti itu maksud dan tujuan kami datang ke tempat ini, soalnya kalau misalnya kami diam-diam saja pastinya akan membuat orang lain merasa tidak terima karena berpikir mungkin kehadirannya tidak dihargai! jadi apapun yang terjadi Tenang saja karena aku akan selalu menjadi anak kebanggaan Papi yang ketika mau melakukan apapun pasti akan bicara lebih dulu, soalnya aku sudah tidak punya Wali lagi di dunia ini jadi kalau misalnya menyangkal lagi keberadaan Papi rasa-rasanya seperti seseorang yang sangat keterlaluan,"ujar Angkasa santai.
Marcel menganggukan kepala pertanda setuju dengan pola pikir dari putranya itu karena memang harusnya seperti begitu dari awal, kalau misalnya Angkasa melakukan sesuatu tanpa berbicara dulu dengannya Ya tentu saja bakalan menjadi rumit juga Maka dari itu kalau misalnya sudah seperti begini malah lebih bagus.
__ADS_1
" kalau misalnya Leonardo hanya sengaja memberikan izin padahal sebenarnya dia hanya ingin membalaskan dendam secara perlahan kepada kamu, terus pertanyaannya Apa kamu berani menghadapinya Apa kamu berani untuk menjalani semuanya tanpa Banyak mengeluh? " tanya Marcel lagi penasaran karena menurutnya anaknya itu melakukan sesuatu kalau karena terpaksa ya sama saja bohong sebab itu sama saja memang tidak ada niatan dari awal untuk melakukannya tetapi hanya karena keadaan saja yang memaksanya untuk akhirnya menjadi seorang pria yang tidak Banyak mengeluh.
Angkasa menggelengkan kepalanya karena apapun yang terjadi dirinya tetap akan menjalaninya sesuai dengan apa yang seharusnya dijalankan, kalau memang ini hanya akal-akalan Leonardo untuk membalaskan dendam kepada Marcel dia tidak masalah Terserah dari pria itu yang penting dirinya tetap bisa mendapatkan senja sebagai istrinya sebagai wanita yang akan menemaninya dan juga sebagai wanita yang akan selalu bersamanya sampai kapanpun.
Senja sebenarnya juga merasa bingung dengan maksud tujuan pria yang ada di hadapannya mengatakan seperti itu yang seolah-olah tengah mencurigai Papanya akan berbuat jahat kepada Angkasa, meskipun ini semua sudah menjadi kecurigaannya dari awal namun balik lagi dirinya tidak mungkin diam saja dan juga memikirkan segala sesuatunya ini dari sudut pandangnya yang biasa saja.
" kalau memang senja itu merupakan jodohku maka aku ikhlas menghadapi segala macam cobaan yang diberikan oleh pihak manapun Karena bagiku itu adalah hal untuk membuktikan Bagaimana kuatnya perasaan kepadanya, aku juga minta Papi untuk tetap ikhlas menjalani hukuman ini karena Biar bagaimanapun kita sudah bersalah di sini dan tidak mungkin orang akan membiarkan Papi bebas begitu saja setelah sudah melakukan kesalahan yang begitu sangat menyedihkan! "jelas Angkasa santai.
" Baiklah kalau begitu nanti Papi bakalan mencoba untuk berbicara dengan Leonardo Dan juga mungkin meminta maaf atas kesalahan yang sudah dilakukan, kalau memang nantinya dia tidak mau maafkan ya sudah tidak masalah tapi intinya kayaknya sebagai sesama orang tua sambil berdoa harus berbicara dulu dan kira-kira nanti responnya Seperti apa tinggal lihat saja nanti." Leonardo tidak ingin salah paham dan juga tidak ingin maksudnya anaknya melangkah sesuatu dengan tanpa dukungan darinya sebab nanti dipikirnya sebagai orang tua dirinya tidak tahu bertanggung jawab sama sekali dengan apa yang harus dilakukan olehnya.
Angkasa mengacungkan kedua jempolnya karena ini yang harus diharapkannya ketika memiliki seorang ayah yang merupakan orang yang seharusnya menjadi keluarga terdepan ketika dirinya mengalami masalah, karena kalau bukan ayahnya itu ya Siapa lagi yang bakalan menjaganya Siapa lagi yang bakalan mengurus masalahnya dan juga siapa lagi yang bakalan membuat hidupnya menjadi lebih nyaman.
maka dari itu ketika Marcel memberikan dukungan sebagai seorang anak adalah perasaan berbeda karena selama ini yang dipikirkannya jika Papanya itu tidak pernah peduli dengannya sama sekali, tetapi lihatlah sekarang semuanya terasa begitu nyata di hadapannya dan juga semua terasa seperti sesuatu yang benar-benar diharapkan olehnya selama ini.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu Kalian pergi saja jangan terlalu berlama-lama di sini soalnya tidak enak kalau menantu Papi kebanyakan menghirup udara di mana Banyak sekali para penjahat yang tinggal di dalamnya, jangan lupa urus perusahaan dengan begitu baik ya soalnya nanti perusahaan itu bakalan menjadi bekal kalian di masa depan tidak mungkin kan kamu bakalan menjadi gembel nanti mau dikasih makan apa anaknya orang? "usir Marcel secara langsung yang sebenarnya benar-benar merasa bersalah ketika melihat putranya harus menghadapi segala sesuatunya sendirian.
Angkasa tahu jika pria itu sebenarnya hanya ingin menghindari yang namanya perbincangan yang mengarah kepada sesuatu yang berakhir sedih, karena Percayalah seorang pria itu dilarang menangis seorang pria itu dilarang untuk meratapi nasib yang telah terjadi kepadanya dan juga seorang pria itu dituntut untuk selalu terlihat sempurna sebab jika tidak maka bisa dipastikan Percuma saja selama ini harga diri yang dijaga dan Percuma saja selama ini apapun yang dipertahankan jika hasil akhir akan menjadi hancur berantakan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan juga intinya sangat berbanding terbalik.
Senja tidak pernah mempermasalahkan apapun yang dilakukan oleh Marcel selama ini kepada keluarganya karena pria itu sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal, mungkin orang-orang di luaran sana bakalan merasa Aneh ketika dirinya mau berhubungan dengan orang yang sudah melenyapkan nyawa saudara kembarnya Padahal kalau bisa dibilang sebenarnya mereka itu menjadi musuh dan tidak akan pernah nyambung sedikitpun.
akan tetapi terkadang segala sesuatunya itu berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan Dan juga Apa yang dipikirkan oleh orang lain, biarlah semua seperti begini biarlah semuanya berjalan sesuai dengan kehendak yang lain yang penting intinya tidak ada pihak yang dirugikan atas hubungan mereka.
Bella merasa bingung dengan apa yang terjadi antara dirinya dan juga Davin serta hubungan antara Senja dan juga Angkasa, Sebab mereka sebenarnya dari awal itu kan tidak nyambung tetapi berusaha menjadi nyambung dan alhasil saling menerima satu sama lain tapi balik lagi mau melakukan apapun juga rasanya tidak bisa karena dirinya Sekarang kan sudah mulai belajar menerima sikap Davin mulai dari mulutnya yang terlalu jujur mulai dari kata-katanya yang begitu pedas dan tidak pernah menghargainya Dan intinya dirinya juga sudah mulai mencoba untuk menjadi orang yang lebih dewasa lagi dan mencoba untuk bersikap santai ketika sedang menghadapi sebuah masalah.
Setelah semua ini berjalan sesuai yang diinginkan Terkadang mereka masih berusaha untuk tetap mengerti ya meskipun sudah sama-sama dewasa dan juga sudah sama-sama tahu apa yang harus dilakukan, maka dari itu terkadang dirinya harus berusaha menjadi pihak yang setiap saat bisa mendengar setiap keluhan yang diberikan oleh Senja nantinya.
" Kamu kenapa aku perhatikan dari tadi kok lebih fokus kepada Apa yang kamu pikirkan dibandingkan aku yang ada di hadapan kamu sekarang, kalau memang ada yang ingin disampaikan ya sudah sampaikan saja mungkin Siapa tahu aku bisa membantu masalahmu itu dengan cara menyelesaikannya? " tanya Davin Soalnya hari ini adalah jadwal dirinya berkencan dengan Bella tetapi yang ada kekasih hatinya itu malah fokus dengan yang lain.
__ADS_1