
Angkasa yang tahu Bagaimana sikap Marcel nantinya memilih untuk keluar rumah saat itu juga sambil membawa dompet dan juga kunci mobil karena Ia membutuhkan kendaraan itu untuk bisa bertemu dengan senja nantinya, bukan karena tidak ingin menjadi seseorang yang bertanggung jawab namun untuk saat ini biarlah yang mengalah dulu karena ini juga demi kebaikan bersama.
Angkasa hanya ingin sedikit menjauh maksudnya agar bisa mendapatkan ruang gerak yang bebas agar bisa nantinya memberikan pertolongan, yang meskipun terkesan begitu konyol tetapi mau bagaimana lagi jika nantinya hanya membuat ini semua menjadi sedikit terkendala dan alhasil dirinya bakalan terlambat menyelamatkannya.
" Papi sungguh keterlaluan karena bisa-bisanya menjadi seseorang yang tidak punya perasaan seperti itu, seharusnya dia tidak boleh menghabiskan semua orang hanya karena ingin mendapatkan apa yang diinginkannya! " ujar Angkasa dalam hati karena memang ia tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana agar membuat pria yang selama ini membesarkannya ke dunia itu paham jika tidak selamanya apa yang diharapkannya bakalan menjadi kenyataan dan juga tidak selamanya apa yang diinginkan itu harus didapatkan.
pria itu bukanlah seorang anak kecil lagi yang tidak paham apapun yang terjadi di sekitarnya dan apapun perkataan yang dilontarkan oleh orang-orang yang sedang ia dengar, Jika boleh mengeluh Ya otomatis dia akan mengeluh dan mengatakan bahwa hidup itu sebenarnya tidak terlalu susah tergantung dari orang yang membawa hidup itu ke arah mana jika terlalu banyak mencari celah kemudian mencari masalah ya maka masalah juga akan datang mencarinya dengan begitu cepat.
Bella adalah salah satu sahabat dekatnya senja dan kebetulan Hanya wanita itu saja yang dirinya punya nomor ponselnya karena kalau mau minta nomor ponselnya senja itu sama saja mencari mati, daripada mengambil langkah ekstrim Bukankah ada jalur yang lebih aman dan jalur itu adalah memilih menghubungi Bella agar mengajak senja bertemu setelah itu Angkasa juga bakalan melipir untuk mendekat dan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
" Halo ini dengan siapa ya? "tanya Bella penasaran karena tiba-tiba ada nomor baru yang menghubunginya Padahal selama ini mah dirinya jarang dihubungi oleh nomor-nomor nyasar seperti itu.
"Angkasa, Apakah kamu bisa menghubungi senja agar kami bisa bertemu di salah satu cafe terdekat di rumahnya? Soalnya Ada hal penting yang harus kami bahas, dan kalau bisa sekarang soalnya tidak bisa menunggu lebih lama lagi! " tegas Angkasa yang terdengar begitu serius dalam nada bicaranya.
__ADS_1
" Memangnya kamu tidak bisa mengatakan langsung kepada senja soalnya takut nanti dia bertanya sesuatu kepadaku dan aku tidak tahu jawab apa, lebih baik kamu saja yang langsung menghubunginya supaya tidak ada pertanyaan lanjutan lagi dan aku juga tidak berfungsi untuk menjawab!" tolak Bella karena memang ia tidak mau mengambil resiko jika nanti akan disalahkan lagi.
" kalau aku punya nomornya juga pasti sudah ku hubungi dari tadi dan kamu sebenarnya punya otak yang kreatif kan bisa memberikan alasan yang masuk akal agar dia percaya, atau mungkin tidak usah menyebut nama aku saat mengajak dia pergi Nanti kita ketemu lagi di tempat yang sudah aku katakan tadi!" jelas Angkasa.
" Ya ampun Astaga Memangnya kamu lupa bagaimana kelakuan orang itu yang selalu saja susah diatur, atau mungkin sepertinya aku memang harus mengirimkan nomor senja kepada kamu agar nantinya kamu bisa langsung menyelesaikan urusan dengannya Terserah mau berbicara apa saja yang penting intinya aku tidak mau bertanggung jawab! " jelas Bella Lalu ingin mengirim nomor ponselnya senja tetapi ditolak oleh Angkasa.
" nanti aku bakal membayar berapapun yang kamu inginkan tetapi untuk sekarang bantu aku untuk bisa bertemu dengan dia, nanti urusan selanjutnya itu menjadi urusanku dan kamu tidak perlu ikut campur di dalamnya! "jelas Angkasa berharap agar wanita diseberang itu paham dengan masalah yang tengah ia hadapi saat ini dan maksudnya biar dirinya juga tidak terlalu pusing memikirkan semua masalah yang tidak pernah ada habisnya ini.
" Ya sudah aku bakalan Coba nanti kalau dia mau aku bakalan menghubungi kamu balik, Jangan terlalu berharap denganku ya soalnya aku tidak janji karena takutnya jangan sampai dia memang tidak mau mengabulkannya? " setelah mengatakan hal itu Bella pun mematikan ponselnya daripada nantinya ada pembahasan lanjutan yang membuat dirinya jadi pusing sendiri memikirkan semua ini.
Angkasa sudah lebih dulu menunggu Bella di tempat yang tadi ia maksudkan supaya misalnya kalau senja sudah pergi ya Otomatis Ia juga langsung bisa menghampirinya, karena jarak antara restoran dengan apartemennya senja kan sebenarnya tidak terlalu jauh makanya Tidak ada salahnya kan kalau yang menunggu wanita itu di tempat yang tadi.
"Senja, Kamu sekarang ada di mana? "tanya Bella penasaran dan juga sekaligus memastikan agar nantinya wanita itu mungkin sedang ada kesibukan tetapi dirinya malah mengganggu.
__ADS_1
" ya Aku udah di rumah lah sekarang masa iya keluyuran seperti kamu yang tidak jelas, ada keperluan apa sih tiba-tiba menghubungiku padahal biasanya mau nebeng dulu baru kamu ada muncul di permukaan biasanya menghilang tiba-tiba? " tanya senja penasaran membuat Bella ingin sekali tertawa sebab menurutnya perkataannya dilontarkan oleh sahabat yang tadi itu hanya menyiratkan kalau dirinya itu udah maunya saja dulu baru bisa mencari orang lain Tetapi kalau tidak dia akan menghilang begitu saja.
" Ya ampun kamu kok sedekah itu sih jadi teman masa iya selama ini aku selalu saja melakukan hal itu kepada kamu, perasaan tidak deh kapanpun dan di manapun aku selalu saja mencari kamu kok? "Bella pura-pura merajuk membuat senja ingin sekali tertawa.
" ya tidak gitu juga sih Tetapi kan selalu sering makanya aku selalu mengingat yang sering itu dibandingkan yang sudah terjadi, Oh iya By the way tumben kamu menghubungiku seperti ini memangnya ada keperluan apa sih yang mendesak gitu? "tanya senja penasaran.
"ketemuan yuk di restoran yang dekat dengan apartemen kami itu soalnya Ada hal penting yang pengen aku omongin sama kamu, tetapi kalau bisa Kamu datangnya sendirian ya Soalnya kamu tahu kan kalau masalah soal hati itu kan harusnya dibicarakan antara berdua saja dan aku tahu kamu adalah pendengar yang pas selama ini! "ajak Bella yang sebenarnya guguk takutnya Senja menyadari jika dirinya saat ini tengah berbohong.
Senja merasa heran dengan ajakan yang diberikan oleh sahabatnya itu karena selama ini tidak pernah Bela mengajaknya pergi kemanapun jika sudah malam, kecuali dia siang hari ya sering hanya kebiasaan Ia yang selalu menolak sebab menurutnya setelah pulang kuliah itu enaknya tidur Kemudian menikmati hari dengan penuh yang namanya ketenangan bukan malah hura-hura yang tidak jelas dan alhasil hanya menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang percuma.
" jadi kamu menelponku hanya untuk mengatakan hal konyol itu, Wah jangan bilang kamu lupa kalau aku sebenarnya paling tidak suka pergi kemanapun jika sudah selesai kuliah? Kalau memang Apa yang ingin kamu bicarakan itu Mbak sangat mendesak Ya sudah ngomong langsung ditelepon Bukankah ini juga hanya kita berdua saja yang mendengar, jangan malah membuat orang lain merasa penasaran dari dengan pergi ke suatu tempat lagi! "tawar senja tetapi Bela menggelengkan kepala seolah-olah sahabatnya itu saat ini tengah melihat kegiatannya itu.
" pokoknya Apapun yang terjadi aku ingin agar kita bertemu sekarang juga Lagian sekali-sekali lo aku mengajak kamu ketemuan di jam seperti ini, Ini juga baru pukul 06.30 malam sepertinya tidak ada yang salah dong kalau misalnya kita bertemu? "Bella tetap kokoh pada pendiriannya karena jangan sampai saat ini Angkasa tengah menunggu kehadiran mereka.
__ADS_1